Comedy - Romance - Fantasy.
Tidak untuk anak-anak karena banyak konflik kerajaan.
Putri Becca Malcon, mendapatkan kesempatan hidup yang kedua, setelah sebelumnya mendapatkan hukuman mati oleh tunangannya sendiri, yaitu Pangeran Mahkota Ebert Oswald. Karena di fitnah telah menyakiti wanita kesayangan sang putra mahkota.
Jiwanya kembali ke masa lalu, saat dia memenangkan sayembara yang di adakan oleh Keluarga Kerajaan Oswald, dan sebelum dia mengucapkan keinginannya melamar Pangeran Ebert.
Di tengah kebimbangan antara takut akan kematian dan juga tidak mau menghancurkan harga diri keluarganya, Becca justru terpesona dengan ketampanan sang raja hingga tanpa sadar mengucapkan sebuah kalimat di hadapan ayah mertuanya.
“Sebagai hadiah, saya ingin.. Melamar Yang Mulia Raja Basilio Oswald.”
Dan saat Becca tersadar, dirinya tidak bisa mundur lagi saat sang ayah mertua atau Raja Basilio justru tersenyum miring, serta menyetujui lamaran itu bahkan berniat menikahinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Akhir hubungan Ebert dan Selina
Raja Jonah memeluk istrinya dengan erat, setelah merasa jenuh harus mendengarkan sindiran yang terus ditujukan kepadanya. Dia merasa ingin melampiaskan kekesalannya dengan memeluk istrinya. Pangeran Arland menatap keromantisan kedua orang tuanya, dengan tatapan datarnya.
“Sayang ?? Ada apa ??” Ratu Tamara bingung, tidak biasanya suaminya menunjukkan keromantisan di depan umum.
“Aku merasa kesal, biarkan saja seperti ini.” Bisik Raja Jonah dengan lembut, membuat sang ratu tersenyum kecil, dan menikmati sentuhan lembut suaminya.
Sementara Raja Basilio yang berdiri tidak jauh dari adiknya, beberapa kali menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri dengan bingung.
“Dimana istriku ??” Ujar Raja Basilio dengan heran, Ratu Tamara menoleh dan tersenyum tipis.
“Ratu Becca tadi berpamitan, pergi ke kamar mandi. Mungkin sebentar lagi, dia akan datang, Raja Basilio.” Ujar Ratu Tamara dengan hormat dan sopan.
“Begitu, terima kasih.” Ujar Raja Basilio.
Sementara Pangeran Ebert juga menoleh ke segala arah, mencari adiknya yang juga tiba-tiba saja menghilang di sana.
Tidak lama, seorang pelayan perempuan berjalan terburu-buru, hingga berada di hadapan Raja Jonah yang masih sibuk berpelukan dengan istrinya.
“Yang Mulia Raja Jonah, gawat !!”
“Ada apa ??”
“Saya mendengar, dari kamar istirahat tamu, ada yang berbuat mesum di sana.”
Mata Raja Jonah langsung membulat sempurna, dia menoleh dengan memberikan tatapan terkejut dan seakan tidak percaya. Raja Jonah melepaskan pelukan istrinya, Raja Basilio yang ikut mendengarkan itu, juga memberikan tatapan curiga.
“Jangan bercanda, tidak mungkin.. Ada orang serendah itu, yang melakukan hal menjijikkan disini.” Ujar Raja Jonah dengan sangsi.
Ya, berbuat mesum di sebuah pesta yang di gelar oleh keluarga bangsawan, adalah noda yang begitu menjijikkan bagi mereka. Karena pesta disini, adalah merasakan kebahagiaan dari keluarga kerajaan.
“Maaf, Yang Mulia.. Tapi ini serius, saya mendengarkan suaranya.”
Raja Jonah memeluk keningnya lagi, kenapa harus di acara yang dia buat untuk saat ini ?!
“Tunjukkan padaku, di kamar mana ?! Aku akan mendobraknya sendiri !!” Ujar Raja Jonah dengan sedikit kesal, sang pelayan menganggukkan kepalanya.
Raja Basilio sebenarnya tidak tertarik, tapi karena dirinya merasa sang istri menghilang, jadilah sang raja juga mengikuti adiknya yang berjalan dengan cepat ke arah yang di tunjukkan oleh sang pelayan.
Tidak hanya Raja Basilio, Ratu Tamara, Pangeran Arland dan juga Pangeran Ebert secara kompak juga mengikuti mereka. Mungkin, karena ada insting yang mengatakan jika sosok yang akan di dobrak adalah bagian dari Kerajaan Varilia ?? Semoga saja, bukan.
...
Bruk !!!
Raja Jonah langsung membuka pintu ruangan dengan paksa, sang raja masuk dengan ekspresi marahnya, tapi seketika dia membeku di tempat, matanya membulat di sana, bahkan lidahnya terasa Kelu untuk bergerak, tapi dia memanggil seseorang.
“Kak Basilio.. Masuklah kemari..” Panggil Raja Jonah dengan nada bergetar.
Merasa namanya di sebut, sang pemilik nama masuk ke dalam, “Ada apa- Astaga !!”
Raja Basilio juga langsung membeku di tempat. Raja Jonah langsung menutup matanya, dan segera keluar dari ruangan, dengan ekspresi yang bercampur aduk.
Di luar, Ratu Tamara langsung mendekati suaminya.
“Sayang ?? Ada apa ??”
Raja Jonah mengangkat kepalanya, tapi sebelum menjawab pertanyaan istrinya, dia menoleh ke arah Pangeran Ebert, dan berbicara..
“Pangeran Ebert, masuklah dan urus semuanya.”
“Apa maksud, paman-”
“Ebert !! Kemari !!”
Sebelum menjawab, Panggilan dari Raja Basilio dengan suara tegasnya terdengar hingga keluar ruangan, membuat sang pangeran mahkota langsung berlari kecil masuk ke dalam.
“Ayah, ada apa-”
Pangeran Ebert tertegun melihat pemandangan di depannya..
Selina, wanita itu.. Sedang asyik bergelut dengan tiga lelaki di atas kasur, tanpa busana satupun. Manisnya, keempat orang itu malah asyik bermesraan, seakan tidak mengetahui jika mereka kini menjadi tontonan banyak orang, termasuk Raja Jonah, Raja Basilio dan Pangeran Ebert.
“Ini... Tidak mungkin..”
“Jangan membelanya lagi, Ebert !! Ini sudah sangat memalukan kerajaan kita !! Jangan kau menghindari kenyataan yang ada di depan matamu !!” Ujar Raja Basilio dengan tegas, membuat Pangeran Ebert seakan melemas di sana, tapi tatapannya menjadi marah saat menatap ke arah depan.
“Hentikan semua ini !!”
Pangeran Ebert menggunakan kekuatannya, sehingga membuat ketiga lelaki itu terhempas dari atas kasur. Mereka menoleh dan baru menyadari, jika kini mereka sudah menjadi bahan tontonan.
Ketiga lelaki itu terlihat sangat gelisah dan takut, dengan cepat mereka mengambil pakaian di atas lantai, menutupi tubuh mereka sendiri. Mereka lalu melangkah dengan tubuh membungkuk, dan memohon di depan Pangeran Ebert.
“Maafkan kami Pangeran.. Wanita itu.. Dia yang membayar kami..” Ujar salah satu lelaki dengan nada gemetar.
“Benar, dia meminta kami untuk melakukan hal seperti ini, pada wanita yang diserahkan pada kami..” Ujar lelaki yang lain dengan takut-takut.
Selina yang juga menyadari kehadiran Pangeran Ebert dan Raja Basilio, malah tersenyum dan melambaikan tangannya.
“Pangeran.. Apa kau juga ingin ikut bergabung dengan kami ??” Ujarnya dengan senyuman lebar dan terlihat bahagia.
Raja Basilio memalingkan wajahnya, “Dia wanitamu, kau yang urus semuanya ini. Setelah ini, jangan pernah berhubungan lagi dengannya, atau aku akan mencabut jabatanmu sebagai putra mahkota.” Ujar Raja Basilio dengan nada rendah tapi penuh penekanan pada putranya, lalu keluar dari ruangan itu, meninggalkan Pangeran Ebert yang di penuhi oleh emosi.
Di luar ruangan.
Raja Basilio melihat istrinya, berdiri di depan Ratu Tamara dengan ekspresi wajah bingung, bersama dengan Pangeran Aldert yang juga sama bingung dan herannya. Raja Basilio dengan senyum kecil menghampiri istrinya, membuat Becca menoleh.
“Sayang ?? Ada apa ini ?? Kenapa ramai sekali ??” Tanya Becca dengan bingung.
“Tidak ada, hanya-”
“Kau wanita murahan dan rendahan !! Apa maksud semua ini ?! Kau menj**l tubuhmu pada pria-pria asing ?! Kau benar-benar menjijikkan !! Setelah ini, jangan pernah muncul di hadapanku !!”
Suara Pangeran Ebert yang penuh emosi terdengar hingga keluar, membuat Raja Basilio menghentikan ucapannya sendiri, dan tersenyum kecil.
“Itu suara, Pangeran Ebert..” Suara Becca terdengar sedikit khawatir dan bingung, tapi Raja Basilio malah tersenyum tipis.
“Jangan khawatir, dia akan baik-baik saja.” Ujar Raja Basilio langsung memeluk tubuh istrinya dengan lembut.
Tanpa sadar, Becca menoleh ke arah Pangeran Aldert yang tersenyum miring, sambil menempelkan jarinya di mulut, seakan memberikan kode sstttt agar Becca tidak mengatakan apapun. Dan sang wanita membalas dengan usapan jempol, dan tersenyum tipis.
Flashback
Becca menoleh mendengarkan suara pukulan di belakang, dia terkejut melihat seseorang terjatuh ke lantai, dan di sana barulah dia menangkap sosok Pangeran Aldert yang tersenyum ke arahnya.
“Apakah bibi baik-baik saja ??” Tanya Pangeran Aldert dengan penuh rasa khawatir.
Becca menganggukkan kepalanya, “Siapa dia.. ??”
“Selina.”
“Eh ??”
“Dia berencana menyerahkanmu kepada para lelaki berhidung belang yang sudah bersembunyi di salah satu kamar tamu.” Ujar Pangeran Aldert menjelaskan semuanya, membuat Becca membulatkan matanya.
“Bagaimana kau tahu ??”
Pangeran Aldert tersenyum miring, “Aku melihat dan mendengarkan saat dia menyusun rencana, dan membayar para tiga lelaki hidung belang itu. Jadi, aku ingin setidaknya memberikannya pelajaran.”
Becca menaikkan alisnya, bingung saat melihat sang pangeran mengeluarkan sebuah botol kecil dari balik sakunya, “Rencana apa ??”
Pangeran Aldert menundukkan tubuhnya, dia membuka penutup wajah sosok yang tadi berusaha memukul Becca. Benar, itu adalah Selina yang tidak sadarkan diri.
Pangeran Aldert membukakan mulut Selina, dan memasukkan cairan itu ke dalam mulutnya.
“Ini sama seperti obat perangsang, dia berencana memberikan ini kepadamu, tapi aku ingin dia menikmati racunnya sendiri.” Lalu sang pangeran berhenti menuangkannya, dan menutup kembali mulut Selina, serta memasukkan botol ramuan itu ke dalam sakunya.
Pangeran Aldert mengangkat kepalanya, “Dia ingin mempermalukan bibi, bukan ?? Tapi kini, dirinya yang akan menanggung malu akibat rencana liciknya.” Ujar sang pangeran dengan senyuman licik.
Flashback off
❤️👑❤️👑❤️👑
Keren juga si Becca dan Aldert 😏😏 bisa jadi partner nih, memberantas semua para antagonis. Akhirnya ya, hubungan mereka kandas juga, tapi..
Apakah Pangeran Ebert bakal berubah lebih baik lagi, atau tetep sama aja ??
gapapa publish aja cerita baru pasti aku baca semua 😍😍😍🔥🔥🔥
gak papah lah klo masih seawet muda brad pitt🤣🤣🤣
latar kerajaaan bgini makin seru thor, berasa ky di novel2 terjemahaan. 😄
semangat thor😄