ADULT STORY!
Allferd Xander Maverick, seorang direktur perusahaan IT sekaligus chef ternama, siapa sangka jika sebenarnya Allferd adalah sosok yang berbahaya. Allferd adalah seorang psikopat.
Kemudian jiwa obsesi muncul dari psikopat tampan itu ketika melihat sosok aktris yang mirip dengan mendiang kekasihnya 8 tahun lalu.
"Presetan dengan cinta! Aku hanya ingin memilikimu saja. Apakah itu harus mengatas namakan cinta?"
"Keparat. Kau memang tak punya hati,"
Bagaimanapun caranya, Allferd harus membuat Stella menjadi miliknya karena Allferd tidak akan membiarkan dirinya sendiri untuk merasakan kahilangan lagi.
Apapun yang sudah berada di genggaman Allferd, tak akan semudah itu untuk Allferd lepaskan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon haniyahhputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Psychopath Obsession - 26
**Kalian lebih suka aku sering update tapi isi satu partnya pendek atau sesekali update tapi satu partnya panjang?
Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk baca ceritaku❤️
di tunggu review kalian ❤️**
***
Allferd melirik jam tangan mewah yang melingkar di tangan kekarnya, senyuman Allferd tak berhenti terukir. Tak sabar untuk pergi ke Yunani bersama Stella.
Setelah berunding untuk mengambil keputusan tempat mana saja yang akan menjadi persinggahan, pulau Santorini menjadi pilihan yang paling tepat. Pulau Santorini adalah pulau paling indah dan paling romantis di dunia.
Tidak banyak yang Stella dan Allferd bawa untuk pergi ke sana, mengingat mereka masih berada di Spanyol saat ini rasanya terlalu jauh jika mereka menyempatkan diri untuk pulang ke New York dahulu sebelum ke kota Fira.
Keberangkatan mereka akan di lakukan malam ini, akan berbahaya bagi mereka berdua jika menaiki pesawat kelas bisnis, jadi mereka berdua akan pergi menaiki pesawat pribadi milik perusahaan Allferd yang baru saja tiba 6 jam yang lalu dari Amerika.
Sekejam-kejamnya Allferd, pria itu masih memiliki jiwa manusiawi. Allferd merasa tak enak jika menggunakan pesawat Victoria untuk pergi berlibur, pesawat jet pribadi milik perusahaan Allferd bebas dan berhak untuk di gunakan Allferd maupun Edgar sesuka hati.
Semenjak kehadiran Stella, Allferd baru teringat jika ia dan Edgar sudah lama tak menghabiskan waktu bersama dan sering meninggalkan perusahaan. Mungkin selepas liburan, ia akan memberi Edgar waktu untuk liburan juga setelah ia kembali ke Amerika. Itupun jika Allferd berhasil kembali dengan keadaan sehat.
Allferd menjadi seorang psikopat seperti ini bukan karena mengalami gangguan mental atau sakit jiwa dan rasa kesedihan yang bermaksud penyakit. Biasanya pengidapnya di sebut sosiopat, mereka sering kali di sebut 'orang gila tanpa gangguan mental'.
Dalam kasus kriminal, seorang psikopat di kenal sebagai pembunuh, pemerkosa, koruptor. Seorang psikopat biasanya membunuh korban untuk menggunakan anggota tubuh sang korban untuk kepentingan pribadi, namun ada juga yang menjadi psikopat karena mempunyai tujuan dan ambisi yang besar (biasanya karena uang).
Seorang psikopat adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan.
Bedanya dalam cerita ini Allferd hanya memiliki ciri berpenampilan sempurna dan mempesona, tak hanya Allferd bahkan terbilang cukup banyak manusia yang memiliki pribadi seperti itu, apa lagi Allferd sempat menjadi seorang bintang figur yang menuntutnya untuk berpenampilan sempurna. Selebihnya Allferd adalah seseorang yang misterius.
Dalam cerita ini, Allferd membunuh orang hanya untuk membalas dendam kejadian pembantaian keluarganya. Siapapun pasti tidak akan menerima jika anggota keluarganya di bunuh secara sadis di depan mata kepala mereka sendiri.
Karena dalam keadaan kurang beruntung, aksi Allferd membunuh dalam ajang membalas dendam menjadi tidak hanya sampai di situ saja sebab Allferd harus tetap membunuh untuk melindungi diri dari beberapa orang yang mengincar nyawanya.
Allferd di sini tak beda jauh dengan seorang pembunuh bayaran, bedanya Allferd bekerja untuk dirinya sendiri bukan kepada orang lain.
Sayangnya meskipun semua targetnya sudah berhasil di bunuh, Allferd terbiasa untuk langsung membunuh orang di saat merasa jika ada 'sesuatu yang mengancam' ataupun 'sesuatu yang mengganggu'.
Dia adalah seorang psikopat namun masih memiliki rasa manusiawi, hanya saja kebencian dan denam berhasil menutupi hati nurani seorang Allferd.
Sebenarnya syuting telah berakhir sejak kemarin, namun hari ini Stella masih tetap bekerja untuk beberapa pemotretan di wilayah Madrid bersama lawan mainnya, dimana poto itu akan di jadikan sebagai cover film saat peluncuran film terutama saat gala premiere-nya.
Stella memberikan sejumlah bonus kepada Jade sang asisten kesayangan, Jade juga akan menggunakan waktu selama Stella pergi untuk pulang ke kampung halamannya di Kanada.
Untuk beberapa pemotretan brand yang biasa Stella lakukan di menjelang akhir tahun telah Stella batalkan meskipun harus membayar denda akibat membatalkan kontrak begitu saja.
Tak banyak orang yang mengetahui jika Stella akan pergi berlibur, hanya beberapa pihak tahu khususnya rekan kerja film terbaru Stella yang akan segera liris dan produser majalah brand ternama dimana tempat Stella bekerja.
And, yeah. Our paradise is waiting!
Here we go!
***
"Kau sudah siap?" Allferd menggandeng tangan Stella dengan penuh kelembutan, seakan Stella adalah harta paling berharga untuk Allferd yang tak boleh di sakiti sedikitpun, dan seolah-olah Allferd lupa jika pernah ia menyakiti Stella menggunakan tangannya sendiri.
Stella tersenyum renyah, menyabut tangan Allferd dengan senang hati. "seharusnya kau tak perlu menanyakan hal itu lagi."
Allferd memberi isyarat untuk Stella duduk di kursi pesawat, "istirahatlah dengan tenang, aku harus menjadi co-pilot." Jelasnya di akhiri dengan sebuah kecupan manis di kening Stella.
Mendapat perlakuan manis dari pria kejam nan misterius di hadapannya ini membuat Stella tak mampu untuk menahan senyumannya.
Terlalu gugup rasanya hingga Stella tak tahu apa yang harus ia katakan kepada Allferd, akhirnya Stella hanya bisa mengangguk menuruti perkataan Allferd. Lagipula tubuhnya juga sudah lelah, ia butuh waktu untuk beristirahat. Meskipun dalam hatinya ada rasa kagum mengetahui jika Allferd bisa menerbangkan pesawat.
Tanpa menunggu balasan Stella, setelah memberi kecupan Allferd langsung beranjak pergi meninggalkan Stella.
"Allferd," panggil Stella setelah Allferd pergi beberapa langkah dari hadapannya.
Mendengar jika namanya di panggil, Allferd membalikkan badannya dan kembali melangkahkan kaki mendekati Stella tanpa mengatakan apapun.
Tiba-tiba, Stella menarik tengkuk Allferd lalu mendaratkan sebuah kecupan manis di pipi Allferd.
"Terima kasih sudah melindungiku."
Allferd mengulum senyuman, hanya sebuah anggukan sebagai jawaban dari ucapan tulus Stella. Jika Allferd mempersalahkan sebuah kecupan yang Stella berikan terasa kurang, mungkin masalah itu tak akan bisa selesai begitu saja mengingat Allferd di kejar oleh waktu.
Bagaimanapun caranya, Allferd harus melindungi Stella apa lagi ancaman Rodriguez tak pernah main-main.
Rodriguez... Argh, nama itu selalu berhasil membuat darah Allferd mendidih. Bahkan ia berani bersumpah jika kematian Rodriguez akan berada di tangannya sendiri, tak sabar melihat percikan darah Rodriguez melalui hasil karya seninya sendiri, meskipun hal itu mengancam nyawanya sendiri karena Allferd tak pernah takut untuk mati.
Mulai detik ini, bisakah Allferd berharap agar Stella bisa selalu hidup aman dan bahagia selamanya meskipun Allferd sudah tak bisa berada di sisi Stella?
***
besttt
semangat author 💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
"si*l*n banget tu orang" jgn di sensor semua "****** banget tu orang" jdnya kan pra readers kurfah srn aja,maaf klo mslnya nyakitin hati😭🙏