Winda adalah seorang wanita berumur 32 tahun yg sudah menikah dengan Ardi yg berumur 38 tahun.
Pernikahan mereka sudah memasuki umur 7 tahun, akan tetapi belum juga dikaruniai seorang anak.
Winda merasa bahwa hidupnya tidak lengkap bila belum menjadi seorang Ibu.
Keinginannya untuk mempunyai anak sampai membuatnya putus asa.
Sampai suatu saat dimana dia diperkenalkan suaminya denga orang yang bernama Mina....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green veil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB XXVII
Ardi yang mendengar hal itu merasa bersalah
kepada kakaknya, walau bagaimanapun sebenarnya dia tidak ingin menyusahkan
kakaknya. Tapi mau bagaimana lagi, saat ini dia tidak bisa mengontrol
perasaannya.
“Kamu kenapa lagi Di?” tanya Lela.
“Nggak apa-apa kak” jawab Ardi.
“Nggak mungkin, sampai kamu kayak tadi nggak
mungkin kalau nggak ada masalah” kata Lela tidak percaya atas jawaban Ardi.
Ardi yang didesak kakaknya kemudian menjawab,
“Mina mengajukan tes DNA kak di Pengadilan”
jawab Ardi.
Lela terdiam mendengar jawaban Ardi. Dia
berpikir apakah pikirannya selama ini benar bahwa Bimo bukan anak Ardi karena
tidak ada kemiripan sama sekali dengan Ardi.
“Ya sudah, ditunggu saja hasilnya. Lagipula kamu
masih punya Arjuna, anak dari Winda. Walaupun kamu baru mengenal Arjuna satu
bulan ini, dia tetap anak kandungmu, darah dagingmu. Dan bila Bimo yang selama
ini kamu sayangi ternyata bukan anak kandungmu, ikhlaskan saja” kata Lela.
Ardi terdiam mendengar kata-kata Lela. Dia
sudah terlanjur menyayangi Bimo sebagai anaknya dan masih berharap Bimo adalah
anak kandungnya.
“Aku baru mengenal Arjuna satu bulan ini dan
baru bertemu dia satu kali Kak, sulit rasanya menggantikan perasaanku ke Bimo
dengan Arjuna” jawab Ardi.
Lela terdiam, dia berpikir untuk mendekatkan
Ardi dengan Arjuna supaya Ardi bisa melupakan Bimo jika Bimo bukan anaknya.
“Kakak akan bicara dengan Winda, supaya dia
bisa mempertemukanmu dengan Arjuna. Walau bagaimanapun kamu menyayangi Bimo dan
tak bisa digantikan dengan Arjuna.... Arjuna adalah anak kandungmu, yang sudah
kamu tunggu-tunggu selama sekian tahun dengan Winda” kata Lela.
Lela segera menghubungi Winda menceritakan
apa yang terjadi, Lela dan keluarga masih berharap Winda bisa kembali dengan
Ardi.
.....................................
Winda yang mendengar keadaan Ardi setelah
ditinggal Mina dan Kakak Ardi memintanya untuk membawa Arjuna untuk menenangkan
Ardi merasa marah karena seperti dimanfaatkan. Akan tetapi Winda menyanggupi
permintaan Lela untuk membawa Arjuna bertemu dengan Ardi karena Arjuna berhak
mengenal dan mendapat kasih sayang dari Ayah kandungnya.
.............................
Hari Minggu, Winda berpamitan kepada
orangtuanya untuk pergi ke rumah Ardi untuk mempertemukan Arjuna dengan Ardi.
Dia menjelaskan keadaan Ardi kepada orangtuanya yang membuat orangtuanya
senang,
“Kapok tu Ardi. Kualat! Siapa suruh ninggalin
kamu!” kata Ibu Winda.
Winda hanya terdiam, tidak menjawab perkataan
Ibunya.
“Kalau kamu mau bawa Arjuna ke rumah Ardi ya
segera saja mumpung masih pagi. Supaya siang kamu bisa pulang. Ingat, jangan
mau kalau disuruh menginap di rumahnya. Kalian sudah bercerai, tidak pantas.
Kalau bisa bertemu di rumah Mbak Lela saja jangan di rumah Ardi, walau
bagaimanapun Ardi masih berstatus suami orang” kata Ayah Winda bijak.
“Ya sudahlah kalau memang begitu baiknya.
Arjuna juga berhak dapat kasih sayang dari Bapaknya” kata Ibu Winda kemudian.
Kemudian Winda berpamitan dengan Ayah dan
Ibunya untuk pergi ke rumah Lela.
“Pak, kok anak kita yang disuruh ke sana bawa
Bimo? Kenapa nggak Ardi dan keluarganya saja yang ke sini?” tanya Ibu Winda
kepada Ayahnya.
“Kamu mau Bu bertemu dengan Ardi dan
keluarganya di sini?” tanya Ayah Winda.
“Ya nggaklah. Masih sakit hati aku! Anakku
dibuat menderita oleh Ardi” jawab Ibu Winda.
Mereka berdua menghela nafas panjang kemudian
mereka masuk ke rumah setelah Winda sudah berangkat.
.......................................
Sampai di rumah Lela, Winda dan Arjuna
disambut hangat oleh keluarga Lela. Di sana juga ada Ardi yang menyambutnya
dengan senyuman. Winda hanya membalas dengan senyum saja tanpa berkata apa-apa
kepada Ardi.
Winda menyerahkan Arjuna kepada Lela yang
kemudian diserahkan ke Ardi supaya Ardi menggendong Arjuna.
Winda pura-pura tidak memperhatikan Ardi
ketika dia menggendong Arjuna. Winda bercakap-cakap dengan anggota keluarga
Ardi yang lain.
“Win, kamu mau menginap di sini?” tanya Lela
kepada Winda.
“Tidak Kak, nanti siang saya pulang. Masih
banyak kerjaan. Lagipula Ayah dan Ibu tidak bisa berpisah lama-lama dengan
Arjuna” jawab Winda.
“Maaf ya Win, ngerepotin kamu bawa Arjuna ke
sini” kata Lela lagi.
“Tidak apa-apa Kak. Biar Arjuna bisa dekat
dengan keluarga sini juga” jawab Winda.
“Ayo kapan-kapan kita pergi piknik bareng
ajak Arjuna juga. Gimana menurutmu Win?”
“Ya tidak apa-apa Kak kalau saya bisa”
“Nanti kita pergi ke kota TM trus menyewa
Villa di sana. Kita bisa tidur di sana. Berangkat siang aja, trus menginap di
sana biar bisa jalan-jalan di sana. Bagaimana?”
“Ya Kak” jawab Winda.
Winda tidak bisa menolak permintaan Lela
karena sungkan. Lagipula biasanya Lela hanya punya rencana saja tanpa direalisasikan,
pikir Winda.
Keluarga Ardi berebut untuk mengajak Arjuna.
Mereka merebutkan Arjuna. Arjuna yang merasa tidak nyaman kemudian menangis.
“Win, Arjuna menangis” kata Lela.
Winda kemudian mengambil Arjuna dan meminta
ijin untuk menggunakan salah satu kamar untuk menyusui Arjuna. Setelah Arjuna
tenang kemudian tertidur, Winda keluar kamar,
“Arjuna tidur ya?” tanya Mitha.
“Iya Mit” jawab Winda
“Yaaah nggak seru deh kalau tidur. Boleh
digangguin nggak biar bangun?” tanya Mitha lagi.
“Kasihan Mit, biar tidur dulu ya” jawab
Winda.
Kemudian mereka mulai ngobrol lagi,
“Tidurin sini aja si Arjuna” kata Lela
menyuruh Winda menidurkan Arjuna di kasur yang berada di ruang keluarga.
Winda menaruh Arjuna, kemudian,
“Kak, nanti saya jam satu pulang ya” kata Winda.
“Kenapa buru-buru?” tanya Lela.
“Takut kesorean pulangnya” jawab Winda lagi.
“Ya kalau kesorean biar diantar Ardi” kata
Lela lagi
Ardi yang mendengar hal itu merasa punya
harapan untuk mengantar Winda dan Arjuna.
“Nggak usah Kak, saya sudah bilang sama Bapak
Ibu kalau jam segitu mau pulang. Kalau saya tidak, nanti malah mereka cemas”
jawab Winda.
Ardi yang mendengar jawaban Winda menjadi
kecewa. Selama ini Winda tidak pernah menolak permintaannya, apalagi kakaknya.
Biasanya Winda sangat sungkan dengan Lela.
“O ya sudah kalau gitu. Nanti di jalan
hati-hati ya”
................................
Winda sampai di rumah sekitar pukul tiga,
kemudian orangtuanya bertanya,
“Kok baru pulang Win?” tanya Ibunya merasa
tidak senang.
“Tadi mereka masih ingin bermain dengan
Arjuna Bu” jawab Winda.
“Ya sudah. Untung kamu nggak disuruh tidur
sana. Enak aja pas ada masalah aja mereka hubungi kamu. Pas lagi senang-senang
aja mereka nggak pernah sekalipun hubungi kamu. Minimal nanya kabar kek...
itupun nggak. Arjuna lahir mereka nggak tahu. Mereka sama sekali nggak peduli
sama kamu!” kata Ibu Winda sebal.
Winda yang mendengar hal itu menjadi sedih
karena dia merasa dia sudah salah memilih laki-laki untuk menjadi suaminya.
Laki-laki yang membuat dirinya dan orangtuanya sakit hati.
“Maaf ya Bu” kata Winda.
“Minta maaf buat apa?” tanya Ibu Winda.
“Maaf, Winda sudah memilih laki-laki yang
salah” jawab Winda.
“Nggak usah minta maaf, itu bukan salah kamu.
Lagipula kita juga nggak tahu Ardi orangnya kayak gitu”.
mending bobo...
bikin kesel/eneg dehhh..