Senja, seorang gadis yang cantik dan ceria, dia malah jatuh cinta dengan Om nya sendiri, adik dari Ayahnya. Perasaan cinta Senja tumbuh saat dia duduk di bangku putih biru, dengan kata lain Om nya sendiri yang bernama Krisna adalah cinta pertamanya.
Krisna atau Senja sering memanggil namanya Om Kiss adalah lelaki tampan, tegas dan sederhana. Dia benar-benar menyayangi Senja sebagai seorang keponakan kesayangannya. Sedari bayi Nenek dan Krisna lah yang mengasuh Senja karena Mama Senja memutuskan untuk tetap bekerja.
Di saat Senja sudah pasrah dan rela melepaskan Krisna, dia malah mengetahui fakta yang sebenarnya. Hal itu membuat Senja menjadi lebih terobsesi dengan Om Kiss kesayangannya. Bahkan dia menjebak Krisna agar menikahinya, berhasilkah Senja mendapatkan hati Krisna?
"Om Kiss, kiss Senja dong!"
"Ogah, najis cium bocil"
"Ih jahat banget sih Om mulutnya"
"Baru tau kamu? Kamu kan yang jebak Om buat nikahin kamu!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyimas Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26 BERATNYA JADI IRT
Senja bangun pagi hari, dia menyetel alarm jam 4 pagi, dia langsung memasukkan baju Krisna ke dalam mesin cuci. Dia bisa mengoperasikan mesin cuci setelah melihat tutorial di YouTube, ini adalah kemajuan bagi Senja.
Dia lalu menyapu lantai rumah Krisna dan mengepel lantai rumah Krisna. Lagi-lagi dia melihat caranya di YouTube. Setelah itu dia memasak makanan untuk Krisna, kali ini dia akan memasak telur goreng, dia merasa ini sangat mudah.
Krisna terbangun karena suara gaduh dan juga bau gosong, dia segera keluar dari kamarnya dan melihat ke dapur. Alangkah terkejutnya, hanya karena memasak telur dapurnya berantakan. Tentu saja di sangat emosi dengan Senja, terlebih lagi telurnya gosong.
"Astaga Senja apa kau mau membuat rumah Om kebakaran?" Bentak Krisna.
"Ma maaf Om maaf." Cicit Senja kini dia hanya bisa menunduk.
Krisna langsung mengambil alih dapurnya, dia yang memasak sarapan kali ini. Setelah itu dia menaruh makanan di meja makan. Lagi-lagi Krisna di buat kaget, meja makannya licin, terasa penuh dengan sabun.
Setelah di amati, lantainya juga licin karena Senja mengepel dengan sabun yang banyak. Senja berfikir semakin banyak sabun semakin wangi, itu sebabnya dia memakai banyak sabun. Tak hanya itu Krisna langsung berlari kearah mesin cucinya karena mesin cuci berbunyi pertanda proses mencuci selesai.
"Ya ampun Senja, kau apakan rumah Om? Lalu baju ini, aish kau masukan berapa liter sabun ke dalam mesin cucinya?"
"Apa semuanya salah Om? Bukannya lebih banyak sabun jadi lebih wangi?"
"Bodoh kamu, lantai juga jadi licin, kamu mau saya mati muda gara-gara kepeleset? Mau kamu jadi janda muda? Istri macam apa kamu ini ha? Begini aja gak becus kamu!"
Deg.
Nyeri.
Perih.
Sakit.
Senja lagi-lagi menangis, Krisna keterlaluan dia sungguh kasar kepada Senja. Dia langsung pergi ke kamar mandi, membersihkan dirinya dan berangkat ke kantor tanpa sarapan. Sebelumya bahkan dia berjalan ke rumahnya untuk mengambil motornya dan pergi ke kantor Winners Grub.
Tak hanya di rumah Krisna juga menyiksa Senja di kantor, dia memberikan banyak tugas untuk Senja kerjakan. Sungguh Senja sangat tersiksa, dia sedikit menyesali atas perbuatannya menjebak Krisna. Dia tau Krisna sangat marah padanya.
Senja bahkan tak makan siang, kali ini dia hanya diam saja dan terus mengetik di depan komputernya. Sementara Krisna juga tak peduli padanya, Krisna benar-benar kecewa dan marah pada Senja.
Sorenya Senja langsung pulang ke rumah Krisna, dia memakan mie mentah karena sangat kelaparan dan juga roti tawar. Dia bahkan tak bisa memasak mie, beginilah Senja, hidupnya memang bagaikan putri.
Dia lalu masuk ke kamarnya dan tertidur lelap karena saking lelahnya dengan hari ini. Bagaimanapun dia biasa bangun jam 6 pagi lalu sarapan yang sudah di sediakan. Namun kali ini dia bangun jam 4 pagi, sungguh dia benar-benar mengantuk. Hari pertama menjadi istri yang baik gagal, namun Senja sudah pasti tidak akan menyerah.
Hari kedua, Senja lagi-lagi bangun jam 4 pagi. Dia menyapu rumah Krisna tanpa mengepelnya. Dia juga mengelap meja dengan sedikit sabun, setelah itu di mencoba memasak lagi. Kali ini tidak gosong, Senja tersenyum senang, telur buatannya terlihat bisa di makan.
Namun saat akan mencuci piring, "pyar" gelasnya pecah. Krisna lagi-lagi terbangun dia emosi dengan Senja. Tidak ada kata lain selain maaf yang di keluarkan oleh Senja, dan lagi Senja meneteskan air mata.
"Gak usah nangis kamu! Kamu pikir dengan nangis masalah selesai Tuan Putri?" Sindir Krisna.
Dia lalu melihat di piring ada telur, dia mengirisnya dan ternyata kuning telurnya masih mentah. Krisna tersenyum miring, "Makanan begini Nja yang akan kamu berikan pada suamimu? Kamu pengen cepet-cepet jadi janda?" Bentak Krisna.
Senja langsung berlari ke kamarnya, dia lagi-lagi menangis, hal yang dia lakukan selalu salah. Setelah puas menangis dia langsung ke kamar mandi membersihkan diri dan berangkat ke kantor.
"Owh hay Senja sini Nja. Ini ada kue kamu mau gak?" Tanya Wira.
Senja mengangguk dan memakan Red Velvet kesukaannya. Dia memang lapar, sangat lapar. Bahkan jika dia menimbang badannya dia sudah turun 1 kg dalam dua hari ini.
"Pelan-pelan Nja, gak ada yang minta kok. Ini dari Pak Guntur dia ulang tahun" Ucap Tere.
Senja langsung menghentikan makannya. Dia lalu tersenyum, dan masuk ke ruang divisi pemasaran. Ada rasa nyeri di hatinya saat ini, dia benar-benar sakit, lelah, dan entahlah dua hari menjadi istri Krisna bagai neraka baginya.
Makan siang tiba, dia sengaja tak makan siang. Rasanya enggan bertemu dengan Guntur, jujur hatinya merindukan kelembutan Guntur. Terlintas di pikiran Senja, dia merasa menyesal memilih Krisna dan meninggalkan Guntur. Bagaimanapun memang emosi Senja masih labil, karena selama ini dia terlalu di manja.
Sepulang kerja Senja mampir ke tempat biasanya dia melakukan perawatan tubuh. Dia Creambath dan juga spa, dia benar-benar ingin memanjakan dirinya. Hal ini membuat tubuhnya rileks dan sangat heppy. Saat ingin membayar, ternyata saldo Senja habis, dia panik, lalu dia ingat kalau statusnya sudah menjadi suami Krisna, sudah pasti Ayahnya tak akan mengirimkannya uang.
Dia menelfon Krisna agar mengirimkan uang padanya karena dia harus membayar biaya spa dan creambathnya. Krisna langsung mengirimkan uang padanya. Untunglah Senja senang Krisna mau mengirimkan uang sejumlah yang dia minta untuk membayar spa dan creambath.
Begitu sampai rumah dia sudah di sambut oleh Krisna di sofa ruang tamu Krisna. Namun tidak ada senyuman di wajah Krisna, justru wajahnya datar dan menyeramkan bagi Senja. Dia langsung masuk dan berganti baju, lalu duduk di samping Krisna.
"Enak yang habis spa? Uang segitu buat bayar Spa ya Nja? Tau gak? Itu kamu perawatan nya seperempatnya UMR Jogja loh, boros!" Bentak Krisna.
"Ma--maaf Om." Lagi hanya itu yang di katakan Senja, matanya berkaca-kaca lagi dan ingin menangis.
"Ayo sekarang ikut saya nyuci baju, hari ini kamu belajar nyuci baju yang bener!" Krisna berdiri dan menunjukkan cara mencuci baju yang benar pada Senja. Senja tampak memerhatikan dengan detail dan mengingatnya.
"Ternyata gampang ya Om."
"Ya gampang gini aja kamu gak bisa itu namanya apa kalau gak bodoh?"
"Om kasar banget sama Senja, Senja istri Om loh sekarang."
"Emang begini Nja aslinya Om, galak. Nyesel kan kamu jebak Om buat nikahin kamu?"
"Enggak kok Om, Senja seneng Om udah jadi milik Senja. Senja kan udah bisa nyuci baju, sekarang kita unboxing yuk Om, ini Senja mumpung habis spa Om, Senja sekarang harum banget loh Om."
"Gak, masih banyak yang harus kamu tau, ayo sekarang Om kasih tau caranya kamu jemur baju."
Lagi Senja mengekor di belakangnya, dia melakukan sesuai apa yang diajarkan Krisna. Melihat Senja yang sedang menjemur baju, hati Krisna terasa hangat, Senja terlihat cantik saat dia dengan jari lentiknya menaruh baju ke hanger baju dan menaruh bajunya ke jemuran yang ada di dalam rumah Krisna.
Beginilah Krisna, dia memang menyukai gadis yang sederhana dan bisa mengerjakan aneka pekerjaan rumah. Impian Krisna hanyalah hidup sederhana dengan istri dan anaknya, tanpa ART dan hanya dia dan istrinya yang mengurusi rumah dan anak mereka. Itu sebabnya dia jatuh cinta pada Yulia gadis sederhana yang merupakan cinta pertamanya.