NovelToon NovelToon
Loving You

Loving You

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: Anny Djumadi

Kisah dimulai dari Aylin yang dari SMP jatuh cinta kepada Jayden, teman mainnya saat kecil.
Tapi Jayden selalu menghindari dan menjauhinya.
Aylin yang selalu percaya dan berharap suatu saat Jayden akan membalas cintanya.

Sampai suatu hari saat perjalanan hidup dan takdir merubah Aylin, yang hilang rasa percaya dan harapannya untuk mendapatkan cinta Jayden lagi.

Perjalanan yang telah merubah kehidupan Aylin, juga akhirnya merubah banyak sifat Aylin saat dewasa.
Akankah cinta Aylin berubah dan berpindah ke yang lain?

Buat yang penasaran, ayo dibaca cerita cinta yang romantis dan dibumbui komedi ini.

Selamat membaca dan semoga terhibur

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anny Djumadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maya dan Ibu Jayden yang penasaran

Jam 7.00 malam Maya mampir ke rumah Jayden. Maya membawa laporan keuangan ke rumah Jayden, sebenarnya cuman alasan Maya saja, dia penasaran kenapa Jayden tidak ke kantor seharian.

Dia juga khawatir kalau-kalau Jayden sakit.

Pembantu yang membukakan pintu sudah mengenal Maya, karena kadang Maya juga datang untuk menjelaskan laporan keuangan perusahaan dengan ibunya Jayden,apabila ada yang kurang jelas pada laporannya.

Begitu Maya sampai di ruang tamu ternyata hanya ada bapak dan ibu Sunjaya, batang hidung Jayden sama sekali tidak kelihatan.

Maya segera memberi salam kepada Bapak dan ibu Sunjaya.

Ibu Jayden yang suka dengan kedatangan Maya menyuruh Maya untuk duduk bergabung dengan mereka. Maya menurut dan duduk di samping ibu Jayden.

Ketika Maya baru mau membuka laporan keuangannya, Ayah Jayden tiba-tiba bertanya, "Lho, Maya kamu tidak datang bersama Jayden?"

Maya tertegun mendengar pertanyaan Ayah Jayden, tapi Maya segera menjawab,

"Tidak om, saya datang dengan transportasi online,"

Kalau sedang tidak berada di perusahaan, Maya biasanya memanggil ayah dan ibu Jayden dengan sebutan om dan Tante, karena ibu Jayden yang meminta, katanya biar bisa lebih santai dan akrab suasananya.

Maya tentu menuruti dengan senang hati, dia juga ingin menjalin hubungan lebih akrab dengan keluarga Jayden, agar dia lebih mudah mendekati Jayden.

Pada dasarnya Maya memang gampang disukai, karena dia pintar menyenangkan hati orang dan menyesuaikan diri.

"Apakah ada masalah di perusahaan?koq Jayden belum pulang?" sambung ibu Jayden.

Maya sempat tertegun sebentar, "Oo, dari pagi Jayden tidak datang ke perusahaan Tante" jawab Maya dengan tenang, tapi dalam hatinya dia sangat penasaran ke mana Jayden pergi, bahkan orang tuanya berpikir dia ke perusahaan.

Maya memang pintar menyimpan isi hatinya, walaupun hatinya sedang gelisah, tidak ada yang tahu.

"Lho sekretarisnya, Pak Deddy tahu tidak ?" tanya ibu Jayden mulai khawatir.

"Sudah saya tanyakan, tapi juga tidak tahu tante", jawab Maya.

Jayden biasa bertanggung jawab pada pekerjaan, walaupun dia adalah pimpinan di perusahaan, Jayden jarang absen, kecuali sakit atau sedang keluar kota untuk bisnis. Jayden juga agak malas nyetir mobil, alasannya macet.

Jadi biasanya walaupun hanya ke tempat dekat Jayden diantar Deddy. Kecuali untuk urusan pribadi Jayden baru menyetir sendiri. Lagipula kalau Jayden masih suka menyetir sendiri, bisa-bisa Deddy sekretaris nya cuman datang untuk absen saja, tanpa ada kerjaan.

Ibu Jayden akhirnya penasaran dengan tingkah anaknya yang tidak biasa, akhirnya Ibu Jayden berpikir untuk menelpon Deddy, dia ingin mengetahui kemana saja Jayden pergi akhir-akhir ini, dan siapa saja yang ditemui, karena seingatnya malam sebelumnya Jayden juga pulang agak malam, tidak seperti biasa.

Akhirnya Maya disuruh untuk meninggalkan laporan keuangannya.

"Maya kamu pulang saja, laporan kalau sudah selesai diperiksa, Tante bawa kembali ke perusahaan.Tidak baik seorang gadis pulang malam-malam, bahaya. Kalau ada Jayden gak pa pa, Jayden bisa mengantarmu pulang." kata ibu Jayden, "anak ini juga gak jelas pergi kemana?"

gerutu ibu Jayden khawatir..

Maya kemudian berpamitan kepada ayah dan ibu Jayden sambil bangun dari tempat duduknya dan berjalan keluar.

Ibu dan ayah Jayden mengangguk.

Maya sebenarnya ingin tahu informasi Jayden, tapi karena Bu Sunjaya sudah menyuruh dia pulang, terpaksa dia pulang dengan hati penasaran.

Sesudah Maya pergi, ibu Jayden mengambil Handphone untuk menelpon Deddy sekretaris Jayden. Deddy yang saat itu sudah di kamar kosnya dan bersantai kaget saat melihat nama penelpon yang masuk. Deddy segera mengangkat telponnya.

"Halo ada apa bu?" tanya Deddy

"Apakah kamu tahu Pak Jayden kemana hari ini?" tanya bu Sunjaya.

"tidak Bu, tadi pagi saya tanya pak Jayden apakah perlu dijemput? tapi pak Jayden berkata tidak perlu Bu", jawab Deddy menjelaskan.

"Handphonenya juga gak bisa dihubungi sekarang, terakhir kamu mengantar Pak Jayden kemana?" tanya ibunya Jayden lagi.

Tiba-tiba Deddy teringat dengan cewek cantik semalam yang disebut maling oleh Bosnya, di toko buku. Deddy menyesal kenapa tadi pagi dia melupakan hal itu., harusnya bisa jadi cerita seru di perusahaan, biar cewek-cewek di perusahaan putus asa ada saingan baru lagi. Padahal tadi dia banyak waktu senggang karena bosnya absen. Biar Bu Maya juga tidak sombong lagi karena paling dekat dengan bosnya, pikir Deddy jahat, karena dia gak suka dengan Bu Maya yang suka galak padanya.

"Kok diam?!" ujar orang di seberang sepertinya sudah kehilangan kesabarannya, karena Deddy malah terdiam tidak menjawab.

Deddy yang kaget dibentak buru-buru menjawab,

"Kemaren ke toko buku XX, ketemu maling cantik Bu"

Ibu Jayden yang bingung dengan jawaban Deddy yang tak beraturan, bertanya bingung dan kesal,

"Maling apa?!"

Deddy sadar dia sudah salah menjawab, cepat-cepat membetulkan jawabannya, "Oo, kemaren sore saya terakhir mengantar Pak Jayden ke toko buku XX, Pak Jayden ketemu cewek cantik Bu, habis itu saya disuruh pulang".

Kalau berhadapan dengan Bu Sunjaya, Deddy selalu menyebut bosnya, Pak Jayden, karena dia segan dengan Bu Sunjaya yang berwibawa.

"Siapa nama perempuan itu?" tanya ibu Jayden penasaran, setahu dia teman ceweknya Jayden cuman Maya.

"Gak tahu Bu, Pak Jayden tidak memberitahu", Jawab Deddy.

"Ya udah!", sahut ibu Jayden kesal dengan jawaban Deddy sambil mematikan telponnya.

Sambil mengomel,Bu Sunjaya kembali duduk di samping suaminya,

"masak bos harus memberitahu dia ketemu siapa, kupingnya apa tuli tidak mendengar Jayden memanggil nama perempuan itu? Biasanya kan raja gosip, hal gak penting dia dengar, begitu yang penting dia gak dengar."

Memang pembawaan Ibu Jayden agak emosian, Pak Sunjaya yang sabar pun , menepuk-nepuk punggung istrinya untuk menyabarkannya,

"Ada apa? jangan suka marah-marah, nanti cepat tua".

"Yah ini juga salah Jayden yang kepala batu itu, usulan ibunya gak mau dengar. Sopir kok di jadiin sekretaris. Bosnya kemana dan ngapain aja kok gak tahu?"ucap Bu Sunjaya masih kesal, karena dia penasaran banget Jayden ketemu dengan perempuan mana.

"Sudahlah, kamu kan bayar sekretaris bukan detektif. Yang penting anakmu puas dengan kerjaan Deddy, biarkan saja. Anak kita sudah dewasa, biarkan saja dia mengambil keputusan sendiri. Lagipula Jayden cukup pintar, kamu tidak usah khawatir. Apalagi kamu tahu sendiri, kalau Jayden sudah memutuskan sesuatu susah dibantah.Selama tidak masalah, biarkan saja. Kita sebagai orang tua hanya mendukung saja", sahut Pak Sunjaya menasehati istrinya.

Akhirnya kemarahan Bu Sunjaya lenyap sesudah mendengar kata-kata suaminya. Dalam hati, ibu Sunjaya berpikir ternyata sifat Jayden hampir mirip dengannya, keras kepala, mudah emosi, seharusnya dipasangkan dengan perempuan yang sabar.

Dia merasa Maya satu-satunya kandidat yang cocok.

"Aku harus berusaha mendekatkan Jayden dan Maya, usia Jayden juga sudah cukup untuk berkeluarga", pikirnya memutuskan kemudian.

Akhirnya masalah berakhir sampai di sini saja, tapi yang jelas besok di perusahaan beredar gosip Pak Jayden sang Dewa Es hilang seharian sesudah ketemu cewek cantik. Memang hidup terasa hampa tanpa gosip.

Bersambung........

1
Tatik Tabayy
love jayyyyy , bnr2 gentleee
Tatik Tabayy
bsgussssss😍
Tatik Tabayy
yeyyyyy bersemiiii
Tatik Tabayy
Dari kecil sampe sekarang masih jadi super Hero kamu Lo Aylin kak Jay nya .
Tatik Tabayy
Ayo jayyyyyy , kejar itu si Aylin
Tatik Tabayy
Aduhh Aylin kenapa coba inta Deny suruh jemput , kan datang nya sama Ayah nya jaya minimal ya biar di antar Jay lah. ngga mungkin kan mlm2 suruh naik angkutan umum . Scr demy kan juga bkan siapa2 Cuma tmn biasa
Tatik Tabayy
Ayoooooo Pepet trss jay
Tatik Tabayy
Ayo jayyy , jangan nglokro dong ,.kejar trsss.si Aylin nya , keburu yang dpt Deny lohhh
Tatik Tabayy
helloo , Jay berpaling dari mu ? yang benar saja , suka aja tidak malah ber paling ckckck
Tatik Tabayy
horeeew dpt jekpot nih Jayden
Tatik Tabayy
Deny bikin keselll deh , Bikin emosi jayyy. muncak nih pasti
Tatik Tabayy
Ada aja kata2 si Deddy . tapi pas juga sehh
Tatik Tabayy
Jangan datang sama Deny lah , datang sama kak Jay Aja Lin
Tatik Tabayy
sweettttttttt , Ayokkk jayyyy kejar , Aku mendukung mu lohhh
Tatik Tabayy
biar lah , biar pada kaget2an 🤭
Tatik Tabayy
itu namanya kangen lin. ,, gpp kak jay sebener nya udah sayang sama kamu sejak lama Lo
Tatik Tabayy
Ayo dong jayyyyy , Kejar trs Si Aylin . Kata nya sebelum janur melengkung gasss trsss. tapi kok baru gini aja udah mleyhoyyyy
Tatik Tabayy
Aduhhhhhh , ke pie to. mlh dadi masalah kan 🤣
Tatik Tabayy
gassss trsss jayyy
Tatik Tabayy
love love love 😍, ayo jayyyyyy fefet trsss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!