Shen yifan adalah seorang pemuda yang terobsesi dengan pembuatan pil, namun sayangnya, ia tidak bisa menjadi alkemis di dunia ini hanya karena menjadi manuisa cacat.
Banyak sekali kultivator. Namun orang-orang untuk menjadi seorang alkemis di dunia ini sudah sangat jarang di temukan, bahkan menjadi salah satu kemunduran mutlak.
Salah satunya, hampir di seluruh dunia ini hanya 000,1% para kultivator yang mempunyai element api.
Salah satunya adalah kakek Shen yifan.
Apakah Shen yifan bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi alkemis? Atau dia akan mengubah takdir secara tidak langsung, untuk menjadi alkemis sejati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon En zz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 : Pertama kalinya praktik membuat pil
Semua orang terkejut ketika Shen Yifan mengeluarkan api spiritual, walaupun ukurannya masih kecil.
(Siapa sangka, orang lusuh itu ternyata mempunyai api spiritual,) gumam Lin Zhao, salah satu peserta turnamen, di dalam batinnya.
"Aku akan mulai membuat pil!" sahut Shen Yifan, tidak memedulikan ekspresi terkejut orang lain. Ini adalah pertama kalinya bagi Shen Yifan untuk membuat pil secara langsung. Selama ini, dia hanya belajar teori dan melihat proses pembuatan pil yang dilakukan kakeknya.
(Walau Yi Fan punya api spiritual, tapi belum tentu bakat membuat pilnya akan bagus. Aku tidak boleh terkecoh hanya karena api spiritual. Yang terpenting tetaplah bakat!) gumam Nangong Yue dalam hatinya.
Shen Yifan mulai membuka tungkunya dan memasukkan tumbuhan herbal yang sudah disiapkan oleh panitia.
"Pil Penghangat Jiwa... ini adalah pil yang biasanya Kakek buat. Aku tidak akan pernah lupa cara beliau membuatnya!" Shen Yifan tersenyum tipis. "Bahan pertama... Rumput Roh Giok."
Tanpa ragu, ia melemparkan tanaman spiritual itu ke dalam tungku. Seketika, api spiritual merahnya menyelimuti seluruh permukaan bahan tersebut.
Berbeda dengan api yang dihasilkan dari pil api komersial yang membakar secara perlahan, nyala api merah milik Shen Yifan langsung melahap seluruh impuritas yang tersembunyi di dalam tanaman. Asap kelabu tampak keluar dari sela-sela tungku.
Shen Yifan tidak berhenti di sana. Akar Seribu Roh, Bunga Embun Surgawi, dan Buah Api Scarlet menyusul memasuki tungku satu per satu. Setiap bahan mengalami nasib yang sama; impuritasnya ditelan tanpa sisa, meninggalkan tetesan-tetesan esensi murni yang berputar mengelilingi pusat tungku.
(Tidak kusangka, orang ini juga sangat lihai dalam memilih tumbuhan dan... dalam mengatur apinya,) gumam Nangong Yue. Ia melipat kedua tangannya di depan dada, berjalan melewati para peserta untuk melihat-lihat jalannya pertandingan agar tidak ada kecurangan.
Sesekali Shen Yifan mengangkat jemarinya. Kobaran api spiritual di dalam tungku segera membesar, lalu mengecil kembali beberapa saat kemudian. Perubahan suhu yang begitu presisi membuat sisa-sisa impuritas yang masih tersembunyi perlahan menguap sepenuhnya.
"Asalnya tidak buruk." Salah seorang tetua yang bertugas sebagai juri mengangguk tipis. "Pengendalian apinya sangat stabil. Tidak terlihat sedikit pun tanda-tanda kepanikan."
Beberapa peserta di sekitarnya mulai melirik ke arah tungku Shen Yifan. Ekspresi wajah mereka seketika berubah suram. Mereka sendiri baru saja memasuki tahap penyulingan awal, sementara Shen Yifan telah menyelesaikan seluruh proses pemurnian bahan.
Tanpa memedulikan yang lain, Shen Yifan menarik napas perlahan. Energi spiritual dari ranah Qi Condensation miliknya menyelimuti seluruh tungku, lalu perlahan mendorong setiap tetes esensi obat menuju pusat pusaran. Begitu seluruh esensi saling bersentuhan, riak energi yang ganas langsung meledak di dalam tungku.
Shen Yifan tetap tenang. Dalam hal ini, kakeknya pernah mengajarkan bahwa: 'Dalam proses penyulingan dan peleburan, kamu harus tetap tenang, fokus, dan hati-hati.'
Dengan kendali yang nyaris sempurna, ia mengatur kobaran api agar perlahan-lahan menekan energi liar tersebut hingga mulai menyatu. Riak energi yang semula bergolak perlahan mulai mereda. Di bawah kendali api spiritual Shen Yifan, setiap tetes esensi akhirnya melebur sempurna, membentuk gumpalan cairan berwarna hijau zamrud di pusat tungku.
Shen Yifan mengembuskan napas perlahan. Tatapannya tetap terfokus pada kobaran api di dalam tungku, sama sekali tidak berani lengah.
"Pemadatan."
Api spiritual merah itu seketika mengecil. Meski ukurannya menyusut, suhu yang dipancarkannya justru meningkat beberapa kali lipat. Gumpalan cairan spiritual mulai berputar cepat. Di bawah tekanan suhu yang terus meningkat, ukurannya perlahan menyusut sementara warnanya berubah menjadi semakin pekat.
Keringat mulai membasahi pelipis Shen Yifan. Mengendalikan suhu hingga setepat itu jelas bukan perkara mudah. Sedikit saja kendalinya meleset, seluruh esensi akan buyar dan semua usahanya sejak awal akan menjadi sia-sia.
Suara dengungan pelan kemudian terdengar dari dalam tungku. Beberapa peserta yang berada di dekatnya tanpa sadar langsung mengalihkan pandangan.
"Apa dia sudah memasuki tahap pembentukan pil?" bisik salah seorang peserta dengan nada terkejut.
"Secepat itu?"
Bahkan beberapa juri mulai mengangguk pelan. Pengendalian api Shen Yifan dirasa jauh lebih matang dibandingkan sebagian besar peserta lainnya.
Nangong Yue yang sedari tadi mengamati hanya menyipitkan matanya. (Stabil. Tidak ada sedikit pun fluktuasi yang berlebihan. Pengendalian apinya jauh melampaui apa yang kukira.)
Di dalam tungku, gumpalan cairan hijau itu perlahan berubah bentuk. Permukaannya mulai membulat, meski sesekali masih bergetar akibat sisa energi yang belum sepenuhnya stabil.
Shen Yifan mengangkat telunjuknya. Api spiritual kembali berdenyut lembut, mengikis sisa-sisa impuritas yang masih tertinggal. Aroma obat yang samar mulai memenuhi ruangan, perlahan-lahan menarik perhatian seluruh peserta.
Tepat ketika pil mulai terbentuk, Buah Api Scarlet yang digunakan tiba-tiba melepaskan energi panas yang sempat tertahan di dalam intinya. Fenomena ini sungguh tidak biasa. Dua jenis energi yang berbeda saling bertabrakan, membuat pil yang hampir sempurna itu bergetar hebat.
"Sial, apa lagi ini?" ketus Shen Yifan, merasakan adanya getaran yang tidak diperlukan.
Tidak hanya Shen Yifan, dua peserta lainnya ternyata juga mengalami hal serupa. Kecuali Lin Zhao; dia tampak sangat fokus pada pembentukan pilnya sambil tersenyum merasa menang.
Di luar dugaan, salah satu peserta berusaha menahan tungkunya dengan energi spiritual agar tidak meledak. Namun takdir berkata lain, orang itu tidak bisa menahannya lagi. Pil di dalamnya meledak keras, bahkan tungkunya sampai mengeluarkan asap hitam pekat.
Sudah dipastikan peserta yang pilnya meledak akan tereliminasi. Dan kini, satu peserta lainnya lagi mengalami nasib serupa, pilnya ikut meledak hancur.
Turnamen kini hanya menyisakan dua orang: Shen Yifan dan Lin Zhao.
"Dua orang ini sangat berbakat dalam mengendalikan api dan energi spiritualnya!" puji salah satu tetua di dekat Nangong Yue.
"Iya, tapi sepertinya Yi Fan tidak akan lama lagi menyusul dua peserta yang gagal tadi. Karena energi spiritualnya masih berada di tahap Qi Condensation, Yi Fan tidak akan kuat menahan benturan energinya!" sahut Nangong Yue memberikan analisis.
Shen Yifan melirik dan melihat Lin Zhao sudah berada di tahap penyempurnaan pil, sementara dirinya sendiri masih tertahan oleh getaran hebat saat pembentukan pil. Lin Zhao pun melemparkan senyum licik ke arahnya.
Namun, Shen Yifan tidak langsung menyerah begitu saja. (Ayo Yifan, pikirkan sesuatu! Apa yang sudah kau pelajari selama ini?!) seru batinnya menyemangati diri sendiri.
Tiba-tiba, ia teringat nasihat masa lalu. 'Xiao Fan, apa kau tahu? Membuat pil itu bukan tentang kecepatan waktu, melainkan tentang kualitas. Walaupun orang lain mendahuluimu, tetaplah tenang saat membuat pil.'
Shen Yifan akhirnya mengerti dan tersenyum tipis. Ini bukan tentang siapa yang paling cepat, melainkan tentang kualitas pil yang dihasilkan. (Terima kasih, Kakek!) ucap Shen Yifan dalam hati.
Percuma saja buru-buru kalau hasilnya tidak sesuai ekspektasi orang lain. Terkadang, para kultivator membutuhkan pil yang berkualitas tinggi, bukan pil yang selesai tepat waktu namun bermutu rendahan.
Shen Yifan mulai kembali fokus penuh sambil menahan getaran di dalam tungku. Ia mulai memanipulasi energi murni dari gerbang besar yang ada di dalam laut kesadarannya. Energi atau Qi murni ini merupakan hasil ekstrak murni dari energi spiritualnya.
Energi itu mengalir perlahan ke arah tangan Shen Yifan. Tidak berhenti di sana, energi berwarna hijau muda itu mulai bersatu dengan api spiritualnya, sukses menekan getaran liar yang tadinya hendak meledak.
Dan benar saja, cara tersebut berhasil membawa Shen Yifan melangkah ke tahap selanjutnya: penyempurnaan pil.
Melihat hal itu, Nangong Yue sontak terkejut. "Orang ini benar-benar penuh dengan kejutan!"
Di sisi lain, Lin Zhao yang melihat keberhasilan Shen Yifan dalam mengontrol energinya langsung mengubah raut wajahnya menjadi masam.