Vella mariska, wanita berusia 24 tahun yang belum pernah pacaran. Tiba-tiba dilamar oleh seorang duda kaya yang bercerai karena istrinya memilih pergi bersama pria lain bernama davin.
Duda itu bernama bima argantara, Cucu dari surya argantara seorang pebisnis sukses. Merupakan pria yang sudah sangat mapan dan tentunya tulus mencintai vella. Diawal pernikahan mereka baik-baik saja. Namun ketentraman itu tak berlangsung lama. Mantan istri bima kembali dan mengganggu hubungan mereka. Mantan istri bima mengetahui rahasia yang selama ini telah disembunyikan kakek surya dari semua orang. Yaitu tentang masalah kebakaran di pabrik milik ayah vella 22 tahun lalu, yang merenggut nyawa ibu vella. Dia menggunakan itu untuk memecah hubungan bima dan vella. Dia tidak rela melihat vella yang hidup bahagia bersama mantan suaminya. Sementara dirinya hidup sengsara karena setelah bercerai dari bima, davin malah menikahi perempuan pilihan orang tuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
Satu minggu kemudian
Malam yang indah, bintang-bintang tampak bersinar di langit. Bima duduk bersantai di kursi dekat kolam renang di rumahnya. Weni membawakan kue dan susu hangat untuk bima.
"Nih mbak weni bawain cemilan buat temen bersantai."
"Wahh makasih loh mbak," Ucap bima
Weni tidak langsung pergi, dia masih berdiri disebelah bima duduk. Dia ingin mengatakan sesuatu pada bima. Tadi tak sengaja dia mendengar lagi, kiara telfonan dengan davin. Weni mendengar kiara mengatakan, kalau dia sama sekali tidak mencintai bima dan akan segera meninggalkannya setelah mendapatkan sebagian hartanya. Weni ragu-ragu ingin mengatakannya, dia takut bima tak akan percaya padanya.
"Ada apa mbak wen, mau ada yang diomongin? Ngomong aja mbak." Ucap bima
Dari dalam rumah kiara melihat itu. Dia langsung secepatnya menghampiri mereka. Dari ekspresi weni, kiara menangkap kalau weni akan mengadu sesuatu pada bima. Belum sempat weni bicara apapun, kiara datang dan langsung mengalihkan perhatiannya.
"Sayang... kamu ngapain disini?" Ucap kiara yang langsung duduk di sebelah bima
"Ah nyantai aja sayang hirup udara malam. Oh iya mbak wen gimana, ada yang mau diomongin?"
"Enggak den. Saya permisi kebelakang lagi." Ucap weni
Kiara menatap sinis pada weni. "Pasti ini pembantu emang mau ngomongin tentang gue sama bima. Buktinya gue dateng dia nggak jadi ngomong. Jangan-jangan dia tadi nguping obrolan gue sama davin. Gawat nih. .."
Kiara merangkul tangan bima, dia sengaja bersikap manis padanya karena ingin meminta sesuatu. Kiara ingin dibelikan mobil baru.
"Sayang..." Ucap kiara sambil mengelus lengan bima
"Ada apa sayang?" Jawab bima bertanya
"Boleh nggak aku beli mobil baru. Mobil aku itu udah jadul banget aku malu sama temen-temen aku, masa aku istri seorang bima argantara mobilnya cuma itu." Kiara mengutarakan langsung keinginannya.
"Kamu mau mobil apa? Besok kita pergi ke showroom mobil, Kamu bebas pilih yang mana aja." Ucap bima
"Beneran sayang, ihh makasih."
Kiara sangat senang, dia memeluk erat suaminya itu. Setelah mendapatakan apa yang dia mau, Kiara pamit masuk duluan ke dalam. Dia langsung menuju kamar pembantu untuk menemui weni. Kedatangan kiara kesana membuat weni kaget. Kiara masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu.
"Non kiara ada apa kesini? Apa ada yang mesti saya kerjakan lagi?" Tanya weni sedikit takut dengan kedatangan kiara.
"Inget ya jangan pernah ngomong macem-macem sama bima ataupun yang lainnya tentang gue. Kalau sampek gue tau lo nglakuin itu, gue bisa bikin keluarga lo yang di kampung jadi sengsara." Ucap kiara dengan nada marah namun bersuara lirih. Dia tak mau ada orang rumah yang mendengarnya.
Setelah itu kiara langsung pergi dari sana. Weni sangat kesal dengan kelakuan istri majikannya itu.Weni sudah tidak berani ikut campur, dia hanya bisa mendoakan semoga bima secepatnya mengetahui sendiri kalau istrinya selingkuh.
Malam semakin larut, Bima pun masuk ke dalam rumah menuju kamarnya. Dia melihat kiara yang masih duduk di depan kaca meja rias. Bima memeluknya dari belakang.
"Bisa aku memintanya sekarang? Tamunya sudah pergi kan?" Bisik bima pada kiara
Kiara langsung mengerti apa yang dimaksud oleh bima. Kiara hanya mengangguk mengiyakan. Bima mengajak kiara ke kasur mereka, kemudian menidurkannya. Saat akan menciumnya, kiara menghalangi bibirnya dengan tangan.
"Tunggu sayang, sabar." Ucap kiara
Kiara beranjak dari kasur dan malah keluar dari kamar. Dia kembali dengan membawa segelas susu untuk bima.
"Kamu harus minum ini dulu biar lebih kuat." Ucap kiara
Bima pun menurutinya, dia langsung menghabiskannya dalam satu tegukan. Kiara tersenyum melihat itu. Kemudian bima mendorong kiara jatuh ke kasur sampai akhirnya mereka berciuman untuk pertama kalinya. Namun kiara tak membiarkan sedikitpun tangan bima menyentuh tubuhnya. Saat bima akan mulai membuka baju kiara, Tiba-tiba tubuhnya lemas dan langsung jatuh pingsan diatas tubuh kiara. Kiara mendorongnya dan langsung beranjak dari kasur.
"Ahaha... Bereaksi juga obat itu. Sekarang tinggal nglakuin rencana selanjutnya."
Kiara membenarkan posisi tidur bima, Kemudian dia melepaskan baju bima dan menyisakan celana pendek yang diapakainya saja. Setelah itu dia menumpahkan noda merah di kasurnya agar terlihat seperti bekas darah.
"Sempurna.. Besok pagi aku harus bangun lebih dulu dari bima." Ucap kiara. Dia pun tidur di sebelah bima.
Pagi-pagi sekali kiara bangun dan langsung mandi, dia sengaja keramas agar bima lebih percaya kalau mereka sudah melakukannya semalam. Saat keluar dari kamar mandi, ternyata bima sudah bangun.
"Eh sayang kamu udah bangun," Ucap kiara sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk
Bima melihat jam baru jam setengah 5 pagi.
"Tumben kamu jam segini mandi keramas juga," Ucap bima sambil memegangi kepalanya yang terasa sedikit berat.
"Kamu lupa ya semalem kita habis ngapain? Kita kan kan udah..." Ucap kiara
"Oh ya?" Bima tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh kiara. Kiara langsung menunjuk pada kasur yang ada bekas noda darah. Akhirnya bima percaya dan langsung mandi. Kiara sangat senang rencananya berhasil. Dia pun menelfon davin.
"Halo sayang, rencana yang kamu buat berhasil. Bima percaya aja dan nggak curiga sama sekali." Ucap kiara pelan takut bima mendengarnya
"Syukur deh, tapi bener kan kamu nggak nglakuin itu sama pria bodoh itu?" Ucap davin
"Enggak sayang. Aku ngelakui semua seperti rencana yang kamu buat. Udah dulu ya besok siang kita ketemu. Dah sayang." Kiara menutup telfonnya
Kiara mengeringkan rambutnya dengan hairdryer. Selesai mandi bima juga melakukan hal yang sama. Bima duduk di kursi, Kiara merangkul lehernya dari belakang.
"Sayang, hari ini jadi beliin aku mobil baru kan?" Tanya kiara dengan nada yang manja.
"Iya sayang, Sebelum ke hotel nanti aku bakal ajak kamu ke showroom mobil. Kamu bebas mau pilih mobil tipe apapun." Jawab bima
Kiara sangat senang mendengar jawaban bima. Dia sudah tidak sabar untuk segera memiliki mobil baru yang dia inginkan.
...----------------...
Tok...tokk..tok... Suara pintu di ketuk.
"Assalamualaikum..."
Pagi-pagi ada orang yang mengetuk pintu rumah vella. Vella yang sedang sibuk memasak pun mematikan kompornya dan pergi ke depan untuk membukakan pintu.
"Siapa pagi-pagi datang, apa langganan ayah ya? Tapi kan udah dikasih tau semua kalau sementara ayah libur dulu." Ucap vella
Dia bergegas membukakan pintu, saat membukanya berdiri seorang wanita dan seorang pria, mereka juga membawa satu anak kecil.
"Waalaikumsalam, maaf cari siapa ya?" Tanya vella yang bingung karena tidak mengenali siapa mereka. Karena mereka memakai masker. Anak kecil itu tidak memakai masker tapi vella tidak mengenalinya. Kemudia si wanita membuka maskernya. Seketika itu vella langsung mengenalinya.
"Mbak dira..." Ucap vella yang langsung saja berpelukan dengan wanita yang bernama dira itu.
Dira ini adalah anak dari kakak pak arman. Selisih 4 tahun dari vella. Kedua orang tua dira sudah meninggal sejak dia berusia 15 tahun. Saat itu pak arman lah yang mengurusnya.Pada saat berusia 23 tahun dia menikah dengan pria yang bernama ardan dan tinggal bersamanya di papua. Ardan sebenarnya asli orang jakarta, namun dia bekerja di papua, jadi setelah menikah dia memboyong dira kesana. Ardan hidup sebatangkara sebelum dia menikah dengan dira. Dia dibesarkan di panti asuhan. Dira dan ardan berhasil memiliki rumah di papua dan memutuskan untuk menetap disana, Namun musibah menimpa mereka. Rumah mereka hancur terbakar saat ada kerusuhan disana. Akhirnya mereka pulang ke jakarta.
Vella mengajak mereka masuk dan langsung berteriak memanggil-manggil ayahnya yang sedang menghirup udara segar pagi hari di halaman belakang rumah. Pak arman sudah pulang dari rumah sakit sejak 4 hari yang lalu. Keadaannya pun semakin sehat.
"Ada apa sih nak, kenapa teriak-teriak manggil ayah?" Tanya pak arman.
"Lihat siapa yang datang ke rumah kita." Ucap vella dengan senang.
"Dira.. ardan.." Pak arman sangat senang sekali melihat kedatangan mereka, ditambah sekarang mereka sudah mempunyai anak yang sangat lucu.
"Wah ini anak kamu naya itu? kok udah besar sekali, terakhir ayah lihat fotonya dia masih bayi." Ucap pak arman.
Dira dan ardan memanggil pak arman dengan sebutan ayah, bukan paman. Karena pak arman ini sudah menganggap mereka sebagai anak kandung sendiri, sama seperti vella. Mereka menceritakan semua masalah yang mereka hadapi. Mereka meminta izin untuk tinggal disana sementara waktu sampai ardan mendapat kerja dan bisa menyewa rumah disana. Ayah vella langsung mengizinkannya. Dia malah mengatakan selamanya pun boleh tinggal disana.
"Kalian nggak usah bingung, kalian tinggal disini saja. Ayah malah seneng rame. Apalagi ada cucu kakek yang gemesin ini. Nanti kalau ardan sudah dapat kerjaan, kalian kumpulkan saja uangnya ditabung buat beli rumah. Daripada harus ngontrak nanggunh setiap bulan." Ucap pak arman.
"Iya mbak mas, bener itu kata ayah." sahut vella
"Lagian kalau sebentar lagi vella menikah ayah kan sendirian, dia pasti ikut suaminya." Ucap pak arman.
"Wah kapan yah?" Tanya dira sangat antusias
"Calon aja aku belum punya mbak boro-boro mau nikah." Ucap vella
"Mbak doain semoga kamu cepet dapet jodoh." Ucap dira
Semua mengaminkan doa dira. Pak arman sangat berharap vella secepatnya menikah. Dalam pikirannya dia selalu takut kalau ajal menjemputnya lebih dulu sebelum menyaksikan anak kesayangannya itu menikah dengan pria yang benar-benar mencintainya dengan tulus nanti.
sekarang saatnya kiara yang dapat karmanya 😠
langsung terbuka semua rencana mereka sih ini
mantap dah
singkirkan semua penghalang
hempaskan wanita gak tau diri itu