NovelToon NovelToon
My Perfect Mafia Daddy

My Perfect Mafia Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintamanis / Mafia / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: kenz....567

Aqila Lawrance seorang putri angkat dari Alden Leon wesley yang terjebak kesalahan satu malam dengan Steve Frans Gevonac.


"Gugurkan bayi itu!"

Seketika dunia Aqila berasa runtuh, pria yang merupakan mantan calon tunangannya sekaligus ayah dari anak dalam kandungannya memaksanya untuk mengugurkan kandungannya.

"GAK! AKU GAK MAU! KAMU HARUS TANGGUNG JAWAB FRANS!"



PERINGATAN! CERITA INI HANYA KHAYALAN AUTHOR BUKAN KENYATAAN!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27: Curhatan dua suami

Sedari tadi Lia menghela nafasnya, netranya tak lepas memandang sang suami yang tengah memejamkan matanya mengabaikan apa yang dirinya ucapkan.

"Kak, bunda tadi nelfon loh. Kamu gak mau bicara sama bunda?" tanya Lia.

"Kak," panggil Lia kembali.

Lia menggerakkan lengan Ezra, tapi pria itu tak terusik sama sekali malahan dia hanya berdehem dan tak menjawab Lia.

"Kak, ini bukan sepenuhnya salah bunda. Kakak ngertiin dong," kesal Lia.

"Menurutmu, siapa yang harus di salahkan? aku? aku yang harus di salahkan karena terlahir dari keluarga Elvish, begitu?" tanya Ezra yang kini telah membuka matanya dan menatap istrinya tajam.

Lia terdiam, dia menatap Ezra dengan datar. Ponsel yang sedari tadi dia genggam dia remas begitu saja hingga jari kukunya memutih.

"Stop merasa paling tersakiti kak! bukan kak Ezra saja yang sakit, papah, bunda dan mamah juga sakit kak! mereka hanya menjalankan takdir yang sudah di tuliskan untuk mereka, jika sudah terjadi seperti ini mereka harus apa? apa mamah harus cerai sama suaminya dan kembali pada papah begitu?" geram Lia.

Ezra terkesiap dengan raut wajah yang berubah dari sang istri, Lia yang manja dan memiliki sifat lembut mendadak menjadi seperti ini.

"Lia kau ...,"

"Aku capek kak! walau kita sudah lepas marga, tapi masalah itu tetap kita bawa di rumah tangga kita. KAkak tau karena apa? karena darah kakak mengalir darah keturunan Elvish, mau tak mau suka tidak suka kakak tetaplah dari keluarga Elvish!"

"Oke kakak bilang kita membuka lembaran baru, tapi membuka lembaran baru saja kita harus melewatkan lembaran lama! KAsihan bunda kak, dia akan hidup dengan rasa penyesalan. Memangnya kaka fikir mereka ke luar negri hanya untuk berobat opa? gak! mereka ke luar negri hanya untuk memberi kak Ezra waktu dan merenungi kesalahan mereka!"

Ezra hanya mampu terdiam, dia menatap sang istri yang telah pergi dari kamarnya. DIa menghela nafasnya dengan berat, kenyataan jika Ane ternyata adalah ibu kandungnya sangat sulit dirinya terima terlebih bunda yang selama ini dia anggap bunda kandungnya sendiri adalah dalang dari hancurnya keluarganya.

Ezra menurunkan egonya, dia takut istrinya berbuat yang aneh-aneh. Dengan segera dia turun dari ranjang dan keluar dari kamarnya mencari sang istri.

"Sayang," panggil Ezra saat mendaoati sang istri yang akan ke luar rumah.

Lia tak menjawab, dia hanya membuka pintu dan berjalan keluar. Ezra tak tinggal diam, dia berusaha menyusul sang istri dengan berjalan cepat.

"Selangkah kamu keluar dati rumah tanpa seizin aku, kamu dosa loh ay," ancam Ezra.

Seperti yang Ezra duga, Lia menghentikan langkahnya. Dia berbalik menatap Ezra yang berjalan mendekatinya, wajah jutek dia pasang untuk suaminya itu.

"Mau kemana?" tanya Ezra dengan lembut.

"Mau pergi," jawab Lia dengan cuek.

"Kok pergi?" bingung Ezra.

Lia mendelik tajam. "Biar mas suami ngerasain gimana rasanya bernafas dengan rasa penyesalan!" sinis Lia.

Lia pergi dari hadapan Ezra yang pusing dengan kelakuan sang istri, wanita itu segera ke kamarnya dan bahkan menguncinya.

Tak lama Ezra menyusul Lia, dia membuka pintu kamar tapi sayang pintu tersebut terkunci. Ezra pun menempelkan kepalanya pada pintu, helaan nafas keluar saat tak mendapati Lia membuka pintunya.

"Sayang, buka dong," pinta Ezra.

Tak mendapat jawaban, Ezra menghela nafasnya. Dia keluar dati rumah menuju garasi, pria itu mengambil motornya. Sepertinya dia akan menyegarkan otaknya di luar.

Perlakuan Ezra di lihat oleh Oia, wanita itu kini menatap kepergian Ezra lewat jendela. Pria itu membawa motornya keluar rumah.

"Dasar! kalau ada masalah larinya keluar! gak oernha di selesein, dasar cowok!" gerutu Lia.

Sedangkan Ezra, pria itu saat ini berniat menuju kafe langganannya. Dia memarkirkan motornya dan masuk ke kafe bernuansa modern itu.

Ezra memesan makanan dan minumannya, setelah itu dia duduk dan memainkan ponselnya. Kepalanya sungguh pening saat ini, di ponsel pun tak ada yang bisa dirinya kerjakan.

DUGH!

Ezra merasakan bangku belakang nya bergerak, bahkan sangat kencang hingga membuat pria itu tersentak. Ezra pun menolehkan kepalanya, dan tak di sangka orang yang menyentak bangkunya ternyata yang tak lain adalah Frans.

"LU?!" kaget keduanya.

"NGAPAIN LU DISINI?!" sentak Frans.

Ezra menatap Frans kesal, sementara Frans menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Dia tak mendapati Lia bersama Ezra, dan bahkan dirinya bisa melihat kalau wajah Ezra sangat tak bersahabat.

"Gak di kasih jatah lu?" ledek Frans.

Ezra mendengus kesal, tak lama Frans melanjutkan ucapannya.

"Sama, gue juga," ujar Frans membuat keduanya tertawa dan melupakan masalah mereka masing-masing.

Frans bangkit dati duduknya, dia berpindah duduk di depan Ezra. Sambil menunggu pesanan mereka datang, akhirnya mereka berbincang dengan sedikit masalah mereka.

"Jadi Lia marah karena lu gak pernah mau jawab telpon bunda lu itu?" tahya Frans.

"Iyah, makanya gue bingung. Hati gue masih belum menerima semuanya, jujur ... gue kabur dari permasalahan keluarga gue dan memaksa untuk hidup bahagia bersama Lia. Tapi, gak bisa! gue gak bisa karema terus terbayang kesalahan mereka. Jangankan bunda, nyokap lu aja gue masih belum bisa terima," terang Ezra.

Frans mengangguk, tak lama pesanan mereka datang. Keduanya sama-sama memesan kopi dan dessert, keduanya kembali berbincang sambil menikmati makanan dan minuman mereka.

"Kalau masalah lu sama Aqila?" tanya Ezra.

"Dulu, sifat dia itu lembut, manis dan lucu. Tapi kini dia berubah menjadi garang, galak, judes dan sinis. Apa-apa yang gue lakuin salah, ini salah itu salah. Gue cuma naruh handuk di kasur dia marahnya sampai berjam-jam. Padahal dia bisa gantunginkan?" kesal Frans.

Ezra terkekeh, dia menyesap kopinya dan merasakan rasa kopi itu dengan nikmat.

"Sama seperti awal gue menikah dulu, Lia juga seperti itu. Hanya saja gue baru mulai memahami, pikiran wanita dan pria berbeda. Jika pria menggampangkan segala hal, berbeda dengan wanita yang harus merubah cara pola pikir kita. DAri situ gue berusaha untuk gak buat Lia marah dengan hal sepele, seperti menaruh handuk pada tempatnya. Itu merupakan perkara yang ringan, hanya saja kita malas karena beranggapan sudah memiliki istri," terang Ezra.

Frans mengangguk, dia memakan dessertnya dengan malas. Sedangkan Ezra, pria itu melihat notifikasi ponselnya. Ada beberapa pesan dari Lio sehingga dia harus menghubungi pria itu.

"Halo, kenapa nelpon gue?" tanya Ezra.

"Eh, nanya nomor telpon Viola dong. Yang kemarin udah gak aktif," ujarnya.

Ezra mengerutkan keningnya, memangnya aoa hubungan Viola dan Lio hingga pria itu ingin menghubungi Viola.

"Gak usah banya tanya okay, kirimin aja. Tadi gue telpon si Lia dia malah nangis, di tanya gak jawab yah gue nelpon lu lah bang," ujar Lio.

"Lu nelpon gue tanya telpon Viola doang? lu gak khawatir Lia nangis kenapa?" heran Ezra.

"OH IYA!"

TUUUTT!

Ezra berdecak sebal, dia mematikan ponselnya dan memasukkan ponselnya ke kantung celananya.

"Gue balik duluan," ujar Ezra.

"Kenapa?" tanya Frans sambil menatap heran pria itu.

"Istri gue mewek lagi, hormonnya lagi gak stabil. Bentar-bentar nangis, bentar-bentar judes. Maklumlah, apalagi masih labil. Beginilah nikah sama anak remaja," ujar Ezra.

Frans mengangguk, mereka bertos dan akhirnya Ezra keluar dari Kafe. Tak lama pun Frans menyusul pulang, di rumah baru mereka sang istri hanya di tinggal sendiri.

1
~Ni Inda~
Stevan mencurigakan memang
Tetap waspada El, meski dia paman tunanganmu
Atik Marwati
sabar ya Frans kamu lagi panen tuh apa yang kau tanam
Atik Marwati
itu ulah Frans qila
Atik Marwati
kalo Frans yang ngidam sudah pasti nyusahin semua orang🙄🙄🙄
ayu cantik
haha
Yatik Suryanti
❤️
Atik Marwati
aq juga membencimu frans
Atik Marwati
aq dah baca
Anonim
arsel siapa ya ? ceritanya dimana
Rani Saraswaty
lairan tanpa bidan aq pernah, 😄...alhamdulillah bayi sehat ,krn tali pusar byi sm ibu gk boleh lbh dr 5mnt diluar perut kwatir darah bayi tersedot ke ari2
Bahari Sandra Puspita
ceritanya tetep bagus kok kak, walopun kehilangan inspirasi..
saya yg hanya sebagai pembaca dan penikmat novel (bukan penulis maupun kritikus), merasa terhibur dan masih bisa mencerna jalan ceritanya..
ya walopun kadang bingung jg mau dibawa kemana alurnya, tapi masih bisa dimengerti..
apalagi ada bumbu2 komedinya, jadi masih cukup menghibur..

semoga selalu diberi kesehatan ya kak..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
🙏🏻💪🏻😘😍🤩🥰💕💕💕
Ra~~~~~
ya Allah gini amat liat orang tua 1 ini 😄
RaDja
setuju sih terus berkarya dengan cara berbeda dan yakinlah dan terus belajar dan memberikan pembelajaran
makanya saya suka baca disini
meski ya susah koment males nulis suka baca aja
maaf sebelumnya dan terima kasih sukses sehat selalu
Nuri_cha: Halo Kak, mungkin berkenan juga mampir di novelku

Aku baru saja menulis novel terbaru: SIAPA AKU DI SISIMU

Bercerita tentang seorang wanita yang baru terbangun dari koma, dan tiba-tiba sudah memiliki suami.

Semoga sesuai dengan genre Kakak.

Terima kasih 🙏🏻
total 1 replies
matchalatte
ceritanya Ica sama Gibran mana thorr
Anita Juwita
/Good/
wahhh anak na daddy alden banak kali ya 😁😂
Bundanya Pandu Pharamadina
👍❤
ijin baca marathon ulang kak Author
@ni
👍❤️❤️❤️❤️❤️
Mochimolala
benerrr Qil hajarrr terossss jangan kasih ampun..
hypinky
gender. genre mah genre lagu jazz, genre novel romance, genre film horor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!