aku terlahir kembali...tapi apa ini?! seorang bayi biasa?!
(light novel indonesia)
-------
Update 2 hari sekali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seraph rein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
"mereka jadi lebih sering berlatih, ya?" Kak Aury berbicara pada kami sambil membaca buku. Yang dimaksud Kak Karin dengan mereka adalah Kak Lev dan Kei. Dan Yang kumaksud sebagai kami adalah aku, Kak Neira, Kak Karin, dan Laura.
Karena Laura sedang berada di rumah kami sekarang. Kak karin nampak tidak begitu senang dengan kehadiran Laura dan Kak Aury juga terlihat agak menghindarinya.
"Semua orang jadi sibuk sekali sekarang. Rumah menjadi sepi. Kak Neira bagaimana denganmu? Banyak lamaran yang datang ke rumah kita akhir-akhir ini." Kak Aury menopangkan dagunya.
Sedangkan Kak Neira dengan wajah kesal membanting peralatan menjahitnya. "Aku tidak tahu. Aku masih belum mau menikah!"
"Ah, Kak Neira!" Kak Karin menyahut dengan senang, "Bagaimana kalau kau menikahi Tuan Kael saja! Dia kandidat termuda, wajahnya tampan, dan dia juga kaya!"
"Tuan Kael?" Kak Aury menelengkan kepalanya, seolah mencoba mengingat lalu menggelengkan kepalanya, "Aku tidak akan menyarankannya. Dia banyak terlibat skandal dan gosip bahkan di kalangan rakyat biasa. Karin, kau masih belum tahu apa yang ada di dunia orang dewasa."
Kak Karin mengembungkan pipinya dan menyilangkan tanganya di depan dada, "Itu kan cuman gosip!"
Aku tidak percaya Kak Karin mengatakan hal itu. Dia sendiri mendukung rumor tentang Laura.
"Omong-omong, kalau tidak ada yang Kak Neira sukai kenapa tidak mengundur pernikahanmu saja?"
Aku juga rasanya masih belum rela kalau Kak Laura menikah.
"Zei, tidak, ayah dan ibu tidak akan mengizinkan..." Kak Neira menghela napasnya, "Aku harus menikah agar bisa menopang ekonomi keluarga ini dan membantu mereka."
"Tapi aku yakin mereka tidak melihat kakak seperti itu…" Aku berbicara dengan suara kecil.
"Tapi itu benar, Zei," Laura yang sejak tadi diam, membuka mulutnya, "Terlahir sebagai perempuan. Kita memiliki kewajiban untuk menikah dan mencari suami yang bisa membantu keluarga asal kita…"
Tapi.., di kehidupanku yang sebelumnya… seingatku, wanita bebas memilih kapan dan dengan siapa dia akan menikah…
"Kalau aku, sih. Aku maunya menikah dengan seorang pangeran biar aku bisa menjadi tuan puteri!"
Kak Neira membisiki Kak Aury. Dan Kak Aury langsung mengusir kami.
"Kalian bermainlah diluar dulu. Ini pembicaraan antar orang dewasa!"
"Huh? Apa aku tak boleh ikut?" Kak Karin dengan enggan meninggalkan ruangan, "Aku juga sudah dewasa!"
Aku juga!
"Tidak boleh. Kau ini masih kecil, pergi bermain saja sana!"
***
"Aku tidak mau bermain dengan kalian. Aku maunya bermain dengan zein dan teman-temanku saja." Kak Karin menyandarkan kepalanya diatas pegangan ayunan yang ada di taman.
"Kalian? Itu artinya kau juga tidak bermain denganku, dong?" Aku mengarahkan jari telunjuk pada diriku sendiri.
"Aku tidak mau bermain dengan Zein jika Zein sedang bersama temanmu yang itu!" Kak Karin berucap dengan keras kepala.
"Kalau begitu, apa kau mau berteman denganku? Jika aku menjadi temanmu kau akan memasukanku ke daftar 'orang yang kau mau ajak bermain', kan?"
Kak Karin menatap Laura aneh setelah mendengar ucapannya, "Tidak."
"Tapi disini enggak ada temannya Kak Karin, kan?" Aku memperhatikan sekeliling. Meskipun taman disini cukup ramai anak-anak. Aku tak yakin ada temannya Kak Karin disini.
"Orang itu…" aku menunjuk pada perempuan yang sempat berdebat dengan kami saat acara ulangtahunku. Perempuan itu juga memandang ke arah kami dengan kesal.
"Hm?" Kak Karin ikut berbalik dan menengok ke arah perempuan itu, "Tia?"
***
di mana" untuk membekukan air itu pakek elemen es bukan angin ya kan ?
dah lah otak kentangku gak nyampek😓
katanya reinkarnasi tapi bertele2 sdh gitu bodoh lagi🙄🙄🙄