NovelToon NovelToon
Karma Sang Pelakor (Sistem Balas Dendam)

Karma Sang Pelakor (Sistem Balas Dendam)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Sistem
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ucum_alattas

Di saat dunia memilih memihak yang kuat, Seline hadir bersama Sistem Balas Dendam untuk menghukum mereka yang lolos dari hukum.

Ia akan merayu pria yang paling dicintai targetnya, meruntuhkan kepercayaan, mematahkan kesetiaan, lalu membiarkan para pelaku menyaksikan kebahagiaan yang mereka bangun di atas penderitaan orang lain runtuh dengan tangan mereka sendiri.


Ia bukan malaikat. Bukan pula iblis.
Ia adalah keadilan yang gagal diberikan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucum_alattas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

“Tinggallah di sini mulai sekarang,” ucap Maxime menuntun Selina masuk ke kamarnya.

Selina menatap Maxime yang tampak terlihat lega setelah berhasil membujuknya.

“Max, lalu bagaimana jika kakak_”

“Stt, berhenti menyebut kakakmu itu. Masalah kakakmu, kau tidak perlu khawatir. Kau hanya perlu menjalani kehidupanmu seperti biasa. Bedanya, tidak ada kakakmu di sini, hanya ada aku, dan kau,” selanya lembut.

Tangannya menggenggam erat tangan Selina. Seolah menunjukan seberapa besar ia ingin memiliki Selina untuk dirinya.

“Max,” lirih Selina sedikit tak nyaman saat melihat tatapan mata Maxime yang terlalu intens. Bukan hanya itu, deru nafas yang menyapu wajahnya membuat tubuhnya meremang.

“Aku mencintaimu,” bisik Maxime setelah menempelkan keningnya di kening Selina.

Selina yang sempat memejamkan mata karena berpikir Maxime ingin melakukan sesuatu itu berkedip. Matanya terbuka, bertemu dengan tatapan mata Maxime yang lembut.

“Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu,” lanjutnya penuh tekat.

Selina yang mendengar itu tanpa sadar terhanyut. Entah siapa yang memulai, bibir itu tiba tiba saling bersentuhan. Menjarah setiap celah yang bisa dijarah.

Maxime yang juga terbawa suasana langsung mengungkung tubuh Selina, membawa wanita itu untuk naik ke atas ranjang dengan bibir yang masih saling memagut.

“Emhh,” lenguh Selina saat ia merasakan ciuman Maxime mulai beralih.

“Aku mencintaimu,” bisik Maxime setiap mencium jengkal tubuh Selina.

Selina mendongak. Kali ini, ia tak menahan diri untuk mend3sah saat lidah Maxime bermain di d4danya.

“Max,” lirih Selina saat tangan Maxime mulai menjangkau area bawahnya.

Maxime yang mendengar itu semakin semangat. Matanya dipenuhi hasrat bercampur kebahagian. Dengan lembut, ia menarik satu satunya penghalang tubuh Selina, membuat Selina benar benar polos dan tersipu.

“Jangan menatapku seperti itu,” bisik Selina merasa malu.

Memanfaatkan saat Maxime bangkit dari atas tubuhnya, untuk membuka pakaiannya sendiri, kedua tangannya dengan sigap berusaha menutupi dua area paling pribadinya, dengan kaki yang menyilang, untuk menutupi tempat yang paling primitif.

“Jangan menutupinya,” bisik Maxime lembut.

Saat tubuhnya sama sama polosnya, ia langsung menunduk, dengan lembut, menarik tangan Selina, membiarkan dua benjolan yang selalu membuatnya merasakan candu luar biasa itu terekspos dengan sempurna.

“Kau benar benar indah,” bisiknya penuh kekaguman.

Wajah Selina memerah dengan mata berkaca kaca, terlebih, saat Maxime mulai melabuhkan ciuman pada benda yang baru saja dipuji itu.

“Max,” lirihnya dengan kepala mendongak ke atas.

Nafasnya memberat, dengan tubuh menggigil saat merasakan bagaimana lidah Maxime bermain liar di sana.

“Max, berhenti,” panggilnya dengan suara bergetar, berharap Maxime menghentikan aksinya. Namun, respon tubuhnya benar benar berkebalikan dari yang ia katakan.

“Apa kau serius, kau ingin aku berhenti?” tanya Maxime lembut.

Matanya yang berkabut, menatap mata Selina yang berkaca kaca.

Alih alih menjawab, Selina hanya bisa menggigit bibirnya gelisah saat Maxime menghentikan aksinya itu.

Melihat itu, Maxime tersenyum puas. “Lihat, kau juga menginginkannya. Karena itu, jangan pernah memintaku untuk berhenti,” bisiknya sebelum kembali menenggelamkan kepalanya di sana.

Selina tak lagi menjawab. Sentuhan kali ini benar benar jauh lebih intens dibanding sebelumnya.

Entah karena ia yang sudah berani menyeruakan perasaannya, atau karena mereka di tempat yang jauh dari Helena dan tidak ada kekhawatiran, ia benar benar merasakan perbedaannya.

Bukan hanya Selina, Maxime pun memiliki perasaan yang sama. Ia benar benar menikmati pers3tubuhan itu. Perasaan bebas, perasaan puas tak bisa ia tahan. Seolah, ia bisa melupakan semuanya.

Tentang pernikahan tanpa cintanya, dan tentang Helena. Wanita yang terang terangan tidak ia cintai.

***

Sementara di tempat lain, jika Maxime sedang bergelut mengejar peluh bersama dengan Selina, maka berbeda dengan Helena.

Wanita itu menatap tajam ke arah kepala pelayan yang terus bungkam saat ia tanya.

“Dimana tuanmu? Apa kau benar benar ingin terus menutup mulut?” tanyanya dingin.

Kepala pelayan itu menunduk. Ia benar benar tidak berani melawan Helena, tapi ia jauh lebih tidak berani melawan Maxime.

“Maaf, Nyonya. Saya benar benar tidak tahu, setahu saya, tuan berada di kant_”

“Jangan membohongiku! Kau pikir aku bodoh, hah?” selanya penuh amarah. Berharap, kepala pelayan itu ketakutan dan mengatakan yang sebenarnya.

Kepala pelayan masih tetap menunduk. Kali ini, ia benar benar tak ingin salah mengambil keputusan. Bagaimana pun Helena mengancamnya, ia tak akan pernah goyah.

Helena yang melihat betapa keras kepalanya kepala pelayan itu tertawa marah. Ia berkacak pinggang, menatap kepala pelayan itu dengan tatapan dingin.

“Kalau begitu, kemasi barang barangmu. Mulai sekarang, kau dipecat!” perintahnya dingin.

Namun, alih alih takut, kepala pelayan malah menatapnya dengan tatapan aneh.

“Kau tidak mendengarku? Mulai sekarang, kau dipecat. Kau tidak perlu tinggal di sini lagi.” Ulangnya dingin.

Helena benar benar kehilangan kesabaran. Matanya menatap sekeliling, dimana para pelayan saling menatap ketakutan.

Melihat semua orang di mansion yang biasanya tunduk padanya tiba tiba berubah sikap, kemarahannya benar benar tidak bisa ia tahan.

“Keluar dari sini! Kau dipecat!” ulangnya. Kali ini, ia bahkan berteriak dan melemparkan vas ke lantai, membuat suara pecahan itu menggema, dan beberapa pelayan muda meringkuk ketakutan.

Nafas Helena memburu. Ia hanya ingin menemukan keberadaan Maxime saat ini. Tapi, mereka semua menghalanginya. Bahkan, kepala pelayan yang biasanya patuh padanya kini berani melawannya. Apa mereka pikir dia bukan lagi seorang nyonya?

“Nyonya, maafkan saya, saya hanya akan keluar dari sini jika tuan Maxime yang memintanya,” jawab kepala pelayan berusaha tenang.

Mata Helena membola. Matanya menatap kepala pelayan itu tak percaya. “Apa maksudmu? Aku istri Maxime! Ucapanku, setengah dari ucapannya. Jika aku mengatakan kau dipecat, artinya kau dipecat!”

Namun, kepala pelayan itu tetap menggelengkan kepala. “Kalau begitu, anda bisa menghubungi tuan. Jika tuan mengatakan saya dipecat, malam ini juga saya akan meninggalkan mansion ini.”

Amarah helena memuncak. Kata kata kepala pelayan seolah sedang mengejeknya.

“Keterlaluan! Apa maksudmu? Kau mempertanyakan kewenanganku?” amuknya yang ingin menjangkau kepala pelayan.

Namun, kepala pelayan langsung mundur, mencari langkah aman agar ia tidak mendapatkan masalah.

“Nyonya, jika tidak ada hal lain yang harus saya lakukan, saya pamit undur diri,” ucap kepala pelayan yang benar benar tak mempedulikan amukan Helena.

Ia memberi kode pada semua pelayan, meminta mereka meninggalkan ruang utama, meninggalkan Helena yang mengamuk dan melempar semua benda yang ia lihat lagi. Kelembutan yang selama ini Helena tunjukan benar benar lenyap.

“Kurang ajar! Kurang ajar kalian semua! Lihat saja, saat Maxime kembali, akan aku pecat kalian karena tidak patuh dan bersikap kurang ajar,” raungnya benar benar marah.

Namun, tak ada satu pun diantara para pelayan yang menghentikan langkahnya. Bagi mereka, Helena memang majikannya. Namun, semua keputusan berhenti atau tidaknya mereka ada di tangan kepala pelayan

Karena itu, setiap rumah tangga akan memilih kepala pelayan terpercaya dan cakap. Karena keputusan kepala pelayan, bisa dianggap sebagai keputusan majikan.

“Kenapa seperti ini. Harusnya tidak seperti ini. Harusnya, aku hidup bahagia. Menikah dengan pria yang aku cintai, dan menjadi wanita terhormat. Kenapa semuanya malah menjadi seperti ini,” isak Helena yang terjatuh di atas pecahan vas.

Ia bahkan tak lagi merasakan rasa sakit saat vas vas itu menusuk kulitnya. Rasa sakit akibat pengkhianatan membuatnya mati rasa dari luka fisik.

1
irena
sedikit banget thor... nanti deh saya simpan dulu episodenya... klo perlu sampai tamat baru saya baca lagi...
irena: iya makanya.. saya tunggu selesai dulu.. habis klo satu bab dibaca.. bikin greget
total 2 replies
irena
sedikit banget thor..
Althoza_$: udah 1000 kata lebih itu KK 🙈
total 1 replies
irena
kapan terbongkar busuknya Helena.. supaya mamanya max semakin menyesal krn sudah memilih Helena..
Althoza_$: besok KK, sabar ya 😄
total 1 replies
irena
saya jadi ga suka thor,. klo ceritanya kayak gini.. si Helena sama mamanya max menang... saya ingin si mama max kapok dan Helena dipermalukan... bukan menang karena disentuh sama max sesuai obsesinya..
Althoza_$: tunggu bab selanjutnya, KK 😄 maaf ya kalau bikin emosi bab ini
total 1 replies
irena
klo sampai si Helena tidur sama max.. berarti Helena menang krn dia memang ingin sekali tidur sama suaminya.. kan itu obsesinya
irena
jangan dong thor.. sampai tidur dengan maxim.. harusnya datangkan saja dokter yg pernah mengoperasi keperawana si Helena.. supaya si max jijik. jng sampai menyentuh Helena.. jadi ga seru dong klo tersentuh sama Helena.. max sudah pernah tidur sama si selena yg gadis..
irena: ok... 💪💪💪
total 2 replies
irena
harus terbongkar sifat pelakor nya dulu Helena.. supaya mamax max tau.. klo Helena sudah dua kali jd pelakor.. dan dia bukan perawan.. tapi sudah operasi
irena
biar ibunya max jijik sama Helena... dan menganggap karma buat helena
irena
bongkar kebusukan Helena.. klo perlu di viralkan.. yg harus tau lebih dulu ibunya max
irena
kenapa ga dibongkar sekalian kelakuan si Helena kalo dia juga pernah jadi pelakor dia kali.. bahkan sengaja jadi pelakor untuk sahabat nya.. klo perlu si max cari tau tentang Helena.. supaya dia bisa semakin membuat Helena tertekan ga bisa melawan
Althoza_$: tunggu part terbongkar nya ya kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!