NovelToon NovelToon
ARIO JADI MILIARDER

ARIO JADI MILIARDER

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Cintapertama / Ketos / Anak Yatim Piatu
Popularitas:118.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rorop

Satrio Hartanto atau biasa di panggil Ario adalah seorang pemuda desa berusia 25 tahun, dia tumbuh di dekat pesisir pantai dengan penduduk tidak terlalu banyak. Dia dua bersaudara mempunyai adik bernama Anggoro yang baru lulus SMP.
Ibunya bernama Ropi'ah seorang penjual nasi di warung pinggir pantai, warung yang terbuat dari bambu dan kayu sangat sederhana sekali tapi rapih dan bersih.
Ayahnyanya seorang petani dan peternak bebek biasa hanya cukup untuk kebutuhan keluarganya saja.
Suatu hari kampung pesisir pantai itu di terjang tsunami setelah gempa besar, semua rumah di sana hancur dan terbawa arus tidak ada yang tersisa satupun dan hampir semua penduduk hilang terbawa arus tsunami, kecuali Ario dan keluarga karena sedang menghadiri acara perpisahan di sekolah Anggoro adiknya yang jaraknya satu jam perjalanan dari rumahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rorop, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Dokter Cantik Ternyata Teman Waktu SMP

"hallo dek, jadi pulang besok pagi di antar ayah?" sore-sore Ario menelpon adiknya yang masih di kampung bersama kedua orang tuanya.

"iya bang, pagi-pagi aja langsung ke sekolah" jawab Anggoro.

"memang kamu bawa baju seragam untuk hari senin?" tanya Ario

"bawa bang, mau mengenang masa SMP pagi-pagi di anterin ayah" jawab Anggoro.

"ya udah kalau gak jemput kamu sekarang abang mau mandi dulu" kata Ario lalu mematikan panggilannya, tadinya dia mau jemput adiknya ke kampung tapi Anggoro mau di antar ayahnya.

Ario menutup bengkelnya dan masuk rumahnya, dia langsung ke kamar mandi untuk mandi karena hampir setengah enam.

Setelah mandi Ario menelpon karyawan rumah makan memesan makanan, dia malas ke luar lagi karena ada kerjaan yang harus segera di kerjakan. Setelah menelpon Ario membuka laptopnya mulai bekerja lagi.

Beberapa menit kemudian bel rumah ario ada yang mencet, Ario melihatnya dari layar monitor ternyata karyawannya mengantar pesanannya.

"terima kasih kang ini uangnya, kembaliannya buat akang aja" kata Ario setelah menerima kotak makanan itu.

"iya sama-sama den, terima kasih juga atas kembaliannya" jawab kang Endang karyawan Ario di rumah makannya.

"iya kang sama-sama, aku masuk sekarang ya kang" kata Ario

"iya silahkan den, permisi" jawab kang Endang sambil membalikan badannnya menjauh dari pagar Ario.

Ario menutup pintu pagarnya setelah kang Endang pergi, lalu dia mengunci pagarnya dan masuk ke dalam rumah.

Ario makan malam dulu sebelum melanjutkan pekerjaannya karena perutnya sudah protes dari tadi, karena tadi jam 10 dia makan gak makan apa-apa lagi saking sibuknya sampai sekarang baru bisa makan lagi.

Selesai makan Ario melanjutkan lagi pekerjaannya, dia begitu ulet dan penuh semangat dalam bekerja.

"selamat malam anak baik, bagaimana kabarmu nak?" tanya kakek itu.

"malam kek, aku baik dan sehat kek. Kakek bagaimana kabarnya?" Ario menjawab kakek itu dan bertanya kabar kakek.

"syukurlah kalau kamu baik-baik aja nak, kakek juga baik-baik aja. Oh ya nak tolong bawa Sulis ke rumah sakit kota untuk di operasi usus buntunya dia sedang kesakitan tuh sendirian gak bisa tidur, teman sekamarnya udah pada tidur nyenyak" kata kakek.

"Sulis sakit usus buntu? Sejak kapan? Ko dia gak bilang ke aku" Ario mulai cemas.

"sebenarnya dia sakit udah agak lama, tapi dia gak bilang siapapun. Ibu pantipun gak di kasih tau sama dia, Sulis anak pendiam mungkin dia gak mau merepotkanmu nak" kata kakek.

"ya udah kek nanti aku bawa ke rumah sakit, terima kasih kek sudah di kasih tau" jawab Ario.

"iya nak segera bawa dia ke rumah sakit kota biar cepat di tangani, kasian dia nangis dalam diam tuh" jawab kakek.

"siap kek sekarang aku bawa dia ke rumah sakit kota" jawab Ario lagi, dan tiba-tiba kakek itu menghilang dari hadapan Ario.

"kek, kakek, kakek di mana?" Ario beberapa kali memanggil kakek itu tapi si kakek gak nyahut juga, dan Ario tiba-tiba bangun karena terjatuh dari sofa.

"ternyata ini hanya mimpi, kakek itu yang memberiku uang dan yang minta di buatkan panti asuhan. Terima kasih kek selalu memantau kami" gumam Ario dia duduk di sofa dan mengusap mukanya.

"huh ternyata sudah hampir jam 4 pagi aku ketiduran di sofa rupanya, untung kerjaannku selesai. Aku harus menelpon ibu panti dan karyawan bengkel dulu sebelum ke kota" Ario bicara sendiri sambil meraih ponselnya dari atas meja lalu menelpon ibu panti.

"hallo nak maaf telat ngangkat, ada apa nak?" ibu panti menerima telpon Ario.

"maaf buk mengganggu pagi sekali, boleh minta tolong lihat Sulis di kamarnya sekarang gak bu. Aku mimpi Sulis kesakitan usus buntu dan harus segera dioperasi" jawab Ario.

"ya ampun ko mimpinya serem ya nak, mudah-mudahan hanya bunga tidur" kata ibu panti.

"tapi tolong buk lihat Sulis sekarang ke kamarnya, takut beneran kasian dia kesakitan" Ario maksa kepada ibu panti yang samtai menanggapi mimpinua.

"iya nak sekarang ibu ke sana" jawab ibu panti.

"terima kadih bu, saya tutup dulu telponnya aku mau ke kamar mandi dulu, nanti telpon balik ya bu" kata Ario.

"iya nak" jawab ibu panti.

Ario mematikan telponnnya dan merapikan meja dia membawa leptopnya ke kamar dan dia taroh di laci meja kerjanya, setelah itu baru dia masuk kamar mandi untuk bersih-bersih.

Sementara di panti asuhan ibu panti menuju kamar Sulis anak panti yang baru kelas lima SD, beliau membawa kunci cadangan dan membuka kamar itu.

"nak maaf ya ibu langsung nyelonong masuk, kamu sakit ya sayang" kata ibu panti setelah mengetahui sulis sedang menangis tapi gak ada suaranya hanya air matanya melelh di pipi dan matanya sudah bengkak mungkin nangis semalaman.

"iya bu, perutku sakit sekali" jawab Sulis.

"o allah kenapa gak bilang sama ibu? Untung nak Ario telpon dia mimpi kamu sedang kesakitan dan nyuruh ibu melihatmu ternyata benar mimpinya" kata bu panti sambil mengelus-elus perut Sulis.

"ya ampun abang ko tau aku sakit lewat mimpinya, abang itu seperti malaikat ya buk" kata Sulis terharu merasa punya kakak yang memperhatikan dan menyayanginya.

"iya nak bang Ario seperti malaikat, hatinya baik dan tulus menyayangi kita semua. Makanya hidup kita aman sekarang karena dia selalu memenuhi kebutuhan kita, ayo siap-siap bang Ario mau membawamu ke rumah sakit sekarang" kata bu kepala panti.

"iya bu tapi bangunnya sakit, gimana beresin bajunya ke tas?" jawab Sulis.

"ibu tidak menyuruhmu membereskan baju ke tas cuma bilang siap-siap, artinya persiapkan dirimu kita berangkat ke kota sekarang kalau baju biar ibu yang masukin ke tas" kata ibu panti dan langsung memasukan baju Sulis ke tas.

"tunggu sebentar ya ibu mau ganti baju dulu dan nyiapin pakaian ganti, dan memberi tahu ibu panti yang lainnya kalau ibi mau nganter kamu ke rumah sakit. Yang sabar ya sayang sebentar lagi sakitmu akan hilang" kata ibu kepala panti.

"iya buk. aamiin" jawab Sulis, dia bersemangat karena mau sembuh.

Ibu kepala panti menelpon Ario untuk memberi tahu kebenaran, dan Sulis sudah siap di bawa ke rumah sakit.

Ario mengeluarkan mobilnya dari garasi, lalu dia mengunci garasinya dan pagarnya lalu dia menitipkan kunci rumahnya ke mang Endang. Setelah itu dia ke panti asuhan menjemput Sulis. Sampai di panti asuhan Sulis di gendong oleh petugas kebersihan panti, Ario membuka pintu mobil belakang supaya Sulis dan ibu panti mudah masuk.

"untuk memenuhi prosedur Sulis kita bawa dulu ke Puskesmas di sini nak untuk minta surat rujukan, setelah dapat surat rujukan baru kita bawa ke kota ke rumah sakit besar" kata ibu kepala panti.

"iya bu" jawab Ario "kami berangkat dulu ya bu, adik-adik belajar yang semangat ya minta do'anya buat kesembuhan kak Sulis ya" lanjut Ario dia pamit sama ibu panti lainnua dan anak-anak panti yang berkumpul di depan panti asuhan.

"iya nak, hati-hati di jala. Dan smoga kak sulis cepat sembuh dan cepat pulang ke sini lagi" jawab ibu panti dan di aminkan oleh anak-anak panti.

Ario menjalankan mobilnya menuju puskesmas diiringi lambaian tangan ibu panti dan anak-anak panti, yang berangkat ada empat orang Ario, pengurus panti laki-laki, ibu kepala panti dan Sulis.

Lima menit kemudian mobil Ario memasuki puskesmas dan membawa Sulis ke IGD, setelah di periksa oleh dokter puskesmas ternyata benar Sulis harus segera di operasi dan harus di bawa ke rumah sakit besar.

Setelah dapat surat rujukan Sulis di masukan ke ambulance dan di dampingi perawat yang mau ikut ke rumah sakit, mobil ambulanpun meluncur membawa Sulis ke rumah sakit diikuti mobil Ario dari belakang.

Setelah dua jam lebih di perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah sakit umum, Sulis langsung di bawa ke IGD dan langsung di tangani dokter ahli.

Ario ke ruang administrasi untuk menyelesaikan pembayaran dan meminta ruang rawat inap yang nyaman, tentu saja yang nyaman hanya kls vip dan Ario minta kamar itu.

Selesai mengurus dan membayar administrasi Ario menemui ibu kepala panti, dan jadwal operasi Sulis akan di lakukan nanti jam satu siang.

Ario menelpon adiknya Anggoro dia memberi tahu sedang mengantar anak panti ke rumah sakit, dan kunci rumahnya di titip ke kang Endang pegawai rumah makan.

Sulis tertidur dengan selang infus menancap di tangannya Ario sedih melihat pemandangan itu, baru kali ini dia melihat seorang anak diinfus dengan terlelap tidur tanpa ada orang tua kandung di sampingnya membuat hatinya sakit.

"kamu pasti sembuh Sulis kamu anak baik, kuat dan pintar, smoga masa depanmu baik dan cerah serta selalu dilimpahi kebahagiaan" kata Ario pelan.

"aamiin" jawab ibu kepala panti yang mendengar jelas ucapan Ario walaupun pelan.

"ibu mau makan apa? Saya mau beli makan sekarang" kata Ario, perutnya udah minta diisi karena udah hampir jam sembilan.

"apa aja nak, ibu gak pemilih yang penting makannannya sehat" jawab ibu kepala panti.

"naik buk saya cari makan dulu, ayo pak" Ario mengajak bapa pengurus panti untuk mencari makan, sedangkan ibu kepala panti nungguin Sulis yang sedang tidur.

Ario mencari rumah makan Padang karena ingin makanan yang pedas, setelah menemukan rumah makan Padang dia memarkirkan mobilnya dan turun dari mobil. Ario dan pengurus panti masuk ke dalam rumah makan, lalu mereka memesan menu sesuai keinginan mereka.

Tak lama pesanan datang ke meja Ario dan Ario memesan lagi satu porsi di bungkus untuk ibu kepala panti, setelah itu mereka langsung menyantapnya dengan lapap.

Selesai makan dan membayarnya Ario kembali ke rumah sakit, ketika sedang berjalan di fepan lobi rumah sakit Ario berpapasan dengan perempuan memakai jas dokter mirip teman waktu SMPnya dan perempuan itu menyapa Ario.

"hi ini Ario ya?" tanya seorang perempuan muda kepada Ario.

"iya saya Ario, kamu Fani ya?" jawab Ario dan kembali bertanya memastikan takut salah orang.

"ya ampun Ario pangling ya sekarang, kamu lagi ngapain di sini? Kerja?" tanya Fani sambil menjabat tangan Ario.

"aku nganterin anak panti ke rumah sakit, aku gak kerja disini" jawab Ario.

"ooh gitu, sakit apa dia? Di ruangan apa?" Fani bertanya lagi.

"usus buntu dan akan di operasi nanti jam satu siang" jawab Ario.

"pasiennua atas nama siapa? Dan umurnya berapa tahun? Kebetulan aku ada jadwal operasi jam satu nanti" kata Fani.

"atas nama Sulistiani usia 11 tahun" jawab Ario.

"ooh berarti aku yang akan mengoprasi dia nanti, aku baru aja di beri kabar ada jadwal operasi jam satu siang dengan nama tersebut" kata Fani.

"oh gitu, titip dia ya berikan yang terbaik untuk dia. Aku mempercayakannya padamu" jawab Ario.

"siap.... Keberhasilan operasi itu tanggung jawabku dan rekan-rekan, percayalah pada kami" Jawab Fani tegas.

"ok good luck ya, aku nganter dulu makanan buat ibu kepala panti" Ario pamit undur diri.

"iya silahkan, aku juga ada jadwal meriksa pasien. Sampai ketemu lagi nanti" jawab Fani

Mereka berjalan dengan berlawanan arah Ario menuju ruang rawat Sulis sedangkan Fani ke ruangan lain untuk meriksa pasien.

1
Siti Naimah
alhamdulillah up lagi..semangat terus ditunggu kelanjutannya
Rorop: terima kasih udah menjadi pembaca setia
total 1 replies
DEWA KEGELAPAN
udah satu tahun ngak update lu tirrrr/Shy/
Rorop: maaf kak, sibuk terus 🙏😊
total 1 replies
Siti Naimah
wah happy banget ario dan keluarga..ketemu sama wanita yg dulu ditaksir tapi ga berjodoh.ternyata ario dapat ganti yg lebih segala galanya.cuman ario belum pernah aja ketemu sama dewi
yang genit itu.gimana reaksinya..
Siti Naimah
keluarga besar ario benar2 mendapat anugerah juga kebahagiaan bertumpuk tumpuk.
tidak hanya ario saja tapi ibunya juga bisa kembali bertemu dengan saudara kandungnya.tentu makin bahagia dan sejahtera saja keluarga besar ario
olif
suka..
semangat ya ditunggu kelanjutannya..
DEWA KEGELAPAN
yahhh abisss
Siti Naimah
iya mungkin saja ibu2 pemilik rumah makan itu saudara kembar atau saudara dekat ibunya ario..yg terpisah lama..
Siti Naimah
semoga ario dan eiko bertambah momongan lagi..biar tambah rame
Siti Naimah
keluarga ario makin bahagia saja
semoga awet bisa menua bersama
hingga maut yang memisahkan
Siti Naimah
wah kedua orang tua ario dan kedua mertuanya pada ikut bahagia menyambut cucu pertamanya..apalagi kembar dan sepasang.juga adeknya ario juga ketularan bahagia...
Siti Naimah
luar biasa banget eiko melahirkan anak kembar secara normal..begitu lancar..dapat laki2 dan perempuan sekaligus..komplit deh kebahagiaan mereka.apalagi jika kedua orang tua masing2 dah melihat cucu2nya..gak kebayang alangkah bahagia dan bangga pada cucu2nya
Siti Naimah
ario kok ketemu melulu sama wanita yg pernah dekat dengan dia?belum lama ketemu sama dewi yg agresif dan suka nekat..ee di bandung ketemu lagi sama dokter arini..yg tentu bikin eiko cemburu.naluri wanita ga bisa dibohongi..
Siti Naimah
wah betul2 yang merasa bahagia juga kedua orang tua ario.mau mengadakan syukuran buat calon cucunya..tapi pengganggu si dewi kok makin nekat aja sih.seperti orang ga waras.yg penting harus waspada aja terutama eiko.khawatirnya begitu lengah dikit bisa dicelakai sama dewi
Siti Naimah
pasangan ario dan eiko makin2 aja deh bucinnya.semoga aja ga ada pelakor yg mengintai.seandainya ada pelakor yg mau mendekat semoga mereka bisa menghalaunya
Siti Naimah
masya Alloh..ario dan eiko mendapat anugerah kebahagiaan berlipat lipat..
Siti Naimah
duh duh..kehidupan ario benar2 seperti surga dunia..moga langgeng dan penuh berkah
Siti Naimah
gak kebayang betapa bahagianya ario dan aiko pengantin baru.moga bahagia dan lancar rencananya
Eko Nur Yanto
Lumayan
Siti Naimah
uluh uluh lagi senang senangnya ario dan istrinya pengantin baru..
moga bahagia terus sampai menua bersama hingga maut yg memisahkan
Siti Naimah
setelah meng upload foto2 pernikahannya di sosmed kalo dewi sampai melihat apa ga kepanasan ya?pasti tambah dendam dan merencanakan hal yg buruk..susah dibikin sendiri..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!