Dalam hati Dewi sudah tidak lagi mengenal nama Arjuna setelah Arjuna tega meninggalkan dirinya untuk di jodohkan dengan wanita lain dan ia sudah menghapus nama itu jauh-jauh dari dasar hatinya yang paling dalam, hingga pada suatu hari takdir mempertemukan mereka kembali dalam suatu meeting perusahaan.
Dewi bekerja di suatu perusahaan di mana salah satu pemegang saham terbesarnya adalah Arjuna mantan suaminya.
Sayangnya Arjuna harus bersaing dengan Satya pimpinan Dewi saat ini dan Satya adalah teman Arjuna.
Bagaimanakah usaha Arjuna untuk kembali merebut hati Dewi....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan malam
"Makan malam di cafe mana ini sayang?" tanya Satya sambil menyetir mobilnya.
"Cafe Seven dream aja ya mas ," ucap Dewi.
"Boleh," jawab Satya sambil tetap fokus menyetir.
Kemudian Satya menjalankan mobilnya dengan laju yang agak kencang.
Dan beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di cafe Seven dream yang di minta Dewi.
Satya turun terlebih dahulu dari mobilnya dan kemudian membukakan pintu mobil untuk Dewi, Dewi pun keluar dari mobilnya sambil tersenyum pada Satya.
Lalu mereka berdua berjalan masuk ke dalam cafe itu dan mengambil tempat duduk yang dekat dengan jendela.
"Di sini aja mas enak tempatnya," ucap Dewi pada Satya.
"Ya," jawab Satya yang kemudian menarik kursi dan mempersilahkan Dewi untuk duduk.
Dari jauh tampak Arjuna dan Sarah istrinya juga sedang makan malam di cafe itu.
"Dewi dan Satya makan malam di cafe ini juga," batin Arjuna sambil melihat ke arah mereka berdua yang duduk agak jauh di depannya.
"Mas.....liat apa sih....kok sampek segitunya, Sarah panggil-panggil dari tadi gak dengerin.....," Sarah berkata sambil menolehkan kepala Arjuna menghadap padanya.
"Mmmmm enggak aku gak lihat apa-apa," jawab Arjuna sambil mengaduk capuccino yang ada di depannya.
Sarah melihat ke sekeliling cafe tersebut dan pandangannya tertuju pada sebuah meja di mana di sana ada Dewi dan Satya.
"Hmmmm...pantesan mas Arjuna bengong pas aku panggil-panggil tadi, ternyata ada Dewi di sana," ucap Sarah sambil menatap sinis ke arah Dewi dan Satya.
Sesekali Arjuna melihat ke arah Dewi dan Satya yang saling bersenda gurau dan terbersit sedikit kecemburuan di hatinya melihat kemesraan mereka berdua.
"Mas Arjuna ternyata belum bisa move on dari Dewi," pekik Sarah pas melihat tingkah Arjuna yang seperti itu.
Tiba-tiba Arjuna beranjak dari tempat duduknya.
"Mau ke mana mas?" tanya Sarah pada Arjuna.
"Aku mau ke toilet," ucap Arjuna sambil melangkah dari tempat itu.
Sarah mencibirkan bibirnya sambil berkata.
"Pasti mas Arjuna cemburu melihat kemesraan Satya dan Dewi itu, ngapain sih mereka ada di cafe ini juga jadi merusak acara makan malam ku sama mas Arjuna," Sarah metutut sambil melihat ke arah Dewi dan Satya yang tampak menikmati makan malam mereka.
Sementara Arjuna menikmati suasana out door cafe itu sambil sesekali menghela nafas panjang.
Dari jauh tampak Rere turun dari mobilnya dan berjalan memasuki cafe itu juga.
"Itu kan perempuan yang sering bersama Satya, ngapain dia ke sini juga? apa Satya mengundangnya? ah gak mungkin," Arjuna memperhatikan Rere yang mulai masuk ke dalam cafe dan dengan perlahan Arjuna mengikuti Rere masuk ke dalam cafe juga.
Rere berjalan mencari bangku kosong dan akhirnya ia pun menemukan bangku kosong itu dan ia pun melihat ke sekeliling cafe tersebut dan beberapa menit kemudian pandangannya tertuju pada sebuah meja di mana di sana ada Satya dan Dewi yang sedang duduk di sana.
"Hmmmm...rupanya kamu ada di sini juga Satya," ucap Rere sambil mencibir melihat Satya dan Dewi yang sedang menikmati makan malamnya.
"Brukkk....," tanpa sadar Arjuna menabrak kursi yang di duduki Sarah ketika ia melihat terus ke arah Rere.
"Mas Arjuna......kenapa sih kok sampai nubruk-nubruk kursi Sarah? emangnya mas Arjuna lihat apa?" Sarah terheran-heran dengan sikap Arjuna itu.
Kemudian Sarah berpura-pura melihat ke sekeliling cafe dan ia berkata pada Arjuna.
"Hmmmm....pasti karena ada Dewi di sana kan......?" kata Sarah sambil menatap Arjuna.
"Gak, bukan karena itu," jawab Arjuna.
"Lantas, karena apa?"
Arjuna diam ia tidak menggubris pertanyaan Sarah dan ia terus melihat ke arah Rere.
"Kamu seneng sayang?" tanya Satya pada Dewi di sela-sela makan malam mereka.
Dewi menganggukkan kepalanya sambil tersenyum pada Satya.
"Iya mas, aku seneng banget malam ini."
Tiba-tiba ponsel Satya berbunyi sebuah notif pesan.
Kemudian Satya membuka ponselnya dan membaca pesan itu.
"Hai, aku juga ada di cafe ini tepat di depan kalian," begitu bunyi pesan yang di kirim Rere pada Satya barusan.
Satya melihat ke arah di mana Rere sedang duduk sendiri di sana, dan seketika Rere melambaikan tangannya ketika Satya sudah melihatnya.
Satya diam tak merespon lambaian tangan dan senyuman Rere, lalu ia buru-buru menikmati makan malamnya lagi.
"Aku tunggu kamu di taman cafe, kalau tidak datang, aku yang akan nyamperin ke tempatmu itu," Rere mulai mengancam Satya.
Satya menggerutu dalam hati setelah membaca pesan dari Rere tersebut.
"Apa-apaan Rere ini," ucap Satya sambil mematikan ponselnya.
Dewi yang melihat Satya sibuk dengan ponselnya dari tadi akhirnya bertanya juga pada Satya.
"Pesan dari siapa mas?" tanya Dewi pada Satya.
"Mmmmm ...dari klien sayang," bohong Satya pada Dewi.
"Oh, kirain dari siapa," kata Dewi sambil tersenyum.
Rere beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke taman di luar cafe itu.
"Sayang, aku mau ke toilet ya," pamit Satya pada Dewi.
"Iya mas," jawab Dewi sambil mengutak-atik ponselnya.
Kemudian Satya berjalan menuju ke taman luar cafe seperti yang di bilang Rere tadi.
Arjuna yang memperhatikan itu jadi bergumam dalam hatinya.
"Pasti mereka ketemuan," ucap Arjuna.