Seorang wanita bernama Tiara Indah Soraya yang merupakan wanita yang sukses dengan kariernya sebagai desainer dan pemilik butik terkenal.
Tapi dibalik kesuksesannya tidak sebanding dengan kisah cintanya. Diusianya yang sudah dipenghujung kepala 2 membuatnya selalu diteror oleh ibunya untuk segera menikah.
Setiap hari ibunya selalu bertanya tentang laki laki bahkan dia juga sering menjodohkannya dengan banyak laki laki tapi semuanya selalu berakhir dengan ketidakcocokan.
Hal itu membuat ibunya sangat frustasi karena di usianya yang sudah tua dia ingin sekali menimang cucu dari putri tunggalnya.
Hingga akhirnya dia bertemu dengan Rivan dan besoknya langsung diajak menikah tanpa mengetahui asal usul dari pria tersebut.
Bagaimana kehidupan Tiara setelah menikah dengan Rivan? apakah rumah tangga mereka akan bahagia atau malah sebaliknya.
yuk ikuti dan baca novel keduaku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aura Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terselubung
Nita dan Tiara melanjutkan makan siang mereka di sana tanpa ada kecanggungan lagi karena Tiara sudah sedikit melupakan masalah perdebatan dirinya dengan ibunya tadi pagi.
Nita masih mencoba untuk membujuk Tiara agar mau dikenalkan sama teman kerja suaminya. Karena selain orangnya yang sudah pasti mapan dan tidak kalahnya lagi kenalan Doni pasti pria yang baik seperti Doni.
Sebenarnya Tiara sendiri juga tertarik dengan tawaran Nita yang mengajaknya untuk berkenalan dengan teman kerja Doni. Karena selera Nita biasanya pria yang masuk kategori orang baik dan sukses. Selama ini Tiara belum pernah mencoba berkenalan dengan teman Nita ataupun Doni.
Tapi mengingat semua peristiwa yang dialami oleh Tiara yang sering di jodoh jodohkan oleh ibunya membuat Tiara merasa malas karena perjodohan selama ini selalu gagal. Tiara ingin beristirahat sejenak dari acara perjodohan seperti sebelum sebelumnya. Dia selalu berfikir toh kalau jodoh pasti akan datang dengan sendirinya.
" Gimana Ra?, kira kira kamu mau gak aku kenalin sama temannya mas Doni?" sekali lagi disela sela makannya Nita mencoba bertanya dan memastikan agar Tiara mau berkenalan dengan teman suaminya. " Namanya Feri, dia itu pasarannya tinggi tau" lanjutnya memberitahu nama teman Doni ditambah lagi dengan candaan agar Tiara bisa lebih santai karena sedari tadi bawaannya seperti lagi kesal aja.
" Memang dia itu properti pake pasaran tinggi segala" sahut Tiara yang akhirnya tersenyum mendengar candaan sahabatnya tersebut.
Dia sangat senang bisa bersahabat dengan Nita karena dia merupakan cewek yang suka bercanda. Nita selalu bisa mengimbangi sifat Tiara yang serius dan juga sedikit memiliki sifat humoris. Sedangkan pembawaan Nita selalu memiliki sifat yang humoris dan santai dalam segala hal ditambah lagi otak mesumnya.
" Eh... jangan salah, cari cowok itu sama kayak cari rumah. Kalo kamu suka rumah bagus tapi budget kamu gak mendukung ya gak bakal dapet kan... sama kayak kita kalau mau nyari cowok, tampang ok dompet tebal... tapi kalau kamu gak suka ya sudah pasti gak bakalan lanjut kan..?" sahut Nita yang menyamakan mencari cowok sama kayak mencari rumah segala.
Itulah Nita yang selalu punya cara sendiri untuk bisa membuat Tiara tersenyum dikala dirinya sedang ada masalah karena pembawaannya yang selalu humoris seperti tidak ada beban sama sekali. Dan untungnya suaminya juga bisa mengimbangi sifat humoris Nita meskipun Doni lebih cenderung dingin.
" Luar biasa kamu Nit!! cowok disamain kayak rumah... udah kelamaan main di rumah kamu Nit... jadi jarang main cowok... hahaha!" ucap Tiara sambil tertawa lepas karena mendengar ungkapan Nita yang begitu aneh baginya.
" Eiiitss..! jangan salah , di rumah mainan gue ya laki gue tiap hari...hehehe" sahut Nita yang mulai dengan pikiran mesumnya jika sudah menyangkut suaminya.
" Gila!! jangan keras keras kamu bicaranya... banyak orang tau.." Tiara merasa risih dan malu kalau saja ada orang yang duduk didekat mereka dan mendengar ucapan Nita yang terlalu mesum.
Dan untungnya mereka sedang duduk di pojokan sehingga tidak banyak orang yang bisa mendengar pembicaraan mereka berdua.
" Makanya buruan kamu kenalan sama Feri, terus nikah deh" masih mencoba membujuk Tiara. " Nanti kalau kamu sudah nikah aku yakin kamu bakalan betah mainan punya laki kamu" sahut Nita yang sudah semakin gila mesumnya karena dia memang cewek yang termasuk mesum akut.
" Ampun dah Nit, kalau sudah ngobrol hal mesum terus aja semua ucapan kamu semakin tambah mesum" jawab Tiara sambil menggeleng kepalanya.
" Hidup itu juga butuh hiburan Ra, dan hiburan yang enak itu ya kalau main sama laki halal kita... sudah halal nikmat lagi" katanya dengan bibir yang tersenyum.
Karena tidak ingin mendengar hal mesum yang lebih parah lagi dari sahabatnya itu, Tiara mengajak Nita untuk segera kembali ke butiknya. " Ampun deh Nit punya sahabat satu aja mesumnya kelewatan, yuk kita balik aja" ajak Tiara pada Nita lalu memanggil salah satu pelayan restoran untuk meminta bill pembayaran.
" Lihat aja setelah kamu nikah Ra, kamu bakalan ketagihan dan pikiran kamu bakalan dipenuhi hal mesum bukan lagi perjodohan hehehe" sahut Nita dengan tertawa lirih dan Tiara hanya bisa menggeleng kepala dengan lidahnya yang terus berdecak.
Salah satu pelayan yang dipanggil Tiara datang dan memberikan bill pembayaran. Tiara mau membuka tasnya dan mengambil dompetnya tapi terhenti karena mendengar ucapan Nita padanya.
" Biar aku yang bayar" lalu dia memberikan sejumlah uang seperti yang tertera di kertas bill. " Kembaliannya buat mbak aja" lanjutnya memberitahu pelayan untuk mengambil sisa pembayaran.
" Terima kasih mbak" kata pelayan tersebut dengan senyuman bahagia karena mendapatkan bonus dari salah satu pelanggan.
Tiara dan Nita beranjak berdiri dari duduknya dan berjalan bersamaan keluar dari restoran tersebut menuju mobil Nita. Seperti biasa Nita yang akan menyetir dan Tiara duduk disebelahnya.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang karena mereka hanya akan balik ke butik milik Tiara.
" Ra.. kamu jadi gak dikenalin sama Feri?" tanya Nita sambil menyetir dengan pandangan fokus ke depan. " Aku hanya ingin membantu kamu mencari cowok bukan menjodohkan" lanjutnya kini dia mulai serius dengan ucapannya.
" Nanti aku kabari kamu lagi ya, Nit" jawab Tiara belum bisa memastikan keputusannya.
Mengetahui raut muka Nita yang sedang serius berbicara dengannya. Tiara juga harus bisa mengimbangi ucapan Nita dengan serius juga. Begitulah mereka jika sedang bercanda maka mereka akan bicara dengan santai dan penuh candaan tapi jika salah satu sedang serius maka lawannya juga akan serius menanggapinya.
"Ya sudah nanti kamu kabari aku saja, tapi aku harap kamu mau, karena menurutku Feri termasuk dalam kriteria kamu Ra" Nita masih berharap Tiara mengiyakan untuk berkenalan dengan Feri.
Kemudian mobil terus melaju dan hanya ada keheningan didalam mobil setelah mendengar jawaban Tiara. Nita sendiri juga tidak mau memaksa karena itu semua adalah hak Tiara sendiri. Karena ini menyangkut kehidupan sahabatnya jadi Nita juga tidak bisa memaksa.
Tidak lama akhirnya mobil Nita telah sampai juga di depan butik 'Ara'. Mereka berdua keluar dari mobil dan masuk kembali kedalam butik menuju ke ruangan mereka masing masing.
Jika diluar mereka sering berbicara bercanda layaknya sahabat, tapi jika sudah berada didalam lingkungan kerja maka mereka akan bersikap layaknya bos dan anak buah.
Didalam butik tersebut semua karyawan sedang bekerja sesuai dengan kapasitas pekerjaan mereka masing masing. Bahkan di sana ada banyak pengunjung yang datang untuk melihat koleksi baju yang dijual di butik tersebut.
Tanpa ada satupun orang di sana yang menyadari ada seseorang yang datang ke butik tersebut yang memiliki tujuan terselubung. Dia berpura pura menjadi pembeli yang melihat lihat baju yang dipajang di butik tersebut.
Dengan sorot mata dan dahi yang berkerut orang tersebut memperhatikan Nita dan Tiara yang baru saja masuk ke dalam butiknya setelah mereka makan siang di luar. Matanya terus mengawasi Tiara tanpa sedikitpun berpaling. Terus mengawasi jalannya Tiara dan Nita hingga mereka berdua naik tangga. Bahkan hingga bayangan Tiara yang sudah menghilang dan tidak terlihat di ujung tangga.