NovelToon NovelToon
Senja Yang Ku Perjuangkan

Senja Yang Ku Perjuangkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Penyesalan Suami / Romantis
Popularitas:51.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Tiga tahun menjalani pernikahan tanpa cinta, Alya bertahan hanya karena menghormati wanita yang telah menyatukan mereka.

Namun, tepat setelah sang nenek meninggal dunia, suaminya menjatuhkan talak dan mengakhiri hubungan yang selama ini hanya dianggap sebagai kewajiban.

Dengan satu kaki palsu dan hati yang hancur, Alya meninggalkan rumah yang tak pernah benar-benar menerimanya. Ia tak menyadari bahwa di dalam rahimnya sedang tumbuh kehidupan baru.

Saat dunia seolah menutup semua pintu untuknya, Alya memilih bertahan demi seorang anak yang bahkan belum lahir. Anak itu ia beri nama Senja.

Ini adalah kisah tentang seorang ibu yang berjuang melawan keterbatasan, kesepian, dan kerasnya kehidupan. Sebab bagi Alya, Senja bukan sekadar anak. Senja adalah alasan mengapa ia terus hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bunga Yang Membawa Cinta

Beberapa hari setelah itu, studio bunga kecil milik Alya semakin sibuk. Pagi hingga sore, pintu studio nyaris tak pernah berhenti terbuka menyambut para pelanggan. Erin dan Salsa sudah sibuk sejak pagi menata bunga-bunga segar yang baru datang. Sementara Alya duduk di meja kerjanya, merangkai satu demi satu buket dengan penuh ketelitian.

"Ka, ini pesanan lima buket untuk acara wisuda," ujar Erin sambil menyerahkan secarik kertas.

"Taruh di sini dulu ya."

"Siap."

Belum sempat Alya menyelesaikan rangkaian pertama, Salsa kembali datang. "Ini ada pesanan dadakan lagi, Kak."

Alya tersenyum geli. "Alhamdulillah... rezeki Senja."

Tanpa sadar tangannya mengusap perutnya yang kini semakin membesar. Senja kembali bergerak pelan. Alya terkekeh kecil. Bayi itu seolah mengerti bahwa sang ibu sedang berjuang demi masa depannya.

"Kayaknya kamu juga senang ya?"

Erin dan Salsa saling pandang lalu ikut tertawa. "Senja pasti nanti lahir jadi bos florist."

"Iya, Kak."

"Kalau gitu kami nanti minta naik gaji sama Senja," pungkas Erin.

Seketika Gelak tawa memenuhi studio kecil itu dan tanpa mereka sadari di tengah suasana hangat tersebut, Dewa datang membawa beberapa kotak makan siang.

"Sudah jam makan."

Erin langsung berseru pelan. "Wah... Om Dewa datang."

Salsa ikut tersenyum jahil. "Kalau Om Dewa datang, Kak Alya pasti langsung disuruh istirahat."

Dewa meletakkan kotak-kotak makanan di atas meja. "Memang harus istirahat."

Nada suara Dewa tetap tenang, tetapi sorot matanya tak pernah berhasil menyembunyikan kekhawatirannya setiap melihat Alya terlalu memaksakan diri.

"Kamu sudah duduk dari pagi," lanjut Dewa lagi.

"Aku masih kuat," sahut Alya.

"Bukan soal kuat."

Dewa menarik pelan kursi di samping Alya. "Duduk yang benar."

Alya mengembuskan napas kecil. "Iya..."

Melihat Alya menurut tanpa membantah, Erin dan Salsa kembali saling menyenggol pelan sambil menahan tawa, keduanya merasa senang melihat kedekatan keduanya, ya meskipun di antaranya adalah masih belum ada ikatan yang mengesahkan.

"Kalau Om Dewa yang ngomong, Kak Alya langsung nurut."

"Iya ya."

Alya langsung melotot malu. "Kalian ini..."

Semua orang yang mendengarnya ikut tertawa suasana sederhana itu terasa begitu menggemaskan apalagi dengan rona merah yang tidak bisa disembunyikan oleh Alya.

  "Cie ... cie ....," ledek Erin.

 "Kapan ya kami dengar Om Dewa manggil 'Sayang' ke Kak Alya?" goda Salsa.

Seketika Alya dan Dewa tertegun mendengar ucapan karyawan Alya itu. "Kekasih" kata-kata itu terasa menampar dirinya sendiri sebagai seorang pria. Bahkan sampai saat ini ia masih belum pernah mengucapkan sesuatu pada Alya.

  "Apa mungkin sudah saatnya," ucap Dewa dalam hati. Ia pun mulai menatap kembali wajah Alya. Dari sorot mata dan sikap Alya selama ini, Dewa mulai merasa... mungkin perasaannya tidak lagi bertepuk sebelah tangan.

  "Om, kenapa melihat Kak Alya seperti itu," celetuk Erin tiba-tiba.

  Dewa sedikit terkejut, lalu perlahan cepat-cepat menggelengkan kepalanya. "Gak ada apa-apa."

 "Oh, gak ada apa-apa tapi tatapannya dalam," ujarnya kembali.

Tiba-tiba saja Alya mencubit pelan lengan Erin, seketika saja suasana kembali riuh teriakan gadis itu lagi-lagi membuat semua ikut ketawa.

"Mbak Alya nakal," sahutnya dengan manja.

"Makanya punya mulut di rem," sahut Alya.

Dan tak lama kemudian seorang pelanggan perempuan masuk ke dalam studio sambil membawa sebuah buket bunga yang mulai mengering.

"Permisi."

Alya langsung berdiri, dari duduknya. "Selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?"

Perempuan itu mendekat sambil tersenyum haru seolah ingin mengucapkan sesuatu terhadap Alya.

"Saya cuma ingin mengucapkan terima kasih," ucapnya lembut.

Alya tampak bingung. "Terima kasih?"

"Iya."

"Waktu ibu saya dirawat di rumah sakit, saya membeli buket dari sini."

Perempuan itu memandang bunga di tangannya, seolah mempunyai arti yang tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata.

"Beliau bilang... itu bunga tercantik yang pernah diterimanya," ucapnya dengan tatapan teduh. "Mama saya memang akhirnya meninggal."

Studio kecil itu mendadak hening. Erin, Salsa, Dewa, bahkan Alya sendiri hanya mampu menatap perempuan itu tanpa berkata apa-apa.

"Tapi sebelum menutup mata... beliau terus memeluk buket ini."

Air mata perempuan itu mulai mengalir begitu saja, ia teringat betul bagaimana ibunya begitu suka dengan buket yang dirangkai Alya.

"Terima kasih... karena sudah membuat hari terakhir ibu saya terasa begitu indah."

Alya membeku seketika. Tak pernah terlintas dalam pikirannya bahwa rangkaian bunga yang ia buat dengan kedua tangannya mampu menjadi kenangan terakhir seseorang.

Perempuan itu pamit setelah memesan buket baru untuk diletakkan di makam ibunya.

Begitu pintu studio kembali tertutup, Alya masih berdiri di tempatnya. Matanya mulai berkaca-kaca, Dewa yang menyadari akan hal itu ia langsung menepuk pelan punggung Alya.

"Mas..."

Dewa menoleh lalu mengangguk seolah mengerti dengan perasaan Alya.

"Ternyata... bunga bukan cuma bunga ya," ucap Alya.

"Dari dulu memang begitu," sahut Dewa. "Bunga sering menjadi bahasa saat manusia tidak lagi mampu menemukan kata."

Alya tersenyum sambil mengusap air matanya. Hari itu, ia merasa pekerjaannya bukan sekadar mencari nafkah. Ia sedang membantu orang lain menyampaikan cinta, doa, permintaan maaf, bahkan perpisahan.

Perlahan ia kembali mengusap perutnya.

"Senja..."

"Kalau nanti kamu sudah besar..."

"Mama ingin kamu bangga."

"Bukan karena Mama punya studio bunga."

"Tapi karena Mama tidak pernah berhenti berusaha."

Janin kecil itu kembali bergerak pelan, seolah merespon ucapan ibunya. Alya tertawa kecil sambil menahan air mata.

"Baiklah..."

"Berarti kita lanjut bekerja lagi."

Di sudut ruangan, Dewa memandang perempuan itu dalam diam.

Senyumnya ikut mengembang.

Melihat Alya menemukan kembali tujuan hidupnya, terasa jauh lebih membahagiakan daripada keberhasilan apa pun yang pernah ia raih dalam hidup.

Namun tak seorang pun di studio kecil itu menyadari... ribuan kilometer dari sana, seseorang masih terus memburu jejak perempuan bernama Alya. Dan kali ini... arah pencariannya perlahan mulai mengarah ke Negeri Singa.

Bersambung

Maaf ya Kak handphone-nya ngebleng jadinya agak telatan dikit...

1
Nar Sih
arlann ..gk segaja kmu ketemu putri mu yg blm kamu kenal
Lisa
ya nih gmn y reaksinya Arlan ketika bertemu dgn Alya
Nar Sih
padahal sdh penasaran lihat reaksi arlan saat ketemu alya,tpi...sabarr lgi blm waktu nya kata kak ayu😂
Lisa
Selamat malam Kak Ayu..terimakasih y utk updatenya..wah berarti waktu acara gala dinner itu Alya pasti bertemu dengan Arlan.
Yati Susilawati
tak sabar nunggu al dan ar.. bertemu
Nar Sih
sore kak ayuu,dan aku slalu suka dgn senja🥰🥰
Lisa
Semangat y Alya & team..kalian pasti bisa 🙏💪
Nar Sih
semagat alya ,kmu pasti bisa dan semoga kmu berhasil💪
falea sezi
kenapa belom hamil lagi 😒
Ayumarhumah: sabar kak ...
total 1 replies
Nar Sih
sore kak ayu ,makasih ya udah updet 2kali sehari senja nya🙏🥰
Lisa
👍 Sukses y Alya
Nar Sih
waah...alya kmu bnr,,👍🥰🥰
Lisa
Jadi deg²an nih..pertanyaan terakhirnya apa nih 🤔
Suanti
semoga, aja viral dan masuk acara tv biar menyesal sekeluarga mantan alya membuang berlian demi kerikir 🤭🤣
Nar Sih
mlm kak ayu,selamat alya ahir nya presentasi berjln lsncar👍🥰
Adinda
semoga alya Dan dewa punya anak kembar
Nar Sih
pagi kak ayu,semagatt alya dan senja florist siap melangkah menuju sukses dan bahagia
Nar Sih
kasihan kmu arlan ,karma mu yg telah menyia,,kan alya kmu gk bisa punya keturunan dri amara
Lee Mba Young
Syukurin arlan gk akn punya anak lagi 🤣. karma tak semanis kurma.
Asphia fia
mampir
Kayla Rane: KA bila berkenan mampir di novel on going ku terimakasih banyak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!