Sebuah musibah merenggut keluarganya dan dia ditolong oleh seorang pendekar yang pernah jaya dimasanya. Yuk kita sama sama melihat jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tio Bukilsum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bodoh
Ketika malam tiba, Tio Buki melesat kesebuah pohon tidak jauh dari balai bambu. Nenek dan You She sudah masuk kedalam rumah.
Ketika waktu menjelang hampir tengah malam, Tio Buki melihat sebuah bayangan memanggul sesuatu dipundaknya menghilang dikegelapan malam.
Karena rasa penasaran, Tio Buki melesat kearah sosok bayangan hitam itu dan tidak beberapa lama kemudian dia berhasil mencegat bayangan hitam tersebut.
Tio Buki melihat sosok itu memakai pakaian hitam dan juga memakai topeng babi dan memanggul sesuatu dipundaknya.
"Oh, jadi kamu yang selama ini menculik para wanita ya?" Tanya Tio Buki.
"Hahaha. Jangan campuri urusanku. Segera pergi dari hadapanku. Kalau tidak ingin mati" Ucap Sosok bertopeng itu malah tertawa.
"Hehehe. Urusan mati bukan kau yang menentukan, yang harus kau lakukan sekarang lepaskan perempuan itu dan apa ya!" Ucap Tio Buki cengengesan sembari berpikir.
"Dasar pemuda sinting. Baiklah kalau itu keinginan mu, akan aku kabulkan" Ucapnya, setelah itu dari telapak tangannya keluar cahaya berwarna merah menuju kearah Tio Buki.
Mendapatkan serangan kearah nya. Tio Buki menghindar dan cahaya itu meledak menjadi kabut asap yang sangat tebal melingkupi tempat itu.
Dengan ilmu Dewa Badai Tio Buki mengibaskan tangannya dan asap tebal itu berhasil disapu bersih.
Setelah asap itu hilang, sosok bertopeng babi telah lenyap dari tempatnya. setelah di cari selama beberapa jam tidak ada jejaknya.
"Sial, sial benar. Ternyata aku masih bodoh ya. Sosok itu hilang, aku tertipu" Ucap Tio Buki pelan seraya duduk lemas merepet panjang pendek.
Setelah pagi tiba, Tio Buki turun dari atas sebuah pohon. Dia bermaksud mencari informasi tentang penculik itu.
Tidak beberapa lama kemudian dia menemukan sebuah rumah makan kecil dan langsung masuk kedalamnya.
Seorang perempuan paruh baya berwajah cantik menghampiri kearah Tio Buki dan menyapanya.
"Selamat datang di rumah makan kami Anak muda, silakan duduk. Mau makan apa?" Ucap perempuan itu tersenyum ramah.
"Bawakan aku Ayam panggang, sup Ayam dan minumnya Apa aja yang ada di sini" Jawab Tio Buki seraya duduk disebuah meja dekat pintu masuk.
"Baiklah Anak muda, tunggu sebentar ya" Ucap wanita paruh baya itu berjalan pergi kearah dalam.
Tio Buki duduk seraya mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan rumah makan itu. Pengunjungnya ternyata sangat banyak.
Dia kemudian memasang indera pendengarannya baik baik mendengar percakapan dari para pengunjung rumah itu.
Tiba-tiba terdengar sebuah percakapan dimeja paling ujung.
"Koko, apa benar desa ini semalam telah hilang seorang perempuan berparas cantik?" Tanya seorang Nona cantik kepada seorang pemuda ganteng.
"Benar Mei Mei, desa ini semalam terjadi penculikan dan juga sudah banyak terjadi penculikan. Mereka yang hilang semuanya berparas cantik. Baik itu gadis, istri orang, janda. Hehehe" Ucap Seorang pemuda menggoda adik seperguruannya.
"Ihh, Koko. Aku mana ada cantiknya. Tapi dari kabar mulut ke mulut, mereka yang hilang tidak ada jejaknya" Ucap Seorang gadis kesal kepada Kakak seperguruannya.
"Benar Mei Mei, makanya Guru mengutuskan kita berempat untuk menyelidiki dalang dari penculikan itu" Ucap saudara seperguruannya.
Hmm. Siapa mereka, dari perguruan mana. Lebih baik aku ikuti saja mereka" Membatin Tio Buki terus mendengar percakapan mereka.
Pesanannya datang dan Tio Buki segera saja menyantap makan itu begitu lahap. Tengah asik dia makan, keempat orang tadi bangkit berdiri membayar makanannya.
Bersambung ke episode selanjutnya....