Bijaklah dalam memilih bacaan
azizah fatimah azzahro gadis dekil dari 10 bersaudara.hidupnya yang serba kekurangan tak membuat keceriaan dan semangatnya berkurang.Hidup susah sepertinya sudah melekat di kehidupannya.
zizah yang masih sekolah mampukah menghadapi kelakuan sableng evan pengusaha kaya namun hobinya menjelajahi wanita cantik.
Bagaimanakah kisah hidup dan percintaan seorang azizah antara ran dan evan
apakah ia akan mendapatkan seorang kekasih hati yang tidak melihat dari wajah dan kekayaan?
maaf ya baru pertama kali bikin novel jadi bahasanya sedikit kaku.tapi semoga kalian menyukainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muslimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cemburu
Evan yang baru selesai mandi dua jam lamanya keluar dari kamar mandi
" hadeuh....lama banget tuh mandi daki loe setebal tembok apa?"cibir evan yang sudah kesal menunggu lama
"Suka suka gue mau mandi dua hari dua malam juga,badan gue harus tetap bersih dan wangi biar wanita yang gue naiki nyaman di dekat gue"evan mencium badannya
" maksud loe si bocil?"
"Si bocil buat pajangan saja.udah lama gue gak ngerasain surga dunia.gue akan beli cewe dari korea" jawab evan sambil memakai baju dan celana
"Gila loe,lalu buat apa loe punya istri kalau masih beli yang gituan"
"Gue juga belum ngerti perasaan gue sendiri. gue belum sepenuhnya bisa menerima dia.lagian dia juga masih anak anak belum saatnya tahu yang begituan"
"Jangan sampai loe nyesel sudah meragukan dia" ucap rico yang mendadak memasang muka serius di hadapan evan.rico tahu betul sifat evan karna mereka berdua sejak kecil sudah berteman
"Gue bukan anak kecil lagi,pengalaman gue lebih banyak ketimbang loe" evan tidak suka rico berkata seperti itu
"Oh ya bos kemana si bocil ko dari tadi tidak kelihatan"rico melihat zizah tidak ada di ranjang paaien
"Ya juga ya...wa....h pengen bangkrut tuh anak"evan baru sadar zizah sudah tidak ada dua jam lamanya
Evan melihat hendpon miliknya.
Tiga Panggilan tak terjawab dari zizah lalu evan membuka sms yang di kirim oleh zizah
Tanpa pikir panjang ia langsung keluar menuju kamar mayat
" mau kemana loe"teriak rico
"Udah ikut aja"evan berlari
Begitu sampai di depan pintu terdengar suara tangisan zizah.zizah terus saja menjerit sambil menangis
"Emak.....jangan tinggalin zizah..." zizah menangis sesenggukan
Evan yang mendengarnya pun merasa kasihan.selama ini evan tidak pernah melihat dia menangis sampai separah ini
Evan memutar knop pintu tapi tidak bisa di buka karna pintu di kunci dari luar.
Evan menyuruh rico untuk mengambil kunci.rico pun cepat cepat berlari menuju ruang satpam karna semua kunci di simpan di sanah
"Tidaak....dasar bapak biadab" teriak zizah
Evan terdiam'apa bapak zizah ada di sini gawat dia pasti mau nyelakain aset berharga gue'
evan langsung menendang pintu tapi hasilnya masih sama
"Zizah...zizah...kamu baik baik saja di dalam... ini aku evan..."evan menggedor gedor pintu karna suara tangisan zizah tidak terdengar lagi
Datanglah rico membawa kunci kamar mayat.evan langsung membukanya dan berlari masuk ke kamar itu
Ruangan itu begitu gelap gulita.evan menyalakan lampu di hendpondnya, berusaha mencari stop kontak dan evan bisa menemukannya
Tapi sayang lampu yang ada di ruangan itu tidak menyala.Terpaksa evan mencari zizah menggunakan lampu di hendponnya
Evan terperangah melihat puluhan mayat tergeletak di bawah lantai dengan berbagai pose
Ada yang ngangap,ada yang masih melotot,ada juga yang nyengir dengan mata tertutup.tapi yang lebih aneh lagi adalah mayat yang nungging tidak bisa berbaring layaknya orang mati
Membuat evan ketawa terbahak bahak melihat mayat dengan posisi seperti itu.sedangkan rico yang ketakutan tak terasa kencing di dalam celananya
" loe kencing yah"ucap evan sambil menjepit hidungnya
"ya wajarlah gue kan takut melihat begituan, berarti gue masih normal sementara loe malah ketawa.emang dikira acara opra van java apa!berarti loe gak normal" suara rico sedikit bergetar ia masih terus kencing di celana membuat lantai itu basah.tapi ia terus saja membela diri tidak mau evan merendahkannya
" sontoloyo jidatmu"umpat evan
Evan kembali mencari zizah
"Zizah dimana kamu... udah dong main mainya"evan merasa kesal
Karna kamar mayat itu mempunyai dua ruang,Evan mulai membukakan pintu satunya lagi
Evan mulai mencari zizah masuk kedalam ruangan semakin dalam
Terlihat seseorang menelungkupkan wajah ke paha dengan dua lutut di tekuk sementara dua tangan memegang kakinya
Rambut yang panjang hitam legam terurai menutupi badan,dengan baju putih yang penuh dengan bercakan darah
Kali ini evan merasa takut
" ric...ric...sini temenin gue yu..."evan menarik tangan rico
Rico yang melihat sosok itu langsung pingsan tak sadarkan diri
"Dasar asisten tidak bisa di andalkan...bangun loe..." evan menggoyang goyang tubuh rico tapi rico masih saja pingsan,
tinggal evan sendiri yang berada di sana dengan puluhan mayat di tambah sosok yang mengerikan di depannya
Evan mencoba membangunkan rico untuk kedua kalinya
"Kalau loe bisa bangun sekarang juga gue kan ngasih mobil lamborginie gue ke loe"tawar evan
"Beneran loe" rico langsung bangun dari pingsannya mendengar lamborginie di telinganya,sambil tersenyum bahagia ke arah evan
"Dasar muka karung" evan meremas muka rico
"Dengan senang hati aku menerima remasan tangan mu asal jangan kau remas hatiku karna ku ra....puh.." ucap rico bergaya seperti orang sedang baca puisi
Merasa enek,evan langsung membanting rico dengan sepatunya tepat mengenai kepalanya
Rico langsung pingsan kembali karna sepatu evan yang mahal terbuat dari campuran emas
Evan tidak lagi memperdulikan rico lagi.ia berusaha mendekati sosok yang sedang ada di pojok kamar
"Zah itu loe kan"tanya evan sedikt ragu untuk mendekati
Baru saja evan berusaha memegang pundaknya evan mendapat serangan mendadak dari atas berusaha mencakar wajah evan
Evan kaget bukan kepalang ia berusaha memegang badan dan membantingnya ke dinding
" meong..."kucing hitam itu pergi sambil kesakitan
Evan kembali mendekati sosok itu tapi begitu evan akan memegangnya, sosok itu terkulai lemas ke bawah lantai
Evan membuka wajah yang tertutup rambut
Nampak zizah dengan mata sembab melihat kosong kedepan.terlihat tetesan air mata masih menyangkut di kelopak matanya.
Evan menepuk nepuk pipi zizah tapi tidak ada respon darinya
"Ini aku evan suami kamu"mata zizah yang sayu tidak berkedip sedikitpun
Evan mencoba memegang tangan zizah
" darah..."evan melihat luka jaitan tangan zizah yang kembali sobek
Evan mendudukan zizah sambil memasang kerudung yang tergeletak di bawah brankar
'Kenapa bisa begini si'tanya evan dalam hati
Evan langsung mengangkat tubuh zizah meninggalkan ruangan itu
Baru saja evan melangkan kaki,kaki evan di tarik dari belakang
"Mau kemana kamu"dengan suara serak
Bulu kuduk evan semakin merinding.
"Ampun ba...h saya hanya bawa istri saya untuk pulang" jawab evan yang tidak mau melihat ke belakang
"Pu...lang...mmmm......" suara itu menggeram membuat evan semakin takut
"ikut doong"suara itu berubah menjadi sedikit centil
Evan yang merasa aneh dengan suara centil itu membalikan badan ke belakang
"Gue tarik kembali janji gue,mobil lamborginie ga akan gue kasih" ketus evan langsung meninggalkan rico
"Ah.....jangan gitu dong....."rico berlari lari kecil menyusul evan
Ketiga manusia itu meninggalkan ruangan itu
Tanpa mereka sadari di balik pintu,dengan mata merah menyala menatap mereka tajam menyeringai ke arah mereka
" gebrag...."suara pintu di banting begitu keras sampai terdengar ketelinga rico dan evan
Evan dan rico lari tunggang langgang meninggalkan tempat itu,sangking takutnya evan menyusul rico sangat cepat seperti roket rusia yang akan di luncurkan,padahal evan membawa tubuh zizah yang lumayan berat
"Busset...."sangking cepatnya tubuh rico sampai terpental ke sisi taman
"sejak kapan bos gue berubah jadi superment.kalau begitu gue juga mau berubah jadi baling baling bambu...." rico bergaya seperti doraemon dengan rumput yang masih menempel di kepalanya
Evan tergesa gesa membawa zizah ke dalam kamar,membuat evan menabrak seseorang
"Zizah...." ran melihat zizah di pangkuan evan,tapi zizah masih diam .mata zizah terlihat merah karna zizah dari tadi tidak mengedipkan mata
"Kenapa dia?" tanya ran
Tapi evan tidak menjawab,ia langsung pergi meninggalkan ran
Namun ran membututi evan dari belakang dan ikut masuk ke ruangan rawat zizah
Evan menelpon docter rian,tapi docter rian lagi berada di jalan. terpaksa evan menunggu kedatangan temennya itu.ia lebih nyaman dengan dokter rian ketimbang docter yang lainnya
"Zah ini aku evan suami kamu"evan memegang kedua pundak zizah
"Deg" hati ran bergetar mendengar kata suami dari evan
'Jadi mereka sudah sah menjadi suami istri'batin ran dalam hati
Zizah tidak menjawab ia hanya mengeluarkan air mata.
Hidung zizah semakin memerah dengan mata kosong kedepan
Sorotan mata zizah terlihat sendu.evan merasakan ada sesuatu yang terjadi kepada zizah tapi evan tidak bisa mengucapkan dengan kata kata
Zizah kembali meneteskan air mata sampai kepipi membuat evan merasa sakit diulu hatinya
'Kenapa hati gue jadi ikut sakit melihat dia meneteskan air mata'evan memegang dadanya
tatapan evan begitu dalam,ia menggoyang goyangkan tubuh zizah
"sayang....kamu tidak usah takut ada aku di sisi mu" ucap evan keceplosan
Sontak saja rico yang mendengar evan berkata seperti itu menutup mulut tak percaya dengan apa yang di dengarnya
Sedangkan ran yang mendengarnya merasa hatinya teriris iris.
Karna zizah terus saja tidak merespon perkataan evan,ia langsung menciun kepala zizah
Rico dan ran terperangah di buatnya
Evan menempelkan tangannya di belakang kepala sambil memejamkan mata,evan mencium bibir zizah dengan lembut
Ciuman evan semakin dalam ia mengabsen setiap mulut zizah dengan lidahnya
Mata rico melotot tidak percaya,ia kembali pingsan melihat kelakuan bosnya
Ran mengkerucutkan bibirnya dan memalingkan wajah sambil mengepalkan tangan
Ingin rasanya ran menjambak rambut evan dan menghajarnya melihat dia mencumbu wanita yang ia cintai
Tapi ran cepat tersadar dengan lamunannya,ia menarik napas panjang panjang mengontrol emosi dalam diri.mereka sudah sah menjadi suami istri,apa hak ran untuk melarangnya
Evan menarik bibirnya dan kembali menatap mata zizah tapi hasilnya tetap sama.
Evan sudah habis akal satu satunya jalan ia harus memanggil docter lain,karna docter rian belum datang juga sampai sekarang
Ran teringat dengan kata kata zizah dulu waktu sekolah dasar
"Biarkan aku mencobanya" ucap ran memita izin kepada evan
"Maksud kamu apa?" evan menarik baju ran
"Jangan salah paham,mana mungkin aku melakukan hal yang tidak tidak didepan suaminya sendiri,aku hanya ingin menolong istrimu tidak lebih" tegas ran
Evan melepas cengkramannya ia mengijinkan ran untuk mendekati zizah,
Ran menempelkan tangan di atas kepala zizah yang tertutup kerudung.ran mempraktekan separti mang udin yang telah menolong zizah dahulu
Ran memejamkan mata memantapkan hatinya meminta pertolongan dari alloh.
Dan alhamdulillah ran berhasil.
Pelan pelan zizah mengedipkan mata,,terdengar suara tangisan dari zizah
Zizah yang setengah sadar langsuk memeluk ran
"Jangan tinggalkan aku,aku takut ...." zizah memeluk ran dengann erat.hawa panas menjalar ditubuh evan ia mengepalkan tangan hendak memukul ran tapi ia urungkan kembali niatnya
Zizah mendongakan kepala melihat evan ada di depan dengan matanya yang tajam ke arah zizah.ia baru sadar yang dia peluk bukan evan melainkan orang lain
Cepat cepat Zizah melepaskan pelukannya
"Atagfirulloh" zizah kaget yang ia peluk adalah ran lelaki yang pernah ia cintai.
sementara ran tersenyum kearah zizah
"Alhamdulillah kamu udah sadar,cepet sembuh ya zah,aku tidak bisa lama lama di sini "ran mengusap kepala zizah lembut
" aku pergi"ran berdiri sambil membenarkan jas yang harganya kelihatan lebih mahal ketimbang jas evan.
Ran tersenyum manis ke arah zizah,ia melewati evan begitu saja tanpa berkata apaapa
'Sombong sekali kalau dia bukan insvestor di salah satu perusahaan ku ingin sekali aku menendangnya keluar'batin evan menatap sinis kearah ran meninggalkan ruangan itu
zizah merasa tak enak hati dengan evan yang sudah memasang muka cemberut
"Itu teman aku waktu sekolah dulu", ucap zizah
" mau temen ke mau pacar ke gue ga paduli!urusin saja hidup kita masing masing"evan pergi keluar kamar meniggalkan zizah
Zizah masih bingung dengan sifat evan yang mudah berubah
Zizah melihat rico yang masih tergeletak di bawah
Ia mendekati rico dan membangunkannya
"Ric bangun jangan tidur di sini sebentar lagi mau malam"
Zizah menggoyang goyangkan kaki riko yang memakai celana panjang
Rico mulai bangun sambil memegang kepalanya yang masih pusing
"Evan mana?" tanya rico melihat kiri kanan
"Dia tadi kelur,marah marah sama aku" ucap zizah yang merasa kesal
"Masa si?dia kan tadi nyium bibir loe,mana ciumannya dala......m banget,bikin gue pingsan" rico membayangkan kejadian tadi
"Jadi pengen" ucap rico yang belum pernah berciuman pacar pun ga punya
"Ngeres mulu pikirannya" zizah pergi ke kamar mandi meninggalkan rico yang sedang melamun.memeluk dirinya sendiri benar benar jomblo sejati
zizah melihat dirinya di depan cermin dan benar saja bibir zizah sedikit bengkak akibat evan yang tadi menciumnya
ia menggosok gosok bibir dengan tangannya,berusaha menghapus bekas ciuman evan tadi,sampai bibir zizah mengelurkan darah.ia merasa jiji karna evan melakukannya bukan dengan cinta melainkan napsu
jangan lupa kasih like yaaaa biar autor semangat