NovelToon NovelToon
Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian

Maryati... Is True Love Perjuangan,Cinta Dan Pengabdian

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Chicklit / Tamat
Popularitas:130.9k
Nilai: 5
Nama Author: I.S.DINIa

Ketika hidup membuat nya harus berjuang.. merelakan pendidikan nya terhenti.
Kondisi finansial yang buruk,hanya itu alasan nya
Maryati hanyalah remaja yang selalu bermimpi tentang suatu hari nanti...

Sampai ketika,seorang laki-laki datang di kehidupan nya,
Akankah Maryati mampu merubah takdir hidup nya??
Akankah jodoh membawa nya sampai maut menjemput?
Baca kisah Perjuangan,cinta dan pengabdian seorang Maryati..
Happy reading💓


berikan like dan komentar membangun ya para sobat pembaca..
author..akan sangat berterima kasih jika sobat pembaca berkenan memberikan vote dan rate..
makasih**
🙏😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I.S.DINIa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Hari bahagia

Satu minggu berlalu dengan cepat,hari ini sebuah janji suci akan terucap di depan penghulu,,sungguh hal yang tak pernah terbayangkan sebelum nya,bahwa pada malam hari ini seorang gadis kampung akan mengakhiri masa lajang nya,bukan cuma Mar,,begitu juga dengan As,seorang petualang sejati,,baik petualang hidup,,pekerjaan bahkan petualang cinta akan melabuhkah hati nya di pelabuhan terakhir di hati seorang Mar.

Masih pukul 3 sore,,ketika Mar dan kedua orang tuanya di jemput oleh salah satu keluarga dekat As.

"Permisi..."

"Iyaaa,,"

Sahut Masning dari dalam rumah.

"Ibu,maaf saya sepupu nya As,,disuruh menjemput Ibu,,bapak serta Mar untuk di boyong ke rumah Kak Husna!"

"Oh,,sekarang ya?,,acaranya nanti malam kan?"

Jawab Masning.

"Iya,,betul sekali..."

"Baik,,tunggu sebentar ya..silahkan masuk dulu"

Masning mempersilahkan masuk pemuda yang menjemput mereka.

15 menit berselang,Mar dan kedua orang tuanya telah siap,

"Ayo nak,,kami sudah siap!"

Ajak Masning kepada pemuda yang sedari tadi duduk menunggu.

"Baik bu,,ehm..naik becak gak apa kan?"

"Ah..gak pa,harus nya jalan kaki saja,,tak perlu repot menyiap kan becak,,kan dekat juga nak"

Sahut Masning ketika melihat 2 becak sudah terparkir manis di ujung tangga rumah nya.

"Mari bu,,saya bantu"

Ujar pemuda tersebut sembari memegangi tangan Masning,menaiki becak.

"Makasih ya,,"

Kini Masning dan Mar telah berada di dalam becak,sementara Bulromi duduk berdua bersama pemuda yang menjemput nya.

"Ehm...Mak,,kira- kira keluarga kita datang gak ya nanti malam?"

Tanya Mar cemas kepada Ibunya.

"Itu urusan mereka Mar,,kita tidak boleh memaksa,,kewajiban kita mengundang mereka,dan itu sudah kita tunaikan,mengenai mereka datang atau tidak itu hak mereka."

Mar diam,,dengan menatap jalan di depan nya.

"Mak benar,,ini hanya akad dan syukuran kecil-kecilan,,bukan pesta pernikahan,tak perlu berharap berlebihan pada tamu undangan"

Batin Mar.

Ada sedikit gurat kesedihan di hatinya,,sejak kecil,Mar selalu bermimpi tentang suatu hari nanti,,Dia akan dilamar pemuda dengan segudang hantaran,,di atas pelaminan mewah dia akan bersanding dengan gaun pengantin dan cincin bermata indah melingkar di jari manis nya,tersenyum lebar menatap ratusan tamu undangan.

Mar menghela nafas penjang sembari memejamkan matanya,seolah sedang menelan impian nya bulat- bulat.

"Kau kenapa Mar??"

Masning merasakan kegundahan putrinya.

"Tidak apa- apa Mak,,"

Jawab Mar meyakinkan Ibunya.

"Ah..sudahlah,,aku tak boleh seperti ini,,bukan kah itu hanya khayalan anak kecil??,kurasa..semua anak kecil akan mengkhayalkan hal yang sama seperti ku ketika memikirkan pernikahan"

ujar Mar dalam hati.

"Aku harus berlapang dada,,ini adalah pilihan..As jodoh pilihan terbaik dari tuhan untuk ku,,aku harus menerima ikhlas dengan hati tulus,tanpa harus menuntut impian ku menjadi nyata."

Batin nya lagi.

Becak berhenti di depan sebuah pagar tembok,setinggi bahu orang dewasa,

Ramai orang- orang berkumpul semua sibuk mengurus keperluan untuk acara nanti malam.

Kedatangan Mar dan orang tua nya,mengalihkan perhatian semua orang.

"Calon pengantin perempuan sudah datang.....!!!"

Seru salah seorang perempuan yang mungkin salah satu keluarga As.

Tampak sepasang suami istri menyambut dan mengantar Mar dan orang tuanya naik ke rumah atas.

Mar,dengan canggung masuk dan duduk di kursi yang sudah di siapkan,matanya menjelajah di setiap sudut bagian rumah.

Setiap hari,mar selalu melewati rumah. besar 2 lantai ini pada pagi dan sore hari untuk mandi ke sungai,namun untuk masuk ke dalam nya baru untuk pertama kali yaitu sore ini.

Setelah bercakap- cakap cukup lama,

"Mar..itu kamar mu,,istirahat dulu..sebentar lagi perias pengantin akan datang"

Husna menghampiri calon Adik ipar nya kemudian menunjuk kan nya sebuah kamar.

Mar mengangguk mengikuti perintah Husna.

Ditemani Ibu nya,,Mar masuk kamar.

Sedari tadi ia datang,ia tak melihat keberadaan As calon suami nya.

"Dimana Dia??"

Mar bertanya dalam hati.

Namun,baru saja Mar duduk diatas tempat tidur,,Mar dikagetkan ketika pintu kamar dibuka,,As datang bersama seorang perempuan dengan koper besar,,ternyata itu adalah perias pengantin yang di sebut Husna tadi.

"Sudah datang ya....?"

Husna membuka pintu kamar dan melongok kan kepala melihat ke dalam,dan kemudian masuk mendekati lemari pakaian.

Sebuah kebaya putih dengan motif bunga- bunga dan kain batik disodorkan nya kepada Mar.

"Ini dek,,coba kau pakai"

Mar menerima nya dengan senyum..padahal ia telah menyiapkan sendiri kebaya untuk dipakai nanti malam,sebab ia tak tahu jika Husna pun telah menyiapkan pakaian juga untuk nya.

Namun Mar sengaja tak memberitahu Husna,bahwa Dia juga membawa kebaya pengantin,,Mar takut hal itu akan membuat Husna kecewa.

10 menit kemudian Mar telah berbalut kebaya pengantin pemberian Husna.

Mar nampak manis,se isi kamar menatap pangling pada Mar,,

"Wahh...manis sekali,,cocok dengan wajah dan tubuh mu Dek,,"

Puji Husna.

As yang sedari tadi Diam menatap tak berkedip ke arah pengantin nya.

"Kau cantik sekali.."

As memuji ketika Mar duduk di samping nya hendak di rias.

Mar menunduk malu,,dengan wajah yang bersemu merah jambu.

Tangan telaten sang perias pun mulai menari bebas di wajah Mar yang hampir tak pernah di singgahi riasan wajah,,

"Mbak...jangan tebal- tebal ya...aku malu"

Pinta Mar kepada perias saat sapuan bedak mendarat di pipinya.

Sang perias hanya tersenyum dan mengangguk.

Hampir satu jam,,

kini tinggal polesan terakhir pada bibir mungil Mar,lipstik merah muda menjadi pilihan sang perias untuk mempercantik pengantin nya malam ini.

"Selesaiiiii"

Seru sang perias,membawa Mar berjalan ke depan kaca.

Mar yang menatap wajah nya sendiri terperangah,ia seperti tak yakin bahwa yang di depan nya itu adalah pantulan dirinya.

As mendekati Mar,,

"Kau benar- benar cantik Dek...,tapi bagiku..dengan atau tanpa polesan make up kau tetaplah Mar yang sederhana..Anggun dan lemah lembut,,hal itulah yang membuat ku terpikat"

Mar yang mendengar sanjungan As,,menunduk malu- malu.

As tersenyum gemas melihat tingkah Mar yang kikuk dihadapan nya.

Ingin sekali rasanya As memeluk erat perempuan dihadapan nya namun hal itu segera ditepisnya jauh- jauh dari pikiran nya.

"Sabar.....sabarr...belum SAH"

Batin As.

Masning yang sejak Mar dirias meninggalkan kamar,belum kembali lagi.

Namun tak lama..

Tok..tok..tok..

Pintu kamar di ketuk,

Dua kepala menyembul,,

Masning dan Husna datang berbarengan.

"Ayo,,penghulu nya sudah datang!"

Ujar Husna.

Masning benar- benar kagum dengan wajah Mar malam ini,dengan hati- hati Masning menggandeng putrinya keluar kamar,,sementara As di dampingi Husna kakak nya.

Duduk berdampingan di depan penghulu ternyata cukup membuat jantung Mar dan As serasa berlomba- lomba.

Deg- degan parah sedang terjadi pada dua hati anak manusia yang tengah di landa tegang,terlebih ketika seorang perempuan datang dan menautkan selendang di kepala Mar dan As.

"Tiniii...kau datang??"

Ujar Mar pelan bercampur bahagia.

Tini tersenyum dan menggenggam tangan Mar erat.

"Saya terima Nikah dan kawin nya Maryati binti Bulromi dengan mas kawin cincin dua gram dibayar TUNAI"

Di ruang hening,di depan saksi,dan dihadapan Bulromi,serta penghulu Lafaz sakral itu diucap lantang dengan satu tarikan nafas oleh As.

"SAH?"

Tanya penghulu kepada saksi.

"SAAAAAHHHH"

Tak hanya saksi yang menjawab melainkan seluruh orang yang hadir diruangan tersebut turut menjawab.

"Alhamdulillah....."

Akad nikah berlangsung lancar tanpa halangan,Tamu- tamu yang hadir tampak bergantian memberikan ucapan selamat dan bersalaman kepada mempelai pengantin.

Rona bahagia tak dapat di sembunyikan dari raut wajah Mar dan As begitupun dengan wajah sumringah Masning dan Bulromi yang telah mengantarkan anak perempuan nya ke gerbang pernikahan.

Tak ketinggalan senyum lepas dari Husna dan Mansyur yang telah selesai menunaikan tanggung jawab terhadap adik nya,sebagai pengganti dari orang tua mereka.

Namun meski semua nya tersenyum tak dapat di pungkiri bahwa selalu ada haru yang terselip bersama mengalir nya air mata bahagia dari keluarga masing- masing,terlebih saat kedua pengantin berkeliling ruangan bersalam- salaman di iringi sholawat yang membuat suasana semakin haru.

Mar tak dapat lagi menahan air matanya,ketika menyaksikan keluarga nya hadir ditengah- tengah kerumunan,,paman nya,bibi nya,sepupu- sepupunya semua turut hadir memberikan doa dan selamat padanya.

"Tini...Makasih ya...kau sudah menyempatkan hadir,,meski dalam kondisi hamil tua"

"Iya Mar,,aku pasti hadir tak mungkin aku tak menghadiri saudara ku menikah..semoga cepat nyusul ya....."

Ujar Tini sembari mengusapkan tangan Mar pada perut nya yang buncit hamil anak ke tiga.

"Aamiin....Aamiin..semoga,,makasih ya."

balas Mar memeluk Tini.

Bersambung**

Hai sahabat pembaca,,makasih ya buat kalian yang masih setia membaca cerita Mar dan As,

Mohon maaf update nya tidak teratur,,dikarena kan author sibuk sambil ngemong bayi..

tapi diusahakan terus up ketika ada kesempatan.

Author tak banyak berharap pada sahabat pembaca,,mungkin cerita Mar dan As ini terlalu ringan tanpa konflik luar biasa seperti cerita2 lain.

Ini hanya lah sebuah cerita perjalanan cinta sejati dari Mar dan As.

1
bintang
satu kata.... sedihhhhhhh
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Aku sedih baca cerita ini, ternyata benar kata pepatah kita jangan selalu menatap ke atas, masih ada yg lebih susah dari kita.
Terimakasih thor sudah mengingatkan 🙏
Semangat terus dalam berkarya
I.S.DINIa: halo kak umi😍👋makasih ya dah mampir jg ke cerita Mar.. sehat selalu kak
total 1 replies
Li.rix
Novel yang paling menguras airmata..msh adakah cinta sejati saat ini ..aku ingin seperti mar & as
Lantasi Sudaryanto
mewek bacanya
Lantasi Sudaryanto
terharu
Lantasi Sudaryanto
ngapa ndakbosan dg trksnya ya? biasanya sy skip, tpini asyik dibaca
Lantasi Sudaryanto: sayangnya sad ending. jd mewek endingnya. paling suka nemu novel sdh tamat, jd bisa maraton dan puas. jk on going, sering kecewa, apalagi pengarangnya tdk rutin update. semangat berkarya
total 2 replies
Lantasi Sudaryanto
part pertama sangat menarik, tema kehidupan kalangan bawah yg real disekitar lingkungan kita. tidak mengada ada
I.S.DINIa: maksih kk dah mampir.... sehat selalu ya
total 1 replies
Devi Anzasari Syaqilla
nangis aku Thor 😭😭😭
I.S.DINIa: sedih ya kak,, mksh kak.. udah mampir baca...salam kenal ya... moga kk betah disini dan sehat selalu
total 1 replies
mrs.cinta
melowww baca ini dari awal...
auliasiamatir
dasar mata keranjang
auliasiamatir
terbaik kamu thor... terharu aku baca setiap bab nya.
auliasiamatir
kamu tau nggak Thor, cerita mu ini benar benar nyata, dan aku sangat suka.
penikmat novel melow
baca cerita ini siapkan tisu, dari awal sudah mengandung bawang..keren alurnya tidak terlalu banyak tokoh sehingga cerita tetap fokus pada tokoh utama.. konfliknya juga real banget.. ringan tapi banyak pembelajaran... menurut aku oke sih
Tuan muda
Aku awal baca novel ini langsung ngeh, kalo ni novel berlatar masa lalu ditahun2 90an, ceritanya menurut aku paket komplit ya,, ada lucunya ada romantisnya tapi dibakut dengan banyak kisah sedihnya, dan ini cerita benar2 natural kayak cerita kehidupan sehari2 dengan konflik ringan dan pembaca mudah menangkap dan membayangkan kejadian yg dialami tokoh.. menurut aku keren sih..meski mata sembab pas di bab2 terakhir
Tuan muda
ini yang ter nyeessssss dihati
Tuan muda
aku nangisss baca part ini
Tuan muda
novel ini banyak bikin aku nahan nafas...
Tuan muda
kisah cinta yang srderhana tapi manis,, kk author kayaknya anak 90 an yakinnnnnn
Tuan muda
bagus dan kayak kisah sehari2 tahun 90an
makdasteran
waww...
Aku begadang buat nyelesain baca dari bab awal sampe akhir, penuh insfirasi... sederhana namun penuh arti.
sesuai judulnya, Maryati betul betul sosok wanita tangguh, dan penyayang sosok perempuan yang mulai langka dijaman sekarang.
betul2 berjuang, mengabdi dan setia,
cerita benar2 tersusun indah dari bab awal, tentang maryati kecil yang konyol, maryati remaja yang penuh bakti, kisah cinta yang agamis dan sopan, lalu menikah dan membangun keluarga yang jatuh bangun, sampai akhirnya menua dangan kesuksesan anak-anaknya, sampai pada akhirnya meninggal bersama cinta sejati nya.
keren.... bintang lima untuk novel terbaik ini
I.S.DINIa: terimakasih banyak kak penilaiannya...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!