NovelToon NovelToon
Perempuan Pilihanku

Perempuan Pilihanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.4
Nama Author: Ilamy Harsa

TAMAT🍀

[Biasakan setelah membaca kasih like dan tinggalkan komentar ya....]

🍀🍀🍀🍀🍀

Ini tentang kebaikan yang mengalir sebagaimana mestinya, dari celah gunung menuju muara.

Ini tentang bagaimana tubuh yang bertolak belakang, antara timur dan barat menyatu dalam satu ikatan sakral.

Ini tentang bagaimana kebahagiaan yang sudah tertulis akan indah pada masa yang tepat.

Ini tentang sisi hawa yang lemah namun bisa menjadi setegar karang untuk memahami takdir.

Ini tentang kesempatan rasa dalam pertemuan namun tidak untuk memiliki.

Ini tentang hati yang akan menemukan jalan pulang, kembali ke rumahnya dan menetap.

Semua harus berjalan sesuai skenario yang sudah tertulis. Dan harus di tempatkan sebagaimana mestinya. Tidak boleh tertukar ataupun menukar.

Semua itu hanya Semesta yang mengaturnya, meskipun ada lebih dari satu kali doa yang dipanjatkan secara egois untuk menentang takdir ini.

Selamat membaca

Terima kasih

Salam hangat,
Ilamy Harsa🍀

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilamy Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Di siang yang terik dua mahasiswi berjalan keluar dari kawasan kampus. Mereka berniat segera pulang ke kost masing-masing. Mereka berjalan bercakap-cakap tentang topik apapun yang terlintas di pikiran mereka.

“Semenjak aku kuliah, serasa enggak punya waktu untuk olahraga Balqis,” kata Jihan yang mengeluh kepada sahabat di sampingnya.

“Bukannya nggak punya waktu, kamunya aja yang males,” balas Balqis.

“Sepertinya aku butuh motivasi atau semacam dorongan gitu biar bisa olahraga lari-lari santai gitu.”

“Aku tahu motivasi apa yang bisa bikin kamu semangat buat olahraga lari.” Balqis terlihat menahan tawanya.

“Apa Balqis?” tanya Jihan antusias.

“Gini, besok kita ke pasar modern. Terus aku teriak maling, kamu langsung lari ya.” Tawa Balqis pecah setelah mengatakan itu..

“Apaan sih Balqis.” Jihan sebal karena jawaban yang ditunggu tenyata tak sesuai harapan.

“Lho itukan sebuah motivasi yang sangat jitu Jihan,” balqis tertawa melihat muka sebal Jihan.

“Tahu gitu, aku enggak nanya ke kamu Balqis.”

Mereka berjalan melintasi para penjual makanan berjualan di sekitar kawasan kampus.

“Eh itu booth container ‘Karya Jus’ sepertinya ramai sekali ya Balqis, sudah beberapa hari buka sih, tapi kita belum mampir ke sana,” ujar Jihan yang melihat container kuning itu.

“Mau ngapain sih Jihan?”

“Ya beli minuman di situ. Mumpung masih tanggal muda,” kata Jihan, kemudian langsung menarik tangan Balqis.

“Ehh ...” Balqis tersentak kaget tangannya sudah ditarik oleh Jihan menuju booth container kuning itu yang bertuliskan ‘Karya Jus’.

Sesampainya, mereka langsung melihat-lihat menu yang tetulis di daftar menu. Kemudian Jihan dan Balqis serempak memesan minum.

“Es teh ukuran cup jumbo!” ujar Jihan

“Es teh ukuran cup jumbo!” ujar Balqis.

Mereka tertawa karena serentak memesan minuman yang sama.

“Eh iya Mbak, sekalian kripik kentangnya itu ya,” tambah Jihan.

Akhirnya mereka menunggu pesanan yang sedang dibuat oleh seorang perempuan yang sedikit bergaya tomboy.

Jihan memperhatikan perempuan yang meracik minumannya. Terlihat perempuan itu sedang mengenang sesuatu yang menyenangkan.

“Mbak, kenapa senyum-senyum sendiri?” tanya Jihan yang sedang memperhatikan perempuan yang membuat pesanannya.

“Tidak Kak, hanya teringat cerita seseorang, kalau dia mempunyai dua sahabat yang suka sekali dengan es teh ukuran gelas jumbo.”

***

Hari berlalu seperti biasa, Ilham dengan segala kesibukanya dan Farah juga dalam kesibukannya, hampir setiap hari tak ada waktu untuk bertemu. Bila Ilham pulang ke rumah sebaliknya Farah masih dalam jam kerjanya. Jika Farah pulang, Ilham malah pulang lebih larut dari Farah bahkan tidak pulang sama sekali.

Sampai mereka tak ada ruang untuk berbincang hangat. Hampir setiap hari Farah mencoba menghubungi Ilham atau mengirim pesan singkat, namun tetap saja tidak ada jawaban dari Ilham. Farah sering menangis memohon kepada Sang Maha Baik agar jarak dalam rumah tangganya bisa hilang. Farah menginginkan rumah tangga yang hangat seperi layaknya rumah tangga pada umumnya.

Di sisi lain Ilham masih teguh pada prinsipnya bahwa ia tidak akan berhenti sebelum pekerjaanya selesai. Ilham hanya berfokus pada pembangunan kedai barunya. Hanya sesekali ia menanyakan kabar atau kegiatan apa yang dilakukan Farah dari pihak lain yaitu Akmal.

Kehidupan Farah dan Ilham seperti bertolak belakang. Seperti labirin yang memisahkan mereka. Hidup dalam satu atap namun seperti tidak saling kenal. Farah hanya ingin meminta waktu sebentar. Sebentar saja untuk memandang Ilham. Diam dalam cinta. Farah selalu ingin menyiapkan sarapan untuk Ilham, bercengkrama diatas meja makan walaupun berakhir dengan perdebatan.

Di sisi Ilham. Ia suka dengan rasa masakan Farah. Ia suka Farah menyiapkan sarapan untuknya. Ia mungkin sedikit rindu dengan pertengkaran kecil pada waktu pagi. Namun semua ini belum cukup menyakinkan hati Ilham untuk benar-benar berlabuh kepada Farah. Ilham masih menunggu sosok lain yang mungkin tak tergantikan sampai sekarang. Dan menurutnya, Farah tidak bisa menggantikan sosok Ann di hati Ilham.

***

“Yeee...! kak Anti pulang,” ucap Reno yang kegirangan melihat Kinan pulang membawa sekantong kresek.

Kinan tersenyum mengelus puncak kepala adik kesayangannya Reno.

“Kak Anti bawa apa itu?” tanya Reno polos.

“Ini bakso, pasti Reno belum makan ya? Ini makanlah.” Kinan tersenyum

Kinan membawa tiga bungkus bakso yang ia beli saat perjalanan pulang dari khursus mengemudinya.

Saat Kinan dan Reno mulai memakan bakso, ayah mereka baru saja pulang dari pekerjaannya. Sang Ayah tersenyum melihat Reno makan semangkuk bakso. Kinan lalu menyiapkan semangkuk bakso untuk ayahnya.

“Ini untuk Ayah?” tanya sang Ayah saat Kinan menyodorkan bakso untuknya.

Kinan mengangguk, hari ini ia mendapat bonus dari bosnya karena hampir seminggu ini booth container Karya Jus selalu ramai sampai-sampai Kinan memiliki teman kerja untuk menyelesaikan pesanan-pesanan mereka.

“Sekarang Kinan sudah punya pekerjaan tetap Yah. Kinan bekerja di kampus negeri itu Yah, dekat dengan cafe tempat Ayah bekerja,” jelas Kinan sebelum ayahnya menanyakan dari mana Kinan mendapatkan makanan ini.

Sang ayah bangga dengan apa yang disampaikan Kinan. Sekarang beban ekonomi mereka sedikit berkurang karena Kinan sudah memiliki pekerjaan tetap.

“Ayah percaya masih ada orang baik di dunia ini?” tanya Kinan setelah selesai menyantap semangkuk bakso.

“Iya, Ayah percaya. Terkadang Allah mengutus orang baik itu untuk menolong orang yang lebih membutuhkan,” jelas sang Ayah.

“Ayah, sebenernya Kinan bekerja paruh waktu, tidak sampai malam. Sekarang Kinan juga mengikuti khursus mengemudi Ayah.”

“Apa? uang dari mana Kinan. Kita tidak punya uang untuk mendaftar khursus itu.”

“Ada orang baik yang membantu Kinan mendapatkan pekerjaan dan membiayai khursus mengemudi itu Yah.”

“Siapa orang itu Kinan?” tanya Ayah penasaran.

“Namanya Farah Yah, dia pernah bilang kalau dia juga bekerja di cafe tempat Ayah bekerja. Ayah kenal orang itu?”

Sang ayah belum menjawab, ia berusaha mengingat karyawati yang bernama Farah di cafe tempatnya bekerja.

“Seingat Ayah, yang bernama Farah itu cuma satu. Mbak Farah yang selalu berbaik hati memperbolehkan Ayah membawa pulang bekal makan siang suaminya.” jawaban sang ayah menohok hati Kinan.

Seketika Kinan teringat akan sesuatu.

Sungguh dia seorang istri yang malang.

Ia pernah mengatakan bahwa Farah adalah seorang istri yang malang, yang selalu membawakan bekal makan untuk suaminya, namun tak pernah dimakan dan pada akhirnya ayah yang membawa pulang makanan itu.

“Mbak Farah pasti belum tahu kalau kamu anak Ayah,” sahut Ayah membuyarkan lamunan Kinan.

“Iya bisa jadi Yah.”

“Mbak Farah baik, ternyata dia juga mencarikanmu pekerjaan yang baik bahkan membiayaimu untuk khursus mengemudi Nak.”

“Iya Farah sangat baik bagi keluarga Kita.”

“Bagaimana kalau kita beli kue untuk mbak Farah sebagai tanda terima kasih karena sudah baik membantu Ayah, dan juga membantu kamu juga. Sebentar lagi ‘kan Ayah gajian,” kata Ayah meminta pertimbangan.

“Ide yang bagus Ayah.” Kinan menyetujui.

1
Bahdi Anur
Kecewa
Aco Riski
spa judul selanjutnya di wetpet apa tetap sama atau beda ka?
Aco Riski
spa judul selanjutnya di wetpet apa tetap sama atau beda ka?
Rasmiyah Ramli
u
Julia Inp
kok farah ngk bilang klu dia uda punya suami
Nita Sary
kk ap blm launching kelanjutan nya
Nita Sary
kak kelanjutannya di wattapad dicari g ketemu ya
Aliya Jazila
benar tuch rey yg menghamili rahma
Wiwien Blumkids
Masa Farah yg cerdas dibikin naif?
Achmad Elvino
gmana cerita,Ilham,Roy dan Sarah???gmana juga sama sang pembunuh sadis???
Alfatar Cell
kemana ajah bos baru nyadar punya istri
Alfatar Cell
kelamaan bosen bacanya,cerita nya begini ajah,tidak ada perobahan di peran utamanya
Tri Utari Agustina
Semoga Ilham menerima farah bucin
Nita Sary
Thor di watpad blm launcing ya blm ad
Yayoek Rahayu
awal yang bagus
@aR
jgn" si ratu adlh anelline lg?
Asiya RindhuIbundha
q serahkan jodoh Farah pada mu Thor 😁
Asiya RindhuIbundha
Thor titip salam buat Farah terbuat dari apa hatinya...yg begitu baik terhadap smw org bahkan di acuhln suami dia masih sempat" nya tersenyum
Asiya RindhuIbundha
nyimak dulu
Wahyuni Yuni
Kayak ilham laki - laki taat agama tpi kenapa kok ama itri dan ibunya suka membentak...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!