Ariella seorang gadis yang di khianati tunangan dan juga kakaknya .
Di usir dari rumah.
menjalani kehidupan yang begitu sulit.
Dan kemudian menikah dengan seorang pria dari kencan butanya.
Namun ternyata suaminya ini seorang yang memiliki kerajaan bisnis.
Tanpa Ariella tau, bahwa pria yang menikahinya adalah mantan kekasih kakaknya.
Pria yang menyukai Ariella sejak pandangan pertama ketika Ariella terusir dari rumah.
Dan di pertemukan kembali dengan cara kencan buta.
untuk tau lebih lanjut ceritanya langsung gass aja guys .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anisa yunita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Lelaki itu tersenyum dan dengan yakin berkata
"Aku tau kau tidak akan pernah melukaiku, aku selalu tau kamu mencintaiku bagaimana mungkin bisa menyakitiku"
Ariella benar tidak ingin menyakiti orang tetapi seperti yang dikatakan pria ini.
Dia hanya ingin pergi dari sini tidak pernah mau melihat wajah ini lagi.
"Ella.."
Ketika ia mengulurkan tangan ke arah Ariella lagi ,Ariella tanpa pikir panjang mengangkat vas bunga dan memukul pria itu.
Dahi pria itu terluka dan darah mengalir tetapi dia malah tidak merasa sakit tetap masih menatapnya dan tersenyum.
"Ella aku tau kamu masih marah padaku, aku membiarkan kamu sembarangan memukul tapi ketika amarahmu mereda pulanglah bersamaku"
Luka di dahinya sangat dalam dan mengalir semakin banyak diatas wajah, tubuh dan tangannya tetapi dia mengabaikannya.
Didalam matanya tampaknya hanya ada Ariella.
Ariella ketakutan dan berteriak
" Ivander kamu orang gila,apa yang kamu lakukan"
Ivander tiba-tiba tertawa
"Ella aku suka kamu memanggil namaku seperti ini, Ariella yang seperti ini barulah Ella yang aku kenal"
Dia suka Ariella memanggil nama lengkapnya, Arogan dan kebanggaan seolah pria ini dengan nama ini adalah barang miliknya
"Diam..!!! Aku seumur hidup tidak ingin berhubungan denganmu"
Ariella mengepalkan tinjunya dan tidak merasakan sakit pada kukunya.
"Ella kamu tidak bisa melarikan diri selama aku tidak lepas tangan , kamu selamanya tidak akan bisa melarikan diri"
Mulut Ivander tersenyum , di dalam senyuman itu tampak menyakitkan tetapi dengan membawa aura kegembiraan mendapatkan sesuatu yang hilang.
Ariella menggigit bibirnya tubuhnya sedikit bergetar
"kamu jangan bermimpi"
Ivander tersenyum dengan sangat percaya diri dan dengan lembut berkata
" Apakah ada sesuatu yang aku tidak berani pikirkan ha?"
Tinju Ariella lebih mengerat. Karena ia percaya ia bisa menepati perkataannya.
"Ella orang yang aku cintai adalah kamu , tidak pernah berubah"
Dia berkata sambil tersenyum tetapi bagaimanapun kepalanya terluka. Apalagi lukanya tidak enteng dan lama-lama pandangan matanya buram, ia terjatuh.
Ariella menggigil ketakutan
"Ivander"
Mungkin karena pergerakan di dalam ruangan terlalu besar seseorang akhirnya membuka pintu dan melihat Ivander tergeletak di lantai, mereka panik.
Ariella mendengar seseorang berteriak
"Tuan Ivander terluka cepat bawa dia kerumah sakit"
Ariella juga mendengar ada orang memanggil polisi kemudian hanya melihat banyak darah dan melihat banyak orang yang keluar masuk.
Ketika dia sudah kembali fokus ,dia sudah tidak tau berapa lama dirinya sudah dibawa ke kantor polisi. Dirinya di bawa ke sebuah sel kecil.
Suara polisi terngiang di samping kepalanya
" Orang ini lah yang telah melukai tuan Ivander tetapi tidak tau mengapa tuan Ivander tidak ingin mengejar tanggung jawabnya ,buka hanya itu saja bahkan menyuruh kita memberikan satu sel pribadi ,tapi mendengar dari orang tuan Ivander untuk mengurungnya selama dua hari sedikit memberikan pelajaran kepadanya"
Argumen para polisi itu terus terdengar tetapi Ariella sama sekali tidak memperhatikannya.
Dia tau tidak terjadi apa-apa pada Ivander ia sangat tenang.
Ariella sangat mengerti menyuruh orang untuk mengurungnya beberapa hari.
Pertama untuk memberitahunya bahwa dia hanya seorang karyawan kecil Teknologi Inovatif ,jadi tidak mengejar tanggung jawabnya, itu adalah kebaikan besar untuknya.
Yang kedua memberi tahu bahwa dia ada di kyoto ataupun di kota XXX selama dia tidak mau melepaskannya , ia tidak akan bisa lari dari telapak tangan Ivander .
Memikirkan kata-kata Ivander hati Ariella mendengus, bukan ia tidak bisa keluar dari telapak tangan Ivander tetapi keluarganya tidak rela. Keluarga Ariella adalah keluarga terpelajar, sangat di hormati orang lain.
Ketika sampai generasi Ayahnya Reputasi keluarga Ariella sudah menurun.
Ayah Ariella ketenaran keluarganya jatuh seperti ini, dia mencoba yang terbaik untuk terhubung di kalangan selebriti ,kemudian tidak tau bagaimana caranya dia bisa terjerat dengan keluarga Ivander.
Jadi Reputasi keluarga Ariella yang telah lama menghilang ,lagi-lagi karena dukungan keluarga Ivander bisa memasuk keluarga selebriti dan pengusaha di kyoto.
Tidak hanya itu ayah Ariella juga menjual rumah orang tua dan lukisan berharga yang di tinggalkan oleh leluhur Ariella dan membeli sebuah villa didekat villa keluarga Ivander .
Villa mereka lebih kecil dari villa orang lain tetapi setidaknya mereka di kelilingi oleh orang kaya yang merupakan hal yang membahagiakan bagi ayah Ariella .
Tanpa di sadari untuk waktu yang lama keluarga Ariella tampaknya menjadi parasit yang tergantung pada keluarga Ivander .
Tuan muda keluarga ini menjadi tempat pendakian ayah Ariella , sehingga setelah hal seperti ini terjadi orang tuanya tidak memiliki pendapat apapun.
Apa yang dikatakan keluarga Ivander adalah kata keramat ,apa yang di inginkan keluarga Ivander itulah yang terjadi .
Keluarga Ivander tidak lagi menghargai Ariella dia secara alami menjadi anak yang tidak berguna.
Sekarang setelah tiga tahun Ivander masih tidak tau malu untuk mencarinya mengatakan bahwa ia ingin membawanya pulang.
Ariella memikirkannya dan merasa lucu ,menertawakan bahwa keluarga Ariella tidak berguna dan menertawakan dirinya sendiri yang tidak berguna .
Bagaimana terprofokasi oleh orang yang sudah lama dilupakan dan melukainya.
Dia menekuk kakinya memeluk dengan kedua tangannya dan membenamkan kepala diatas lututnya.seolah-olah dengan seperti itu hatinya begitu tidak nyaman juga tidak akan sebegitu dingin.
"Direktur wirawan mengapa anda bisa datang kemari?"
suara hormat dan panik si guru kunci berlalu di samping telinga Ariella tetapi dia tidak repot-repot memikirkannya masih memeluk kakinya di ruangan yang dingin.
Hanya dengan tidak memperdulikan dunia luar dan tidak peduli dengan mereka yang menyakitinya dia tidak akan terluka lagi dan lagi.
plak plak
Dua tamparan yang keras itu memecah kesunyian di ruangan itu ,kemudian raungan lelaki paruh baya itu begitu keras
"Kalian telah makan hati macan yaa berani-beraninya mengurung sembarangan orang"
Petugas keamanan panik dan menyerah
"Direktur wirawan bukan kami,,tapi tuan Ivander. Tuan Ivander dari perusahaan......."
Tidak membiarkan lelaki itu menyelesaikan kata-katanya , lelaki paruh baya itu meraung lagi
" Masih berani berdebat cepat buka pintu persilahkan nona Ariella keluar"
Kemudian Ariella mendengar suara berlari, suara membuka kunci dan mendengar sikap dan suara hormat dari pria paruh baya itu
"Direktur Carlson orang-orangku yang tidak becus tolong maafkan aku "
ketika Ariella mendengar kata-kata Direktur Carlson tubuh Ariella sedikit bergetar dan perlahan-lahan mendongak lalu melihat Carlson berdiri di depan pria paruh baya itu.
Dia masih mengenakan jas abu-abu perak dengan senyum sopan diatas wajahnya tetapi belenggu di bawah matanya mengungkapkan sesuatu yang tidak terlihat dan ada semacam aura yang begitu dingin.
Carlson hanya mengangguk ,dia tidak mengatakan apapun pada pria paruh baya yang membungkuk padanya yang di sebut dengan Direktur Wirawan.
Dia berjalan menuju kearah Ariella dengan langkah besar, membelai kepalanya dan membisikkan kepalanya.
"Ariella"
Suara Carlson lebih lembut daripada yang pernah di dengarnya membuat Ariella merasa kemarahan yang baru saja di lihatnya tidak pernah muncul.
lanjutkan ceritanya🙏🙏
sengaja ya biar bnyk komentar