Seorang Dokter Jenius terlahir kembali menjadi Yang Yang, seorang gadis kecil 7 tahun yang sangat lucu, Menjadi kesayangan Ayah CEO yang dingin dan Kakak yang sangat jenius. Kemampuan medis yang dimilikinya dapat menyembuhkan Keluarganya dan orang-orang disekitarnya. Yang Yang selalu menjadi kebanggaan keluarga. Sementara itu ibu tiri dan saudari tirinya yang selalu berniat jahat kepada Yang Yang selalu gagal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Malam yang begitu menegangkan. Semua mata tertuju pada besar kecilnya dadu yang akan muncul.
Dealer membuka guci itu. Seketika ruangan menjadi ramai.
"Dia menang?".
"Menang, Dia?".
"Hebat Banget."
"Sial! Dia menang."
Suara itu memenuhi ruangan Kasino ini. Aryo yang melihat itu pun membulatkan matanya tidak percaya.
"Lihat! Lihat! Dia menang!" ucap Aryo tidak percaya.
"Gadis kecil ini beruntung sekali ya! Dia masih anak-anak tapi keberuntungannya luar biasa!" ucap salah seorang pria ayang berada di ruangan itu.
Dokter Arya tersenyum ke arah Yang Yang. Gurunya ini memang serba bisa. Benar-benar sangat jenius.
Yang Yang merasa belum puas. Dia ingin mengambil kembali uang 100 juta yang sudah dikeluarkan Dokter Arya.
"Ayo main lagi!" ucap Yang Yang bersemangat.
Aryo yang mendengar itu pun tidak percaya lagi kalau kali ini Yang Yang bisa menang. Mungkin saja yang tadi itu hanya hokinya saja.
"Tunggu! Kamu masih mau main lagi?" tanya Aryo.
Dokter Arya yang melihat Yang Yang ingin taruhan lagi pun segera menghalanginya.
"Guru! Sudah. 10 juta ini sudah cukup!" ucap Dokter Arya.
Namun Yang Yang tetap saja ngeyel mau main lagi. "Belum cukup. Kamu tidak dengar, mereka bilang kalau keberuntunganku sedang bagus? Main lagi!" ucap Yang Yang.
Namu Yang Yang terdiam sejenak, ia memperhatikan angka-angka yang tertulis di meja itu. "Tunggu! Angka-angka diatas ini artinya apa ya?" Tanya Yang Yang bingung.
"Aduh Guru! Anda tidak tahu tapi masih berani main? Ini angka rasio pembayaran. Rasio angka lebih tinggi, jika guru berhasil menebak angka dari ketiga dadu, rasionya satu banding sepuluh. Jika guru bisa menebak angka dadu, rasionya satu berbanding seratus." jelas Dokter Arya.
"Satu berbanding seratus? Berarti sekali main bisa dapat seratus kali lipat? Ini bagus!" ucap Yang Yang dengan wajah berseri-seri.
Yang Yang menoleh ke arah Dokter Arya. "Arya, kamu masih punya berapa uang sekarang?" tanyanya.
"80 juta." jawab Dokter Arya.
Yang Yang mengangguk. Sekarang dealer sedang mengocok kembali dadu yang ada ditangannya itu. Dokter Arya berusaha fokus mendengar besar kecilnya dadu itu. Dealer kemudian meletakkan guci itu. "Pasang taruhannya!" ucap dealer itu.
Yang Yang kembali melihat angka dadu itu dengan mata tembus pandangnya. Tentu saja kali ini ia kembali melihat angka keberuntungannya. Yang Yang menarik ransel yang di pegang Aryo. "Sini!" ucapnya penuh semangat. Aryo menyerahkan tas itu dengan wajah pasrah. Yang Yang mengeluarkan semua uang yang ada di dalam tas itu.
Yang Yang menyodorkan semua uang milik Dokter Arya. "Taruhkan semuanya!" ucap Yang Yang. Dokter Arya yang melihat itu pun seketika tidak percaya. Ini adalah uang terakhirnya yang ia miliki.
Ruangan itu pun kembali ramai. "Haa!! anak kecil ini gila ya? Apa dia mau membuat kakeknya itu jatuh miskin." seorang pria tertawa.
Dokter Arya yang mendengar perkataan pria itu pun seketika berdecak kesal. Devin yang melihat ekspresi kesal di wajah Dokter Arya pun menahan tawanya.
"Ini semua uang yang kita miliki." ucap Aryo panik.
Devin yang melihat adiknya taruhan sebanyak itu dengan menggunakan semua uang dokter Arya pun berusaha untuk menghentikannya. "Adik! Sebaiknya kita berhenti saja. Ini semua uang yang dimiliki paman Arya. Bagaimana kalau kita kalah?" ucap Devin meyakinkan adiknya itu.
Yang Yang menoleh ke arah Aryo, ia menatapnya tajam. "Ini belum semua uang kita. Tambahkan 20 juta yang kita menangkan di putaran sebelumnya, baru itu semua uang kita." Yang Yang menambahkan uang 20 juta yang ia menangkan tadi.
Dealer yang melihat itu pun tidak percaya dengan keberanian Yang Yang. "Gadis kecil, apa kamu yakin ingin bertaruh dengan uang sebanyak ini?" tanyanya tidak percaya.
Yang Yang mengangkat pandangannya. "Aku yakin. Lihat saja kami akan membawa pulang uang yang banyak." ucap Yang Yang bahagia.
"Aduh. Aduh, anak kecil ini. Dia mau main-main di tepat judi sebesar ini!" Seorang pria tertawa lagi.
"Gadis kecil apa kamu sudah gila? Baru menang sekali saja lalu mengira dirimu itu dewa judi?" ucap Aryo yang dari tadi sudah panik.
Seketika semua orang yang berada diruangan itu menertawai Yang Yang. "Gadis kecil ini bercanda ya? Kemungkinan mendapat tiga angka sama tidak lebih satu persen. Dia tidak mungkin menang!" seorang pria ber jas putih itu tertawa meremehkan Yang Yang.
"Nona kecil, dengarkan nasihatku. Berhenti dan pulanglah. Ini bukan taman bermain untuk anak sekecil dirimu." ucap seorang pria yang berdiri di samping Devin.
Dealer itu kembali bertanya kepada Yang Yang. "Nona kecil, Mohon konfirmasi taruhan anda. Apa ingin merubahnya?"
"Tidak perlu, aku taruhan tiga angka satu. Mulai!" ucap Yang Yang dengan percaya diri.
"Ayo mulai!" sambung Dokter Arya.
Aryo sangat khawatir dengan apa yang dilakukan Yang Yang ini. "Kakak! Uang kita sudah di taruhkan semua oleh bocah ingusan ini. Apa kakak mau jatuh miskin dan jadi pengemis di pinggir jalan?" ucap Aryo.
Dokter Arya yang mendengar ucapan adiknya itu langsung memukul kepala adiknya. "Tidak sopan sekali kamu, sampai mengatai guruku ini bocah ingusan. Diam dan lihat saja, guru ku ini orang yang hebat. Aku percaya padanya." jelas Dokter Arya penuh percaya diri.
Dealer itu pun mengusap keringat yang sudah membasahi pelipisnya. Ia perlahan akan membuka guci itu. Semua orang yang berada di ruangan itu pun semakin merapat ke meja judi itu. Ia ingin melihat apakah tebakan dari Yang Yang itu benar atau bahkan akan membuatnya rugi besar.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba juga. Dealer membuka guci itu. Dan tentu saja angka yang muncul dari ketiga dadu itu pun berhasil membuat semua orang kaget.
"Wah!! Tepat sekali!!" ucap semua orang di ruangan itu. Ruangan pun kembali ramai.
Yang Yang, Devin, Dokter Arya dan Aryo pun membulatkan matanya tidak percaya dengan angka ketiga dadu yang terlihat di depannya itu.
"Astagah ini tripel! 100 juta jadi 10 miliar. Ya ampun! Nona kecil, kakak ku memang tidak salah memilih guru sepertimu. Terimalah hormatku!" ucap Aryo memberi hormat kepada Yang Yang.
"Lihat kan! Ini adik aku. Dan aku kakaknya." ucap Devin dengan bangga.
"Andai saja aku tahu. Aku pasti ikut bertaruh dengan gadis kecil ini. Bertaruh 100 juta bisa dapat 1 miliar!" ucap pria berjas putih yang meremehkan Yang Yang tadi.
Dokter Arya sangat senang. "Guru! Peluang satu persen ini, bisa guru tebak. Jangan-jangan mata guru juga tembus pandang?. Oh Tuhan, mimpi apa aku semalam?" ucap Dokter Arya dengan wajah yang sangat senang.
100 juta yang dikeluarkan dokter Arya untuk menebus adiknya itu, kini akhirnya mereka berempat pulang dengan membawa uang 10 miliar di tangannya. Ini semua berkat Yang Yang si gadis kecil jenius itu.
lucu ajah si gak nyambung euyyy🤭🤭🤣🤣