NovelToon NovelToon
Penguasa Agung

Penguasa Agung

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Spiritual / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blueria

Qin Mu, putra Patriark Keluarga Qin, dianggap sebagai sampah karena gagal membuka meridian meski telah berlatih selama satu tahun. Di tengah hinaan, tekanan keluarga, dan ancaman diusir pada Upacara Uji Spiritual, ia tetap bertahan dengan tekad kuat.
Namun, di balik kegagalannya, tersembunyi misteri besar dalam tubuhnya. Hingga suatu malam, ia akhirnya melihat energi spiritual untuk pertama kalinya, tanda awal kebangkitan yang akan mengubah nasibnya.
Dari kehinaan menuju kekuatan tertinggi, Qin Mu menantang takdir untuk menjadi Penguasa Agung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 3 — Manual Kultivasi

"Tak biasanya ayah." batin Qin Mu menatap wajah ayahnya.

Qin Mu terdiam, ia bisa merasakan nada kesedihan dalam suara ayahnya. Di dalam batin, Qin Mu sebenarnya sudah tidak sabar ingin pergi ke perpustakaan untuk mencari manual kultivasi namun dengan ayahnya disini ia tidak sabar untuk meminta bimbingan berkultivasi, namun ia memilih untuk mendengarkan. Tidak sopan baginya pergi begitu saja.

"Mu'er. Dewan Tetua telah mengambil keputusan," lanjut Qin Feiyan tanpa menoleh.

"Persediaan ramuan Pembersih Sumsum dan Pil Penguat Tulang tingkat tinggi yang tersisa di gudang keluarga telah dialokasikan sepenuhnya untuk persiapan tiga jenius muda utama klan kita, Qin Chen, Qin Zhang dan Qin Lian, menjelang Upacara Uji Spiritual bulan depan. Ayah tidak lagi memiliki wewenang untuk memberikan sumber daya itu kepadamu. Namun, kau tidak perlu khawatir. Ayahmu ini masihlah seorang pria hebat, jika sumber daya utama untuk membuka meridian utamamu tidak bisa ayah dapatkan di keluarga ini. Ayah akan mencari di luar sana."

Pria tegap itu mengepalkan tangannya di balik punggung. Sebagai seorang ayah, hatinya hancur. Ia tahu bahwa tanpa bantuan obat-obatan itu, peluang Qin Mu untuk membuka satu meridian saja hampir mustahil. Walaupun begitu, sebagai seorang ayah sekaligus kultivator tingkat tinggi, ia akan berusaha mencari sumber daya sendiri di luar sana demi putranya.

"Terima kasih atas segala yang telah Ayah lakukan selama setahun ini," jawab Qin Mu dengan nada bicara yang sangat tenang, bahkan terdengar sedikit ceria.

Qin Feiyan berbalik, terkejut dengan reaksi putranya. Ia mengira Qin Mu akan menangis atau setidaknya menunjukkan keputusasaan.

"Kau tidak marah, Mu'er? Ini artinya latihanmu akan semakin sulit."

"Tidak perlu ada ramuan lagi, Ayah," Qin Mu tersenyum tipis.

Ia mengambil napas dalam-dalam, membiarkan aliran hangat di dalam tubuhnya bergerak.

"Karena semalam, aku telah berhasil melampaui batas itu."

"Maksudmu?"

"Ayah, lihatlah." Qin Mu memejamkan mata dan sedikit menghentakkan kakinya ke lantai.

Wush!

Hembusan angin kecil namun tajam menyapu debu di sekitar kaki Qin Mu. Suara deru napasnya terdengar selaras dengan denyut nadinya.

"Aku sudah melewati Tahap Penempaan Tubuh. Sembilan meridian utama di tubuhku... semuanya telah terbuka, Ayah. Aku sekarang berada di Tahap Kedua Pembentukan Fondasi: Pembukaan Meridian."

Mata Qin Feiyan membelalak lebar. Keangkuhan dan wibawa seorang Patriark runtuh seketika, digantikan oleh rasa tidak percaya yang amat sangat. Ia melangkah maju dengan cepat, mencengkeram bahu Qin Mu, dan segera mengirimkan secuil energi spiritualnya untuk memeriksa jalur internal putranya.

Begitu energi itu masuk, Qin Feiyan merasa seolah-olah ia sedang menelusuri sungai yang baru saja terbebas dari bendungan batu. Sembilan jalur utama di tubuh Qin Mu bersinar redup dan mengalirkan udara dengan lancar.

"Benar-benar terbuka... semuanya? Sembilan sekaligus?!" suara Qin Feiyan bergetar.

"Bagaimana mungkin? Minggu kemarin ayah mengecek satu meridianmu belum ada yang terbuka dan itu benar-benar tersumbat seperti besi dingin. Mu'er... Hanya dalam waktu satu minggu kau meraihnya?"

Qin Mu tidak langsung menjawab, "Ya, ayah."

"Mungkin benar kata Lian'er. Langit hanya ingin mengujiku sedikit lebih lama sebelum memberikan jalannya," ucap Qin Mu mantap.

"Sekarang, karena aku sudah mencapai tahap ini, aku memohon kepada Ayah... ajarkan aku cara melakukan kultivasi yang sebenarnya. Aku ingin meraih Tahap Pengumpulan Spiritual secepat mungkin!"

Qin Feiyan menatap putranya dengan tatapan baru, bukan lagi tatapan kasihan, melainkan tatapan penuh harapan. Ia tertawa pendek, sebuah tawa yang sudah lama tidak terdengar dari mulutnya.

"Baik! Bagus sekali! Jika kau telah membuka sembilan meridian utama, maka putraku ini bisa berjalan di jalan kultivator."

Qin Feiyan menutup pintu kamar dengan rapat, memastikan tidak ada telinga luar yang mendengarkan. Wajahnya yang tadi kaku kini memancarkan antusiasme yang membara. Ia duduk bersila di hadapan Qin Mu, matanya menatap tajam ke arah putranya.

"Dengar, Mu'er. Aturan dunia kultivasi dan aturan dasar kultivasi dalam Ranah Pembentukan Fondasi itu berbeda. Dasaran dalam kultivasi Pembentukan Fondasi ini adalah menyerap, mengalirkan, dan membuang karena seseorang praktisi belum memiliki wadah untuk menampung energi alam atau energi spiritual. Namun, metode itu sangat tidak efisien," bisik Qin Feiyan.

"Dahulu, sebelum aku menjadi Patriark, aku menemukan sebuah metode unik yang aku simpan sendiri. Nama manual dasar ini adalah Manual Kultivasi Pusaran Langit. Namanya terlalu jelek dan terlalu wah. Jadi ayahmu ini menggantinya, menamakannya Manual Kultivasi Menembus Batasan."

Qin Mu mendengarkan dengan saksama. Ia tahu bahwa ayahnya bukan sekadar kultivator biasa; di masa mudanya, Qin Feiyan adalah sosok jenius nomor satu Keluarga Qin di generasinya.

"Dalam manual ini. Untuk mencapai Tahap Ketiga, Pengumpulan Spiritual, kau harus bisa menahan energi spiritual di dalam tubuhmu lebih lama dari orang lain. Rahasianya bukan terletak pada seberapa banyak kau menyerap, tapi seberapa halus kau memutar energi itu di dalam meridianmu. Bayangkan meridianmu bukan sekadar pipa, melainkan sebuah pusaran. Jika kau memutar energi itu dengan frekuensi tertentu, energi tersebut akan 'terjebak' lebih lama sebelum menguap. Hal inilah yang akan memaksa tubuhmu menciptakan Dantian lebih cepat sebagai respon alami untuk menampung tekanan tersebut."

Qin Feiyan menjelaskan teori itu selama berjam-jam. Ia mengajarkan Qin Mu cara mengatur ritme napas yang tidak sinkron dengan detak jantung, sebuah teknik dasar pemula yang dapat dikatakan setara teknik tingkat tinggi untuk memanipulasi tekanan internal.

Qin Mu sendiri terkejut dengan semua penjelasan ayahnya itu. Apalagi dengan penjelasan menjebak energi spiritual. Ia memang tidak pernah mempelajari hal seperti ini sebelumnya namun diluar sana, ia sering mendengar bahwa praktisi tahap kedua diharuskan mengumpulkan energi alam sebanyak mungkin sesuai kapasitas yang mereka miliki lalu membuangnya. Bukan menahan untuk menjebak... Bahkan menciptakan dantian lebih cepat?

"Sekarang, coba serap energi dari udara. Rasakan bintik cahaya energi spiritual yang ada disekitar kita," perintah ayahnya.

Qin Mu memejamkan mata. Ia segera melihat bintik-bintik cahaya spiritual di sekitarnya. Dengan hati-hati, ia menarik energi itu masuk melalui pori-porinya menuju sembilan meridian utama.

Begitu energi masuk, Qin Mu mencoba memutarnya sesuai instruksi ayahnya. Namun, energi itu terlalu liar. Seperti air bah yang menghantam dinding tipis, energinya justru memberontak dan keluar begitu saja dari tubuhnya melalui ujung jari. Qin Mu tersedak, dadanya terasa sesak.

"Jangan dipaksa. Kau terlalu kaku," tegur Qin Feiyan lembut.

Qin Mu mencoba lebih rileks. Energi spiritual mulai mengalir masuk kembali. Kali ini ia berhasil menahannya selama beberapa detik, namun konsentrasinya pecah ketika energi itu mulai terasa panas di jalur meridian dadanya. Energi itu kembali terbuang sia-sia ke udara.

Qin Mu mengambil napas dalam. Ia mengingat candaannya dengan Qin Lian, mengingat hinaan dan dijauhi selama satu tahun terakhir, mengingat ayahnya yang susah payah memberikan sumber daya tak terhitung dan menggabungkan semua emosi itu menjadi sebuah fokus yang tajam.

Ia menarik energi spiritual, memaksanya berputar membentuk pusaran kecil di setiap persimpangan meridiannya.

Zzt... Zzt...

Tiba-tiba, rasa hangat yang stabil menetap di ulu hatinya. Energi itu tidak keluar! Meskipun hanya setetes kecil, energi itu bertahan di dalam tubuhnya, memberikan sensasi kekuatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

"Berhasil!" Qin Mu membuka mata, keringat bercucuran, namun matanya bersinar terang.

Qin Feiyan menepuk pundak putranya dengan bangga.

"Luar biasa. Tiga kali percobaan untuk memahami konsep pusaran... bakat pemahamanmu jauh melampaui dugaanku. Kau telah mengambil langkah pertama menuju tahap Pengumpulan Spiritual."

Ayahnya berdiri, merapikan jubahnya. "Lanjutkan latihan ini. Jangan biarkan siapapun tahu tentang Manual Menembus Batasan ini. Aku harus pergi menangani dewan tetua. Ingat Mu'er, walaupun kau telah membuka sembilan meridian utama, jangan sombong dan malas. Jadikan setiap detik berharga. Waktumu adalah harta yang tidak dapat dibeli."

"Tentu saja, Ayah."

Dengan senyum lebar yang tak mampu ia sembunyikan, Qin Feiyan melangkah keluar. Ia merasa seolah beban berat yang menghimpit dadanya selama setahun ini telah diangkat oleh tangan putranya sendiri.

Di dalam kamar, Qin Mu kembali memejamkan mata. Ia tidak merasa lelah sedikit pun. Justru, rasa lapar akan kekuatan mulai menggerogoti jiwanya. Dengan sembilan meridian yang terbuka lebar dan Manual Kultivasi Pembentukan Fondasi ayahnya, ia mulai melakukan penyerapan energi spiritual secara terus-menerus.

"Terimakasih ayah." gumamnya di tengah meditasi.

1
TGT
CERITANYA LMBAT TAPI BGUS
Putu Gunastra
seharus nya di cantumkan urutan Kultivasi nya Thor ..di bab2 awal..ato mungkin di bab setelah ini yaa..
Blueria: Terimakasih sudah memberikan saran, sudah author tambahkan tingkatan kultivasi di Chapter 1.😄💪
total 2 replies
T28J
sama sama👍
Blueria: sama-sama👋😄
total 1 replies
Glastor Roy
yg bnyk tor up ya
Blueria: Siap💪 Gaskan. Vote dan Like ataupun gift agar author tambah semangat 👋😄
total 1 replies
Glastor Roy
update
Blueria: Besok pagi ya updatenya, author lagi ada kerjaan. Terimakasih udah hadir Kak Roy👋😄
total 1 replies
Glastor Roy
up
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
Blueria: Siap, semoga terhibur. 👋😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!