Qiarra dan Queen Gallagher adalah kembar identik yang sangat dekat satu sama lain. Hingga mereka berusia 25 tahun, dan sudah menjadi dokter, salah satu rekan bisnis opanya ingin menjodohkan cucunya dengan salah satu dari si kembar. Sang cucu bernama Jupiter Samudra Prawira jatuh cinta dengan Qiarra tapi Queen lah yang jatuh cinta pada Samudra. Saat menikah, Queen menggantikan Qiarra yg tidak mencintai Samudra. Usai pernikahan, Qiarra terbang ke Hokkaido dan menjadi dokter di desa nelayan disana. Qiarra tidak mau Samudra mencarinya dan memakai nama depannya, Nabila. Di desa itu Qiarra bertemu dengan nelayan bernama Kaito Yamada yang tidak suka melihat gadis bule tapi jago bahasa Jepang itu menjadi dokter disana. Dua orang keras kepala itu akhirnya jatuh cinta.
Sementara Samudra merasa dibohongi karena bukan Qiarra yang menikah dengannya, marah besar. Samudra hendak menceraikan Queen tapi gadis itu meminta agar mereka menikah selama enam bulan dulu.
Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi
Qiarra terdiam saat mendengar ucapan Queen. Dia tahu kalau Queen cinta Samudra tapi dia juga tahu kehidupan pernikahan dengan Samudra akan tidak bisa berjalan baik karena tidak ada feedback.
"Queen, aku tidak bisa ..." Qiarra terkejut saat Queen memberikan amplop. "Apa ini?"
"Alasan kenapa aku sedikit egois." Queen menatap serius ke Qiarra.
Qiarra membuka berkas dari amplop dan membaca semuanya di sana. Matanya terbelalak.
"Queen ... Sejak kapan?" tanya Qiarra. "Mommy dan Daddy tahu? Mas Erhan tahu?"
"Tidak ... Aku juga baru tahu tahun lalu." Queen menghela napas panjang. "Ku mohon Qia ... Aku minta tolong. Aku tahu ... tapi kamu tahu kan penyakit ini ... aku harus menerimanya seumur hidup."
Qiarra memejamkan matanya. Dia benar-benar tidak tahu kalau Queen menderita penyakit ini.
"Queen ... Kedengarannya kamu seperti menjual penyakit kamu tapi aku juga bisa paham. Penyakit kamu tidak bisa disembuhkan." Qiarra tampak galau. "Aku tidak tahu harus bagaimana."
"Please, Qia. Satu hari saja. Satu hari."
Qiarra terdiam. "Biar aku pikirkan nanti. Hanya saja, kita berdua, kamu terutama, harus menghadapi konsekuensinya! Aku tidak mau tahu, Queen. Kamu yang paling bertanggungjawab!"
***
Hari pernikahan pun ditetapkan dan Qiarra semakin deg-degan karena sudah pasti ini akan menjadi aib keluarga besarnya. Tapi, dia tahu dia tidak mencintai Samudra dan pernikahannya dengan pria itu akan jauh dari kata mesra.
Berbeda dengan Queen. Selama ini, Queen lah yang sangat mengenal Samudra. Qiarra berusaha memahami dan mengenal Samudra, tapi tidak ada klik di sana. Qiarra terlalu judes sementara Samudra terlalu kalem di matanya.
Qiarra pun memutuskan sesuatu. Mungkin dia akan membuat kedua orangtuanya marah, membuat keluarga McGregor dan Blair malu, membuat keluarga klan Pratomo lebih kacau lagi. Tak heran jika dia meminta, pernikahan secara simple dan sederhana. Tapi setidaknya, tidak banyak tamu yang datang. Qiarra memang meminta hanya ijab kabul saja, tidak mau resepsi mewah.
Keluarganya sempat protes tapi Qiarra memang dikenal sebagai gadis yang praktis, introvert dan tidak suka keramaian. Billy dan Eléonore yang sangat mengenal sifat putri mereka, bisa paham. Samudra pun menuruti permintaannya.
Hari ini, adalah hari pernikahannya. Acaranya memang diadakan di mansion McGregor dan itu yang membuat Qiarra lebih lega karena dia bisa memulai rencananya.
"Qia, kamu sudah siap?" tanya Eléonore.
"Sebentar lagi Mommy." Qiarra memang sedang berada di kamarnya untuk bersiap. Gaun pengantin rancangan Tantenya, Yasmine Khalid, tampak indah di tubuhnya.
"Jangan lupa pakai kalung punya Oma Thara ya. Mommy rasa itu pantas." Eléonore membuka pintu dan tampak Qiarra berdiri di depan cermin. "Tuh kan. Bagus kalung berlian Oma di leher kamu."
Qiarra tersenyum. "Iya. Kalungnya cantik."
"Itu hadiah dari Opa Direndra dan Alaric waktu Oma ulang tahun yang ke lima puluh. Opa Damian kasih ke Mommy dan sepertinya pas buat kamu hari ini." Eléonore menatap Qiarra. "Apa ada sesuatu?"
Qiarra menggelengkan kepalanya. "Tidak. Hanya saja ... Aku gugup menghadapi pernikahan ini."
"Apakah kamu memikirkan Queen?" Eléonore tahu bagaimana perasaan Qiarra.
Baginya ini sama-sama berat di keduanya tapi yang namanya perjodohan bisnis dan sudah diresmikan oleh Charles dan Yunus, tidak bisa dibatalkan. Ada banyak yang dipertaruhkan di sana.
"Bagaimana aku tidak memikirkan Queen, Mommy." Qiarra menatap wajah cantik Eléonore dari pantulan cermin.
"Sayang, Queen sudah besar. Dan dia sudah tahu konsekuensinya." Eléonore merangkul Qiarra. "Kamu dan Erhan terlalu memanjakan Queen. Padahal Mommy dan Daddy tidak pernah memanjakan kalian. Karena kami tahu akibatnya. Kamu lihat kan jadinya bagaimana?"
Qiarra hanya terdiam. "Mommy ... Apa mommy tahu ...."
"Elle? Dicari Billy!" panggil Edward, sang kakak yang datang dari Maldives demi pernikahan keponakannya. "Wow, Qia ... Kamu cantik sekali!"
Qiarra tersenyum. "Terima kasih Oom Edward."
"Be happy ya. Maaf, Oom bawa Mommy kamu dulu." Edward memberikan kode ke Eléonore.
"Mommy ke Daddy kamu dulu ya. Satu jam lagi, bersiap untuk acara. Oke?" senyum Eléonore.
"Baik Mommy."
Eléonore lalu menghampiri Edward, meninggalkan Qiarra sendirian di kamar.
Qiarra memang meminta para sepupu dan iparnya untuk tidak menemani dirinya.
Kecuali Grizelda Moretti Kingston.
***
Semua orang sudah bersiap di kursi tamu undangan, begitu juga dengan Samudra yang pagi menjelang siang sudah bersiap dengan memakai tuxedo hitam dan dasi kupu-kupu. Dia menunggu dengan gelisah kedatangan Qiarra.
Billy menatap Eléonore yang tampak bingung karena putrinya tidak keluar. Erhan dan Amber, istrinya, serta Queen juga kebingungan karena saudara mereka tidak keluar.
"Biar aku yang panggil Qiarra," ucap Eléonore didampingi Erhan dan Queen.
Keluarga di London juga tampak kasak kusuk. Eléonore mendatangi kamar Qiarra tapi kosong. Gaun pengantin yang tadinya dipakainya, terpasang di Mannequin beserta dengan kalung milik Thara Blair. Begitu juga dengan perhiasan lainnya termasuk anting-anting mutiara dimana GPS Qiarra berada.
Secarik kertas, berada diatas meja rias, ditindih botol parfum milik Qiarra. Eléonore membacanya.
"Maafkan aku, Samudra. Aku tidak sanggup menjalani pernikahan ini. Jangan mencariku."
Eléonore memejamkan matanya sementara Erhan terkejut luar biasa. Tiba-tiba Samudra datang dan dia melihat tidak ada Qiarra disana.
"Dimana Qiarra?" tanyanya panik.
Eléonore hanya memberikan kertas dengan tulisan tangan Qiarra. Samudra membacanya dan dia hanya bisa meremas kertas itu.
"Apakah kamu yang meminta Qiarra pergi?" Samudra menoleh ke arah Queen.
"Ti ... tidak! Aku tidak tahu!" jawab Queen bingung. Seharusnya aku yang pergi tapi kenapa Qia yang pergi?
"Bagaimana ini?" tanya Erhan. "Apa harus kita batalkan pernikahannya?"
"Tapi nama kita juga dipertaruhkan," ucap Eléonore.
"Aku yang akan menggantikan Qia," ucap Queen tegas. "Mas Samudra, aku akan menggantikan Qia. Agar tidak membuat semuanya malu. Ada nama baik keluarga Prawira dan Gallagher."
Samudra menatap sinis ke Queen. "Ini kan yang kamu mau?"
"Enam bulan! Berikan waktu enam bulan! Dan kita bisa berpisah. Asalkan tidak membuat berantakan hari ini." Queen menatap serius ke Samudra.
"Hei ... Hei ... Hei ... Ada apa ini?" tanya Erhan bingung. "Kemana Qia pergi?"
"Qiarra urusan nanti, Erhan. Yang penting ijab kabul dulu." Eléonore menatap Samudra. "Sam, Tante minta maaf atas kekacauan ini. Tapi ...."
"Baiklah Tante. Hanya enam bulan!" putus Samudra.
Eléonore hanya bisa mengangguk. Kenapa cerita Opa Damian terulang lagi?
Queen lalu memakai gaun pengantin setelah semua orang keluar dan Erhan memberitahukan bahwa nama pengantin wanita berubah. Charles dan Billy terkejut, begitu juga dengan Yunus.
ketiga orang itu mendapatkan briefing singkat dari Erhan dan demi nama baik dengan pembatalan pernikahan, akhirnya mereka menerimanya. Apalagi Samudra meyakinkan, dia legowo dengan perubahan ini.
Ijab kabul pun dimulai, bukan dengan Qiarra yang telah menghilang, melainkan dengan Queen, saudara kembarnya. Samudra melirik ke arah wajah Queen yang tampak tenang.
Entah apa yang kamu rahasiakan Queen? Tapi aku tidak akan pernah bisa memaafkan kamu jika Qiarra terpaksa melakukannya!
Samudra berpikir. Tunggu, apakah aku akan bahagia jika bersama dengan Qiarra? Selama ini kami tidak terlalu klik.
Dikala Samudra berpikir banyak hal, di bandara Heathrow, Qiarra pergi dengan memakai samaran. Berbekal dengan paspor palsu yang dibuatkan oleh Grizelda, Qiarra terbang menuju Hokkaido Jepang.
Meskipun dia tahu akan kena amuk keluarganya, tapi Qiarra tahu, menikah tanpa rasa cinta itu jauh lebih menyiksa. Dan sekarang, dia sudah dalam pesawat. Tanpa GPS di badannya, ponselnya pun sudah dia matikan.
Gadis itu melihat London untuk terakhir kalinya. "Goodbye London. Goodbye all of you. Be happy Queen. Jaga kesehatan kamu."
***
Yuhuuuu up Pagi Yaaaaaaaa
thank you for reading and support author
don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
kamu pasti akan sangat menyesal Sam
Alhamdulillah semua keluarga mendukungmu queen
cepat sembuh ya queen, gapai bahagiamu lagi dengan laki-laki yang tulus menyayangimu
dukungan keluarga ke Queen smg bs menjadi penyemangat utk sembuh dan ingat hati yg gembira adalah obat
dan akhirnya keluarga pun tau Qia ada di furubira yg amaze nya mlh pada gatau itu ada di mana, sama nek aku 🤭 soale kalo di Osaka ntar gampang cepet ketahuannya 😆😆
untung aku bacanya pagi habis sarapan
coba kalo belum, bisa nggak jadi sarapan aku😭😭😭😭
kamu kuat queeny😓😓
kira kira Jodoh Queen ada yang baru atau masih Samudera yang pikirannya cupet , Mbak Hana ?