NovelToon NovelToon
Suami Sombong Jatuh Cinta

Suami Sombong Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ratu Asmara

Vian dan Putri terlibat pernikahan kontrak yang konyol. Keduanya saling cuek satu sama lain, bahkan memiliki pujaan hati masing-masing. Seiring berjalannya waktu, Sifat sombong Vian pun terkikis oleh sikap jutek tapi perhatian dari Putri.

Nah lo, jadi, apakah Putri juga punya perasaan yang sama pada Vian? Penasaran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Asmara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

Putri, sedang apa dia sekarang? Mengapa tiba-tiba aku memikirkan dia? Bukankah aku sedang bersama

Vanessa? Tetapi, aku merasa sedikit aneh karena tidak bertemu dengannya beberapa jam? Sedang apa dia sekarang? Apakah dia sekarang seorang diri di kamarnya? Ck, apa aku sudah gila, Memikirkan wanita lain saat bersama dengan orang yang aku cintai?  Omel Vian dalam hati.

Vanessa memperhatikan Vian, selama bertahun-tahun, saat bersamanya Vian tidak pernah memikirkan hal lain, bahkan ponselnya pun akan dia

matikan. Tetapi, hari ini Vanessa bisa melihat lelaki itu mengabaikannya dan seperti sedang memikirkan hal lain karena tatapanya yang kosong.

Di antara beberapa teman kencan yang di miliki oleh Vanessa, hanya Vian yang paling potensial dari berbagai aspek. Semua deretan pria yang

ada di genggaman gadis itu rata-rata seorang pengusaha, dengan berbagai umur dan bidang bisnis yang berbeda. Di  mata Vanessa, Vian adalah mangsa yang paling lezat, selain perasaan pria itu yang berlebihan padanya, Vian juga selalu menuruti segala permintaannya, bahkan sebuah villa mewah pun,  ia berikan.

Hal itu membuat Vanessa penasaran, apa yang Vian pikirkan hari ini? Apakah bisnis, atau justru seseorang lain yang perlahan mulai menggantikannya? Memikirkannya saja, Vanessa sudah sedikit cemas. Bagaimana kalau ia harus kehilangan tambang emasnya? Vanessa tidak sanggup untuk membayangkannya. Mungkin, triknya dalam memenangkan hati Vian harus kembali di

asah, karena wanita itu tidak akan rela, melihat Vian berpaling dengan yang lain.

“Sayang, kamu sedang memikirkan apa?  Tidak biasanya kamu seperti ini saat bersamaku.  Apa ada sesuatu yang  menganggu pikiranmu? Biasanya kamu selalu terbuka padaku, katakan, ada apa?” Vanessa berusaha memberikan perhatiannya pada Vian, ia diam-diam penasaran, apa yang membuat  pria itu mengalihkan perhatian darinya.

“Tidak ada, aku hanya teringat nenek. Setelah ini, aku akan menelepon beliau. Aku khawatir, kesehatan nenek akhir-akhir ini sedikit kurang baik.” Vian terpaksa berbohong, ia tidak mungkin mengatakan kejujuran, apa yang sebenarnya terjadi. Pria itu juga tidak menyangka akan memikirkan Putri .

“Oh, nenekmu. Dia pasti baik-baik saja, lagipula untuk apa kamu memikirkannya, nenekmu kan mempunyai banyak anak, juga beberapa orang

kepercayaan, mereka pasti akan menjaganya, bukan begitu?”  Vanessa sedikit sinis. Sejak ia di tolak

menjadi istri Vian, sikapnya selalu tidak baik saat membahas nenek Vian.

“Vanessa, aku sudah mengatakan padamu berulang kali,  jangan pernah bersikap buruk terhadap

nenekku. Dia adalah orang terpenting di dalam hidupku.” Protes Vian saat melihat cara Vanessa merespon pembicaraannya tentang wanita yang sudah Vian anggap sebagai ibunya.  Di saat seperti

ini, bayangan sikap lembut Putri saat bersama nenek kembali merasuk ke jiwanya.

Vian tahu, kelembutan itulah yang membuat hati neneknya mudah luluh di hadapan Putri, sementara Vanessa tidak memiliki itu. Saat berada

di hadapan nenek, Vanessa tidak segan menunjukkan sikap angkuhnya, Vian menyadari itu.

Vian merogoh ponsel di dalam sakun jaketnya, ia

mengaktifkannya lalu terpikir olehnya untuk menghubungi Putri, semakin mencoba mengabaikan, Vian semakin ingin tahu kabarnya, setidaknya sedang apa dia sekarang.

Kirim ke Putri

Kamu sedang apa?

Pria itu memandangi ponselnya gusar, lalu memasukkan lagi ke dalam sakunya.

“Kamu menghubungi siapa?” tanya Vanessa penasaran, ia benar-benar  merasa malam ini Vian

berbeda dari biasanya. Tidak mungkin

ia menghubungi neneknya dengan pesan, gadis itu sangat yakin, karena telah lama ia mengenal Vian dan segala kebiasaannya.

“Seseorang.  kenapa kamu tiba-tiba mencurigaiku?” Vian balik bertanya pada Vanessa, dia sadar,

perilakunya sangat aneh dan tidak sesuai dengan kebiasaannya selama ini saat bersama Vanessa. Seakan, Vanessa bukan satu-satunya yang terpenting saat ini.

“Kamu aneh, Vian. Ini seperti bukan kamu, sini ponselmu, aku mau lihat.”  Vanessa mengulurkan tangan kanannya meminta Vian menyerahkan ponselnya, tetapi Vian tidak akan melakukan

itu.

“Untuk apa kamu melihat ponselku? Kamu sudah tidak mempercayai aku lagi? Aku tidak pernah melihat ponselmu, jadi kenapa aku harus

menyerahkan ponselku padanmu?!”  Vian

bangkit dari tempat duduk mereka dan hendak beranjak pergi. Entah mengapa mendadak

perasaannya memburuk.

“Kamu marah? Why? Aku hanya mau tahu, siapa yang kamu kirimi pesan barusan, harusnya tidak perlu semarah ini. Apa memang benar dugaanku, di

hatimu sudah ada yang lain?” Vanessa ikut bangkit dari duduknya dan mencecar Vian dengan beberapa pertanyaan.

“Sudahlah, aku lelah. Kita sudah menjalin hubungan selama ini dan kamu masih tidak percaya padaku? Aku tidak menyangka, kamu tidak pernah

mempercayaiku, sebaik aku mempercayaimu.”  Vian meninggalkan Vanessa dengan langkah lebar, gadis itu sedikit terkejut, setelah sekian lama, pria yang merupakan kekasihnya itu menunjukkan amarahnya.

“Vian, tunggu! Maksudku bukan itu... aku Cuma...”

“Stop, jangan ikuti aku,  aku butuh waktu untuk sendiri!” nada bicara Vian yang sedikit tidak enak

membuat Vanessa menghentikan langkah untuk mengejarnya.

“Benar-benar beda dari biasanya.” Gumam Vanessa pelan,  ia lalu memutuskan untuk melanjutkan makannya meskipun hanya seorang diri.

Vian berjalan gontai menuju ke hotel tempat ia menginap, tiba-tiba muncul keinginan untuk tidur satu kamar dengan Putri, pria itu tidak

menyangka akan mengalami perasaan aneh seperti sekarang.

“jangan-jangan, aku mulai ada perasaan dengan Putri. Ini tidak bisa di biarkan,  baru beberapa

hari menikah kontrak dengannya, bagaimana bisa aku menyukainya? Aish!  Ada apa dengan diriku?!” gumamnya kesal.

Tang!

Vian menendang sebuah kaleng minuman dan...

“Awh! Hei, kak... jangan sembarangan nendang, dong!”  ternyata tendangannya mengenai seorang wanita muda.

“Maaf, aku tidak tahu kalau ada orang di sana..” Vian mengatakan itu seraya berlari kecil ke wanita yang terkena kaleng hasil tendangannya.

“Kamu tidak apa-apa?” tanyanya khawatir.

Vian menatap wanita muda dengan rambut pendek di hadapannya, wajahnya tidak begitu jelas

“Tidak apa-apa, Kak. Kalau begitu, aku duluan...” gadis itu berlalu tanpa menunggu jawaban Vian, sementara lelaki itu hanya memandangi

sampai gadis itu menghilang dari pandangannya.

Vian tersadar, ia harus segera kembali ke kamar hotelnya, sambil berpikir bagaimana cara tidur dalam satu kamar dengan Putri. Ia sungguh

merindukan kebersamaannya bersama wanita itu.

Ting!

Tanda pesan masuk di ponsel Vian berbunyi.

Balasan dari Putri

Aku baru saja pulang jalan-jalan dengan Dion, sekarang aku ada di kamarku.

Jawaban pesan dari Putri tidak membuat Vian senang. Dia merasa iri, Dion selalu mengajak Putri pergi bersama, sedangkan dirinya belum sekalipun. Seharusnya Vian baik-baik saja, namun rasa tidak rela itu terasa semakin jelas.

Kirim ke Putri

Sebentar lagi aku akan ke kamarmu, nenek ingin video call dengan kita berdua. Sepertinya nenek perlu bukti kebersamaan kita.

Ada rasa lega saat Vian menekan tombol kirim, ia memang bohong, tetapi hanya cara ini yang efektif untuk membiarkan Putri masuk ke dalam kamarnya. Vian segera bergegas kembali ke hotel setelah Putri mengiyakan pesannya.

Kira-kira, berhasil tidak ya, Vian tidur di kamar Putri?

1
Ray Jepara
Lumayan
Ray Jepara
Biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Rima baharudin
wih...... mulutmu vian, tunggu kebucinanmu
Rima baharudin
visualnya sudah bikin aku meleleh kaka😍
Fredy: masukkin kulkas lg mba biar ga meleleh 😂😂
total 1 replies
aihhh visual nyaaa 😍😍😍😍
harwanti unyil
jangan terlalu banyak menghina entr malah jadi buncin
Dewi Nurmalasari
suka cerita nya g b|rtele2 n g terlalu banyak jahat2 yg g masuk akal
Dewi Nurmalasari
lah dia duluan yg bilang mo nik@hin cwe lain malah dia yg lebih sakit h@ti
Dewi Nurmalasari
yg ad malah dirimu yg hnacur sndri, gaya2 nerima erjodohna,, nnt malah shock klo tau putri dh nik@h
Dewi Nurmalasari
ngarep bilang bos
Dewi Nurmalasari
awas lu nyesel
Iis Isma
thor kpn vian tahu klo udah di selingkuhin sama vanesa
luiya tuzahra
puuut kmpungmu dimana siih ?klw dr penngambarannya gubuk reot miskin banget.
luiya tuzahra
ini yg ada bukan putri yg cemburu tpi vian yg bakalan uring2an ma vanessa krn cmburu hahah...
luiya tuzahra
ajak dolion aja put
luiya tuzahra
keren amat gaji 3jt bisa kuliah bisa ngebiayain adiknya 2 sekolah SMP blum lgi bwt bayar kos + makan sehari2....
yenni
baca dari bab satu sampai 20,
mulai suka dan coment.
lanjut....
panty sari
kapan ka kelanjutan nya
panty sari
hubungin dion biar putri jalan sama dion aja dari pada jadi obat nyamuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!