Cerita ini menceritakan tentang kehidupan seorang mahasiswa baru di sebuah Universitas di Indonesia.
Seorang gadis broken home yang sederhana, yang memiliki sifat arogan, jutek, dan enggan dekat dengan laki-laki. Sejauh ini, dia selalu menghindar dari para lelaki yang mendekatinya. dia tidak ingin dekat dengan lelaki2 itu. Hal ini, disebabkan karena dia sangat kecewa kepada papanya yang telah meninggalkan dia dan mamanya demi wanita lain. Hingga dia menutup rapat hatinya, untuk menghindari lelaki-lelaki yang mendekatinya. Dia memasang wajah arogan dan sangat jutek. sebenarnya, dia sangat manis apalagi kalau tersenyum. Sayangnya, senyuman itu hanya berlaku untuk orang terdekatnya
di sisi lain, ada seorang pria tampan yang selalu menganggap semua wanita itu sama. mengejar pria hanya memandang harta dan rupa, yahh karena selama hidupnya para gadis yang mendekatinya hanya selalu memikirkan wajah tampan dan kekayaannya saja. Baginya, hanya Maminya lah wanita yang berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Avralia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman dari Rey
Angel menangis lagi, dia kira Rey hanya menghukumnya sesuai permintaan Aluna. Tapi ternyata? Rey masih ingin menghukumnya lagi
"Rey gue mohon, jangan pertaruhin perusahaan bokap gue" Mohon Angel. Dia masih takut kalau Rey akan menghancurkan Maheswari group
"Oke. Karena gue kenal baik sama om Maheswari. Gue gak bakal hancurin perusahaannya, tapi gue akan hukum lo. Hanya diri lo"
Rey memang mengenal Orang tua Angel dengan baik. Oleh sebab itu, selama ini saat Angel mendekatinya Rey diam saja. Dia sudah menolak tapi Angel bersikeras. akhirnya Rey membiarkannya melakukan yang dia mau. Tapi, saat Rey sudah menemukan pujaan hatinya. Semuanya berubah.
Angel sangat sedih, dia sangat kecewa pada Rey. memang sejak dulu Rey selalu dingin padanya. Tapi Rey tidak pernah bertindak kasar padanya. Saat ini, dia tidak punya pilihan lain. Dia sudah tidak mungkin menggeser posisi Aluna di hati Rey, dia sadar akan hal itu saat melihat amarah Rey yang begitu besar
"A..apa hukuman gue?" Tanya Angel lirih dengan suara terbata
"Pergi dari Negara ini" Perintah Rey enteng
"APA?" Pekik Angel
Angel terkejut dengan perintah Rey yang mendepaknya dari Negara kelahirannya sendiri
"Rey segitu bencinya lo sama gue? sampe lo usir gue dari Indonesia?" Lirih Angel
"Gue cuma usir lo dari kehidupan gue" Jawab Rey membuat hati Angel terasa ditusuk ribuan belati
"Rey... gue selama ini gak pernah jauh dari orang tua gue dengan waktu yang lama" Lirih Angel.
Dia memang gadis yang sangat manja, dia tidak pernah tinggal jauh dengan orang tuanya. Dia sama seperti Rey, dia pewaris tunggal Maheswari group. Oleh sebab itu, dia sangat disayang dan dimanja. dia selalu ada dalam pengawasan kedua orang tuanya. Jika kalian bertanya, kenapa Rey bisa menculiknya jika Angel selalu dijaga ketat? Tentu saja, kuasa Keluarga Kusuma jauh lebih besar. Rey bisa melakukannya dengan mudah, apalagi anak buah Keluarga Kusuma juga berteman dengan anak buah Keluarga Maheswari sehingga tidak ada yang menaruh rasa curiga
Soal Angel bisa melakukan kejahatan pada Aluna tanpa sepengetahuan keluarganya atau para bodyguardnya. Angel mudah melakukannya, dia tinggal mengelabui para bodyguardnya itu
"Gue gak peduli. Gue kasih lo waktu buat berpikir. Lo pergi dari Indonesia atau Maheswari Group hancur dalam semalam" Dingin Rey, lalu pergi meninggalkan Angel
"Lepaskan dia" Perintah Rey pada anak buahnya
-Angel-
Angel terus saja menangis, dia merutuki kesalahannya sendiri
Saat ini, Angel sedang merenung di kamar nya. setelah dia dipulangkan dari markas Rey dia hanya berdiam diri di kamar
Dia sedang bingung, apa yang harus dia lakukan? Apa dia harus meninggalkan Negara ini? Sungguh, sangat berat baginya jika harus pergi jauh dari orang tuanya. Tapi, dia juga tidak ingin orang tuanya kecewa padanya
"Ya Tuhan gue harus apaaaa" Angel berteriak, dia mengobrak abrik lemari pakaiannya
Dia benar benar frustasi. Dia berhenti saat melihat sepasang mukena dan kitab suci itu. Perlahan dia menyentuhnya
"Apa Tuhan marah sama gue? Karena gue gak pernah ngejalanin kewajiban gue? Sampai gue sekarang ada di situasi yang rumit ini? Gue cinta sama Rey, tapi gue gak bisa memilikinya. Dia bahkan benci sama gue. Dan sekarang gue dihadapakn dengan pilihan. Gue harus pergi jauh dengan orang tua atau gue membiarkan perusahaan rintisan keluarga gue hancur begitu saja" Angel berbicara sendiri sambil memeluk mukena dan Al Quran
"Ya Tuhan, maafkan aku" lirihnya
Dia pergi mengambil air wudhu, dia melaksanakan sholat setelah dia meninggalkan ibadah ini bertahun tahun. Dia mulai membaca Al Quran walau dengan terbata bata. Hatinya mulai tenang
Angel menatap pantulan dirinya di hadapan cermin. Dia tersenyum
"Pilihan gue pasti yang terbaik, Terimakasih Ya Allah" Gumamnya
-di Rumah Sakit-
Aluna, Talia, dan Sesil sedang berbincang bincang. Ada Ann dan juga Ken yang datang mengunjungi Aluna. Mereka berbicara banyak dan bercerita. Dari sini Aluna paham, kalau Rey memang belum pernah dekat dengan wanita manapun sebelum dirinya sama sepertinya juga. Ken dan Ann sudah menceritakan tentang Rey yang menganggap wanita itu sama. Tapi Aluna yang berhasil merubah pandangan Rey terhadap wanita.
Cklekk..
Saat mereka asik berbincang, pintu ruangan Aluna terbuka. Terlihat sosok tampan, tinggi semampai, gagah, dengan sejuta pesonanya itu berdiri di hadapan pintu
"Udah balik bro?" Tanya Ann saat melihat sahabatnya itu
"Hmm" Rey hanya berdehem menjawabnya
Rey masuk ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan wajahnya agar lebih segar
Dia keluar kamar mandi dan menghampiri ranjang Aluna
"Udah makan siang?" Tanya Rey tanpa mempedulikan teman temannya
"Belum" Jawab Aluna
Rey mengernyitkan dahinya. Dia menoleh mendapati makanan dari rumah sakit masih belum tersentuh
"Kenapa?"
"Makanannya gak enak" Jawab Aluna
Rey terkekeh
Dia membalik badannya menghadap ke arah sahabatnya yang sedang sibuk dengan handphone miringnya
"He cecenguk" Panggil Rey
Hening
Tidak ada jawaban
"Annress Kenan beraninya lo abaikan gue!" ucap Rey geram membuat keduanya gelagapan
"A..apa? lo manggil kita?" tanya Ken bingung
"Menurut lo?" tanta Rey memicingkan matanya
"Kenapa sih?" tanya Ann
"Lo berdua ngapain disini, gue tanya?"
"Jengukin cewek lo lah" Jawab Ann santai
"Terus kalo lo jengukin cewek gue, lo tau dia jamnya makan. gue lagi gak ada. dia gak mau makan makanan rumah sakit. kenapa lo berdua diem aja hah?" Cecar Rey
"Wowwww.. Aluna bener bener merubah balok es ini jadi secerewet ini bro" Ann tergelak sambil memukul bahu Ken
"Shit. Diem lo" Bentak Rey
"Bukannya kita gak peduli Rey, tadi Aluna udah kita tawarin mau kita cariin makan di luar. Tapi katanya dia masih belum mau makan dan gak pengen apa apa. Yaudah" Jawab Ken sambil mengendikan bahunya
Hah
Rey menghela nafasnya dan mengalihkan pandangannya pada Aluna yang sedang sibuk dengan handphone nya. Rey mendengus kesal. Dia menarik paksa handphone Aluna
"Ih apasih, balikin hp gueee" Aluna merengek
"Hp mulu. Makan tuh" Ketus Rey
"Kan gue udah bilang gue gak mau. Gak enak" Jawab Aluna sambil mengerucutkan bibirnya
"Terus lo mau makan apa? bilang aja pokoknya harus makan" tawar Rey
"Emmm"
Aluna berpikir sejenak
"Gue mau soto ayam" jawab Aluna setelah berpikir. Rey mengangguk, lalu menelfon anak buahnya untuk membelikan soto ayam untuk Aluna
"Lun, lo tadi kita tanya katanya gak pengen apa apa" Celetuk Ann
Aluna nyengir
"Hehe, gue cuma gak enak aja sama kalian" Jawab Aluna
"Biasa aja kali Lun. Gak perlu sungkan kalo sama kita" Jawab Ken, yang diikuti anggukan oleh Ann
"Bener. Anggap kita berdua kakak lo aja. Kalo Rey lagi ada kerjaan, kita yang bakal jagain lo buat dia" Ann berbicara bijak
Aluna mengangguk mengerti
"Makasih" ucapnya sambil tersenyum
Rey hanya diam saja membiarkan kedua sahabatnya berbicara
Sedangkan Talia dan Sesil ? Mereka juga diam saja sejak Rey datang. Mereka hanya menyimak pembicaraan
TBC