Aisyah adalah wanita yang sudah menikah namun pernikahan nya gagal di tengah jalan hanya karena dia mengindap penyakit yang mematikan sehingga dia memilih untuk pergi.
saat dia sendiri datang lah seseorang yang selalu ada di sampingnya , meski pria ini lebih muda dari nya.
kebenaran terungkap saat Aisyah di nyatakan sembuh namun hatinya mulai berubah, siapa yang akan di pilih Aisyah, akan kah dia kembali pada suaminya atau dia malah memilih pria lain yang berada disampingnya saat ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hafni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
harapan sebuah cinta
" haruskah aku terima meski kadang hati belum bisa membuka pintunya ? atau ku abaikan saja tapi....."
bisik Aisyah dalam hati nya
" Aisyah ini untuk mu ambil lah , kenapa kamu melamun ?"
kata Fahri sambil menyodorkan serangkaian bunga mawar yang begitu indah.
Aisyah hanya diam dan tertegun melihat Fahri.
" Aisyah..... jangan terlalu berfikir ,aku tidak akan memaksa mu untuk mengambil hati ku ,aku hanya ingin memberi mu bunga supaya kamu bisa melihat keindahan nya "
Aisyah pun mengambil bunganya
" terimakasih Fahri, aku memang suka bunga mawar , mereka sangat indah dan segar"
ucap Aisyah sembari air mata nya jatuh.
" Aisyah , sudah cukup kamu menangis , ku mohon jangan pernah menangis lagi Aisyah , aku tidak rela melihat mu selalu menangis pilu "
ucap Fahri yang kemudian menghapus air mata air dengan tangan nya.
Ayah Aisyah berencana mengajak mama Aida kerumahnya Aisyah dan Yusuf,
" Ririn , mari kita mengunjungi anak-anak kita , mas Kangen sama mereka "
" iya mas ,aku juga kangen sih sama mereka sudah lama kita gak kesana."
kata Ririn sembari menunjukkan sebuah majalah
" mas lihat lah ini "
" mana ?"
" ini Fahri mas sepupunya Aida yang kuliah di Paris dan sekarang dia menjadi direktur termuda di perusahaan ternama ,hebat kan mas "
" iya ya , tampan juga dia ya, pasti banyak perempuan yang ingin menjadi istri nya " ucap Aya nya Aisyah sambil tersenyum pada istrinya.
" oh ya mas , Fahri pernah tinggal di rumah kita saat mas keluar negeri"
" benarkah?"
" nanti sesekali kita akan menjumpai Fahri biar mas mengenalnya, gimana mas ?"
tanya Ririn pada suaminya.
" iya boleh."
Yusuf yang duduk di depan televisi bukanya menonton malah melamun Aisyah " kenapa Aisyah begitu cepat berubah semenjak Fahri hadir, ada hubungan apa antara mereka? namun sekarang aku sudah melepas kan seseorang yang begitu aku cintai"
bisik Yusuf dalam hati sembari mengingat kenangan mereka dulu saat pertama kali Yusuf melamar Aisyah.
namun tiba-tiba bel berbunyi membuat Yusuf tersentak dari kenangan nya.
" iya sebentar "
kata Aida sembari membuka pintu
" papa , mama "
membuat mata Aida terbuka lebar dan terkejut melihat keduanya tersenyum.
sudah beberapa bulan kondisi Aisyah terkadang membaik dan terkadang memburuk , sekarang Fahri lah satu-satunya orang yang selalu berada di samping Aisyah, Fahri yang tidak pernah berhenti berharap meski dia tahu bahwa mungkin suatu saat Aisyah akan benar-benar pergi meninggalkan nya namun dia tetap berharap suatu saat Aisyah akan mencintai dirinya.
" Fahri , bagaimana kerjaan mu? aku tidak ingin kamu mengabaikan pekerjaan mu hanya untuk menjaga ku "
" tenang saja Aisyah , aku kan bos di sana jadi semuanya baik baik saja, kamu jangan khawatir ya ?"
ucap Fahri sambil tersenyum pada Aisyah.
" Aisyah , Minggu depan bisakah kamu ikut aku sebentar saja ?"
" kamu mau kemana ?"
" rahasia "
" bagaimana cara nya aku bisa keluar ?"
" nanti biar aku yang pikirkan caranya"
" baik"
kata Aisyah sambil tersenyum pada Fahri.
" masuk pa , ma "
" Yusuf dan Aisyah mana di mana sayang ?"
tanya mama pada Aida.
" mas Yusuf ada di dalam ma , pa masuklah dulu "
Aida membawa mama dan ayahnya Aisyah masuk.
" Yusuf "
" oh Ayah ?"
ucap Yusuf sembari bangun dan mencium tangan ayah mertuanya.
" duduk ayah "
" iya , Yusuf , Aida , Aisyah nya mana ?"
tanya ayah Aisyah sembari melihat lihat rumah mereka, Yusuf dan Aida terdiam gak tau harus bagaimana ...
bersambung.....