NovelToon NovelToon
Karma Sang Pelakor (Sistem Balas Dendam)

Karma Sang Pelakor (Sistem Balas Dendam)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Sistem
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ucum_alattas

Di saat dunia memilih memihak yang kuat, Seline hadir bersama Sistem Balas Dendam untuk menghukum mereka yang lolos dari hukum.

Ia akan merayu pria yang paling dicintai targetnya, meruntuhkan kepercayaan, mematahkan kesetiaan, lalu membiarkan para pelaku menyaksikan kebahagiaan yang mereka bangun di atas penderitaan orang lain runtuh dengan tangan mereka sendiri.


Ia bukan malaikat. Bukan pula iblis.
Ia adalah keadilan yang gagal diberikan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucum_alattas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

“Turunlah, aku di bawah,” ucap Maxime dengan suara dalam.

Selina yang mendengar itu pura pura terkejut. Ia langsung duduk tegap. “Max, kau ... bagaimana bisa kau tahu?”

“Turunlah,” ulang Maxime seolah tak ingin menunggu terlalu lama.

Maxime di dalam mobil menatap gedung tinggi di depannya. Mengetahui jika Selina tidak lagi tinggal di tempatnya, ia benar benar marah, dan membenci helena.

Tak lama kemudian, sosok dengan tubuh mungil itu muncul dengan jaket berbulunya. Melihat itu, ketegangan yang sedari tadi Maxime tahan mulai mengendur.

Tok ... Tok ...

Suara ketukan kaca membuat Maxime tanpa ragu membuka pintu mobil.

“Max_”

“Masuklah,” selanya lembut.

Selina tampak ragu. Namun, saat matanya menatap mata Maxime yang dalam itu, ia hanya bisa masuk ke dalam mobil.

“Kita akan kemana? Aku ada jam malam. Aku hanya memiliki waktu dua puluh menit.”

“Tinggallah di apartemenku,” pinta Maxime serius.

Selina tertegun. Matanya menatap Maxime dengan pandangan bingung. “Max, ini ... tidak mungkin.”

Tangan maxime yang mencengkram setir mengerat. “Kenapa tidak?”

“Kakak akan curiga. Kau tahu, Kakak mengirimku ke asrama karena kakak sudah mencurigai kita.”

Maxime terdiam. Matanya menatap Selina yang tampak bersalah.

“Aku pikir, kita harus segera mengakhiri semuanya sebelum terlambat,” lanjutnya dengan suara lirih.

Maxime yang mendengar itu tak bisa menahan tawa. Tawa yang membuat Selina menciut ketakutan.

“Mengakhirinya?”

“....”

“Selina, apa kau pernah menganggapku?”

“Max_”

“Pernahkah sekali saja kau memikirkan perasaanku?”

Selina menunduk.

“Aku mencintaimu. Hanya kau yang aku inginkan. Dan sekarang, apa yang kau katakan? Kau ingin mengakhiri semuanya? Kau anggap perasaanku ini apa?” suara Maxime menggema.

Membuat Selina yang tertunduk semakin menenggelamkan kepalanya di bawah.

“Maaf,” lirih Selina.

Maxime menggelengkan kepala. “Aku tidak akan memaafkan mu!”

Selina mendongak. Matanya yang memerah bertemu dengan tatapan tajam milik Maxime.

“Kau harap aku memaafkan wanita yang mempermainkan perasaanku ini?”

“Max_”

“Selina, tidak kah kau mengasihi ku? Aku sudah berkorban sampai seperti ini, dan kau dengan entengnya mengatakan ingin berhenti. Apa kau pikir perasaanku begitu murahannya, sampai sampai kau dengan mudah mencampakanku?”

Selina menggelengkan kepala. Air matanya berjatuhan. Membuat penampilannya terlihat begitu menyedihkan.

“Tidak, aku tidak_”

“Kala tidak, tinggallah bersamaku di apartemen. Jangan selalu memikirkan kakakmu.”

Selina menunduk. Ia tak berani menjawab, hal itu membuat Maxime semakin marah, dan semakin membenci sosok Helena.

Kenapa orang tuanya menjodohkan Helena dengannya, bukan Selina? Jika Selina yang ia nikahi, pernikahannya sudah pasti akan membahagiakan.

Seolah sudah mengambil keputusan tegas, tangan Maxime mencengkram erat kemudi.

“Sudah aku putuskan, aku akan memberitahu orang tuaku tentang hubungan kita.”

Selina menolehkan kepala. Matanya yang memerah itu melebar. “Max, jangan.”

Maxime menggelengkan kepala. “Aku tidak bisa seperti ini terus terusan. Kau ingin menjauhiku karena kakakmu kan. Aku akan berbicara pada keluargaku, jika aku tidak menyukai kakakmu, dan aku menyukaimu. Kau tahu, pernikahan ini pernikahan bisnis, jadi tidak peduli siapa yang aku nikahi. Selama itu wanita dari Stockholm, semuanya baik baik saja.”

“Tidak, tidak bisa. Kak Helena mencintaimu.”

“Tapi aku hanya mencintaimu,” tegas Maxime yang membuat Selina menggelengkan kepala panik.

“Max, tidakkah kau mengertiku. Aku tidak akan pernah bisa berbahagia diatas penderitaan kakakku.”

“Lalu, kau bisa bahagia diatas penderitaanku?”

“Max!”

“Berhenti! Berhenti terus terusan memikirkan kebahagian orang lain. Coba, pikirkan kebahagianmu. Sekali saja.”

Selina menangis tergugu.

Maxime yang melihat itu semakin merasa frustasi. Ia akan selalu lemah berhadapan dengan air mata Selina.

“Berhenti menangis, Selina!” perintahnya tegas.

Namun, Selina menggelengkan kepala. Air matanya semakin deras dengan isak tangis tertahan.

“BERHENTI MENANGIS!” ulangnya dengan suara sedikit keras.

Selina menolehkan kepala. Keterkejutan tak bisa ia tutupi.

“Maaf, aku tidak bermaksud membentakmu. Aku hanya tidak tahan melihatmu menangis.”

Mendengar itu, Selina kembali menenggelamkan kepalanya di kedua telapak tangannya. Tangis tertahan itu, dan bagaimana bahu wanita itu bergetar membuat Maxime langsung memeluknya.

“Apa yang harus aku lakukan agar kau bisa bersamaku, Selina,” bisiknya lirih.

Namun, Selina hanya diam. Semua kejadian itu disaksikan oleh sepasang mata yang mengintip dari balik jendela asrama.

***

Drt ... Drt ...

Helena yang masih terpaku di dalam kamar setelah penolakan dari Maxime itu menunduk. Matanya menatap layar ponsel yang menunjukan nama seorang mahasiswi yang diam diam ia bayar untuk memata matai Selina.

“Nyonya, ada pria yang menemui Selina. Saya tidak bisa melihat wajahnya secara jelas tapi, saya sudah mengambil foto saat Selina masuk ke dalam mobil.”] tulisnya disertai gambar mobil.

Helena langsung menegakkan punggung. Matanya menatap mobil putih yang plat mobilnya tak pernah ia lupakan.

Tubuhnya tanpa sadar gemetar dengan sorot mata penuh kebencian. Tiba tiba, berbagai kenangan yang seharusnya sudah ia pahami muncul.

“Bagus, jadi kau benar benar ingin merebut suami kakakmu sendiri,” gumamnya dengan suara tercekat.

Jika saja ia sedikit jeli, ia sudah seharusnya menangkap semua kejanggalan antara hubungan selina dan maxime.

“Sejak kapan kalian bermain di belakangku,” gumamnya dengan suara tajam.

Ia ingat, saat pernikahan, Selina tidak bisa hadir karena saat itu bertepatan dengan ujiannya.

Setelah itu, Maxime yang langsung pergi karena harus mengurus pekerjaan. Mereka bahkan tidak sempat berfoto. Jadi, kapan mereka bertemu.

“Apa ... pria di bar itu Maxime,” gumamnya tiba tiba merasa tenggorokannya tercekat.

Ia ingat, saat itu, Selina mengatakan jika pria yang mengambil kep3rawananya adalah pria beristri. Saat itu, ia bahkan tanpa ragu mendorong Selina untuk merebut pria itu.

Tangannya gemetar hebat.

“Jika pria di bar itu benar Maxime, lalu, pria di kamar waktu lalu ....” Helena bahkan tak sanggup melanjutkan kata katanya. Nafasnya tiba tiba tersengal, membuat ia mulai merasa kesulitan bernafas.

Matanya memerah. Air matanya berjatuhan. Meskipun ia tak memiliki bukti nyata, tapi pertemuan diam diam mereka cukup membuatnya meyakini satu hal, antara suami dan adiknya, hubungan mereka tidak biasa.

Drt ... Drt ...

[“Nyonya, mobil itu pergi, dan Selina masih ada di sana. Apa aku perlu melapor pada penjaga asrama?”]

Melihat pesan baru dari mata mata yang ia bayar untuk mengawasi Selina, Helena merasa gila.

Namun, ia mencoba tetap tenang. Masih ada satu harapan di hatinya.

“Aku akan menghubungi Maxime. Siapa tahu, orang lain yang menggunakan mobil ini, bukan Maxime,” gumamnya penuh harap.

Namun, saat ia melalukan panggilan, alih alih di jawab, ia melihat dengan jelas Maxime menolak panggilannya, kemudian ponsel suaminya tidak bisa lagi ia hubungi.

Matanya memerah, ia berdiri. Melempar semua barang yang ia lihat. Kali ini, ia benar benar tidak bisa berpura pura lagi.

“Jal4ng! Aku menyayangimu, dan kau ingin merebut suamiku! Selina, kau benar benar p3lacur!” teriaknya marah.

1
irena
sedikit banget thor... nanti deh saya simpan dulu episodenya... klo perlu sampai tamat baru saya baca lagi...
irena: iya makanya.. saya tunggu selesai dulu.. habis klo satu bab dibaca.. bikin greget
total 2 replies
irena
sedikit banget thor..
Althoza_$: udah 1000 kata lebih itu KK 🙈
total 1 replies
irena
kapan terbongkar busuknya Helena.. supaya mamanya max semakin menyesal krn sudah memilih Helena..
Althoza_$: besok KK, sabar ya 😄
total 1 replies
irena
saya jadi ga suka thor,. klo ceritanya kayak gini.. si Helena sama mamanya max menang... saya ingin si mama max kapok dan Helena dipermalukan... bukan menang karena disentuh sama max sesuai obsesinya..
Althoza_$: tunggu bab selanjutnya, KK 😄 maaf ya kalau bikin emosi bab ini
total 1 replies
irena
klo sampai si Helena tidur sama max.. berarti Helena menang krn dia memang ingin sekali tidur sama suaminya.. kan itu obsesinya
irena
jangan dong thor.. sampai tidur dengan maxim.. harusnya datangkan saja dokter yg pernah mengoperasi keperawana si Helena.. supaya si max jijik. jng sampai menyentuh Helena.. jadi ga seru dong klo tersentuh sama Helena.. max sudah pernah tidur sama si selena yg gadis..
irena: ok... 💪💪💪
total 2 replies
irena
harus terbongkar sifat pelakor nya dulu Helena.. supaya mamax max tau.. klo Helena sudah dua kali jd pelakor.. dan dia bukan perawan.. tapi sudah operasi
irena
biar ibunya max jijik sama Helena... dan menganggap karma buat helena
irena
bongkar kebusukan Helena.. klo perlu di viralkan.. yg harus tau lebih dulu ibunya max
irena
kenapa ga dibongkar sekalian kelakuan si Helena kalo dia juga pernah jadi pelakor dia kali.. bahkan sengaja jadi pelakor untuk sahabat nya.. klo perlu si max cari tau tentang Helena.. supaya dia bisa semakin membuat Helena tertekan ga bisa melawan
Althoza_$: tunggu part terbongkar nya ya kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!