" KARENA MANUSIA SELALU MENGINGINKAN YANG TERBAIK TAPI LUPA MENJADI BAIK DAN BERBUAT BAIK"
Mengisahkan Perjalanan hijrah seorang gadis bernama Gendis.
Masa lalu yang penuh dosa pun membuat Gendis mengalami trauma.
Iqbal seorang pria yang baik namun salah pergaulan menjadikan Iqbal sebagai pribadi yang keras, playboy dan liar.
Mereka dipertemukan pada saat mereka sama sama tidak baik dan bertobat untuk berhijrah.
Perjuangan menuju Jannah yang selalu diimpikan pun harus dilalui dengan kisah yang Tragis, Miris dan Derai Air Mata.
Berhijrah itu mudah tapi untuk Istiqomah itu sulit.
GENDIS.... IQBAL .... JADIKAN SEMUA KISAHMU MENJADI PELAJARAN YANG BERHARGA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Humairah_bidadarisurga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SUARA ITU SERING HADIR DALAM MIMPI
SELAMAT MEMBACA
💚💚💚💚💚
Aku seperti berdiri diatas awan putih, dan berkabut. Rasanya seperti terbang berdiri dihamparan kapas berwarna putih. Semua orang yang kutemui memakai baju berwarna putih, sedangkan aku masih memakai gamis syar'i ku berwarna hijau tosca. Tidak ada yang melihatku, aku seperti sendiri disini, semua orang yang kulihat sibuk dengan aktivitasnya masing masing.
GENDIS......GENDIS.......
Aku mencari asal suara itu, aku berlari kecil mencari suara itu, suara yang khas dan ku kenal, suara yang sama persis dengan suara yang sering hadir dalam mimpiku.
GENDIS...GENDIS....
Aku hanya melihat sebuah cahaya terang yang menyilaukan, aku menghampiri cahaya itu, ada sesosok orang yang berdiri tegak lurus dengan pancaran cahaya diwajahnya sehingga aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, tapi aku bisa merasakan kehadirannya, karena suara itu begitu dekat dan semakin jelas.
"Kamu siapa? suaramu persis dengan suara yang selalu hadir dalam mimpiku akhir akhir ini." ucap Gendis pelan.
"Gendis....Gendis.... Engkau memang bukan sayyidah Fatimah Az-Zahra, tapi Engkau begitu sabar menghadapi ujian yang diberikan Allah SWT kepada mu"
"Tapi sayyidah Fatimah Az-Zahra adalah teladanku, aku ingin seperti beliau. Aku ingin ditempatkan di Surga bersama Putri Rasululloh Saw Sayyidah Fatimah Az-Zahra."
"Dosamu terlalu besar Gendis, bertobatlah sesering mungkin, mintalah ridho kepada Allah SWT, kepada Iqbal suamimu, kepada mertuamu dan kedua orang tuamu. Jangan lupa sampaikanlah kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad dalam setiap doa yang kamu panjatkan"
"Aku akan melakukannya kalau itu bisa menebus semua dosa dosaku dimasa lalu."
"Lihatlah kedua anak yang tidak berdosa ini akibat nafsu maksiatmu. Anak ini yang seharusnya bisa membawamu ke Surga tapi saat ini anak ini yang bisa menjatuhkanmu ke dalam api neraka yang panas, lihat di sekelilingmu dengan jelas Gendis. Tidak ada kata terlambat selama kita berniat berusaha. Engkau wanita yang baik, dosamu sebagian sudah engkau bayar tunai di dunia dengan ujian yang telah kamu jalani. Allah SWT sayang kepadamu, melalui cobaan itu Allah SWT ingin lebih dekat denganmu."
"Apa aku pantas bersanding dengan Sayyidah Fatimah Az-Zahra? apa aku masih pantas merindukan Surga? apa aku masih pantas mencium bau surga?"
"Waktumu tidak banyak Gendis, bau surga yang selalu kamu cium saat kamu bersujud, bahkan kehadiran Sayyidah Fatimah Az-Zahra dalam mimpimu mengundangmu untuk selalu bersamaNya, karena beliau tahu engkau meneladaninya. Untuk Masuk Surga itu tergantung amal dan ibadahmu Gendis. Kembalilah Gendis, perbaikilah semuanya, lupakan masa lalu mu yang membuat mu menjadi tidak fokus dan tidak khusyuk dalam beribadah. Hilangkan penderitaan batinmu dengan ketulusan dan keikhlasan. Jadikan itu semua pengalaman dan pelajaran yang begitu berharga untuk orang orang disekitarmu. Kembalilah.... lihatlah semua orang menangis, menunggumu bangun dari tidur panjangmu. Dan itu suamimu, lihatlah ia begitu tulus dan ikhlas menjalankan puasa demi kesembuhan mu. Dan itu anak anakmu, Nadia, Nissa dan Al. Itu mertuamu yang sangat sayang padamu. Dan itu kedua orang tuamu. Kembalilah mereka masih membutuhkanmu. Ingat pesan Sayyidah Fatimah Az-Zahra. ALLAH SWT BERSAMAMU GENDIS....."
plashhhhhh............
Semua gelap, dan perlahan aku melihat cahaya menerobos masuk ke dalam mataku. Aku mulai membuka mataku secara perlahan, mengerjap ngerjapkan mata ini yang belum bisa menerima silaunya cahaya.
"Alhamdulillah Nak Gendis kamu terbangun juga." ucap Umi dengan tangisan dan senyum bahagia.
"Umi Sifa, maafkan aku Umi, aku telah merepotkanmu Umi. Gendis minta maaf umi." ucap Gendis sambil memeluk umi dan menangis tersedu.
"Gendis sayang, umi senang kamu disini Nak, kamu tidak ada salah dengan umi sayang." ucap umi dengan lembut.
"Berapa lama aku tertidur umi?" tanya Gendis.
"Hari ini tepat hati ke tiga puluh tiga Nak Gendis." ucap umi dengan Isak tangisnya yang semakin kencang.
Umi merasa takut, Gendis tertidur begitu lama, tapi senyum diwajah tidur Gendis mengisyaratkan bahwa Gendis akan terbangun suatu saat. Setiap hari umi mengoles bibir Gendis dengan madu dan kurma. Setiap hari diperdengarkan lantunan ayat-ayat Suci Al-Quran.
"Aku seperti bermimpi Umi, pasti umi tidak akan percaya apa yang aku katakan." ucap Gendis pelan.
"Umi percaya sayang. Itu peringatan sayang. Ambil hikmah dari semuanya. Sekarang apa yang kamu rasakan?" ucap umi lembut sambil mengelus punggung Gendis dengan sayang.
"Aku seperti terkahir kembali umi, seakan beban masalahku hilang umi. Umi aku ingin menemui mas Iqbal dan mertuaku, aku ingin memohon maaf umi." ucap Gendis mantap.
"Iya sayang, tapi kamu baru bangun, makan dulu, mandi, sholat baru kamu ke rumah mertuamu. Umi antar ya, umi juga mau silaturahmi ke Bunda, sudah lama umi gak ketemu bunda." ucap umi tulus.
Umi merasa belum yakin dengan apa yang telah dikatakan Gendis, bahwa dirinya sudah baik baik saja. Umi akan mengantarnya dan kembali ke Ponpes setelah urusannya selesai. Untuk sementara Gendis masih harus berada di Ponpes sampai amalan terakhir yang harus diselesaikan oleh Iqbal.
"Sekarang mau makan dulu atau mandi dulu?" ucap umi dengan sayang.
"mandi dulu umi, setelah itu Gendis sholat Dhuha dulu, baru makan umi" ucap Gendis dengan senyum manis.
"Baiklah, umi juga bersiap siap dulu." ucap umi mantap.
Gendis pun sudah selesai mandi, dan sudah menyelesaikan sholat dhuhanya. Gendis sekarang memakai gamis syar'i berwarna abu abu lengkap dengan cadarnya. Gendis teringat mimpinya yang akhir akhir ini muncul hampir setiap hari. Seorang wanita menggunakan syar'i lengkap dengan niqab berwarna putih dan bercahaya. Wanita itu seakan tersenyum ke arah Gendis. Apa itu mimpi Sayyidah Fatimah Az-Zahra, batin Gendis sambil mengingat ingat kata kata suara itu. Aku harus berhijrah, mudah mudahan Istiqomah.
"Gendis ayo makan dulu Nak?" ucap umi pelan dari luar kamar.
"Iya umi sebentar lagi selesai." ucap Gendis sambil merapikan kerudung dan niqabnya.
"Masya Allah sayang, kamu pakai niqab.?" ucap umi semangat.
"Doain Gendis ya umi, agar Istiqomah." ucap Gendis dengan senyum di dalam niqabnya.
"Aamiin ya Rabb. Sekarang kamu makan dulu, umi mau nyiapin rantang buat bunda, tadi umi masak banyak." ucap umi mantap.
"Abah kemana umi, dari tadi gak kelihatan?" ucap Gendis.
"Abah sedang ada panggilan untuk berdakwah di kota B. Besok baru pulang, tadi umi sudah mengabari Abah kalau kamu sudah bangun sayang." ucap umi sambil tersenyum dan menyendokkan sayur ke dalam rantang.
"Mas Iqbal tidak pernah datang umi, apa selama Gendis tidur mas Iqbal datang?" ucap Gendis pelan sambil mengunyah makanannya.
"Sejak sebulan yang lalu Iqbal tidak datang lagi. Kebetulan Abah juga sibuk, jadi belum sempat bertanya tentang keadaan Iqbal. Padahal biasanya seminggu sekali Iqbal datang untuk menanyakan kabarmu Gendis." ucap umi sedikit menyesal mengungkapkan yang sebenarnya.
Gendis pun terdiam, pikirannya tertuju pada Iqbal suaminya. Ada apa dengan mas Iqbal? Kamu kenapa mas? Kenapa perasaanku jadi tidak enak seperti ini, batin Gendis.
------------++++---------
TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR BACA
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚
subhanalloh.....
wanita surga " Sayyidah Fatima Az-Zahra "
❤️❤️❤️
NEXT
bisa mampir lagi
apa kabar ?
alhamdulillah baru sempat mampir lagi 😊😊🤗🤗
mohon dukungan
My lovely Gea
Istriku dokter Cintaku