NovelToon NovelToon
Cinta Pertama

Cinta Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Romansa Modern
Popularitas:89.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: EgaSri

Rafa dan Shila adalah dua orang yang sudah bersama sejak kecil, membuat komitmen untuk terus bersama hingga mereka dewasa tapi tanpa status. Hingga pada akhirnya suatu kejadian memisahkan mereka berdua hingga dewasa.

Dan Rafa yang saat itu sudah dewasa, di suruh oleh papa nya untuk memimpin perusahaan, hingga menjadikannya seorang CEO yang dingin dan juga tertutup.

Hingga akhirnya takdir kembali mempertemukan Keduanya tanpa memikirkan bagaimana perasaan mereka satu sama lain.

Tuhan itu adil. Dia mempertemukan yang hilang dan mengembalikan yang pergi lalu menyatukan yang dulu pernah bersama hingga takdir kembali tersenyum untuk mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EgaSri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Ketemuan

Rafa dan Shila masuk kedalam mobil. Kedua orang itu akan pergi ke mall, untuk bertemu dengan teman-teman keduanya. Jalanan yang ramai membuat kesan tersendiri bagi keduanya. Rafa dan Shila berdendang riang didalam mobil, saat mereka mendengarkan musik.

Mall yang terlihat masih ramai itu menyambut kedatangan keduanya. Rafa membawa mobilnya menuju basemen mall itu, lalu memarkirkannya di sana.

“Ayo, Bang!” Shila berjalan di samping Rafa, keduanya tampak benar-benar serasi. Sangat cantik dan juga tampan.

Mereka naik ke lantai tiga mall tersebut, menuju sebuah restoran, tempat dimana mereka janjian dengan yang lainnya.

Tampaknya, orang yang di tunggu belum tiba, Rafa dan Shila memutuskan untuk duduk di kursi pojok terlebih dahulu.

Cukup lama mereka menunggu, bahkan kedua orang itu sudah memesan minuman. Dan akhirnya orang yang di tunggu tiba juga.

“Ishh, kalian itu lama banget, sih!” gerutu Shila saat dia sudah memeluk Alena dan Diara. Kedua gadis yang menjadi sahabatnya itu hanya menyengir. Rian dan Rendra juga sudah bersalaman ala pria bersama dengan Rafa. Ketiga laki-laki itu sebenarnya sering bertemu, tidak seperti Shila dengan kedua sahabat perempuannya.

“Kalian mau pesan apa? Kuy, nanti keburu tengah malam, lagian janjian malam-malam begini, kenapa gak siang aja, sih?” Rafa menggerutu, sedangkan Shila hanya menghela napas jengah.

Pelayan restoran menghampiri mereka, saat Ryan melambaikan tangan memanggilnya. Buku menu yang tadi ada di tangan pelayan itu, kini berpindah ke tangan mereka.

Setelah menyebutkan apa yang mereka inginkan, pelayanan itu membacakan kembali pesanannya dan setelah mendapat anggukan dari mereka semua, barulah dia beranjak dari sana.

“Jadi, kalian beneran mau nikah?” tanya Diara membuka suara. Rafa dan Shila sama-sama terdiam.

“Ya-iyalah, Ra. Lo kira mereka kayak, Lo! Pacaran terus, di seriusin kagak!” celetuk Alena yang membuat Diara memukul tangan sahabatnya itu. Shila, Rafa, Ryan, dan Rendra tertawa karena mendengar perkataan ceplas-ceplos dari Alena itu.

“Kayak Lo enggak aja! Padahal kita kan sebelas-dua belas!” celetuk Diara. Mereka semua kembali tertawa mendengar perkataan Diara.

“Jadi, kalian beneran mau nikah?” tanya Alena lagi. Rafa dan Shila mengangguk.

“Iya, kalian kapan nyusul?” tanya Rafa, sambil menyomot makanan ringan yang ada di tangan Shila. Makanan yang dibelinya saat menunggu sahabat-sahabatnya itu.

“Tenang, Rap! Kita gak lama lagi, kok. Nungguin jodoh peka aja!” ujar Alena. Rafa dan Shila terkekeh mendengar perkataan Alena.

Pelayan kembali datang dengan membawa nampan berisi makanan. Mereka semua tampak berbinar, karena ini memang sudah lewat dari jam makan malam.

Perbincangan hangat seputar rencana pernikahan Rafa dan Shila itu menjadi topik obrolan ke enam orang yang saling bercanda ria itu.

...***...

“Kamu mau langsung pulang?” tanya Rafa saat dia dan Shila sudah berpisah dengan yang lainnya. Shila mengangguk. Gadis dengan rambut kuncir kuda itu berjalan keluar Mall menuju basemen.

“Yakin, gak mau belanja dulu?” tanya Rafa lagu. Shila menggeleng. Laki-laki tampan itu hanya menghela napas.

Kini mereka sudah tiba di dekat mobil, Rafa menakan kunci mobil yang ada di tangannya hingga terdengar bunyi mobilnya. Shila membuka pintu mobil yang sudah tidak terkunci tersebut, lalu duduk samping kemudi.

Mobil Rafa keluar dari basemen mall. Mobil hitam mengkilap itu membelah jalanan ibu kota. Shila tampaknya sangat kelelahan. Baru beberapa lama duduk di dalam mobil, dia sudah menutup matanya. Gadis itu bahkan tidak menyadari suara klakson mobil yang saling bersahutan saat lampu merah membuat Rafa menggeleng.

Rafa membuka jaket yang di pakainya, lalu memakaikan pada Shila yang tampak nyenyak itu.

Mobil Rafa yang sempat terhenti di lampu merah itu kembali berjalan saat lampu sudah kembali hijau.

Tidak berapa lama, Rafa sampai di komplek perumahannya. Pagar tinggi milik istana Rafa sudah terlihat, di memarkirkan mobilnya di depan pintu gerbang Shila.

“Shil, bangun. Kita udah nyampe!” Rafa menepuk pipi Shila dengan lembut, tapi gadis itu tidak bergeming sedikitpun. Tampaknya Shila benar-benar sangat lelah hari ini, sampai membuatnya tidak bergeming saat di bangunkan.

Rafa membuka pintu mobilnya, lalu berjalan keluar dan membuka pintu samping. Rafa membuka seat belt yang di pakai Shila, lalu dengan perlahan dia menggendong Shila menuju pintu utama rumah besar milik keluarga Shila.

Dengan susah payah, Rafa memencet bel yang terpasang di dekat dinding, hingga Bi Inah datang membuka pintu dengan tergopoh-gopoh.

“Ya ampun, Den Rafa. Non Shila tidur?” Bi Inah mengarahkan Rafa menuju tangga, untuk naik ke atas, membawa Shila menuju kamarnya.

“Iya, Bi. Dia kecapaian banget kayaknya!” ujar Rafa. Bi Inah membukakan pintu kamar Shila, lalu Rafa membawa Shila menuju ranjang yang bersprai warna pink itu.

“Hati-hati, Den!” Rafa mengangguk. Dia meletakkan Shila dengan hati-hati, tapi gadis itu sempat mengeliat sedikit, tapi tidak sampai membuatnya terbangun.

“Ya ampun, Shil. Ngatain aku kebo, nyatanya kamu juga kebo!” ujar Rafa terkekeh gemas, Bi Inah ikut tertawa mendengar perkataan Rafa.

“Bibi mau ke bawah dulu, Den!” Rafa mengangguk mengiyakan. BI Inah keluar dari kamar Shila meninggalkan Rafa yang masih menatap wajah cantik tunangannya itu.

“Imut banget, sih, kamu! Jadi pengen cepet-cepet halalin, deh!”

...…...

Happy reading^_^

1
Dominggus Bora
lanjut bos
Salawati Gunawan
semangat thor
Anonim
mana lagi Thor kelanjutannya
Elfis Permatasari
kenapa gambar nya nggak kelihatan
zakiya moriuchi 🇯🇵
lanjut dong thor
Bungatiem
ini kapan lanjut nya???
namiza hadist
hadeuh,,,,lagi² artis korea,,,gak cocok sama namanya thor
Fertiya Harun Madciri Lahadi
keren Thor,,
kang burger
kak pakan up🥺😍
Jay Jayanti
kak..kok lm bngt g up lg...sehat2 yach..smg bs sgra up lg...🤗
Salawati Gunawan: semangat thor...up nha
total 1 replies
acha🌱
wkwkwk jurus perempuan keluar😭😂😂
Mr. Ganz~`
like mendarat di karya terbaik kakak.... tetap semangat....dan jangan kesehatan , juga jangan sombong... untuk like dan komen back ya..yahahahaha...... keren..... Uyehhhh 🤣🤣🤣

~ Two world ~
Eti Sulastri
🤣🤣🤣🤣🤣... so jaim fa taunya makan paling banyak 🤭
Lufi Ariana
Abang Abang tadi katanya gak mau Mala abis empat piring
Wulan Dari
Kak kapan up lage
Naoki Miki
Haii mampir yuk ke krya q 'Rasa yang tak lagi sama'
Cuss bacaa jan lupa tinglkan jejaakk🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
Monica Cresentia Naibaho
up dong Thor..
lama bener..
penasaran nih nunggu kelanjutannya
Suryabuyan
lanjut😅
Jay Jayanti
good job thor..semangat terus up-nya yaw...ditungguin...beneran...😊
Uul Khaswati
Bagus ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!