Sebuah Pernikahan Yang Dipaksa Keadaan
Sebuah Rahasia Yang perlahan merenggut kebahagiaan
Mereka tak pernah saling menetap hanya sebatas saling mengenal , tapi takdir menyatukan dalam 365 Hari .
Dimana cinta Tumbuh Meski Waktu terus menghitung mundur .
Follow IG : @Rnhumaira05_ @coretanara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohati nur humaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Pangkuan
Pagi itu mentari bersinar lembut , menembus tirai ruang tamu rumah yumna , udara terasa lebih sejuk dari biasanya , rayhan berdiri didepan pintu dengan mengenakan pakaian berwarna putih nude senada dengan pakaian yang dikenakan yumna ,
hari ini mereka berniat berkunjung ke rumah orangtua yumna ,
'' udah siap ?'' tanya rayhan meraih tangan yumna
'' ayo '' ajak yumna , merekapun pergi sambil bergandengan tangan
perjalanan menuju rumah orangtua yumna terasa penuh kegembiraan untuk yumna , mengingat ia jarang sekali berkunjung ,
begitu tiba , orangtua yumna langsung menyambut kedatangan mereka sedangkan rafiq dan jihan yang memang sudah berada dirumah itu segera mencuci tangannya setelah beberes didapur kemudian ikut menyambut mereka juga ,
'' Assallamualaikum ayah bunda '' ucap yumna rayhan berbarengan
'' waalikumsallam nak , ayo masuk '' titah bunda rania
kini mereka sedang berkumpul diruang tamu yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil pula , yumna , jihan dan bunda rania duduk berdampingan , merekapun mulai berbincang-bincang
'' nak , gimana kehamilanmu , baik-baik saja kan ?'' tanya ayah hafidz , yumnapun tersenyum
'' ayah ini , kita kan sering videocall setiap hari yah , itu mulu yang ditanyain , si princess belum hadir aja , aku sudah mulai tersingkirkan ?'' gerutu yumna dan membuat ayah hafidz tertawa lepas
'' kamu apa sih nak , masa kamu mau cemburu sama calon anak mu sendiri sih '' ucap ayah hafidz
'' ya abisnya , semuanya pada nanyain princess terus , aku nya padaa dicuekin '' yumna cemberut
'' apalah adek abang ini , udah mau jadi ibu-ibu juga tetap aja manjanya '' ujar rafiq sambil mengelus kepala adiknya , yang memang jarak mereka menjadi sebelahan
'' abang , aku mau udang jimbaran buatan abang dong , pengen banget makan itu '' ucap yumna
'' maa syaa allah ternyata adek abang lagi ngidam ya , baiklah siap laksanakan tuan putri , dan kebetulan abang kemarin emang sudah beli udangnya '' jelas rafiq
'' jazakumullah khair abang '' ucap yumna pada rafiq
'' kasian banget masakan bunda sama jihan kayanya gak bakal ke makan nih , udah cape cape bikin , eh tamunya gak mau makan masakan bunda'' ujar bunda rania sambil gerutu
'' huh iya ya bun , aku udah ikut cape bantuin bunda masak , padahal biasanya aku tinggal makan aja , eh giliran udah siap malah minta udang jimbaran masakan suamiku , sedih banget bun , huhuhu '' lirih jihan berpura-pura
'' bunda , jihan , masakan kalian aku makan juga ko tapi gimana ya , mau udang jimbaran buatan abang '' ucap yumna dengan mata berbinar-binar
'' sudah sudah biar ayah dan rayhan yang habiskan semuanya lah , kalo tuan putri tidak makan masakan bunda dan jihan'' ucap ayah
'' ntar , perut ayah ndut dong'' celoteh yumna yang membuat semuanya tertawa
Seusai acara makan-makan tersebut , kini mereka beralih tempat menuju perkebunan disamping rumah orangtuanya yumna , yang memang mereka sengaja membeli tanah itu untuk perkebunan , mengingat penduduk diarea rumah mereka memang belum padat ,
diperkebunan yumna tampak bahagia memilah memilih sayuran yang orangtuanya tanam , sambil sesekali bercanda ,
yumna pun menanam bunga yang ia beli sewaktu diperjalanan , bunga itu berjenis tulip berwarna putih , yang mana yumna memanglah sangat menyukai bunga tulip putih tersebut , ia mulai menanam satu persatu ditanah yang kosong , mengingat tanah ini cukup luas untuk perkebunan , yumna menanam bunga tulip putih tersebut didampingi jihan sahabatnya sekaligus kakak iparnya sekarang , sedangkan yang lain tengah fokus memanen beberapa buah dan sayur yang harus dipanen
'' han ?'' lirih yumna dengan lembut
'' iya yum , ada apa ?'' tanya jihan penasaran
'' aku titip bunga ini juga ya , aku ingin bunga ini selalu indah disetiap kelopaknya , jangan biarkan ia kekurangan air '' ucap yumna
'' in syaa allah yum '' ucap jihan
'' terimakasih han , aku bersyukur punya sahabat dan ipar seperti kamu , bahagia selalu ya '' ucap yumna
'' kamupun harus bahagia , jangan telat minum obat dan cek ke dokter '' lirih jihan , dan yumnapun tersenyum
Bunga tulip putih melambangkan kesucian , kepolosan , dan kerendahan hati , makna lain dari bunga ini adalah pengampunan serta rasa hormat ,
seseorang yang menyukai bunga ini memiliki perasaan yang tenang dan damai , simbol harapan baru , dengan penuh ketulusan
...Rezeki itu bukan hanya berupa uang ,...
...tapi dengan berupa sahabat dan keluarga yang baik misalnya ,...
...kita seringkali berekspektasi rezeki itu berupa uang ,...
...hingga tanpa kita sadari kitapun melupakan yang seharusnya ,...
...rezeki memang diharuskan untuk dijemput ,...
...tapi tahukah bahwa allah pun punya kuasa mendatangkan rezeki itu sendiri ,...
...maka berlapang dadalah ketika ia tiba ,...
...dan berserahlah ketika ia belum tiba...
...rezekimu sudah tertakar dan tak akan tertukar ,...
...allah yang menjaminnya ....
terimakasih sudah mampir kak , jangan lupa tinggalik jejak ya 💕
Semoga novel ini membawa inspirasi yang baik dan jadi ladang pahala untuk author dan para readers ,
semoga suka sama karyanya ya .
selamat membaca😍