Genre: Komedi Fantasy
Sinopsis:
Akibahara Yousuke seorang pemuda pemalas yang tidak sengaja menemukan sebuah aplikasi mencurigakan di ponselnya, ketika dia mencobanya ia menemukan dirinya telah berada di dunia lain dan di saat yang sama ia telah mengaktifkan sebuah sistem yang akan terus memberikannya misi gila yang tidak bisa dia hindari, kegagalan memberikannya hukuman dan tidak mencoba adalah kematian, itulah aturannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27 : Penjaga Hutan Monster
Yousuke melanjutkan perjalanan kembali, ia melihat beberapa persimpangan jalan dan bergerak kembali setelah menemukan tanda-tanda dilewati seseorang.
Hal itu ditampilkan dari penanda di pohon.
Sebelum keberangkatan mereka Yousuke meminta untuk Layla membuatnya alhasil dia berhasil sampai ke lokasi camp yang didirikan para penjelajah selama tiga hari lamanya.
"Mereka bisa bergerak sejauh ini dengan cepat, aku terkesan."
Yuna membalas dengan ekpresi lelah.
"Seharusnya mereka yang akan terkejut, rute yang mereka tempuh berminggu-minggu kau melakukannya hanya tiga hari."
"Aku tidak bisa menyangkalnya."
Emilia, July dan Ayane yang sedang menjaga api terkejut dengan keberadaan Yousuke yang menyapa ketiganya.
"Kalian sedang memasak."
"Yousuke?" panggil Emilia.
"Sudah kukatakan aku akan menyusul kalian nanti hehe ngomong-ngomong aku sudah bisa sihir loh."
Yousuke menciptakan beberapa bola api kecil di tangannya yang dia mainkan seperti berada di festival.
"Jreng, jreng, bagaimana?"
Ketiganya tersenyum masam.
"Itu bukan sesuatu yang sulit dilakukan, bahkan anak tiga tahun bisa melakukannya," balas July yang mendapatkan anggukan Ayane.
Yousuke ambruk dengan wajah memutih, berfikir bahwa anak-anak dari dunia lain benar-benar menakutkan. Mereka pasti tidak pernah diajarkan untuk jangan bermain api di dalam rumah atau sebagainya.
"Padahal aku berlatih cukup lama untuk bisa melakukannya."
"Jangan khawatir, tuan Yousuke masih hebat dalam memasak."
Perkataan Ayane sedikit membuat hati Yousuke lebih baik saat Layla muncul dari belakang mereka.
"Kau sudah datang."
"Sepertinya kalian melakukan pekerjaan dengan baik."
"Bisa dibilang begitu, rute dari sini nantinya akan dibuat jalan. Bagaimana menurutmu?"
"Itu bagus, tapi bukannya jumlah monster lebih banyak jika lewat jalan sini."
Semua orang terdiam.
"Hmm, ada apa?"
"Aku pikir kau tidak akan menyadari hal seperti itu."
Yousuke menarik pipi July sebagai tanggapan, dia memang bodoh tapi dia tidak ingat bisa sebodoh itu.
"Rencananya akan kami tanami tanaman yang bisa menjauhkan Monster sepanjang jalan seharusnya itu akan baik-baik saja, semuanya berkat Ayane yang menyarankan ini," kata Layla memuji.
"Tidak, aku hanya sedikit membantu di sini."
Yousuke mengangguk kecil sebagai tanggapan sebelum ikut rapat bersama yang lainnya, seharusnya mereka telah bergerak dua hari yang lalu akan tetapi kemunculan monster yang tidak terduga memaksa mereka untuk tetap berada di sini.
Yousuke menanyakan monster seperti apa itu dan Layla membalasnya.
"Itu adalah Hydra, dia bisa menyemburkan asap beracun dan juga memiliki kulit yang tebal, kami berencana untuk memilih jalan berbeda jika sulit menghadapinya."
"Ada monster seperti itu di sini?"
"Hutan Monster juga dianggap sebagai tempat misterius yang berbahaya, sama seperti dungeon, kedua tempat itu muncul secara tiba-tiba begitu saja."
Yousuke paham akan hal itu. Namun menurutnya hutan monster bukan sesuatu yang bisa dianggap misterius, jika perkembangan manusia semakin pesat para monster yang kehilangan tepatnya karena pembangunan akan menjauh dari manusia hingga berkumpul di sini, karena itulah hutan monster memiliki lebih banyak monster dari tempat lainnya.
"Ayane apa kamu bisa mengalahkannya?"
"Itu menyulitkan, paling tidak dibutuhkan seorang petualang job pendeta yang bisa menetralisirkan racunnya dan kita tahu bahwa pendeta adalah job yang sedikit langka, lebih baik untuk memutar."
Itu mengingatkan Yousuke bahwa dia memang sama sekali tidak melihat pendeta di kota tanpa nama.
Karena tidak ada yang keberatan maka rapat berakhir dengan putusan untuk mencari jalan berbeda, mereka mulai mengemasi camp sebelum kembali melanjutkan penelusuran bersama.
Banyak akar dan dahan yang cukup mengganggu yang membuat para prajurit bersama-sama membuka jalan, tepat saat mereka keluar dari sana, mereka dikejutkan dengan sosok Hydra yang telah menunggu mereka.
"Mustahil, seharusnya kita sudah memilih rute berbeda dari sebelumnya," kata Lyla memeriksa peta memastikan.
July menarik pedangnya dan berkata.
"Dengan kata lain ada dua dari mereka."
Hydra merupakan sosok monster ular berkepala sembilan dengan tubuh menyerupai kadal, hanya melihatnya sudah cukup membuat semua orang berfikir untuk tidak melawannya.