NovelToon NovelToon
Bukan Pacar Bucin

Bukan Pacar Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Komedi
Popularitas:820.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Azura Ryn

Ina ingin punya pacar dingin seperti di novel-novel lokal yang sering dia baca. Akhirnya dia pun jadian dengan cowok paling dingin di sekolah, Azam. Namun sayang, tidak seperti tokoh-tokoh idamannya yang berubah dari dingin jadi bucin, cowok itu malah makin nyebelin.

"Kenapa Azam gak bucin kayak di novel-novel aja, sih?"
- Ina -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azura Ryn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Main 2

Hari Jumat seperti sekarang biasanya suka ada pasar dadakan di area masjid agung. Jadi sebelum dzuhur tempatnya pasti penuh. Ada banyak sekali hal yang dijual di sana. Mulai dari jam tangan, dalaman kerudung, parfum, sampai blangkon juga ada.

Hal yang membuat pasarnya ramai selain karena banyak yang mau menunaikan ibadah sholat Jumat juga karena harganya murah. Dalaman kerudung aja cuma lima ribuan, dan kalau beli tiga harganya Rp. 10.000, itung-itung beli dua gratis satu.

Tapi terkadang aku cukup kesal karena jadi susah lewat, terutama ketika perginya bersama Ayu, Leli, Septi, dan Sopa. Lihat saja kelakuan mereka, hampir setiap penjual dikunjungi.

"Ke sana, yuk! Sepertinya bagus."

"Mang, ini jamnya berapa?"

"Mang, yang ini berapa? Jangan mahal-mahal, dong!"

Mereka berisik sekali, menanyakan ini itu pada penjual, lalu setelah puas melihat-lihat pindah ke lapak lain. Ujung-ujungnya gak ada yang dibeli karena gak punya uang. Emang kadang bikin malu mereka itu.

Aku mengibas-ibas tangan ke leher, berharap bisa sedikit mengurangi gerah. Di bawah terik matahari seperti ini berdesak-desakkan tentu bukan pilihan yang baik.

Mataku berbinar saat menemukan gerobak bertuliskan es doger. Duh, pasti enak banget di makan panas-panas gini. Tanpa menghiraukan teman-temanku yang masih sibuk meneliti barang, aku segera menyongsong tukang es doger. Untunglah kemarin aku habis malak Teh Ani, jadi sekarang aku masih punya Rp. 20.000 untuk jajan.

"Mang, satu, dong!" pintaku tanpa berpikir panjang.

"Campur, Neng?"

"Campur aja lah, Mang!"

Aku anaknya gak suka pilih-pilih makanan kok, apa saja bisa masuk ke perut. Terutama kalau yang gratisan. Uh, perutku sangat terbuka untuk dimasuki.

Si Emang segera mengambil gelas plastik, lalu memasukkan tape singkong, ketan hitam, dan bahan-bahan es doger lainnya. Terakhir, susu kental manis rasa cokelat disiramkan di atasnya. Uh, benar-benar menggoda, apalagi warna es krimnya yang pink itu, dia seolah memanggil-manggil ingin segera dilahap.

"Berapa, Mang?" tanyaku sambil membuka resleting tas.

"Lima ribu, Neng."

Waduh, mahal amat. Biasanya aku beli cuma dua ribu! Tahu gitu tadi aku beli Pisang Ijo aja. Mau dibatalin kasihan udah dipesan, mau dibeli kok agak kurang rela, ya. Dengan terpaksa aku mengangsurkan uang dua puluh ribu yang kupunya, lalu mengambil es dogernya dari atas gerobak.

Setelah mendapat kembalian, rasanya aku ingin menangis. Uangku!

Aku celingukan, mencari keberadaan salah satu dari teman-temanku. Sial, di mana mereka? Masa aku ditinggalkan?

Aku segera menyusuri pagar masjid agung yang dipenuhi pedagang, membuatku berjalan lebih lambat. Saat melihat beberapa pedagang bandel yang berjualan di dalam area pagar, rasanya aku ingin segera menghujat mereka.

Mereka gak bisa baca atau bagaimana? Itu tulisan di plangnya gede banget, loh.

DILARANG BERJUALAN DI DALAM AREA MASJID AGUNG!

Hah, manusia dan pikirannya memang susah dimengerti.

Aduh, ini teman-temanku pada ke mana, sih? Masa mereka tega ninggalin aku di sini sendirian? Setelah lelah berjalan dari ujung ke ujung, aku memutuskan untuk beristirahat di taman kota saja. Kebetulan tempatnya lumayan adem, apalagi di gazebonya yang bahkan ada tempat untuk ngecas.

Aku berjalan ke undakan-undakan tangga lumayam besar yang sepertinya memang sengaja dibentuk seperti itu agar banyak orang bisa nongkrong di sana atau sekadar duduk-duduk istirahat. Lampu raksasa yang dibalut dalam bentuk seperti payung terbalik menambah kesan estetis. Apalagi kalau malam, nyala lampunya pasti indah.

Aku menuju ke bawah lampu yang berwarna merah, siap menikmati es doger sambil beristirahat di sana. Mari pikirkan tentang Lelu, Ayu, Septi, dan Sopa nanti. Aku tidak mau es doger kemahalanku ini cair dan jadi tidak enak dimakan.

1
Najaem
lanjutin plsss
atmaranii
pokonya bsa bkin kngen dan pngn BCA ulang
atmaranii
kngen ma novel ini...pas nengok blm up LG..smga authornya sehat2 y biar bsa up lg🤲
‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎𝐎𝒇𝒇🔇 ‎: udah 5th kak ngga ada up samsek, sumpah sampe skrng aku masih penasaran pake banget😭😭
total 1 replies
Pitpitawewew
masih nungguin di 2025
Riski
Luar biasa
Mala Sia
Lumayan
Kiky Nurischa
ya ampun ngakak bacax si ina berharap si azam peka sampe kucing bertelur jg gak akan peka si azam mah dia tipe org yg hrs ngomong to the point🤣🤣🤣
Kiky Nurischa
astaga temen2 gak ada akhlak malah ditinggalin😆😆
Fitri Lin
baca berulang tetep meleleh dgn gombalan azzam..pdhl yg digombalin ina hiks hiks..kpn nih up lg thor
Shafira Amelia
kpn up nya kk
Najaem
Gatau ini udh berapa tahun nunggu up
Elisa Queen
sudah 3x lebaran thor aku menunggumu
Elisa Queen
kami menanti kelanjutan cerita ini
Elisa Queen
thor lupa sandi kah atau gimna aduh thor
Elisa Queen
aku nunggu 2 thn loh ibi thor
Fullsun Chann
Kak, apa Azzam gamau bukber bareng Ina wkwk
Meida Atini
kasian sekali kamu ya na,heheee
MF -尺ノム刀ノ
kakkk lanjutt dongg.....
kapan up nya thorrr
Huaaaaaaa
Anonim
thor ini uda 2022,, trus nasip pembaca setia karyamu ini bagaimana,,, 😭
Anonim
selalu buka dan cek,,, uda lebih dari setahun thorr,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!