Darah dibalas dengan darah begitupun nyawa dibalas dengan nyawa dan rasa sakit dibalas dengan rasa sakit.
Tak ada kata kasihan pada diri Lea Meowni,dendam yang ada pada dirinya sudah menutup mata dan hatinya untuk menerima kalau musuhnya adalah papa kandungnya sendiri.
Bagi Lea Meowni atau biasa dipanggil Meow, Air mata mamanya adalah kesakitan untuknya,siapapun yang menyakiti mamanya akan habis ditangannya termasuk papanya sendiri.
Banyak nyawa yang sudah melayang ditangan seorang Lea Meowni tapi siapa sangka demi membalaskan dendam kepada sang papa dia bisa berpura-pura menjadi cewek polos nan lugu.
Lea bertemu dengan CEO kulkas 99999999 pintu yang sangat dingin dan mau menjadi pacar bohongan dari pria itu untuk memperlancar rencananya menghancurkan papanya.
Cinta yang dulu hanya sebuah bohongan kini tumbuh nyata dihati seorang CEO KULKAS.
Bagaimana kisah mereka?
MARKICA( Mari kita baca)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PEMBALASAN
Fano dan Ara sedang berada disebuah resto tempat favorit mereka.
"Temen kamu jadi dateng?"
"Jadi dong,lagi pada dijalan, paling bentar lagi sampai." Jawab Fano sambil mengaduk minumannya.
"Nah tu si Aril udah dateng."
'Kalau tau ada dia gue mending gak dateng deh.'Batin Aril yang melihat Ara disebelah Fano.
"Lihatinnya biasa aja Ril,naksir ntar lo."
Aril duduk didepan Fano. 'Najis gue naksir sama mak lampir.'
"Lo tenang aja gue gak bakal naksir sama dia,dia punya lo doang."Jawab Aril agak menyindir,walau yang disindir gak bakal nyadar.
"Bagus kalau lo paham mah,si Reza mana tumben kalian gak bareng?"
"Tadi gue lagi dikantor papa jadi gak bisa bareng,paling bentar lagi dia dateng."
Tak selang beberapa lama Reza datang dengan menggandeng seorang cewek yang pasti sudah mereka kenal.
"Sorry ya kita telat."Ucap Reza sambil menarik 1 kursi dan mempersilahkan cewek yang tadi datang sama dia duduk.
"Aku bisa sendiri padahal loh yang."
"Kamu ini ratuku jadi udah seharusnya aku melayani kamu." Jawab Reza sambil tersenyum dan mencubit hidung pesek sicewek.
"Za,ini maksudnya apa? lo sama Lea pacaran?" tanya Aril dengan muka cengo.
"Iya,kita udah jadian,gak ada yang salah kan? kita sama-sama jomblo." Jawab Aril sambil mencium tangan Lea.
"Za,lo ini sahabat gue,lo tau gue sama Lea kenapa lo rebut dia ha." Fano mulai terpancing emosi dan berdiri bersiap memukuk Reza.
"Lo mau sama Lea,lo juga mau sama Sebelah lo,maruk amat jadi cowok." Jawab Reza dengan tenang.
"Fano katanya cuma aku cewek yang kamu cintai,terus dia siapa Fan?" tanya Ara dengan air mata yang sudah mengalir dipipinya.
'Drama banget ni nenek lampir satu.' Batin Aril.
"Bukan gitu maksud aku,aku emang cinta sama kamu tapi sampai kapanpun kita gak akan bisa bersatu,kamu ini sepupu aku."
"Tapi bukan gini caranya Fan."
"Aku minta maaf."Fano jongkok dan menatap Ara yang masih menangis.
'Lumayan tontonan gratis." Batin Lea.
"Iya aku maafin tapi tinggalin dia."
Fano diam,disatu sisi dia ingin bersama Ara disisi lain dia gak bisa melepaskan Lea.
"Yang mau sama cowok modelan Fano siapa juga mbak,kalau dia emang sayang sama gue gak mungkin dia nurunin gue di tengah hutan,jadi lo ambil aja gue gak butuh." Jawab Lea dengan nada agak mengejek.
"Fan,lo yang bener aja ninggalin Lea ditengah hutan segala,dia kalau ditinggalin di tengah keramaian aja bisa nyasar karna gak tau jalan gimana mau ditinggal dihutan,beneran gila lo Fan." Ucap Aril dengan kesalnnya.
"Untung dia ketemu gue,kalau dia ketemunya preman atau begal, lo mau dibunuh Zoe sama Jebi hah." Reza tak kalah kesal mengingat wajah ketakutan Lea karna dikejar babi hutan kemaren.
"Suka-suka gue lah,mobil-mobil gue ini."
"Emang lebih pantes Lea sama Reza dari pada sama lo,demi cewek kaya dia lo bahayain nyawa orang lain." Aril yang memang tak menyukai Ara sangat mendukung keputusan Lea memilih Reza karna dia tau gimana busuknya Ara.
"Kenapa kalian jadi nyalahin Ara si,dia cewek baik gini kalian salahin terus."
"Udah Fan aku gpp kok."Ara menggandeng tangan Fano. dengan muka memelas persis aktris antagonis yang ingin dibela tapi dia yang salah.
"Tapi mereka keterlaluan Ra."
"Udah gpp,kita pulang aja ya."
"Yaudah ayo kita pulang." Fano dan Ara pergi dari Resto itu dan menyisakan Lea,Reza dan Aril.
"Tu,mak lampir kenapa kesini lagi si bikin empet aja,udah bener di Jepang aja."Dumel Aril.
"Kalian kayaknya benci banget sama tu cewek?"
"Gimana gak benci,dia itu jago banget acting,gue pernah difitnah sama dia sampai gue diusir sama bokap gue." Api kemarahan tampak jelas dimata Aril.
"Kok bisa?" tanya Lea penasaran.
"Dia bilang kebokap gue kalau gue udah bocorin rahasia kantor papa ke musuh papa."
"Tapi sumpah gue gak lakuin itu,pas kejadian aja gue lagi di Korea sama Reza ngurus kerja sama gue dengan kantor papanya dia."
"Tapi bokap lo kok percaya lo yang bocorin?"
"Dia kasih video gue lagi ngomong sama musuh papa,padahal gue cuma ngomong buat gak usah bersaing lagi,toh perusahaan mereka bergerak di bidang yang berbeda."
" Kenapa sampai lo difitnah?"
"Dia tau kalau gue gak suka sama dia,dia takut kita hasut Fano buat jauhin dia."
"Terus kamu juga pernah difitna atau diapain gitu sama dia?" tanya Lea sambil menatap Reza.
"Sering cuma ya paling fitnah biasa aja si,pengen gue kasih pelajaran asli tu cewek.
"Sabar sayang,kita bikin dia sadar pelan-pelan." Ucap Lea sambil menggenggam tangan Reza.
"Kalian jadian beneran?"
"Lo kira gue kaya Fano yang bikin Lea jadi pacar bohongan,ada kesempatan mah kenapa gue harus sia-siain cewek sebaik Lea coba."
"Gue dukung kalian tapi ya jangan uwu didepan gue,kasihanilah gue yang jomblo ini."
"Makanya nyari pacar kak."
"Kalau ada yang mau mah udah punya dari dulu gue."
******
Reza dan Ara pergi ketaman untuk menenangkan pikiran mereka.
'Kok Lea kelihatan bahagia banget sama Reza? Sama gue waktu itu kok biasa aja gak sebahagia tadi,tadi bahagianya natural banget,apa mereka emang pacaran beneran?" Batin Fano dalam lamunannya.
"Fano,kamu kenapa ngalamun si?"
"Eh apa Ra?"
"Kamu kenapa ngalamun? masih mikirin cewek tadi?"
"E-enggak kok,kamu cemburu ya?" tanya Fano dengan senyum menggoda.
"Iyalah,kamu udah ada aku masih mikirin cewek lain,kamu emang gak sayang aku ya?" Ara memanyunkan bibirnya membuat Fano gemes dan mencubit bibir Ara yang dimajuin sama dia.
"Ih kok dicubit si?"
"Maunya diapain? Cium?"
"Iya." Ara memajukan kepalanya mendekati Fano tapi Fano malah memundurkan kepalanya dan mendorong muka Ara dengan bibir monyong siap untuk mencium Fano.
"Ish kenapa si?" Ara cemberut
"Tempat umum gak sopan." Jawab Fano sambil menatap lurus kearah air mancur
'*Kenapa jadi inget Lea,dia gak mungkin mau nyosor gue duluan kalau gak gue yang nyosor.'Senyum tipis tampak dari bibir Fano mengingat dia yang sering menjaili Lea.
'Kenapa harus Reza dan kenapa harus Lea,Za, lo tau gue suka sama dia kenapa lo rebut dia dari gue?" Hati Fano berkecmuk membayangkan apa yang barusan terjadi
"Gue harus singkirin cewek itu kalau gak Fano gak akan pernah fokus sama gue. ' Batin Ara*.
********
"Papa ngapain disini? ayo kita pulang pa!" ajak Gita yang sekarang berada diruang persembunyian Darel.
"Papa gak bisa pulang sayang,kamu tau sendiri keadaan papa sekarang gimana,kalau papa pulang yang ada papa ditangkep sama mereka.
"Mereka gak ada disini pa,mereka gak tau papa disini." Gita tetap memaksa Darel untuk pulang.
"Gita,biarin papa disini ya,nanti kalau keadaannya sudah membaik papa bakal balik kok." Bujuk Lisa
"Kapan ma,kapan papa balik."
Saat mereka sedang serius mengobrol terdengar gedoran dari luar.
"DAREL BUKA PINTUNYA ATAU KITA DOBRAK." Teriak seseorang dari luar ruangan.
"Papa itu siapa?"
"Itu pasti orang Beyond sama Cat."
"Papa ngumpet dimana ini." Darel gelagaban mencari tempat persembunyian.
Saat Darel masih bingung mencari tempat persenbunyian,orang Beyond dan Cat sudah menerobos masuk dan langsung menyeret Darel keluar.
"Lepasin gue." Darel memberontak namun tenaga orang Beyond lebih besar.
"Lepasin papa." Teriak Gita namun sama sekali tak digubris sama orang Beyond maupun orang Cat.
Jebi dan Zoe menghampiri Gita dan Lisa.
"Jangan pernah lo ganggu Lea kalau lo gak mau nasib lo sama kaya bokap lo,inget darah dibalas darah." Ucap Jebi sambil menatap tajam Gita yang kini menunduk ketakutan.
"Nyawa dibalas dengan nyawa,kalau kita gak bisa bunuh pembunuh maka kita bakal bunuh keluarga pembunuh itu,inget musuh lo bukan gue ataupun Jebi tapi musuh lo orang yang keluarganya pernah lo hilangin nyawanya." Ucap Zoe sambil menatap tajam Lisa seakan sedang mengingatkannya tentang masalalunya yang sudah membunuh kakek dan nenek Lea.
'Maksud dia apa?' Batin Lisa sambil kringet dingin terus mengucur dari seluruh tubuhnya.
Jebi dan Zoe pergi meninggalkan 2 wanita yang sedang ketakutan hanya dengan gertakan dari Zoe dan Jebi.
********
"Bos yakin kita nusuk si bos."
"Yakin,udah buruan keburu ada yang lihat." Desak Ara dan dengan sekali tusuk Ara sudah terkulai lemah ditanah.
"Bos."
"Kalian lakuin tugas kalian selanjutnya."
"Ba-baik bos." Preman itu mengambil ponsel Ara dan menelfon seseorang.
'Lihat pembalasan gue Lea Meowni.'Batin Ara yang sudah bersimba darah.
*********(((((((((())))))))))*******
...BERSAMBUNG...
*Double up nya nanti tengah malem ya.
komen yang banyak biar Pena semangat.
Papay salam Pena*.
tapi jangan pakai saya kamu kesannya kaku
saran aja sich✌️