NovelToon NovelToon
Pembalasan Sang Naga: Rise Of The Unbroken

Pembalasan Sang Naga: Rise Of The Unbroken

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Iblis / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Raja Tentara/Dewa Perang / Ruang Bawah Tanah dan Naga / Barat
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: K-U-Gibran

Judul Alternatif: "Serpent's Vengeance: Rise of the Unbroken".
Selamat datang di dunia fantasi yang mempesona, di mana makhluk-makhluk mitologi hidup berdampingan, dan dendam menjadi pengobar semangat dari petualangan epic yang tak terlupakan. Novel ini akan membawa Anda ke dalam kisah yang menggabungkan latar belakang kelam, aksi mendebarkan, dan perjalanan penuh tantangan.
Di tengah dunia yang penuh misteri, terdapat seorang pemuda bernama Faelan. Dia adalah seorang yatim piatu yang diasuh oleh seorang ayah angkat yang baik hati. Namun, kehidupannya hancur ketika orang-orang yang selalu mem-bully-nya memberikannya sebuah tragedi traumatis.
Kini, Faelan adalah pewaris kekuatan naga yang legendaris dan menjadi pemimpin "The Unbroken," sebuah kelompok makhluk mitologi yang bersatu dalam hasrat untuk membalaskan dendam naga kuno, the ancient dragon yang telah jatuh.
Sambutlah pertarungan epik yang tak terlupakan ini, di mana kegelapan dan cahaya serta dendam dan penerimaan menjadi satu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon K-U-Gibran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertunjukan Bunga Sakura dalam Kegelapan

“AKU BERJANJI AKU TIDAK AKAN MENGAMBIL ALIH TUBUHMU. LAGIPULA KAU SUDAH MEMILIKI BELATI HITAM. ITU SEKARANG ADALAH WADAH SEMENTARA BAGIKU UNTUK MEMULIHKAN ENERGIKU. ANGGAP SAJA SEBUAH RASA HORMAT DARI TEMAN LAMA. INI TIDAK AKAN LAMA. AKU HANYA BUTUH WAKTU BEBERAPA DETIK”

“Aaaaaaarghhh!!” Faelan mengerang saat bola energi itu semakin merengsek mendorongnya.

“LAGIPULA.. KEADAANMU YANG SEKARANG MEMBUATMU TAK BISA PILIH-PILIH. KAU HANYA PERLU MERAPALKAN MANTRA ITU...”

“Baiklah! Terserah kau saja!”

Faelan siap mempertaruhkan nyawa.

Ini adalah perjudian.

Tapi ia tak punya pilihan.

Dengan terbata-bata sambil menahan bola energi, Faelan mulai merapal:

“Unchain Dark Mater!!”

Sebuah amukan energi kegelapan meledak dari belati hitam Faelan. Kini belatinya menjadi berwarna hitam pekat yang membara. Baik dari tubuh dan belatinya sama-sama mengobarkan energi hitam yang gelap dengan hebat.

Faelan membuang belati birunya. “Well well.. Akhirnya aku bisa merasakan sensasi seperti ini lagi. Zephyr muda. Aku yakin kau sudah lama ingin bertemu dengan elf itu. Diamlah di dalam sana sebentar dan lakukan apa yang ingin kau lakukan dengan si kuping runcing itu. Kau bisa bersantai sambil mengawasi dari sana. Kalau kau takut aku melakukan hal aneh, kau bisa dengan cepat menggantikanku. Kesadaranmu masih ada. Kita hanya bertukar tempat”

Faelan kini berada di dalam ruang alam bawah sadarnya. Hanya saja ada yang berbeda. Ruangan yang dulu putih bersih kini telah berganti menjadi ruangan gelap pekat yang dipenuhi kabut hitam.

Faelan melihat sesosok tubuh yang terbaring di dipan hitam. Itu adalah sosok yang sangat ia kenal.

“Elysia!” Pekik Faelan.

Dengan sekuat tenaga Faelan berhamburan dan memeluk Elysia.

High Elf dengan rmbut perak itu memang tidak bergerak. Ia seperti sedang tertidur dengan damai.

Sekilas Faelan bisa melihat senyum manis yang biasa tersungging dari wajah cantiknya.

“Tenang saja Zephyr muda. Ia tidak apa-apa. Ia hanya perlu istirahat untuk memulihkan energinya. Kesadarannya hampir hilang karena terserap oleh sihir Phoenix”

Faelan mengusap rambut lembut Elysia, “Hancurkan burung sialan itu!”

“Dengan senang hati!”

Faelan yang tengah kerasukan berdiri dengan gagah di hadapan sang Elder Phoenix. Mereka hanya terhalang oleh bola energi Phoenix.

Awalnya, benturan energi dari dua makhluk itu terlihat seperti batasan antara pertemuan siang dan malam. Begitu kontras, seperti cahaya dan kegelapan benar-benar terbelah dan terbagi.

Hanya saja kegelapan dari tubuh Faelan kini mulai benar-benar mendominasi.

Cahaya api Phoenix terlihat seperti sebuah lilin di tengah kegelapan total. Cahayanya lama-lama terlihat semakin redup.

Faelan menahan Phoenix Blaze Burst dengan tangan kirinya. Lalu tiba-tiba ia menusukkan belati hitamnya, menghujam tepat di ulu hatinya.

Faelan dialiri energi hitam yang mengamuk tak karuan.

Dalam sesaat, energi itu menyeruak masuk ke dada Faelan, dan amukan energi itupun mereda. Berganti dengan aliran energi yang stabil. Segenap tubuhnya seperti dilapisi cahaya hitam pekat.

Faelan menjentikkan jarinya. “0,01 percent of blackhole!”

Sebuah titik kecil hitam muncul dari jentikan jari Faelan.

Titik kecil hitam itu lantas menyerap Phoenix Blaze Burst.

Menyerap sampai habis tak tersisa.

Faelan lalu mengarahkan titik kecil itu ke arah sang Elder Phoenix.

Segenap cahaya dan api Phoenix ikut terserap bahkan sejak titik hitam itu masih berada di kejauhan.

“KIIIIIEEEKK!!” Sang Elder Phoenix segera menyadari bahaya dan terbang menjauh. Ia bisa merasakan segenap kekuatannya hampir terserap habis. Api-api abadinya kini telah hilang. Sang Phoenix kini terlihat seperti burung dengan bulu biasa yang tersesat di dalam kegelapan total.

“Waw! Aku tak menyangka belati ini bisa sebaik ini dalam mentransmisikan energi kegelapan. Meskipun ini masih belum kekuatan asliku. Aku jadi bisa mengingat masa-masa kejayaanku dulu. Dan kau anak burung!”kini Faelan menatap lurus ke arah sang Elder Phoenix yang hampir kehilangan seluruh kekuatannya. Tatapannya begitu dingin dan mengintimidasi.

“Siapa kau?!” Pekik Phoenix.

“Tolong jangan dendam padaku, anak burung. Kematianmu dibutuhkan untuk kebangkitan Zephyr muda. Kalau kau tak segera diserapnya, dia akan hancur karena ketidak seimbangan sihir cahaya dan kegelapan yang saling berseteru di dalam tubuhnya”

“A.a.apa katamu?!” Sang Elder Phoenix kini berterbangan kesana kemari untuk menghindari titik hitam yang terus-terusan mengejarnya seperti misil yang telah mengunci sasaran. Bulu-bulu merahnya yang terlepas kini mulai berjatuhan. Seperti sebuah pertunjukan bunga sakura di malam hari.

“Sungguh! Sebenarnya aku pun ingin berlama-lama. Bisa mengeluarkan kekuatanku sedikit saja setelah ribuan tahun atau bahkan jutaan tahun adalah sesuatu yang menyenangkan. Tapi tubuh anak ini tak bisa bertahan lebih lama lagi. Aku tak bisa terus-terusan menguasainya dengan energinya yang sangat minim”

“Pergi kau dariku! Pergi! Siapa kau sebenarnya! Bahkan aku tak pernah melawan pasukan naga kegelapan sepertimu!” Phoenix masih terus-terusan menghindari mati-matian titik hitam yang mengejarnya ke segala penjuru.

“Aku baru ingat sekarang. Sepertinya di dalam belati ini juga terdapat sebagian ingatanku yang tersegel”Faelan menatap belati hitam di tangannya. “Aku telah berjanji pada seorang kawan lama untuk menjaga anak ini” Kini Faelan menatap ke arah sang Elder Phoenix yang tampak begitu tak berdaya, “Kau harus mati disini, burung kecil. Selamat tingggal” Faelan yang awalnya seperti mengabaikan keberadaan titik hitam yang terus-terusan mengejar Phoenix, kini mulai berfokus pada titik itu, “Increase!” rapal Faelan.

Lalu dalam sekejap, titik hitam itu mendadak melebar dan menyerap segala yang ada di sekitarnya.

Baik Elder Phoenix dan kubahnya, semuanya ikut terserap masuk.

Bahkan langit-langit gua itu kini menganga. Gunung di atasnya ikut terserap ke dalam pusaran mematikan dari Blackhole.

Tubuh Rikka juga hampir tersedot, tapi segera Faelan mengelurakan tali temali yang terlihat seperti sebuah jala bergetah dari tangannya. Tali-tali itu lantas membelit kaki Rikka dan menahannya dari sedotan blackhole yang begitu dahsyat.

“KIIEEEEEEEKKKK!” Elder Phoenix mengerang begitu keras.

Setiap bulu, kulit, daging, jaringan otot bahkan nyawa Phoenix terserap ke dalam blackhole itu.

“Tidaaak! Kegelapan tidak boleh merebut relik Ignatius! Aku sudah berjanji pada Sang Naga Agung!” Phoenix terus-terusan bergumam seiring terkikisnya nyawa dari tubuhnya.

Dalam sesaat teriakan Phoenix itu segera berubah menjadi keheningan total.

Sang Elder Phoenix telah musnah bersamaan dengan menyusutnyaa Blackhole. Semakin menyusut lalu tiba-tiba hilang.

Ada dua batu yang berpendar terang, melayang di udara seperti mengambang. Satu batu berwarna emas dan yang satunya lagi terlihat mirip seperti nyala api Phoenix.

“Zephyr muda. Tugasku telah selesai. Setidaknya aku sudah menapati janjiku pada kakek tua itu”

“Kenapa kau memanggilku dengan panggilan Zephyr?”

“Entahlah. Aku hanya merasa lebih nyaman dengan itu. Seolah aku sedang bersama kawan lamaku”

“Lalu siapa yang kau maksud dengan kakek tua?”

“Bisa panjang kalau aku menceritakan itu. Batasanmu hampir habis. Aku juga demikian. Yang terpenting sekarang adalah kau harus segera menyerap relik naga kalau mau selamat, atau tubuhmu akan meledak! Terlebih lagi setelah kau menyerapnya, kau akan cukup kuat untuk mulai menggunakan dua sihir yang berlawanan secara bersamaan. Aku tidak bisa menjelaskan lebih detail karena batasanku dan tubuhmu. Aku akan menitipkan sebagian kecil detailnya melalui si elf. Segera setelah ia sadar, ia akan menjawab sebagian rasa penasaranmu. Yang jelas sekarang kau harus segera menyerap relik naga. Atau tubuhmu akan benar-benar meledak”

“Siapa kau sebenarnya? Apa yang kau maksud kakek tua itu adalah...”

“Simpan semuanya itu untuk nanti. Jangan teralu cepat mengetahui segala sesuatu. Itu tidak seru. Aku akan segera memasuki tahapan hibernasi. Namun aku telah sematkan sebagian kekuatanku pada belati hitammu. Sampai nanti Zephyr muda!”

“Hei hei! Tunggu!!” Faelan seperti berusaha menggapai seseorang. Ia akhirnya sadar bahwa ia telah kembali ke tubuh aslinya. Dan kini ia tengah menggapai udara. Tida ada siapa-siapa.

Faelan akhirnya bisa merasakan rasa sesak di dadanya. Kepalanya terasa mau meledak. Tapi ia harus segera bangkit dan menyerap relik Ignatius.

Faelan berjalan terseok-seok menuju dua batu yang masih mengambang.

Segera setelah Faelan hanya berjarak satu meter, tiba-tiba batu emas itu melesat dan menghantam dada Faelan. Persis seperti ada magnet yang berkekuatan dahsyat yang menariknya.

Segera setelah batu emas itu menghentak dada Faelan, muncul cahaya keemasan berkilauan, menerangi seluruh sudut gelap gua, dan memancar ke angkasa.

Cahaya yang menyeruak tampak begitu suci dan damai.

Faelan bisa mersakan tubuhnya kini tengah dilimpahi kekuatan yang begitu hebat.

“Master. Selamat! MagiEssence-mu telah meningkat drastis. Aku akan segera menampilkannya di layar”

“Elysia! Kau sudah kembali?”

“Bukan hanya Elysia, Tuan. Aku juga” Rikka kini telah berdiri di samping tuannya. Senyum Gooblinnya terlihat lembut meski itu tersungging dari wajah hijau yang berotot.

“Iya, Master. Energi relik Ignatius juga ikut memulihkan kami”

Sacred eyes telah selesai menganalisa status Masetr.

Sub species: ????

MagiEssence level: 6+

Health: 100

Magic power: 95

Agility: 95

Defence: 95

Magic specialist: Fire, Light, Demon, Dragon

Role: Assasin, Taming, Fighter

Status/Nama: Faelan Zephyr

***

Faelan yang sekarang tengah dilimpahi oleh rasa senang dan bingung secara bersamaan akan meninggalkan gua Ignatius yang sebentar lagi akan hancur. Gua yang mulai runtuh itu tak lagi terlihat seperti gua, melainkan kawah curam di tengah-tengah gunung.

Sebuah cahaya kuning kemerahan tiba-tiba merekah di belakang Faelan. Tepat dari arah pertarungannya dengan sang Elder Phoenix tadi.

“Apakah itu seperti yang aku pikirkan?”

“Apa maksudmu Elysia?” Tanya Faelan.

“Sepertinya kita harus kembali sebentar, Master. Ini adalah pemandangan yang jarang terjadi”

“Sunggguh! Apa maksudmu, Elysia?”

Elysia muncul dan bertengger di bahu Faelan, “Maafkan aku. Aku terlalu terbawa suasana. Lihat saja, Master!” ujarnya sambil tersenyum. “Setiap kematian selalu diikuti dengan kehidupan. Sebuah rotasi abadi. Dan Phoenix adalah makhluk yang paling dekat dengan siklus itu”

Cahaya kuning itu kini berubah menjadi kobaran api yang terus-terusan membesar.

Lalu dari dalam kobaran api itu muncul sebuah sosok kecil.

Segera setelah kobarah api itu mereda, terllihatlah sesosok burung kecil dengan bulu-bulu yang jarang.

Elysia tersenyum, “Sepertinya si Levid itu tidak benar-benar menghabisi Elder Phoenix. Ia menyisakan esensi yang diperlukan untuk kebangkitan sang burung api. Kematian adalah mengabunya api kehidupan. Lalu dari abu itu muncullah percikan nyala yang baru. Master, saksikanlah.. Kelahiran Phoenix muda”

Anak burung itu mengambang dalam lingkaran api yang terlihat seperti sarang burung. Kedua mata burung masih tertutup. Kepala kecil dan sayap tak berbulunya bergerak-gerak lemah mengibas udara.

“Itu milikmu, Mater! Ambillah!”

Faelan lalu maju dan mendekap burung mungil itu dengan kedua tangan. Faelan bisa merasakan kehangatan dari burung itu.

“Elysia” ujar Faelan, “Siapa yang kau panggil dengan nama Levid tadi?”

“Oh, itu adalah sosok hitam yang tadi mengambil alih tubuhmu. Sesaat sebelum ia memasuki tahapan hibernasi, dia menitipkan beberapa ingatannya padaku. Aku akan menceritakannya nanti. Sekarang kita harus segera kembali sebelum gua ini runtuh”

“Ayo, Rikka!” ajak Faelan.

“Baik, Tuan” jawab Rikka.

Sambil berlari, Faelan membawa relik Phoenix di tangannya, bergegas menuju permukaan. Sementara bayi Phoenix ia titipkan di Rikka.

“Tuan, dimana Mithra?” Tanya Rikka sambil berlari dengan tubuh Goblin gempalnya.

“Mungkin dia sudah menunggu di depan gerbang masuk. Aku juga sudah tidak sabaran ingin berterimakasih padanya. Relik Phoenix ini nanti akan kuberikan padanya sebagai tanda persahabatan. Untuk sekarang.. Ayo! Kita harus bergegas!”

Begitu Faelan dan Rikka mencapai pintu gerbang. Mereka dikejutkan oleh keadaan sekitar.

Pintu gerbang yang kokoh itu telah hancur berkeping-keping.

Seluruh tempat dipenuhi oleh debu dan bebatuan besar dan tajam yang entah muncul dari mana.

Di tengah kepulan debu, terlihat dua sosok. Satunya tengah berdiri, dan yang satunya lagi tengah terkapar tak berdaya.

Debu perlahan menghilang, sehingga terlihatlah dua sosok itu.

Yang berdiri adalah Kaida.

Dan yang terkulai lemas adalah Mithra.

“Fae! Larilah! Si Bajingan Kaida ini telah memiliki kekuatan makhluk suci penjaga relik Naga Tanah Terra!” Pekik Mithra.

Belum sempat Faelan dan Rikka bereaksi...

Kaida sudah merapalkan sihirnya.

“Graviousa!”rapal Kaida.

Tubuh Faelan dan Rikka langsung berdebam jatuh ke tanah. Mereka seperti ditarik oleh gravitasi yang dahsyat.

Kaida berjalan dengan tenang menuju Faelan, “Terimakasih. Aku lagi-lagi berhutang padamu anak muda Faelan. Berkatmu aku jadi tahu lokasi yang dua tahun ini telah aku incar”

Kaida lalu merebut rellik Phoenix dari tangan Faelan, “Seseorang harus mengajarkanmu untuk berbagi. Kau simpan saja bayi Phoenix itu. Toh aku juga tak pintar mendidik hewan peliharaan. Bisa-bisa aku merebusnya sebelum kekuatan penuhnya bangkit. Hahahaha”

“Da.da.dasar perampok!” Pekik Faelan sambil terbata-bata.

“Hahahahaha. Kau boleh memanggilku sesukamu. Selamat tinggal Faelan, dan....” Kaida kini menatap ke arah Rikka dengan tubuh Goblinnya yang terkapar tak berdaya di atas tanah, “Sampai nanti, wanita cantik bernama Rikka. Hahahaha”

1
fia
Menepati janji
Lumayan seru
K-U-Gibran: terimakasih atas kerjasamanya. feedback anda akan sangat membantu. 😇😇😇
total 7 replies
Nino Ndut
lemah bener yak plus kebanyakan gaya tp wajarlah..namanya bocah..yg g wajar tuh setelah melewatin masa suram dari kecil tp masih bisa gegayaan padahal aslinya masih sangat lemah
K-U-Gibran: Aku sebisa mungkin menghindari biar MC-nya nggak naif. Yaaa tapi kalau di awal sih enggak apa-apa, biar bisa jadi pembelajaran dia ke depannya nanti. Btw, makasi ya dah komen. Suka deh kalo ada yg komen macam begini.👍🙏🙏
total 1 replies
Dont.Judge.Me
ok thor. semangat trus!
Dont.Judge.Me
thor, kapan update lagi?
K-U-Gibran: dear reader, nanti jam 12 malem ya upnya 🙏🙏
total 1 replies
🪷🍾⃝ʙᴀʙͩʏᷞ ɢᷰᴇᷠᴍᷧᴏʏ𝓐𝓷𝓷𝓪࿐
semangat Thor
K-U-Gibran: siapp!
total 1 replies
🪷🍾⃝ʙᴀʙͩʏᷞ ɢᷰᴇᷠᴍᷧᴏʏ𝓐𝓷𝓷𝓪࿐
mampir thoe
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
semangat terus untuk berkarya
K-U-Gibran: siaaapp!! 🦾🦾
total 1 replies
Dont.Judge.Me
semangat terus thor! gws.
Dont.Judge.Me
Yah. udah mentok aja.
Dont.Judge.Me
Gas terus Thor.
Dont.Judge.Me
Thoooooor, mana yg ke-8.
Dont.Judge.Me
😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!