NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Terlahir Kembali Sebagai Istri CEO Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

Bagaimana bisa seorang agen rahasia berdarah dingin yang ditakuti dunia mafia mati mengenaskan di rumahnya sendiri... hanya karena tersedak air putih?

Takdir bercanda saat jiwanya terlempar ke tubuh seorang gadis kaya yang terkenal pendiam, lambat, dan selalu ditindas. Lebih parah lagi, gadis itu terikat pernikahan dingin dengan seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpengaruh.seorang CEO kejam yang diam-diam memimpin sindikat mafia paling berpeSang CEO berdarah dingin dibuat pusing setengah mati melihat istrinya yang dulu pemalu kini berubah menjadi wanita impulsif yang dengan santainya melumpuhkan puluhan penjahat, walau uniknya masih sering tersandung kaki sendiri saat berjalan.

Di tengah kecamuk perang antar-mafia, intrik bisnis triliunan rupiah, dan tingkah konyol yang tak terduga, mampukah sang Raja Mafia menundukkan jiwa liar di tubuh istrinya, atau justru dialah yang akan berlutut di hadapan sang istri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Persetruan dingin di ruang VIP Vane Group waktu itu memicu riak besar di peta kekuasaan dunia bawah tanah. Kehadiran Julian Vance dengan *Vance Syndicate*-nya yang mulai menancapkan kuku di Pelabuhan Barat bukan lagi sekadar ancaman bisnis biasa, melainkan genderang perang terbuka bagi Adrian Vane.

Seminggu setelah insiden tersebut, sebuah amplop tebal berbahan beludru hitam dengan cap segel lilin perak tiba di desk kerja Aura di kantor Vane Group. Amplop itu berisi **Undangan Resmi Jamuan Konsorsium Pelabuhan Barat**.

Aura membolak-balik kartu undangan bernuansa mewah itu dengan jemari lentiknya. Di sudut bawah kartu, tertera sebuah tulisan tangan bertinta emas yang sangat rapi:

*"Untuk Nona Aura Vane. Saya menantikan diskusi keuangan yang tertunda di meja dansa." — J.V.*

"Diskusi keuangan di meja dansa? Cringe sekali," cibir Aura secepat senapan mesin sambil melempar kartu undangan itu ke atas meja kaca. "Pria mata hijau itu pikir dia sedang main di film romantis era Viktoria apa?"

Adrian yang sedang berdiri di dekat jendela raksasa sambil memegang segelas kopi hitam menoleh perlahan. Pandangannya langsung mengunci kartu undangan beraroma parfum mahal tersebut.

"Julian Vance sengaja mengundangmu untuk memancing emosiku," suara Adrian terdengar sangat dingin, aura membunuhnya menguar tipis namun pekat. "Dia tahu Pelabuhan Barat adalah jalur distribusi logistik vital bagi Vane Group. Dengan melibatkanmu, dia mencoba menciptakan celah di pertahananku."

Aura melipat kedua tangannya di dada, lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi kerja. "Lalu? Kamu mau melarangku datang?"

Adrian melangkah mendekati meja Aura, meletakkan gelas kopinya, lalu menopang kedua tangannya di sandaran tangan kursi Aura—mengurung wanita itu dalam jarak yang sangat dekat.

"Sebaliknya," bisik Adrian dengan suara rendah yang mengintimidasi sekaligus memikat. "Aku mau kamu datang bersamaku. Kita tunjukkan pada seluruh konsorsium dan Julian Vance... siapa pemilik sebenarnya dari Pelabuhan Barat."

Aura menatap mata gelap Adrian yang memancarkan rasa kepemilikan mutlak. Dada Aura berdesir hangat. Sifat reaktifnya yang biasanya ketus mendadak melunak saat melihat betapa posesif dan protektifnya pria di depannya ini.

"Boleh saja," jawab Aura secepat kilat dengan senyum menantang. "Tapi dengan satu syarat! Jangan suruh aku pakai gaun dengan ekor dua meter yang bikin gampang tersandung lagi! Aku mau gaun yang fleksibel buat bergerak kalau tiba-tiba ada baku tembak!"

Adrian terkekeh renyah—sebuah suara rendah dari dalam dada yang membuat wajah Aura mendadak merona panas.

"Deal, Istriku," balas Adrian lembut, lalu mendaratkan ciuman singkat di pelipis Aura.

Malam Jamuan Konsorsium Pelabuhan Barat tiba. Acara bergengsi tersebut digelar di atas kapal pesiar raksasa *The Sovereign* yang berlabuh di dermaga utama Pelabuhan Barat. Kapal pesiar tiga lantai itu bergemerlap oleh lampu-lampu kristal dan dihadiri oleh jajaran konglomerat, pejabat tinggi pelabuhan, hingga para pimpinan sindikat internasional.

Aura melangkah turun dari mobil limosin berdampingan dengan Adrian. Malam ini, Aura mengenakan *cocktail dress* sutra berwarna hijau zamrud berpotongan simpel di atas lutut, dipadu dengan *blazer* hitam kustom berbahan tahan peluru tipis—pilihan busana yang sangat anggun namun tetap taktis. Sementara Adrian tampil memukau dengan setelan *tuxedo* hitam khas penguasa.

Kedatangan pasangan penguasa Vane Group itu seketika menyedot seluruh perhatian di atas geladak kapal. Kamera media dan bisik-bisik kagum membahana di sekeliling mereka.

Saat mereka melangkah memasuki *ballroom* utama kapal pesiar, sosok Julian Vance sudah menunggu di dekat meja minuman VIP. Pria bermata hijau itu terlihat sangat tampan dengan jas abu-abu gelap, memegang segelas *champagne*. Di sisinya, berdiri Elena Vanderbilt yang mengenakan gaun malam berwarna silver terbuka, memancarkan tatapan penuh dengki saat melihat Aura.

"Tuan Vane, Nona Aura," sapa Julian Vance sambil melangkah mendekat dan membungkuk sopan. "Suatu kehormatan besar Anda berdua berkenan hadir di atas kapal saya."

"Kapalmu?" potong Aura secepat senapan mesin sebelum Adrian sempat bersuara. "Bukannya kapal pesiar ini disewa atas nama perusahaan cangkang *Vanderbilt Corp* yang izin operasinya di pelabuhan ini sedang dibekukan oleh otoritas maritim sejak dua hari lalu?"

Elena Vanderbilt yang berdiri di samping Julian Vance seketika membelalakkan mata kaget! "K-kamu... bagaimana kamu bisa tahu soal pembekuan izin itu?!"

Aura terkekeh sinis, bicaranya menyambar secepat peluru tanpa jeda napas! "Gampang! Orang idiot pun bisa tahu kalau membaca laporan data manifes kapal di portal maritim internasional lima menit sebelum berangkat! Lagipula Mbak Baju Silver... baju kamu kurang menyala ya malam ini? Kalah berkilau sama krisis keuangan perusahaanmu!"

Elena merah padam menahan malu di depan para tamu VIP yang mulai berbisik-bisik.

Julian Vance tidak marah. Sebaliknya, senyuman kagum di wajahnya justru makin terkembang lebar. "Analisis yang sangat cepat dan tajam seperti biasa, Nona Aura. Itulah kenapa saya sangat mendambakan Anda berada di pihak saya."

Julian Vance lalu mengulurkan tangannya ke arah Aura. "Maukah Anda memberi saya kehormatan untuk satu tarian pembuka? Kita bisa membicarakan pengalihan saham Pelabuhan Barat sambil berdansa."

Adrian yang berdiri di samping Aura langsung melangkah satu kali ke depan, memotong ruang gerak Julian Vance secara mutlak. Aura membunuh yang sangat dingin dan mematikan menguar dari tubuh Adrian, membuat udara di sekitar mereka terasa merosot tajam!

"Istriku tidak berdansa dengan musuh bisnisku, Vance," tegas Adrian dengan suara rendah yang sanggup membekukan darah. "Dan Pelabuhan Barat... tidak akan pernah berpindah tangan ke siapapun selama aku masih bernapas."

Julian Vance menatap mata gelap Adrian dengan pandangan menantang. Ketegangan di antara dua pimpinan sindikat besar itu memuncak hingga membuat para pengawal di belakang mereka bergerak memegang gagang senjata tersembunyi!

Aura yang menyadari situasi bisa berubah menjadi pertumpahan darah secara prematur, memutuskan untuk mengambil kendali dengan cara yang elegan.

"Maaf ya, Tuan Vance," kata Aura secepat kilat sambil merangkul lengan Adrian erat-erat di depan semua orang. "Aku cuma mau berdansa sama suamiku yang tampan ini. Kamu dansa saja sama Mbak Baju Silver di sampingmu itu, sepertinya dia sudah haus perhatian dari tadi!"

Tanpa menunggu balasan Julian Vance, Aura langsung menarik lengan Adrian menuju area lantai dansa di tengah *ballroom*.

Musik waltz yang anggun mengalun lembut. Adrian melingkarkan tangan kekarnya di pinggang Aura, sementara tangan kanan Aura menyambut genggaman hangat Adrian. Mereka mulai berdansa di bawah sorotan lampu kristal—dua sosok yang tampak begitu serasi, elegan, dan mendominasi seluruh ruangan.

"Bicaramu di depan Vance tadi sangat memukau, Aura," bisik Adrian dengan suara rendah yang sangat seksi di dekat telinga Aura saat mereka berputar di lantai dansa. "Tapi melingkarkan tanganmu di lenganku tadi... aku sangat menyukainya."

Aura merona merah panas sampai ke ujung telinganya. Ia mencoba menatap ke arah lain untuk menutupi rasa canggungnya.

"I-itu cuma trik taktis supaya tidak terjadi baku tembak di sini tahu!" elak Aura secepat kilat, bicaranya yang serba cepat kembali keluar sebagai tameng. "Lagipula kamu ngapain menatapku terus begitu?! Fokus berdansa saja!"

Adrian terkekeh renyah—sebuah suara yang penuh dengan rasa cinta dan kepemilikan yang dalam. "Setiap kali melihatmu, fokusku selalu berpindah padamu, Istriku."

Namun, di tengah momen romantis yang sangat memukau di tengah lantai dansa tersebut... sifat ceroboh bawaan jiwa Aura yang selalu kumat setiap kali ia merasa terlalu bahagia atau canggung kembali berulah!

Saat musik berganti tempo dan Adrian memutar tubuh Aura dengan anggun, tumit sepatu *pumps*-nya tersangkut di lipatan Karpet Merah lantai dansa!

"Waaa! Adrian!" jerit Aura kaget saat tubuhnya hilang keseimbangan total!

*Greb!*

Tentu saja, refleks bajak laut dan penguasa mafia milik Adrian bergerak secepat kilat. Adrian menyambar pinggang Aura dari belakang, menarik tubuh wanita itu rapat-rapat ke dalam dekapannya sebelum ia jatuh terjerambab di depan ratusan tamu undangan.

Aura berkedip konyol di pelukan Adrian, dengan kepalanya tersandar pas di dada bidang suaminya.

Seluruh tamu undangan ternganga, lalu secara mengejutkan memberikan tepuk tangan meriah, mengira manuver jatuh tersebut adalah bagian dari koreografi dansa yang sangat spektakuler dan romantis!

Adrian menunduk, menatap wajah merona Aura dengan senyuman yang begitu menawan.

"Setiap kali kamu berada di tempat umum," bisik Adrian dengan kekehan renyah di dekat bibir Aura, "kamu selalu memastikan seluruh dunia tahu... bahwa tempat jatuhmu yang paling sempurna adalah ke dalam pelukanku."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

TBC ❤️🥰😘

1
Osie
eh cuma 1 baby ya..kirain twins/Smile/
Osie
kalau udah sesu ngidam..dahlah pasti lebay banget atau emang org ngidam ada yg gitu..jujur aja aku dl pas hamil gak ada sesi ngidamnya🤣🤣lempeng aja sp lahiran
Osie
twins twins ya ya thoorr
Osie
🤣🤣🤣🤣🤣bener" dah aura...eh lucas ente salah cari lawan🤣🤣🤣🤣
Osie
kapan seriusnya sih..sifat ceroboh aura itu lho bikin hilang fokus🤭🤭
Miu Miu 🍄🐰
next thor semangat trs up nya y
Anita Rahayu
banyak thor upnya seru ceritamu 👍👍👍👍👍👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌👌
Miu Miu 🍄🐰
bagus ceritanya seru
Miu Miu 🍄🐰
so sweet 😍
Osie
dah lah aura walaupun sang ceo ingin tau siapa kamu tetap jgn bilang kalau kamu jiwa dari sosok vanya sang agen rahasia yg top...
Osie
laaahh cepat lii ketauannya..gak asyik ach🤭
Osie
ya ampun thooorrr bisa gak ya sifat ceroboh aura dihilangkan 🤣🤣🤣🤣🤣dah serius baca eh ujungnya ngakak
Rina Yuli: ohhh jangan donk itu emang humor nya🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Osie
aura dilawan..jiwa agen elit lho dlm raga nya...ya mana lawaaaann
Osie
iyuuhh roman romannya cikal bakal bucin n penisirin mulai melanda sang ceo nih🤣🤣moga aura bisa lepas dr vane. jgn cepat luluh
Osie
aku mampir..aku suka cerita transmigrasi dgn sosok MC nya wanita tangguh n gak menye menye..dan moga ini cerita sp end🙏🙏🙏
Miu Miu 🍄🐰
aku suka up Sampai ending y thor 😍
partini
lanjut Thor 👍
partini
Nemu cerita gini wanita Badas 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!