NovelToon NovelToon
Alexandria

Alexandria

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Kisah cinta masa kecil / Balas Dendam / CEO / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Arias Binerkah

"Aduhhhh panas.... burungku terbakar." teriak Justin yang merasa juniornya panas menyengat. Mungkin sudah gosong atau menjadi puyuh bakar. Sandra cepat cepat berlari keluar mencari kacamata dan hapenya yang dibuang oleh Justin.
(...itu cuplikan ya guys......)
♥️♥️♥️
Alexandria William gadis muda yang sejak kecil disiapkan oleh orangtuanya untuk meneruskan perusahaan keluarga. Alexandria dikirim untuk belajar di luar negeri. Alexandria yang cerdas memiliki keahlian di bidang IT. Keahliannya di bidang IT membuat Alexandria memahami jika perusahaan orangtuanya di hack oleh pesaing.
Untuk menyelamatkan perusahaan orangtuanya Alexandria memutuskan untuk pulang ke negerinya. Dia menyamar menjadi Sandra dan bekerja di perusahaan Jonathan Co yang membuat perusahaan orangtuanya di ambang kehancuran.
Bisakah Alexandria menyelamatkan perusahaan orangtuanya atau justru dia yang mendapat petaka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arias Binerkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 27. Vadeo Memergoki Riris

Vadeo terus menunggu balasan email dari alamat email yang tidak dikenal itu. Namun saat dia menunggu balasan email dia kaget saat melihat informasi kalau sebagian besar pemegang saham Jonathan Co menarik sahamnya. Jantung Vadeo berdetak lebih kencang, keringat dingin juga sudah mulai keluar dari seluruh permukaan kulit di tubuhnya.

“Apa bukti kejahatan Justin sudah tersebar? Apa yang terjadi? Kenapa semua cepat berubah?” gumam Vadeo dalam hati sambil mencoba menghubungi nomor nomor telepon orang orang penting Jonathan Co. Namun semua kontak yang dihubungi terdengar nada sibuk. Vadeo lalu menghubungi Pak Sopir yang mengantar dia.

Setelah menghubungi Pak Sopir, Vadeo segera berkemas. Dia memutuskan untuk pulang. Vadeo diantar menuju bandara, dia memutuskan pulang dengan naik pesawat, sedangkan Pak Sopir akan pulang sendiri membawa mobil.

“Berita tentang Jonathan Co yang kehilangan sebagian besar investor sudah tersebar di group group chatting karyawan Pak.” ucap Pak Sopir pada Vadeo saat mereka di dalam perjalanan menuju bandara.

“Iya, aku hubungi Stave juga tidak bisa. Semua nomor yang kuhubungi sibuk. Aku ingin semua karyawan ditenangkan agar mereka tidak demo karena takut dirumahkan.” ucap Vadeo sambil mengurut urut pelipisnya karena merasa pening. Baru saja dia mereka senang karena intuisinya berkata jika Sandra baik baik saja setelah dia mendapatkan kiriman email dari alamat tidak dikenal. Namun tiba tiba dikejutkan dengan masalah baru.

“Mereka kuatir nasibnya sepeti karyawan William Group yang dirumahkan Pak.” ucap Pak Sopir sambil fokus mengendalikan kemudi mobilnya.

“Kenapa dengan cepat Jonathan Co mengalami nasib yang sama. Apa ini ulah Justin.” gumam Vadeo yang didengar oleh Pak Sopir.

“Pak Justin?” tanya Pak Sopir sambil menoleh ke arah Vadeo.

“Aku baru saja mendapat informasi, kalau Justin dengan Riris sudah membuat rencana akan mengambil alih asset Jonathan Co.” jawab Vadeo

“Apa mungkin berita itu sudah sampai di telinga para investor.” Gumam Vadeo selanjutnya.

“Bukannya Nona Riris tunangan Pak Vadeo?” tanya Pak Sopir tidak mengerti

“Itu hanya strategi mereka berdua, mereka adalah pasangan kekasih. Semua bukti sudah ada padaku. Mungkin Sandra yang mendapatkan bukti bukti tersebut dan Justin mengetahui maka Sandra melarikan diri dari kejaran Justin.” Jawab Vadeo.

“Pak Vadeo sudah menemukan Sandra?” tanya Pak Sopir sambil menoleh lagi pada Vadeo. Tetapi Vadeo hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Pak Sopir. Suasana hening di dalam mobil mereka berdua sibuk dengan pikirannya masing masing hingga mobil sampai di bandara. Dan selanjutnya Vadeo berjalan menuju ke ruang cek in.

Setelah turun dari pesawat Vadeo terus melanjutkan perjalannya langsung menuju ke kantor Jonathan Co. Tidak lama kemudian dia turun dari taxi online yang mengantarnya. Saat dia turun dari mobil ada beberapa satpam yang lari mendatanginya.

“Pak, tolong kami ya.. jangan sampai kami dirumahkan ya Pak, kami punya keluarga yang butuh hidup.” ucap Pak Satpam saat berada di dekat Vadeo. Vadeo tidak menjawab dia terus berjalan memasuki gedung. Saat memasuki gedung, mata Vadeo menangkap banyak kertas ditempel di dinding dinding kantor, yang kalimatnya mengatakan kalau mereka tidak mau dirumahkan. Vadeo terus melangkah menuju ke lift yang akan membawa menuju ke ruangannya.

Vadeo pelan pelan membuka pintu ruang kerjanya. Ruangan tampak sepi tidak ada sosok Riris atau Tuan Jonathan. Namun tiba tiba Vadeo terhenyak karena mendengar sayup sayup suara tawa Riris di dalam kamar pribadinya yang berada di ruangan tersebut. Vadeo melangkahkan kaki pelan pelan menuju ke arah kamar pribadinya.

“Tidak mungkin Papa dengan Riris di dalam kamar pribadi.” gumam Vadeo. Dia terus melangkah lalu menempelkan telinganya di daun pintu agar bisa menangkap pembicaraan orang di dalam kamar pribadinya.

“Baiklah sayang... jadi aku harus segera menikah dengan Vadeo, dan setelahnya kita buat plan B...” ucap Riris di dalam kamar. Vadeo mengepalkan jari jari tangannya.

“Kamu tahu saja kalau harta Vadeo masih banyak di luar negeri.” ucap Riris lagi.

“Okey okey sayang segera sehatkan burungmu aku sudah tidak tahan lagi menunggu terlalu lama patukan burungmu yang liar itu ha....ha... sudah sudah keburu calon mertuaku datang..bye...bye...” ucap Riris mengakhiri sambungan telponnya dengan Justin yang masih di rumah sakit. Vadeo dengan segera melangkahkan kaki dengan langkah lebarnya segera meninggalkan ruang kerjanya. Dia sudah mendengar sendiri tentang rencana Riris dan Justin.

“Berarti benar bukti bukti yang orang itu kirimkan, tetapi siapa dia, apa benar dia Sandra, dimana dia sekarang.” gumam Vadeo sambil melangkah menuju ke ruang divisi sekretaris dengan ingin menemui Pak Rio. Saat memasuki ruangan tersebut para karyawan sama seperti yang Pak Satpam lakukan tadi, mereka meminta agar tidak dirumahkan. Vadeo hanya menjawab dengan anggukan kepala.

“Pak Vadeo, kami semua menunggu kedatangan Bapak.” ucap Pak Rio terlihat kaget yang melihat Vadeo tiba tiba berada di depannya, karena dia sedang berkonsentrasi mencermati semua dokumen dokumen.

“Dimana Papa dan Riris?” tanya Vadeo pura pura tidak tahu dimana Riris.

“Pak Jonathan sedang meeting dengan Pak Stave, sebab tadi para karyawan melakukan demo karena kuatir dirumahkan. Sedangkan Nona Riris ada di dalam ruangan Pak, jika tidak terlihat mungkin sedang di toilet atau istirahat.” jawab Pak Rio. Vadeo lalu berjalan meninggalkan Pak Rio dan berjalan menuju ke ruang meeting yang telah ditunjukkan oleh Pak Rio.

Vadeo mengetuk pintu ruang meeting tempat Tuan Jonathan dan Stave berada. Tidak lama kemudian pintu terbuka tampak sosok Stave dibalik pintu. Vadeo segera masuk dan Stave menutup pintu rapat rapat. Tuan Jonathan terlihat serius menatap layar lap top. Kondisi keuangan terkini sudah dikirim oleh bagian keuangan.

“Deo sepertinya sulit jika tidak merumahkan karyawan untuk beberapa bulan ke depan. Kalau kita tidak cepat cepat mendapatkan investor lagi, dan itu sangat sulit. Aku tidak tahu kenapa perubahan cepat sekali terjadi.” ucap Tuan Jonathan saat Vadeo duduk di dekatnya.

“Semua karena ulah Justin, dan itu sudah ketahuan, aku berharap yang sudah dirugikan tidak segera melaporkan pada pihak yang berwajib.” ucap Vadeo yang tidak tahu kalau William Group sudah melalukan laporan, karena belum diproses hukum.

“Kamu tahu dari mana?” tanya Tuan Jonathan dan Stave juga memandang Vadeo dengan tatapan penuh pertanyaan.

“Ada orang yang mengirim bukti bukti kejahatan Justin kepadaku tetapi aku tidak tahu siapa dia. Aku sudah sampaikan kepada pengirim tersebut agar tidak menyebarkan bukti bukti tersebut lebih dulu, sebab jika tidak benar bjsa dituntut balik. Namun pengirim belum membalas lagi.” jawab Vadeo.

“Terus bagaimana cara menenangkan karyawan, mereka sudah tahu kalau sebagian investor kita telah pergi?” tanya Tuan Jonathan pada Vadeo.

“Aku yang akan tangani Pa, sementara cairkan dulu aset pribadi Papa. Aku nanti usahakan cari investor lagi dan memboyong danaku yang ada di luar negeri.” jawab Vadeo lalu dia bangkit berdiri meninggalkan Tuan Jonathan dan Stave. Mereka berdua tampak tenang setelah mendapat jawaban dari Vadeo.

Vadeo lalu berjalan menuju ke ruangan. Pelan pelan dia membuka pintu..Saat dia melangkahkan kaki...

“Deo... Kamu sudah datang aku sangat merindukanmu.. Aku menghubungi kamu susah sekali sayang...” ucap Riris yang bangkit berdiri dari kursinya lalu berjalan menghampiri Vadeo dan memeluk tubuh Vadeo dengan erat. Vadeo juga membalas pelukan Riris, dia pura pura belum mengetahui rencana Riris.

1
ayu cantik
bagus
Heni Setianingsih
Luar biasa
YuniSetyowati 1999
Jadi juga aku mampir kesini Thor 😁
Arias Binerkah: Terimakasih kasih Kakak ku 😍😍😍😍😍🥰🥰🥰🥰🥰🤗🤗🤗🤗🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Wulant Jari
lanjutt
Arias Binerkah: lanjut langsung ke novel nya Kak sudah 65 bab
total 1 replies
aphrodite
terus terang aku gak suka bapaknya semenjak datang datang maen gampar aja..dia kesannya hanya menuntut dan memanfaatkan anak tidak ada kasih sayang buat Alexa
aphrodite
Jonathan Co udah ngambil beberapa proyek Wiliam grup akibat ulah Justin gak nyadar..udah banyak keuntungan yg kalian dapat dg nyuri data Wiliam grup..gitu2 Justin menguntungkan Jonathan Co walau niat akhirnya menguasai tapi belum kan
aphrodite
telp aja adik2mu biar rame😂
aphrodite
😂😂😂😂😂😂burung jelek.. jadi belang apa kisut?/Facepalm/
aphrodite
😂😂😂😂😂 bocah bocah ini
aphrodite
iya bener lagi
aphrodite
kenapa kecewa orang Justin yg jahat dan di bawah naungan Jonathan Co saat William corp jatuh..tidak salah lah..harusnya kamu lebih berusaha nangkap Justin bukan malah ngurusin kecewa..coba dibalik keadaannya pasti melakukan hal yg sama kan
aphrodite
ya kabur lah..masa gitu aja gak kepikir
aphrodite
tidak niat tapi bukan berarti tidak bisa nyicip..jadi sebelum dibongkar kejahatannya harus di icip dulu ya Vad..biar gak rugi2 amat iya kan
aphrodite
lah kary julid semua..biarin aja dirumahkan😋
aphrodite
kelinci manis..gampar balik dulu San..dia mah bersikap kalo ada maunya aja
aphrodite
ini mah bukan seorang Bapak tapi atasan...maen tampar aja..mana tak percaya anak lagi
aphrodite
coba satpam yg nganter tadi ikutan masuk lumayan buat ghibah😁😁✌
aphrodite
napa dok😂😂😂😂
aphrodite
sokorrr burungmu mati gak?😂
aphrodite
lagian Sandra kurang persiapan banget..punya dua ke kacamatanya yg satu biasa yg satu luar biasa..padahal kemaren udah ketahuan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!