Apa jadinya jika masa lalu terus terulang kembali? Saat kamu mencoba melupakan masa lalu dengan menguburnya dalam-dalam dan menguncinya rapat dalam hatimu sehingga tak satupun celah yang bisa dilihat untuk didekati.
Saat itulah seseorang mengetuk pelan pintu itu dan dan dengan bangganya berkata, "Aku akan jadi seperti matahari, yang akan terus menuntun dan menyinarimu."
Matahari memang sangat indah, tapi bukankah akan tersengat panas jika kita mendekatinya?
Saat kamu merasa nyaman dengan cinta nya saat itulah kamu tau bahwa selama ini kamu dicintai karena dianggap sebagai bayangan seseorang. Masihkah kamu tetap bertahan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Huang Vioren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24: Hold on,please!
Jalanan malam terlihat sangat gelap, walaupun sudah diterangi oleh sinar rembulan, tapi tetap saja cahaya begitu minim. Membuat orang akan kesulitan melihat.
Begitu juga dengan gadis bermata Violet ini, dia berjalan tertatih-tatih sambil menopang sebelah tangannya yang mengeluarkan banyak darah. Bahkan ia beberapa kali tersandung oleh ranting pohon. Dan keadaannya kini sungguh memprihatinkan.
'Di sini bener-bener gelap! Gue harus cari tempat yang setidaknya ada sedikit cahaya.'
Gadis ini terus berjalan, hingga dia melihat cahaya-cahaya kecil yang berterbangan. Seperti menemukan sebuah harapan, ia mengikuti cahaya-cahaya itu.
Setelah sampai di kumpulan cahaya itu, Valeny tertegun sesaat. Padang rumput yang terhampar luas, dan cahaya-cahaya kecil itu yang ternyata adalah ...
'Kunang-kunang, ya.' Dan juga suara ini, ah ... ia yakin jika ini adalah suara air yang mengalir deras.
Layaknya manusia biasa yang diliputi rasa penasaran, Valeny pun memilih untuk mengikuti suara air itu dan benar saja di sana ada air terjun yang mengalir deras. Dan pemandangan disini sangat indah!
Valeny terduduk di samping batu besar dekat air terjun tersebut, ia menghela nafas panjang dan mulai mengikat tangannya yang berdarah, ia berharap agar darah tersebut berhenti mengalir.
"Hah ... Tangan gue kayaknya patah, deh! Kaki gue juga ... sakit banget!" Ia mengangkat celananya sampai lutut, dan ternyata kakinya mulai membengkak, mungkin karena terjatuh tadi.
"Gue kira bakal mati pas jatuh tadi, ternyata nyawa gue lebih banyak dari dugaan,ya!" Valeny terkekeh pelan. Ia melihat hamparan rumput didepannya sambil meringis kesakitan.
"Coba aja gue kesini bareng Rea, Key, Auryn, Nana dan ... Asrain. Pasti bakalan seru!" Matanya terlihat memerah, mungkin ia sedang menahan tangisannya.
"Iya, pasti bakalan seru." Suaranya makin terdengar lirih.
"Aaaaaaaa ... Sialan banget sih orang yang dorong gue!! Gue sumpahin lo gak bakal bahagia sampe MATIII!!!" Valeny berteriak keras hingga membuat tenggorokannya terasa kering. Mungkin ia hanya mencoba untuk menguatkan dirinya sendiri.
Valeny terjatuh begitu jauh dari puncak gunung dan sebuah keajaiban karena dia masih bisa bernafas sampai sekarang, walaupun ada beberapa organ yang terluka parah.
Tangannya masih mengeluarkan darah meskipun sudah diikat dan kakinya pun membengkak cukup parah, sehingga membuatnya tidak sanggup lagi untuk berjalan. Ponselnya pun terlempar entah kemana.
Apapun yang akan terjadi sekarang, ia hanya bisa mengandalkan keberuntungannya.
...***...
"Valeny hilang!!" Ucap perempuan itu sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Ia bahkan terlihat santai.
"Apa maksudnya Miss Nayra?" Tanya Pak kepsek sambil menatap tajam perempuan itu.
"Itu hasil dari pengamatan saya saat kalian bertengkar tadi, saya menyimpulkan kalau Valeny hilang." Jawabnya masih dengan nada santai.
"A-apa? Ta-tapi ini puncak gunung,lho! Dan area ini nggak luas dan kalau Valeny hilang be-berarti dia ...." Key panik seketika bahkan raut khawatir di wajahnya tergambar jelas. Begitu juga dengan yang lainnya.
Asrain mengepalkan tangannya, bahkan rahangnya pun terlihat mengeras, kemudian ia langsung pergi dengan terburu-buru.
"Lo mau ke mana?" Tapi langkahnya dicegah oleh Azra.
"Gue mau nyari dia." Jawab Asrain dingin.
"Emang lo mau nyari dia kemana,hah? Kalo lo ikutan hilang juga kita yang bakal capek dua kali."
"Oh jadi maksud lo nyari Valeny bikin lo capek? kali gitu gak usah! Biar gue yang cari sendiri!" Lagi-lagi Asrain menjawab dengan dingin.
"Bukan gitu maksud gu--"
"Lo bisa santai karena lo nggak tau gimana PERASAAN GUE SEKARANG!!"
"RAIN!! Dengerin gue! Gue tau gimana perasaan lo karena gue juga juga RASAIIN PERASAAN YANG SAMA!!"
Asrain terdiam, Azra juga tak ingin kalah dari Asrain, baik itu dari kerasnya suara, tatapan atau mungkin juga perasaan?
"Cukup! Kalian berdua berhenti bertengkar! Sekarang kita harus nemuin Valeny dulu. Mr. Zero tolong hubungi tim penyelamat, biar saya yang akan panggil helikopter. Dan untuk semuanya! Tolong tetap disini." Intruksi dari kepala sekolah membuatnya semuanya diam dan mengangguk tapi tidak dengan beberapa orang ini.
"Pak! Pokoknya kami harus ikut! Karena Valeny itu sahabat kami!" Key menyetujui ucapan Rea.
"Saya tau kalian sahabat, tapi tugas ini biarkan kami orang dewasa yang mengurus, kalian hanya perlu jaga diri kalian baik-baik." Jawab pak kepsek sambil tersenyum.
"Asrain! Azra! Tolong ikut saya." Lanjutnya, dan saat ia melewati perempuan itu, ia berbisik pelan, "Nayra, saya harap kamu bisa kasih penjelasan yang logis tentang kejadian ini."
"Hah? Ck!" Perempuan itu hanya berdecak pelan.
...***...
Tim penyelamat sudah datang, mereka pun segera memulai pencarian. Mereka mulai mencari ke seluruh penjuru tebing. Dan seakan Dewi Fortuna berpihak pada mereka, akhirnya mereka pun menemukan sebuah jejak.
Ya..mereka menemukan bercak darah yang menempel di tepi tebing. Walaupun tidak bisa dibilang sebagai jejak karena mungkin saja itu adalah darah hewan.
Dan di bawahnya adalah jurang yang sangat dalam, jika seseorang terjatuh mungkin ia akan mati. Tapi mereka berusaha mempercayai bahwa ini mungkin saja sebuah keajaiban, mungkin ini yang disebut dengan insting.
'Gue pasti bakal nyelamatin lo, Vanila! Jadi tetaplah bertahan sampai gue datang, oke!' Lelaki ini bisa merasakan bahwa jantungnya berpacu sangat cepat. Bukan jatuh cinta! Melainkan karena rasa takut akan kehilangan.
Begitu juga dengan cowok berambut blonde ini, Azra, ia juga takut jika sesuatu yang berharga di hidupnya akan dirampas lagi.
Sudah 2 jam lebih mereka mencari, tapi Valeny tak kunjung ditemukan. Setelah menuruni jurang yang sangat dalam itu mereka terus-menerus memanggil nama Valeny, berharap ia akan mendengarnya.
Dan meskipun sudah dibantu dengan penerangan dari lampu helikopter sehingga hutan yang gelap menjadi terang benderang, tapi jejaknya tak juga ditemukan sama sekali.
Ini membuat Asrain dan Azra berubah pucat. Bahkan pak kepsek pun terlihat sangat khawatir.
"Akhh sial!! Sebenernya lo dimana sekarang?" Azra sejak dari tadi terus saja mengumpat, sedangkan Asrain tidak berkomentar apapun sejak sampai disini.
"Ini ..." Asrain mengambil daun yang berceceran di tanah, bukan karena daun itu cantik atau apapun. Tapi karena di daun itu ada bercak darah.
"Kami menemukan sebuah ponsel!!" Keduanya menoleh ke sumber suara, itu adalah ponsel milik Valeny. Ya..ia yakin jika itu milik Valeny.
"Pasti Valeny ada di sekitar sini." Tanpa mempedulikan apapun lagi, Asrain langsung berlari.
"Lo mau ke mana, Rain?!!" Tanya Azra.
"Bercak darah ini pasti punya Valeny!!" Setelah mendengar perkataan itu, Azra pun langsung mengikuti langkah Asrain.
Mereka berlari makin jauh dan arahnya semakin dalam ke arah hutan. Hingga tiba di suatu hamparan Padang rumput yang luas dan dipenuhi Kunang-kunang.
Di sisi kanannya juga ada air terjun yang sangat cantik, tapi bukan itu yang membuatnya tertegun.
Melainkan ia tertegun dengan sosok gadis yang terduduk lemas di samping batu besar dekat air terjun. Gadis itu tampak pucat dengan darah yang menetes di lengan kanannya.
Gadis itu nampak meringis kesakitan, mungkin dia mencoba untuk tetap mempertahankan kesadarannya. Dan gadis itu adalah..
"Vanila ...." Ucapnya lirih. Ia langsung berlari dan memeluk gadis itu erat, seakan takut kehilangannya lagi.
'Si-siapa? Asrain kan?'
...***...
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganss
ditunggu lanjutannya thor 😁