Wanita muda itu bernama Aurelia Meydina Admajaya adalah anak dari seorang mantan Tentara yang punya nama di kota J... Tidak pernah terpikirkan Aurelia harus mengikuti jejak kakak perempuannya menikah dengan seorang Tentara....
Aurelia Hanya ingin menjadi Guru dan menjalani hari-harinya dengan mengajar di sebuah sekolah dasar di kota J....
Karna gadis kecil yang ditolongnya itu membuat Aurelia harus menikah dengan Ayah dari tadi kecil itu....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Althin Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27 Misi Penting
Akhirnya yang ku tunggu akan pulang. Yah, Kak Darlen akan pulang bersama dengan pasukannya yang bertugas di perbatasan...
Kami begitu bahagia menyambut kepulangannya, apalagi aku. Karna selama 9bulan bertugas, kak Darlen jarang menelponku. Tempat tugas yang jauh dekat perbatasan dan terpencil, sehingga tidak ada jaringan telepon yang masuk ke sana. Listrikpun tidak ada. Mereka menggunakan penerangan seadanya dan tidurpun beratapkan langit dan beralaskan batang-batang kayu yang disusun menjadi tempat tidur...
Entah bagaimana aku akan menyambutnya? Menangiskah? Memeluknya kah? atau bagaimana? Aku merindukannya, sangat merindukannya...
Semua keluarga hadir di tempat kedatangan para Tentara yang akan pulang. Istri dan anak dari Tentara yang bertugas, termasuk aku dan Cecil juga mama Irma...
Kapal yang membawa suamiku dan pasukannya mulai merapat ke pelabuhan Tentara Angkatan Laut tempat kami menunggu... Mataku tertuju kepada pasukan yang turun dari kapal dan sedang membuat formasi untuk mengikuti upacara. Dan komandan pasukan mulai melaporkan kedatangan pasukannya...
Aku bersyukur bahwa semuanya pulang dengan utuh tidak kurang satupun. Itu yang kudengar dari laporan komendan pasukan...
Mataku mencari-cari kak Darlen. Komandan pasukan yang melaporkan kedatangan itu sepertinya bukan suamiku. Karna komendan itu terlihat kurus dan kulitnya terlihat gelap...
Setelah laporan dari komendan. Kulihat pasukan itu mulai berpencar mencari keluarga mereka yang sudah menunggu... Aku dan Cecil dengan mata berkaca-kaca menanti seseorang yang akan datang dari antara pasukan itu kehadapan kami...
Tapi, tiba-tiba aku mendengar namaku di panggil dengan alat pengeras suara yang ada di panggung penyambutan pasukan...
"Ny. Aurelia Ween, kami menunggu anda di panggung penybutan ini. Segeralah kemari" itu suara laki-laki yang kudengar menyuruhku segera ke asal suara itu...
Aku menggandeng Cecil menuju ke sana. Mama Irma yang tadinya di sampingmu tiba-tiba menghilang...
Diatas panggung itu... Ku lihat ada sebuah kado besar dan tinggi. Aku menaiki tangga menuju ke atas panggung itu dilihat oleh semua pasukan dan keluarga mereka juga para atasan dari suamiku...
"Ny. Aurelia Ween?" tanya Tentara itu yang adalah atasan dari suamiku...
"Siap, saya pak" jawab saya
"Saya ingin menyampaikan kabar baik dan kabar buruk. Anda mau dengar yang mana dulu?" tanya komendan suamiku...
Dengan mata berkaca-kaca "Maksud, komandan?" tanyaku kemudian melihat papa Sam yang juga ada di panggung itu... "Kabar buruk yang mau saya dengar duluan" jawabku...
"Baiklah! Kapten Maichel Ween tidak ada bersama-sama dengan kami saat ini. Karena dia langsung berangkat untuk melaksanakan misi penting yang sudah kami persiapkan sebelum pasukan perbatasan ini kembali"....
Air mataku jatuh tak terbendung. Papa datang untuk memberiku pelukan hangatnya. Cecil yang tadinya menggenggam tanganku kini beralih di gendongan salah satu sahabat kak Darlen...
"Inilah resikonya menikah dengan suami seorang Tentara. Kamu harus rela ditinggal-tinggal" kata papa memelukku...
"Pa, Lia menantinya pa. Lia merindukannya, pa. Lia berharap dia pulang dihari ulang tahun Lia. Lia ingin menjadi istri yang baik, pa" tangisku pecah dipelukan papa...
"Ny. Aurelia Ween? Siap untuk kabar baiknya?" tanya komandan dan dijawab anggukan olehku... Karena komandannya kak Darlen adalah sahabat papa. Dan sudah ku anggap seperti orang tuaku...
"Hari ini ulang tahun anda?" tanyanya...
"Siap, iya Pak" jawabku dengan suara serak menahan tangisku....
biar gk membingungkan
trus tulisan Kat ku itu di hilangkan,,