NovelToon NovelToon
Sang Ajudan

Sang Ajudan

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:765.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Puspa Herliyah

Seorang wanita muda, meminta seorang pria yang tak di kenal nya untuk menikahinya. Namun siapa sangka permintaan nya pun di kabulkan saat melihat wanita tersebut di paksa menikah oleh kedua orang tua nya demi melunasi sebuah hutang.

Adela Anggita dan Raiz Hafid Faisal, pernikahan kedua nya terikat di atas sebuah kontrak pernikahan.

Apakah pernikahan kontrak tersebut akan membawa mereka pada pernikahan yang sesungguhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyantukan Rasa

"Hamdan, tolong nanti di bantu Sony kamu atur barang - barang yang akan di bawa ke panti asuhan harapan Bunda. " Ucap Raiz.

"Baik Pak. " Ucap Hamdan.

"Jam 5 sore kita berangkat ke sana. "

"Pak, Ibu Nuri katanya sudah berada di sana." Ucap Sony.

"Terima kasih info nya. "

"Dan kedua orang tua Pak Raiz tadi kasih kabar, mereka tak jadi pulang sekarang. Karena mereka harus bertolak ke Swiss. " Ucap Sony kembali.

"Terima banyak. " Ucap Raiz kembali.

****

"Ibu tidak tahu kalau kamu sakit. " Ucap Ibu Nuri.

"Ini sudah mending Bu. " Ucap Adela.

"Jadi bagaimana dengan penyakit kamu? " Tanya Ibu Nuri.

"Harus ada yang donor Jantung Bu, tapi sampai saat ini belum dapat. " Jawab Adela.

"Ya Allah Nak, kasihan sekali kamu. Kenapa kamu nggak pernah cerita sama Ibu kalau kamu memiliki penyakit separah ini."

"Saya sengaja Bu, karena saya ingin tidak merepotkan orang yang tahu saya sakit. " Ucap Adela pada Ibu Nuri.

"Ibu tahun dari siapa? " Tanya Adela.

"Status kamu, apa kamu lupa. " Jawab Ibu Nuri saat melihat status di sosmed Adela.

"Kirain dari Mas Raiz. " Ucap Adela.

"Raiz, setelah hari pernikahan dia nggak pernah datang ke rumah nya sendiri. Malah lebih banyak habis kan di rumah dinas. " Ucap Ibu Nuri.

"Mereka pasti bahagia ya bu. "

"Menurut Ibu, Raiz tidak bahagia. "

"Kok Ibu bilang begitu. "

"Hati seorang Ibu akan tahu apa yang di rasakan anaknya. "

"Anak? "

"Ma - maksud Ibu, Raiz kan sudah Ibu anggap sebagai anak Ibu sendiri. Jadi Ibu tahu perasaan dia. "

"Kita tak pernah bisa bersatu bu, ada cinta yang lebih besar dari saya. Biar rasa ini perlahan akan hilang dengan sendirinya."

"Ehm.. tapi Ibu masih berharap kalian bersatu."

******

"Sony, Ibu Nuri kok belum datang. Padahal ini adalah hari ulang tahun nya." Ucap Raiz.

"Nggak tahu, padahal tadi bilang sedang di jalan. " Ucap Sony.

Saat sedang menunggu, sebuah taksi berhenti tepat di depan panti. Ibu Nuri pun turun dari taksi, dan mata Raiz dan Sony melihat Adela ikut turun dari dalam mobil.

Wajah yang masih pucat dengan sedikit lemas, Adela di gandeng Ibu Nuri masuk kedalam halaman Panti.

"Jadi lama itu maksudnya ini? " Ucap Raiz.

"Ibu kenapa nggak bilang kalau ada Mas Raiz dan Mas Sony, tadi saya nggak jadi minta ikut kalau tahu ada mereka. " Ucap Adela.

"Ini hari ulang tahun Ibu. " Ucap Ibu Nuri.

"Iya, saya kira Ibu hanya bersama anak panti saja. "

"Sudah yuk masuk. "

Raiz menatap Adela berjalan mendekati, saling sapa pun terjadi hingga mereka sama - sama masuk kedalam.

Acara pun berlangsung dengan di iringi doa dan berlanjut potong tumpeng, saat Acara Raiz lebih memilih bersama Sony dan menjauh dari Adela.

"Nama kamu siapa? " Tanya Adela pada salah satu anak panti.

"Nama saya Monika Tante. " Jawab nya.

"Sekolah kelas berapa? "

"Kelas 1 SD Tante. " Ucap Monika sambil tersenyum.

"Sekolah yang rajin ya. "

"Siap Tante. "

Adela tersenyum menatap Monika yang berlari menjauh dari nya, Adela berbalik badan dan Raiz sudah berada di depan matanya.

"Kenapa setiap saya ingin menjauh, kamu selalu ada di depan saya dan tak pernah bisa pergi jauh. Saat saya bersama Anita kenapa kamu pun selalu hadir di dalam bayang - bayang saya. Kenapa kamu begitu sangat dekat dengan saya, kenapa kamu tak bisa pergi jauh untuk selamanya. "

Adela tersenyum saat Raiz tetap menatap nya dengan wajah serius.

"Kalau Allah berkehendak, kita tidak akan pernah bisa untuk saling bertemu. Tapi Allah berkehendak lain, kita masih sering di pertemukan. "

"Hati ini belajar untuk kembali pada si pemilik hati yang pertama, dan kamu pun sudah kembali pada pemilik hati yang pertama juga. Bukan nya kita impas sama - sama kembali pada si pemilik nya. " Ucap Raiz.

"Cinta, kadang hal sekecil ini menjadi sangat rumit. " Ucap Adela.

Anak - anak semua berteriak, dan Raiz dan Adela segera berlari ke arah dimana anak -anak berteriak.

"Ada apa? " Tanya Raiz.

"Tolong Om Tante, ada anak di dalam pintu nya gak bisa di buka jadi terkunci. " Jawab salah satu anak.

Raiz mencoba mendobrak pintu nya, pintu pun akhirnya bisa di dobrak, Raiz pun masuk kedalam gudang.

Bruuughh

"Hey... "

Adela pun di dorong oleh anak - anak hingga menabrak tubuh Raiz, dan pintu kembali tertutup, anak - anak pun mengunci nya.

"Hey... kalian sedang apa, tolong buka. " Teriak Adela.

"Kalian jangan bercanda, buka pintunya. " Ucap Raiz.

Sedangkan Ibu Nuri dan anak. - anak tertawa bahagia melihat keberhasilan mengerjai Raiz dan Adela.

"Pasti mereka sengaja mengunci kita. " Ucap Adela lantas duduk di sudut gudang yang pengap dan bau hingga Adela sedikit merasakan sesak.

Raiz berjalan duduk di seberang Adela, dan langsung mengecek ponsel nya namun mencoba hubungi Sony tak kunjung di angkat.

"Sony lagi tak bisa di angkat, pasti dia juga sekongkol. " Ucap Raiz kesal.

"Kita ikuti permainan mereka sampai kapan kita akan disini." Ucap Adela.

Sedangkan di luar, Sony yang tahu Raiz dan Adela sengaja di kunci dari luar hanya bisa pasrah karena Ibu Nuri mengancam nya.

" Kalau kamu buka itu pintu gudang, saya fitnah kamu di depan orang tua kamu kalau anak nya menghamili anak orang."

"Ibu, kalau fitnah nggak tanggung - tanggung ya. "

"Iya dong, kalau nggak begitu kamu akan buka kunci pintu gudang. "

"Lagian buat apa sih bu, kasihan mereka. "

"Sudah jangan banyak tanya, kamu mau dukung Ibu atau dukung hati yang tak jelas. "

***

Sudah 30 menit, Raiz dan Adela di dalam gudang hingga Adela mengusap dada nya yang sakit. Raiz melihat Adela yang gelisah dengan segera mendekat.

"Kamu baik - baik saja? " Tanya Raiz.

"Sedikit sakit. " Jawab Adela pelan.

"Sudah tahu masih sakit, kenapa keluar rumah. "

"Saya ingin melihat anak - anak panti dan Ibu Nuri kan hari ini ulang tahun. " Ucap Adela dengan suara yang sedikit tersengal.

Raiz semakin mendekat dan menyandarkan kepala Adela di dada nya.

"Biarkan kepala kamu bersandar di dada Mas." Ucap Raiz saat Adela mencoba menolak.

"Biar sakit kamu, Mas juga merasakan nya." Ucap Raiz sambil mengusap punggung Adela.

Adela hanya bisa memejamkan katanya, menahan sakit, perlahan tangan Adela melingkar di perut Raiz.

"Seandainya hidup saya berakhir hari ini di pelukan orang yang saya cintai, saya akan meninggal dengan sangat bahagia." Ucap Adela pelan.

Raiz membalas pelukan Adela dan mengecup pucuk kepalanya. Perlahan tangan Adela terkulai jatuh.

"Sony..... Bu Nuri.... cepat buka pintu nya...!!! "

.

.

.

.

1
Mimik Pribadi
Aseeeem,,,,aku kira bpknya Adela yng bakal donorin jantungnya sebagai bentuk syangnya sm Adela,ternyata mlh ibu Laila,orng yng baik bngt,,,,
Mimik Pribadi
Mudah2an jantungnya pak Syarif cocok lalu mendonorkan jantungnya demi kebahagiaan Adela,,,,
Mimik Pribadi
Biar tau tuh klrga parasitnya yng sdh nekan dan menjadikan Adela sapi perah,,,,
Mimik Pribadi
Gimana Adela gak baper secara Rais baik bngt,,,trus klanjutan hubungan mereka bakal sepeti apa y!!!
Mimik Pribadi
Klo aku jdi pak Syarief lbih baik ceraikan istrinya,dripda rmh tangga ribut mlulu apalgi anak kandung sendiri yng dijadikan sapu perah,lbih baik hidup sendiri toh Adela jga bakal tetap menjamin hidupnya,,,,,
Mimik Pribadi
Runyam ini siih klo tiba2 Anita Dtng mereka msh ada dirmh itu,,,,
Anjelie Sharma
cerita soni ma anita ga di lanjutin ya
Maimunah
sangat bagus 👍
SariRenmaur SariRenmaur
subhanallah mama Laila wanita yang mulia
SariRenmaur SariRenmaur
semogaa selalu di beri kesehatan sama Tuhan yang maha esa dan cepat dapat pendonor jantung untuk Adella ya thoor
SariRenmaur SariRenmaur
semoga kembali berjodoh Adela dan pak Bupati ya thoor
SariRenmaur SariRenmaur
lebih baik seperti itu lepaskan Adella dan hidup bahagia dengan Anita ya pak bupati
Mimik Pribadi: Iya betul setuju,,,,aku yng baca aja ikut pusing dan gregetan sm kelakuan Mia dan ibunya,apalgi bpknya Adela yng tidak bisa tegas sm istri dan anak tirinya,,,,
total 1 replies
SariRenmaur SariRenmaur
wah...semoga semua berjalan sesuai kontrak ya pak Bupati
SariRenmaur SariRenmaur
yang sabar ya adela semoga hanya 2 tahun kontraknya
Surati
bagus
Susana Sari Sari
dasar parasit.....maunya dibasmi aja 😡😡😡😡
Nurhayati Nia
😭😭😭😭😭ko gini siiii mbk puspaa
Nurhayati Nia
hrmmm penasaran banget deh apa pekerjaan bang raiz nii
Nurhayati Nia
mak puspa aku nongol lagi fi karyamu
dewi
mkasih ceritany, menghibur banget, bikin baper jg bikin nangis. suka banget.
Puspa Herliyah: 🥰🥰🥰 sama2 mampir. karya lainnya juga y
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!