NovelToon NovelToon
Senja Yang Ku Perjuangkan

Senja Yang Ku Perjuangkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Penyesalan Suami / Romantis
Popularitas:99.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Tiga tahun menjalani pernikahan tanpa cinta, Alya bertahan hanya karena menghormati wanita yang telah menyatukan mereka.

Namun, tepat setelah sang nenek meninggal dunia, suaminya menjatuhkan talak dan mengakhiri hubungan yang selama ini hanya dianggap sebagai kewajiban.

Dengan satu kaki palsu dan hati yang hancur, Alya meninggalkan rumah yang tak pernah benar-benar menerimanya. Ia tak menyadari bahwa di dalam rahimnya sedang tumbuh kehidupan baru.

Saat dunia seolah menutup semua pintu untuknya, Alya memilih bertahan demi seorang anak yang bahkan belum lahir. Anak itu ia beri nama Senja.

Ini adalah kisah tentang seorang ibu yang berjuang melawan keterbatasan, kesepian, dan kerasnya kehidupan. Sebab bagi Alya, Senja bukan sekadar anak. Senja adalah alasan mengapa ia terus hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bunga Yang Membawa Cinta

Beberapa hari setelah itu, studio bunga kecil milik Alya semakin sibuk. Pagi hingga sore, pintu studio nyaris tak pernah berhenti terbuka menyambut para pelanggan. Erin dan Salsa sudah sibuk sejak pagi menata bunga-bunga segar yang baru datang. Sementara Alya duduk di meja kerjanya, merangkai satu demi satu buket dengan penuh ketelitian.

"Ka, ini pesanan lima buket untuk acara wisuda," ujar Erin sambil menyerahkan secarik kertas.

"Taruh di sini dulu ya."

"Siap."

Belum sempat Alya menyelesaikan rangkaian pertama, Salsa kembali datang. "Ini ada pesanan dadakan lagi, Kak."

Alya tersenyum geli. "Alhamdulillah... rezeki Senja."

Tanpa sadar tangannya mengusap perutnya yang kini semakin membesar. Senja kembali bergerak pelan. Alya terkekeh kecil. Bayi itu seolah mengerti bahwa sang ibu sedang berjuang demi masa depannya.

"Kayaknya kamu juga senang ya?"

Erin dan Salsa saling pandang lalu ikut tertawa. "Senja pasti nanti lahir jadi bos florist."

"Iya, Kak."

"Kalau gitu kami nanti minta naik gaji sama Senja," pungkas Erin.

Seketika Gelak tawa memenuhi studio kecil itu dan tanpa mereka sadari di tengah suasana hangat tersebut, Dewa datang membawa beberapa kotak makan siang.

"Sudah jam makan."

Erin langsung berseru pelan. "Wah... Om Dewa datang."

Salsa ikut tersenyum jahil. "Kalau Om Dewa datang, Kak Alya pasti langsung disuruh istirahat."

Dewa meletakkan kotak-kotak makanan di atas meja. "Memang harus istirahat."

Nada suara Dewa tetap tenang, tetapi sorot matanya tak pernah berhasil menyembunyikan kekhawatirannya setiap melihat Alya terlalu memaksakan diri.

"Kamu sudah duduk dari pagi," lanjut Dewa lagi.

"Aku masih kuat," sahut Alya.

"Bukan soal kuat."

Dewa menarik pelan kursi di samping Alya. "Duduk yang benar."

Alya mengembuskan napas kecil. "Iya..."

Melihat Alya menurut tanpa membantah, Erin dan Salsa kembali saling menyenggol pelan sambil menahan tawa, keduanya merasa senang melihat kedekatan keduanya, ya meskipun di antaranya adalah masih belum ada ikatan yang mengesahkan.

"Kalau Om Dewa yang ngomong, Kak Alya langsung nurut."

"Iya ya."

Alya langsung melotot malu. "Kalian ini..."

Semua orang yang mendengarnya ikut tertawa suasana sederhana itu terasa begitu menggemaskan apalagi dengan rona merah yang tidak bisa disembunyikan oleh Alya.

  "Cie ... cie ....," ledek Erin.

 "Kapan ya kami dengar Om Dewa manggil 'Sayang' ke Kak Alya?" goda Salsa.

Seketika Alya dan Dewa tertegun mendengar ucapan karyawan Alya itu. "Kekasih" kata-kata itu terasa menampar dirinya sendiri sebagai seorang pria. Bahkan sampai saat ini ia masih belum pernah mengucapkan sesuatu pada Alya.

  "Apa mungkin sudah saatnya," ucap Dewa dalam hati. Ia pun mulai menatap kembali wajah Alya. Dari sorot mata dan sikap Alya selama ini, Dewa mulai merasa... mungkin perasaannya tidak lagi bertepuk sebelah tangan.

  "Om, kenapa melihat Kak Alya seperti itu," celetuk Erin tiba-tiba.

  Dewa sedikit terkejut, lalu perlahan cepat-cepat menggelengkan kepalanya. "Gak ada apa-apa."

 "Oh, gak ada apa-apa tapi tatapannya dalam," ujarnya kembali.

Tiba-tiba saja Alya mencubit pelan lengan Erin, seketika saja suasana kembali riuh teriakan gadis itu lagi-lagi membuat semua ikut ketawa.

"Mbak Alya nakal," sahutnya dengan manja.

"Makanya punya mulut di rem," sahut Alya.

Dan tak lama kemudian seorang pelanggan perempuan masuk ke dalam studio sambil membawa sebuah buket bunga yang mulai mengering.

"Permisi."

Alya langsung berdiri, dari duduknya. "Selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?"

Perempuan itu mendekat sambil tersenyum haru seolah ingin mengucapkan sesuatu terhadap Alya.

"Saya cuma ingin mengucapkan terima kasih," ucapnya lembut.

Alya tampak bingung. "Terima kasih?"

"Iya."

"Waktu ibu saya dirawat di rumah sakit, saya membeli buket dari sini."

Perempuan itu memandang bunga di tangannya, seolah mempunyai arti yang tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata.

"Beliau bilang... itu bunga tercantik yang pernah diterimanya," ucapnya dengan tatapan teduh. "Mama saya memang akhirnya meninggal."

Studio kecil itu mendadak hening. Erin, Salsa, Dewa, bahkan Alya sendiri hanya mampu menatap perempuan itu tanpa berkata apa-apa.

"Tapi sebelum menutup mata... beliau terus memeluk buket ini."

Air mata perempuan itu mulai mengalir begitu saja, ia teringat betul bagaimana ibunya begitu suka dengan buket yang dirangkai Alya.

"Terima kasih... karena sudah membuat hari terakhir ibu saya terasa begitu indah."

Alya membeku seketika. Tak pernah terlintas dalam pikirannya bahwa rangkaian bunga yang ia buat dengan kedua tangannya mampu menjadi kenangan terakhir seseorang.

Perempuan itu pamit setelah memesan buket baru untuk diletakkan di makam ibunya.

Begitu pintu studio kembali tertutup, Alya masih berdiri di tempatnya. Matanya mulai berkaca-kaca, Dewa yang menyadari akan hal itu ia langsung menepuk pelan punggung Alya.

"Mas..."

Dewa menoleh lalu mengangguk seolah mengerti dengan perasaan Alya.

"Ternyata... bunga bukan cuma bunga ya," ucap Alya.

"Dari dulu memang begitu," sahut Dewa. "Bunga sering menjadi bahasa saat manusia tidak lagi mampu menemukan kata."

Alya tersenyum sambil mengusap air matanya. Hari itu, ia merasa pekerjaannya bukan sekadar mencari nafkah. Ia sedang membantu orang lain menyampaikan cinta, doa, permintaan maaf, bahkan perpisahan.

Perlahan ia kembali mengusap perutnya.

"Senja..."

"Kalau nanti kamu sudah besar..."

"Mama ingin kamu bangga."

"Bukan karena Mama punya studio bunga."

"Tapi karena Mama tidak pernah berhenti berusaha."

Janin kecil itu kembali bergerak pelan, seolah merespon ucapan ibunya. Alya tertawa kecil sambil menahan air mata.

"Baiklah..."

"Berarti kita lanjut bekerja lagi."

Di sudut ruangan, Dewa memandang perempuan itu dalam diam.

Senyumnya ikut mengembang.

Melihat Alya menemukan kembali tujuan hidupnya, terasa jauh lebih membahagiakan daripada keberhasilan apa pun yang pernah ia raih dalam hidup.

Namun tak seorang pun di studio kecil itu menyadari... ribuan kilometer dari sana, seseorang masih terus memburu jejak perempuan bernama Alya. Dan kali ini... arah pencariannya perlahan mulai mengarah ke Negeri Singa.

Bersambung

Maaf ya Kak handphone-nya ngebleng jadinya agak telatan dikit...

1
Lisa
Pagi Kak Ayu..makasih y utk updatenya..seneng bacanya karena semuanya udh berjln dgn baik..sehat terus y Alya sampai HPL nya nanti.
Nar Sih
pagi juga kak alya ,👍senja suka dgn boneka pemberiaan ayah kandung nya,
Nar Sih
semagat arlan💪pasti suatu saat nanti senja ingat klau kmu ayah kandung nya
Rahayu Ayu
Untung sekarang Arlan sudah lebih dewasa, tidak lagi egois, tidak lagi menyalahkan orang padahal dia sendiri yg melakukan kesalahan itu,
Pelan pelan Arlan mungkin untuk sekarang Senja belum tau siapa Ayah kandungnya yg sebenarnya, semoga suatu hari nanti Senja & Arlan di berikan kesempatan untuk saling mengenal tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Bahagia selalu kalian ☺️
Yeni Astriani
ketika kembali ke Indonesia satu hal yg harus Arkan lakukan didik Amara agar bisa jadi istri yg baik dan shalehah, bila perlu stop kasih duit berlebih.
kalau Amara membangkang tidak mau di didik lebih baik ceraikan Amara yg menikah dgn mu karna uangnya saja atau hartanya saja, carilah pendamping hidup yg memiliki cinta yg tulus seperti Alya.
Ibu mu sudah sadar kalau Amara bukanlah seorang istri yg baik.
lebih baik menduda drpd beristri kan Amara dan perbaiki sikap hidup suatu hari Senja pun pasti bakal datang untuk mengenal sosok Ayah kandungnya.
Dewa dan Alya pun tidak akan selamanya menutupi siapa dirimu Arlan.
☺☺☺
Lisa: Setuju banget Kak Yeni..pasti suatu saat Alya akan menceritakan tentang Arlan pada Senja
total 2 replies
Lisa
Syukurlah Arlan sudah mengakui kesalahannya..
Nar Sih
alhamdulilah arlan sdh sadar dan menyesal tinggal tunggu maaf dri alya juga senja
Yati Susilawati
akhirnya.... 👍
Adi Sudiro
bukan nya alya pernah hamil ya..! kok reaksinya seperti baru pertama kali hamil🤭🤭🤭🤭
Ayumarhumah: kan udah delapan tahun menunggu.
total 1 replies
Nar Sih
senja bnr,,senang mau punya adik dan kira,,apa yg mau di bicara kan arlan dan dewa yaa,kak ayu boleh dobel up seperti biasa yaa🙏🥰
Lisa: Moga yg dibicarakan membawa kebaikan utk semuanya
total 1 replies
Nancy Nurwezia
nggak sabar melihat ekspresi nya senja
Lisa
Selamat y utk Alya & Dewa juga ntar lagi Senja jadi kakak..😊
Nar Sih
,alhamdulilah bnran adik senja udh otw ,waah pasti surpraise buat kakak senja 🙏🥰🥰
Yeni Astriani
Selamat Alya dan Dewa akan menjadi orang tua kembali, dan selamat untuk Senja yg akan menjadi kakak☺☺☺🥂
Jengendah Aja Dech
❤️
Yeni Astriani
kapan mulai Update lagi Author, udah gak sabar nunggu kelanjutan ceritanya
Rohmi Yatun
akhirnya.. selamat ya alya.. 😘
Lisa
Selamat y buat Alya & Dewa..sehat selalu y Alya & debaynya..Senja pasti seneng banget..
Nar Sih
alhamdulilah hasil positip ,adik buat senja sdh dtg ,selamat buat kalian. pasti senja bkln bahagia🙏
Lisa
ya nih moga aj Alya hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!