NovelToon NovelToon
Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:963
Nilai: 5
Nama Author: Na_1411

seorang wanita yang mencintai sahabat kecilnya, dia merelakan cinta pertamanya bersama dengan wanita pilihannya. dalam diamnya dia harus memendam perasaan yang teramat menyiksa, tapi cinta yang teramat besar dengan sahabatnya menjadikan dia harus mengorbankan semuanya untuk laki laki yang dia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

rahasia Eric.

"dimana James ta..?"

Suara halus seorang wanita mengagetkan Neta yang baru saja keluar dari kamarnya, Neta menatap nana yang berjalan mendekatinya.

"tidur ma, mama cari aku atau James...?"

Entah kenapa hati dan pikiran Neta terasa kesal setelah pertengkarannya dengan James tadi.

"cari kalian berdua lah, kalian kan anak anak mama yang paling mama sayangi."

Nana mengelus pelan lengan Neta, wanita paruh baya itu tahu pasti telah terjadi sesuatu antara Neta dan James.

"papa sudah datang dan dia sedang mengobrol sama pacar kamu."

Nana sengaja berbisik ke telinga Neta, dia ingin mengalihkan pembicaraan agar Neta tidak semakin kesal.

Neta menoleh melihat ke arah Nana yang tersenyum menatapnya, rasanya dadanya terasa sesak, dia membayangkan jika Neo tengah memarahi Eric.

"ma... Apa mereka baik baik saja, maksud aku, apa papa menerima Eric...?"

Kedua alis Nana mengeryit mendengar ucapan Neta yang terkesan kawatir dengan kondisi Eric, melihat kekawatiran putri cantiknya Nana merangkul pundak Neta dan mengajaknya segera keluar untuk melihat kondisi Eric.

"lihatlah sendiri jika kamu kawatir dengan orang yang kamu cintai, mama tidak akan mengatakan apapun."

Suara pelan Nana semakin membuat Neta merasa takut dan kawatir, dia memprediksi pasti telah terjadi sesuatu dengan Eric.

"ma..."

Ucapan Neta terhenti, nana merasa geli melihat Neta yang tampak tidak baik baik saja.

Langkah kedua wanita tersebut tampak mendominasi, Eric yang tengah asik mengobrol dengan Neo seketika menoleh melihat ke arah datangnya Neta dan Nana.

"putri cantik papa sudah datang, sini sayang..."

Ucap Neo saat melihat kedatangan Neta dan Nana.

Neta mendekat ke arah Neo dengan perasaan campur aduk, dia takut jika apa yang di pikirkan Neta tadi menjadi kenyataan.

perlahan namun pasti Neta duduk di samping Neo, empuknya busa sofa tak membuat Neta merasa nyaman melihat senyum Neo yang terlihat misterius.

Tangan Neo merangkul pundak Neta, Neta yang masih diam tanpa bereaksi apapun membuat Neo semakin bingung dengan kondisi putrinya.

"kamu baik baik saja sayang...?"

Tanya Neo menatap ke arah Neta, Neta masih diam, rasanya mulutnya sulit untuk dia buka saat ini.

sedang Eric yang paham dengan kondisi Neta segera membuka percakapan agar Neta menjadi lebih santai.

"papa kamu ternyata adalah relasi bisnis papa ku, kamu tidak usah kawatir."

Neo menoleh melihat ke arah Eric, dia terkejut dengan ucapan Eric yang seolah mengira jika Neta sedang kawatir dengan keadaan Eric dan Neo.

"benarkah...!?" seru Neta merasa senang.

"jadi... Kamu kawatir jika kekasihmu ini akan papa marahi gitu ya..? Ya ampun Neta, apa kamu berfikir papa sekejam itu...? Hmm..."

Neta tersenyum dia menundukan wajahnya merasa kekawatiran nya tidak beralasan.

"dia anak dari relasi bisnis papa, tadinya papa terkejut melihat Eric. Tapi papa lebih terkejut lagi ketika mengetahui jika Eric adalah kekasih putri cantik papa, dan kamu tidak pernah membicarakan hubungan kalian."

Tangan Neo terulur mencubit hidung mancung Neta, merasa cubitan Neo tak begitu sakit, Neta hanya menggaduh pelan merasakan sentuhan jemari tangan Neo.

"papa sih, enggak tanya juga sama aku. Sekarang papa sudah tahukan kalau aku sudah punya kekasih, apa papa masih mau mengenalkan anak dari rekan bisnis papa ke putri cantik papa ini."

suara Neta terdengar manja, Eric yang baru tahu jika Neta bisa semanja itu merasa senang.

"cute..." lirih Eric refleks melihat ke arah Neta.

"apa kamu bilang ric...?" tanya Neo menatap ke arah Eric yang melihat ke arah Neta.

Eric terlihat kikuk seolah dia bersalah karena ucapannya, senyum Neo terukir melihat Eric yang salah tingkah.

"putri kami memang selucu itu nak Eric." timpal Nana sengaja menggoda Eric.

Tawa terdengar renyah di tengah tengah ruang keluarga, sampai James yang baru saja keluar dari kamar Neta mendengar tawa dia antara ke empat orang tersebut.

James mengepalkan tangannya erat, dia merasa kesal merasa posisinya di rumah ini di sisihkan dengan kehadiran Eric.

"James .." sapa Neo saat melihat James yang berjalan gontai.

"pa... sudah pulang...?" tanya James melihat Neo.

Eric yang mendengar panggilan James ke Neo mengkerutkan kedua alisnya, dia merasa jika hubungan James dan Neo terlihat sangat akrab.

"papa baru saja pulang, kamu baru bangun tidur...?"

Neo melihat James yang tiba tiba duduk di samping Nana, kepalanya dia letakkan dipundak kiri Nana, seakan James ingin memperlihatkan posisi James di keluarga Neta.

"dasar anak manja..." sungut Neta kesal melihat kemanjaan James ke Nana.

Mendengar ucapan Neta James menarik tangan Nana, dia tautkan tangannya ke lengan Nana dengan sengaja.

Melihat reaksi James setelah mendengar ucapan Neta, Neo tertawa renyah. Hubungan James di keluarga Neta memang terbilang sangat akrab, James yang sudah di anggap anak sendiri oleh Nana dan juga Neo membuat posisinya sudah tidak seperti orang asing melainkan seperti anak mereka sendiri.

"iri bilang Bu..." ucap James dengan suara ketus.

"maaf ric, ya... Seperti itulah James dan Neta kalau sudah kumpul gini. Kamu tidak usah bingung melihat mereka, pasti kamu tahukan kalau James dan Neta kerja di tempat yang sama."

Ucap Neo yang mendapat angukan kepala dari Eric.

"iya om, dan saya juga bekerja di tempat yang sama di perusahaan J grup."

Neo membuka kedua matanya setelah mendengar ucapan Eric, dia terkejut mendengar jika Eric ternyata juga bekerja di perusahaan sahabatnya.

"hlo .. Kenapa kamu tidak bekerja di perusahaan papa kamu, apa kamu ingin menambah pengalaman kerja ..?" tebak Neo asal.

Eric tersenyum mendengar tebakkan Neo, memang ucapan Neo tidak ada salahnya. Tapi ada sesuatu hal yang sangat ingin Neo dapatkan di perusahaan yang James kelola, sesuatu tentang perasaan dan masa depannya.

"bisa di bilang begitu om, dan waktu itu James menawari saya untuk bekerja di perusahaannya. Jadi saya pikir mungkin lebih baik saya mencari pengalaman di luar sebelum meneruskan perusahaan papa."

James mengkerutkan kedua alisnya mendengar ucapan Neo, dia tidak paham akan pembicaraan antara Neo dan Eric. Begitu pulang dengan Neta, dia juga meras ada yang janggal di tengah tengah obrolan Eric dan Neo.

"tunggu... Tunggu ric, maksud kamu...? Kamu memang sengaja menerima tawaranku karena memang ada maksut tertentu, begitu ..?"

Suara James terdengar sedang ingin mengintrogasi laki laki tampan di depannya, dia penasaran dengan apa yang akan Eric katakan setelah James mengetahui semuanya.

"bisa di bilang begitu." jawab Eric tanpa beban.

James membenarkan posisi duduknya, dia ingin mengetahui sebenarnya siapa Eric yang dia kenal sebagai orang dari keluarga sederhana.

"pa.. Sejak kapan papa mengenal Eric...?" James menatap ke arah Neo dengan pandangan penuh tanya.

"kalau di bilang sejak kapan papa kenal Eric, hmm... Mungkin sejak Eric menginjak SMA waktu itu, tapi waktunya sih papa tidak bisa memastikan. Bukan begitu Eric...?"

Neo melihat ke arah Eric yang terlihat gugup, rasanya dunia Eric tidak baik baik saja.

"setahuku kamu pernah mengatakan jika kamu dari keluarga sederhana, dan kamu juga mengatakan kalau kamu kuliah di luar negri karena dapat beasiswa."

Tatapan mata James terlihat tajam menatap Eric yang masih diam, sedangkan Neta ikut melihat ke arah Eric.

1
Nurgusnawati Nunung
hadir..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!