NovelToon NovelToon
Fotografer Plus Plus 2

Fotografer Plus Plus 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Anak Lelaki/Pria Miskin
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Sama seperti bosnya, Adnan juga punya hobi mengambil foto dengan kameranya. Namun hobinya berubah jadi obsesi ketika dia ketagihan mendapatkan job 'fotografer p|us-p|us'. Semua itu berawal saat Adnan menemukan kamera tua milik mendiang ayahnya di lemari.

Kamera tua itu mampu membuat Adnan melihat dalam mode tembus pandang, lalu mode menampilkan yang tak kasat mata, bahkan sampai mode ronsen yang digunakan dalam kedokteran. Gilanya lagi, kamera itu mampu bisa membuat wanita klepek-klepek pada Adnan. Bagaimana bisa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3 - Tak Tahan

"Kau sebaiknya rahasiakan ini dari orang tuaku," kata Liza.

"Tapi kenapa harus di sini? Kenapa nggak ganti di toilet mini market aja?" sahut Adnan sembari memejamkan matanya rapat-rapat.

Liza terkekeh geli. "Aku cuman lepas sweater sama celana doang kok. Lagian kita udah saling kenal kan dari kecil? Ngapain malu?" balasnya santai. Dia sudah selesai melepas sweater dan celana jeans panjangnya.

"Oh iya. Dan mengenai alasannya, sekarang lihat aku!" lanjut Liza.

Perlahan Adnan membuka mata. Kemudian menoleh ke belakang. Dia melihat Liza mengenakan pakaian berbeda. Bajunya tampak kekecilan di badan gadis itu, dia juga memakai rok mini di atas lutut.

Mata Adnan mengerjap cepat. Liza memang cantik. Tapi jujur saja, Adnan lebih suka melihatnya berpakaian sederhana dibanding minim begitu.

"Gimana? Aku tambah cantik kan?" tukas Liza percaya diri sambil memainkan rambut dengan jari telunjuk.

"Itu pakaian anak SMP ya, Liz? Kayaknya kekecilan di--"

"Apa?! Anak SMP kau bilang?!" potong Liza tercengang. Mulutnya juga sampai sedikit menganga. Baginya itu adalah ejekan dari Adnan.

"Maaf... Aku nggak bermaksud..."

"Kau tahu apa soal fashion, hah?! Pakaianmu aja lusuh gitu. Nggak usah nilai pakaian orang lain!" omel Liza.

"Maaf, aku hanya khawatir kau akan kena masalah kalau pakai baju begitu," ungkap Adnan.

Liza memutar bola mata kesal. "Bacot! Tugasmu itu cuman antar jemput aku ke kampus! Sekarang antar aku ke kampus!" perintahnya.

"Baik." Adnan menurut saja. Dia segera kembali menjalankan mobil.

Setibanya di area kampus, Liza langsung turun dan berkumpul bersama teman-temannya. Sedangkan Adnan terpaku menatap gadis itu yang sikapnya terasa jauh berbeda. Dulu Liza adalah gadis yang ceria, ramah dan tidak pemarah seperti sekarang.

"Apa beneran nggak apa-apa ke kampus pakau rok begitu?" gumam Adnan.

Lamunannya buyar saat dering suara ponselnya berbunyi. Adnan melihat ada nomor telepon tak dikenal menelepon. Pupil matanya membesar, dia menduga itu mungkin saja pelanggan yang tertarik memakai jasa fotografernya.

"Halo?" ujar Adnan.

"Halo, apa benar ini fotografer p|us-p|us yang ada di iklan itu?" tanya suara seorang wanita dari seberang telepon.

"Benar sekali, Mbak. Apa anda mau memakai jasa saya?" tanya Adnan.

"Ya! Ayo bertemu di alamat yang aku kirim. Ini terkait masalah pribadiku. Jadi kerjasama kita rahasia," kata wanita itu.

Adnan sempat terdiam. Mendadak dia teringat dengan cerita Wildan yang mengatakan kalau pelanggannya dulu sering meminta hal aneh. Adnan berharap pekerjaan pertamanya tidak melakukan hal aneh.

"Eh! Kau dengar atau tidak? Kok diam aja?" Wanita di seberang telepon mendesak.

"Maaf! Baik, Mbak! Kita ketemu nanti ya!" Adnan langsung menanggapi.

"Oke. Siang ini sekitar jam setengah satu!"

Pembicaraan berakhir di sana. Tugas Adnan sekarang adalah tetap menunggu Liza di kampus, karena memang selain disuruh jadi sopir, Wildan juga membayarnya untuk mengawasi Liza.

Di sisi lain, Liza mengamati Adnan dari kejauhan. Dia melihat Adnan tak kunjung pergi.

"Itu sopir barumu, Liz? Gila... Ganteng juga tuh cowok," imbuh Salma. Sahabat dekat Liza.

"Hah? Cowok ganteng? Mana dia? Yang itu?" Teman Liza yang satunya lagi menyahut. Namanya Rini.

"Tuh! Yang tadi nganterin Liza." Salma menunjuk ke arah Adnan. Cowok itu tampak duduk di dekat penjual batagor sambil memperhatikan sebuah kamera.

"Kau bener, Sal! Tuh cowok ganteng!" Rini setuju dengan pendapat Salma.

"Apaan sih kalian? Bagiku cowok ganteng nggak menarik kalau dia miskin!" celetuk Liza gamblang.

"Astaga... Jangan ngomong gitu, Liz. Nanti kwalat kau!" timpal Salma.

"Kwalat apaan coba!" sahut Liza tak peduli.

"Ya kwalat! Nanti malah jatuh cinta beneran gimana?" pungkas Rini.

"Aduh... Jangan dibilang gitu deh! Ngebayanginnya aja aku nggak sanggup. Pokoknya jangan sampai deh!" balas Liza seraya menggeleng tegas. "Tunggu bentar ya! Aku harus suruh dia balik," sambungnya. Dia lalu berjalan menghampiri Adnan.

Adnan sendiri sedang sibuk mencoba kameranya. Saat dia mengarahkan ke arah depan, dia tak sengaja menekan tombol warna kuning. Bersamaan dengan itu pula Liza datang mendekat.

Jepret!

Tanpa sengaja Adnan mengambil foto Liza dalam mode tembus pandang. "Sial!" rutuknya refleks.

"Woy, Ad! Kau ngapain masih di sini sih? Mau nunggu aku sampai pulang? Masih lama tahu! Aku kuliah sampai sore!" cerocos Liza.

Adnan menurunkan kameranya dan berdiri menghadap Liza dengan kikuk. "Nggak apa-apa, Liz. Ayahmu menyuruhku mengawasimu," jelasnya.

"Emang kamu nggak ada kesibukan gitu? Apa kek? Ketemu pacar atau kerja hal lain gitu?" sahut Liza.

"Untuk sekarang nggak ada. Tapi nanti siang aku ada janji sebentar. Setelah itu aku akan kembali lagi ke sini," kata Adnan.

"Aku mau kamu pergi! Aku nggak mau di awasi begini! Lagian aku nggak bakalan kemana-mana kok!"

"Tapi, Liz--"

"Nggak ada tapi-tapian! Aku mau kau pergi! Aku janji nggak akan bilangin ini sama Papah. Kau tenang aja. Anggap aja ini kesepakatan buat kita!" ujar Liza.

Adnan membisu. Dia akhirnya mengangguk dan memilih masuk ke mobil untuk bersiap pergi.

Liza tersenyum puas dan beranjak kembali berkumpul dengan teman-temannya.

Di dalam mobil, Adnan juga tersenyum. Karena dia berniat hanya pura-pura pergi dan akan tetap mengawasi Liza. Ia bertekad melakukan pekerjaannya dengan baik. Mengingat Wildan memperkerjakannya bukan hanya untuk jadi sopir, tapi juga menjaga Liza.

Kini Liza melangkah memasuki kampus bersama Rini dan Salma. Seketika semua mata tertuju kepadanya. Liza memang dikenal sebagai primadona kampus. Banyak cowok yang menyukainya.

Diam-diam, Adnan mengamati gerak-gerik Liza dari jauh. Dia malah ikut-ikutan terpesona pada gadis itu. Jantungnya bahkan berdegup kencang.

Ponsel Adnan tiba-tiba berdering. Wanita sebelumnya kembali menelepon. Adnan segera mengangkatnya.

"Aku sudah nggak tahan lagi! Kau punya waktu untuk bertemu sekarang nggak?!" timpal wanita itu.

1
Mita Paramita
mungkin Gladys mau ngadain ritual sekte ulang kn acara yang pertama gagal 🫣 Adnan gentleman banget 😍
Mita Paramita
Adnan solusi ny mending cari tau dulu siapa Gladys mungkin aja dia tau tentang kamera ajaib itu makanya bikin jebakan jadi klien 🫣
Mita Paramita
akhirnya Adnan ada yang mau bantuin masalah nya 😉 Liza muka peka sama Adnan gak cuek lagi
Mita Paramita
kasian Adnan nanggung beban sendirian gak ada temen curhat 🤨 semoga Liza peka ngebantuin Adnan
Mita Paramita
mestinya Adnan jujur aja ke Liza kalo lagi di ikuti Gladys cs dan tentang kamera juga 🤨 siapa tau bisa menyelesaikan masalah bareng
Rommy Wasini Khumaidi
waduh,kok Gladys tau tempat majikan Adnan tinggal?
Mita Paramita
Adnan balik ke setelan awal jadi supir Liza tapi kenapa ketemu lagi Sama Gladys cs apa mereka temen kuliah Liza 🤨🤨🤨 nasib sial masih aja ngikutin Adnan 🤣🤣🤣
Mita Paramita
Adnan akhirnya pulang kerumahnya juga ... dapet sarapan gratis lagi dari tari. hidup Adnan selalu dikelilingi orang baik 😉
Mita Paramita
akhirnya Adnan bisa pulang juga🤨 maka ny Adnan kalo ada panggilan job tanyain dulu jangan langsung diambil
Rommy Wasini Khumaidi
deg²an aku,takut Gladys and the geng menghadang
Mita Paramita
Herman curiga seperti ny dikamar mandi ada orang lain 🤣🤣🤣 situasi Adnan terlalu dar der dor kalo sampe ketahuan
Rommy Wasini Khumaidi
aku ikut nahan nafas juga Nan,takut kamu ketahuan
Mita Paramita
Adnan sial banget ngumpet dikamar mandi trus dengerin suara desahan Sherly 🤣🤣🤣 serba salah posisi Adnan 🫡
Mita Paramita
Adnan udah merasa lega dikit ada lagi masalah baru🤣🤣🤣maju kena mundur kena nih🫡
Mita Paramita
Adnan Udah jauh jauh sembunyi malah dapet jackpot masuk ke kamar kupu2 malam 🤣🤣🤣 semoga aja gerombolan sekte itu udah bubar cape nyari Adnan
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
aliran sesat kan, serem bgt. lain kali milah milah juga klo terima job jgn sampe membahayakan diri sendiri Adnan
Mita Paramita
baca bab ini bikin dar der dor Adnan akhirnya bisa juga dari kepungan anggota ritual sekte 🤣🤣🤣 semoga dia gak ketangkap Gladys
Mita Paramita
Adnan mending kabur situasi nya makin horor nih ritual sekte nyaa 😈😈😈
Mita Paramita
kamera max ajaib bisa liat setan di tengah acara sektor gini😈😈😈
Dewi kunti
hiiiiiiiiiiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!