hai,,,readers author datang lagi dengan cerita yang baru sequel dari "Wanita Pilihan Untuk Ayah"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 26
Selamat menikmati💐💐💐
Setelah menerima telpon dari bundanya, Sisil beserta keluarganya kemudian bersiap untuk kembali ketanah air, kali ini Sisil dan suaminya akan menetap di Indonesia sesuai dengan permintaan ayahnya.
Sisil sebagai dokter spesialis anak sementara suaminya yang mengelola perusahaan Vita harus merelakan semuanya dan kembali berkumpul dengan keluarga besar mereka.
Menempuh perjalanan jauh membuat Riko kelelahan hingga tiba di kediaman Dirgantara .
"Wellcome home dear,,,,,"sambut Vita ketika Sisil beserta anak dan suaminya keluar dari mobil
"Apa kabar bunda,,,,ayah dan adik-adik mana,,,," tanya Sisil memeluk Vita dengan erat
"Apa kabar bunda,,,," sapa James sopan
"Alhamdulillah baik, sayang,,,,ayo masuk,,,Riko baringkan aja dikamar Sisil.". ujar Vita dengan gembira melihat anak-anaknya kembali berkumpul
"Kakak,,,,,akhirnya ". teriak Aldi memeluk kakak dan kakak iparnya bergantian saking hebohnya hingga Riko terbangun
"Alhamdulillah,,,akhirnya anak rantau telah kembali ". teriak Alda tak kalah kencangnya.
"Selamat datang kak,,,," sambut Davis dengan sedikit senyum.
"Kak James jangan berpikir kalo abang gak senang dengan kedatangan kakak tapi memang begitu ekspresinya,,,,MINIM ". ujar Alda dengan memberi tekanan pada kata MINIM sambil terkikik geli.
"Apa kabar sayang,,,,". kata Adam keluar dari kamar
"Opaaaa,,,, Liko lindu (opaaaa, Riko rindu)" teriak Riko dengan suara cadelnya.
Kemudian Adam mengambil Riko dari gendongan Sisil
"Ayah,,,,James kekamar dulu mau bersih-bersih ". pamit James kemudian berlalu dari hadapan mereka
Setelah James dan Sisil menikah,.mereka memilih tinggal di Inggris untuk melanjutkan usaha Vita hingga sekarang.
James adalah keturunan Inggris-Indonesia. Ibunya berkebangsaan Inggris sedangkan ayahnya Indonesia asli.
"Jadi siapa gadis yang berhasil merebut hati adikku yang dingin tapi sayang cerdasnya gak ada tandingannya " ujar Sisil duduk disamping Davis
"Eh jangan salah kak,,,,kecerdasan abang punya saingan berat,,,,", kata Alda menaik turunkan alisnya dengan senyum yang menggoda Davis
"Oh ya??? siapa orangnya, kirain bunda, Davis dan kalian berdua adalah manusia langkah tapi ternyata punya saingan juga ternyata ". ujar Sisil sambil tertawa
"Udahlah kak,,,jangan godain terus si abang, liat tuh wajahnya semakin datar dan dingin ". kata Vita ikut menggoda Davis
"Bisa gak sih bang, wajahnya dihiasi senyum dikiiiittt aja,.kan kasian dengan wajah udah ganteng melintir ". ujar Sisil dengan wajah prihatin yabg dibuat-buat
Davis yang terus-terusan digoda tak bereaksi apa-apa tetap duduk tenang memperhatikan orang tua dan saudaranya yang seakan mempunyai mainan baru.
"Bunda,,,,ketika hamil abang, ngidamnya apa sih ". tanya Alda yang tidak mengerti dengan ekspresi abangnya yang berbeda sendiri
"Ceritanya panjang, dek,,," kata Sisil dengan wajah yang tiba-tiba sendu tak ingin mengingat betapa menderitanya kehilangan bundanya dalam waktu yang cukup lama
"Gak usah diingat dek, intinya mungkin karena kesalahan ayah sehingga abang seperti ini tapi untungnya cerdas ". lanjut Sisil melihat kearah ayahnya
"Wah ayah harus bertanggung jawab kembalikan wajah abang yang penuh senyum."..kata Alda sambil menghampiri kursi Adam
"Udahlah dek, gak usah dilanjut, abang itu sejak kecil selalu belajar berbagai macam jenis ilmu dibimbing langsung oleh seorang yang sangat jenius makanya abang lupa caranya tersenyum.". ujar Vita meredam rasa ingin tau Alda yang kadang kelewat batas.
James yang sudah menyelesaikan ritual mandinya kemudian ikut bergabung dan saling bercerita tentang banyak hal.
Davis yang melihat kedatangan James tersenyum sangat tipis hingga tak ada yang menyadari senyumnya. James dan Davis sangat mirip dalam hal ekspresi.
...💐💐💐💐💐...
**maaf,,,,maaf,,,,maaf,,,,baru bisa up soalnya berusaha mengejar target novel terbaru 🤭🤭🤭
ingat selalu jaga kesehatan ya readers
ingat juga untuk selalu mendukung author
salam hangat dari author**