>>>Sebelum lanjut baca novel ini , sebaiknya mampir dulu ke novel Gadis tengil pilihan mama <<<. Orang bilang cinta semasa kecil adalah cinta monyet , tapi tidak dengan Davina , gadis cantik ini begitu tulusnya mencintai cinta masa kecilnya , hingga takdir mempertemukan mereka kembali dan di dipersatukan dalam ikatan pernikahan
Cinta yang penuh dengan sensasi , air mata dan perjuangan , begitu mewarnai kisah mereka ,dan apakah Davina berhasil menaklukkan hati sedingin Adrian...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adenk'z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 27 . Teka teki
"Euh...!"
Davina menggeliat , mengedipkan matanya , dia mulai bergerak untuk bangkit , tapi pusing di kepalanya mengharuskan dia berbaring kembali , dia menengok disampingnya tampak Adrian yang tidur dengan posisi duduk dan kepalanya diatas tempat tidur
"Kenapa es balok tidur disitu , tumben...!"
Davina mencoba bergerak kembali , rasanya dia sudah tidak bisa menahan sesuatu yang harus dia keluarkan
"Ya ampun rasanya pingin p***s sekali , bisa bisa aku ngompol di celana "
Davina bergerak turun , tapi rupanya pergerakannya mengusik tidur lelap Adrian
"Hei...mau kemana , kenapa tidak membangunkan ku... ?"
"Ahh...!"
Davina menjerit kaget kala tubuhnya seakan melayang , ternyata Adrian mengangkatnya
"Kamu mau kemana hmm...?!"
"Aku bisa jalan sendiri bang , aku pingin kekamar mandi jadi please....turunin aku "
"Biar aku antar...!"
Davina mengerutkan keningnya , perlahan tangannya mengulur menyentuh kening suaminya
"Aneh ...ngak panas kok , kesambet apa lagi nih orang !"
Adrian tak memperdulikan gerutu sang istri , dia terus membawa tubuh Davina kedalam kamar mandi , setelah menurunkan tubuh Davina ,Adrian tetap tak bergeming dari tempatnya
" Bang...aku mau p***s nih udah kebelet , kenapa masih berdiri disitu kayak patung Pancoran sih !"
"CK...kenapa malu , toh aku sudah sering melihat semuanya !"
Davina membelalakkan matanya , tidak percaya dengan kalimat frontal sang suami , dengan terpaksa Davina menuntaskan hajatnya dengan Adrian yang masih menatapnya dengan inten
"Cih...menyebalkan , entah terbuat dari apa muka dia , ngak tahu malu , eh...tapi bukan dia yang malu ,aku...ya Tuhan !"
Davina mengusap muka nya dengan kasar , melihat tingkah kesal sang istri Adrian tersenyum puas
Kembali Adrian mengangkat tubuh Davina menuju tempat tidur , dengan hati hati dia membaringkan tubuh Davina diatas tempat tidur
"Tok...tok...!"
"masuk...!"
Tampak bik Yati masuk dengan membawa baki ditangannya
"letakkan di meja saja bik..!"
"Baik tuan , mari....!"
Setelah meletakkan nampan diatas meja , bik Yati kembali melangkah keluar meninggalkan kedua majikannya , Adrian mendekati nampan diatas meja , lalu dia mengambil sebuah mangkok dan mengaduknya pelan isi didalamnya
"Buka mulutmu Davina...!"’
"Itu apaan bang...?"
"Bubur...jadi makanlah sekarang , aaa...!"
Davina menggeleng pelan , dia paling malas kalau berhadapan dengan makanan itu
"Setidaknya makanlah sedikit untuk asupan dia !"
"Dia...?"
Davina menyipitkan matanya , Adrian memberinya teka teki yang tidak bisa dia tebak oleh IQ nya
"Sudah jangan banyak berpikir , makan buburnya setelah itu kembali istirahat "
Kembali Adrian menyuapkan bubur kedalam mulut Davina , Davina yang mulanya menggeleng tak mau , sekarang seolah menikmati tiap sendok bubur yang suapin Adrian
"Minumlah obat ini..!"
Davina mengambil obat yang diberikan Adrian , dia mengamati obat tersebut , dan seketika mulutnya menganga ,setelah mengetahui nya
"ini vitamin buat..."
"sudah ?"
Dengan masih penasaran , dengan semua yang terjadi , dan kenapa pula Adrian yang memberinya vitamin penguat kandungan
**
Sementara itu disebuah Apartemen mewah , tampak Alena yang tengah uring uring an karena teleponnya tidak dijawab oleh Adrian
"Kemana kamu bang , kenapa kamu tidak mengangkat panggilanku !"
Alena melempar ponselnya keatas tempat tidur , apalagi tadi siang Adrian meninggalkannya seorang diri
"Siapa perempuan itu , sepertinya dia sudah mengisi hatimu bang , kamu terlihat begitu marah ketika perempuan itu ada pria lain yang mendekati!"
Alena mengingat kembali bagaimana Adrian yang begitu marah , ketika tangan lelaki itu berusaha merangkul Davina
Deg...!
Alena meraba jantungnya yang tiba tiba berdetak begitu cepat , kilasan masa lalu seolah terpampang jelas di ingatannya
"Devan...benar perempuan itu , mempunyai wajah sama persis dengan Devan , siapa dia...?"
Alena terus berfikir mencari jawaban yang dia inginkan , tentang seseorang yang selama ini menempati sisi lain dihatinya
\*\*
"Bang lihat ada berita viral !"
Devan menyodorkan ponselnya pada Davina , tapi Davin tidak memperdulikan video yang dimaksud sang adik
"Paling juga berita orang joget joget yang di tok tok itu kan ?"
G
"CK...lihat dulu kenapa bang , jangan sok tahu !"
Davin menghentikan aktifitas nya , dia mengambil ponsel sang kembaran dan seketika matanya membola dengan sempurna
"Davina dalam video ini , terus siapa laki laki yang dihajar Adrian , apa yang terjadi sebenarnya ?!"
Devan membesarkan video tersebut , menjeda nya sedikit demi sedikit
"Cemburu dia !"
Devan mengangguk mengiyakan
"Bang...besok aku ada janji menemui dokter David , jadi aku akan sedikit telat untuk kekampus "
"Hmm...!"
Devan tampak begitu kesal dengan jawaban kembarannya , dia sudah bicara panjang lebar tapi jawaban Davin hanya berdehem saja
Tapi dia tidak berani membantah ,ataupun protes , karena itu semua percuma ,Devan tahu betul bagaimana sifat Davin dan dia tidak mau membuat masalah dengan nya
# Bersambung
#Happy reading 🙏🥰
dtunggu Up selnjutnya
udh tf vote yaahh😍
d tunggu thor Up nya sdh sekian purnama aq ttp setia loh🤭🤗