NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Legenda Pendekar Mata Pedang Hijau

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Komedi
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

"Bagaimana jika kau tahu rahasia kehancuran dunia, tapi kau tidak boleh memberitahu siapa pun?"

Di masa depan, Wei Changqing adalah legenda tertinggi dunia persilatan—sang Mata Pedang Hijau yang ditakuti sekaligus dihormati. Namun gelar itu tak ada artinya ketika ia berdiri di atas puing-puing dunia yang hancur oleh perang agung, memeluk jasad wanita yang setia menantinya hingga akhir hayat.

Mengorbankan seluruh tingkat latihannya, Changqing memutar balik roda waktu dan terbangun di dalam tubuh mudanya yang berusia 19 tahun. Kembali menjadi pendekar mentah yang belum memiliki reputasi apa pun.

Kali ini, tujuannya hanya satu: Mencegah perang berdarah itu terjadi dan menyelamatkan wanita yang ia cintai.

Namun, merubah takdir memiliki harga mahal. Setiap peristiwa yang ia cegah melahirkan musuh baru yang lebih mengerikan. Lebih buruk lagi, demi menyatukan sekte-sekte yang egois agar tidak saling berperang, Changqing mungkin harus menelan fitnah terbesar dalam sejarah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 : Angin yang Mengusik

Dua minggu berlalu di bawah ketenangan Taman Obat Luar.

Di bawah bimbingan rahasia Wei Changqing, perkembangan fisik dan meridian Baii Ling melesat dengan kecepatan yang akan membuat monster tua persilatan pun menelan ludah. Gadis kecil yang dulunya pincang itu kini mampu memikul dua ember penuh air pegunungan, menaiki seratus anak tangga tanpa meneteskan satu tetes pun air dan tanpa napas yang terputus-putus.

Siang itu, matahari bersinar terik. Baii Ling sedang mengambil rumput liar di sekitar Teratai Merah—tanaman herbal kelas menengah yang sangat sensitif terhadap hawa panas.

Tiba-tiba, suara langkah kaki berat dan tawa angkuh memecah keheningan kebun.

Tiga orang pemuda berseragam putih biru berjalan menaiki jalan setapak kebun dengan sikap sombong. Memimpin di depan adalah Sun Meng, murid senior peringkat ketiga di halaman utama yang berada di tingkat Pendekar Menengah Tahap 3—satu level di bawah Chen Wu.

Sun Meng sengaja menginjak pinggiran petak kebun dengan sepatu botnya yang berlumpur, merusak beberapa dedaunan herbal muda.

"Hei, bocah gelandangan!" seru Sun Meng sambil memegangi pinggang menatap Baii Ling. "Panggil tuanmu si Wei Changqing keluar! Katakan padanya Kakak Senior Sun Meng datang membawa pesan dari Kakak Pertama Chen Wu!"

Melihat petak kebun herbal yang sudah ia rawat dengan susah payah diinjak dengan kasar oleh Sun Meng, mata hitam Baii Ling menyipit. Namun ia mengingat pesan Changqing untuk selalu menjaga ketenangan batinnya.

Baii Ling berdiri, kemudian membersihkan tanah dari tangannya, lalu membungkuk sopan tanpa rasa takut. "Kakak Changqing sedang meracik pupuk herbal di pondok belakang. Jika Kakak Senior memiliki pesan, silakan sampaikan kepada saya, atau tunggu di balai tamu luar tanpa menginjak tanah tanaman herbal sekte."

Mendengar seorang bocah pembantu berani menasihatinya soal sopan santun, wajah Sun Meng langsung memerah karena tersinggung.

"Bocah lancang!" bentak Sun Meng. "Kau cuma anak pungut makan gratis di sekte ini, berani-beraninya mengajari murid senior?!"

Sun Meng melangkah maju, mengangkat tangan kanannya untuk menampar pipi Baii Ling dengan hawa tenaga dalam yang kasar. Bagi anak biasa, tamparan dari pendekar tingkat Pendekar Menengah Tahap 3 bisa merontokkan gigi dan mematahkan leher!

"Rasakan ini agar kau tahu tempatmu!"

Namun, apa yang terjadi selanjutnya membuat dua murid pengikut Sun Meng terbelalak tidak percaya.

Di saat telapak tangan Sun Meng tinggal berjarak satu jengkal dari wajahnya, tubuh kecil Baii Ling tidak mundur ataupun menjerit. Ia memiringkan bahu kirinya dua inci.

Wesh!

Tamparan bertenaga Sun Meng hanya mengenai udara kosong! Sebelum Sun Meng sempat menjaga keseimbangan tubuhnya yang condong ke depan karena memukul angin, kaki kanan Baii Ling yang mengenakan sepatu bot merah bergeser menyapu ringan tepat di belakang tumit Sun Meng—memanfaatkan momentum berat badan lawan sendiri.

Bruk!

Sun Meng jatuh dengan wajah menghantam lumpur kebun herbal!

Dua murid pengikutnya menganga. Seorang jagoan peringkat ketiga halaman utama jatuh tersungkur hanya karena dihindari oleh bocah sebelas tahun pembantu kebun?!

"S-Sialan!" raung Sun Meng bangkit dengan wajah berlumuran lumpur dan amarah meledak-ledak. Ia mencabut pedang latihan kayunya, berniat menyerang Baii Ling secara membabi buta. "Kubunuh kau, bocah iblis!"

"Sun Meng. Berhenti di situ kalau kau masih ingin memegang pedang dengan tangan kananmu."

Sebuah suara yang tenang namun dingin terdengar dari arah bambu.

Wei Changqing berjalan keluar dengan santai, tangan kirinya memegang cangkul kayu kecil. Meski tampilannya seperti tukang kebun biasa, aura yang ia pancarkan membuat langkah Sun Meng terhenti mendadak seolah menabrak dinding besi yang tak kasat mata.

"C-Changqing!" geram Sun Meng sambil mengacungkan pedang kayanya dengan tangan bergetar. "Kau... kau mengajari bocah gelandangan ini ilmu sihir sesat ya?! Bagaimana mungkin dia bisa menjatuhkanku?!"

Changqing berjalan melewati Sun Meng tanpa menoleh sedikit pun, menunduk memeriksa tanaman Teratai Merah yang rusak akibat injakan Sun Meng.

"Baii Ling tidak menjatuhkanmu, Sun Meng," kata Changqing tenang. "Keseimbangan kuda-kudamu sendiri yang lemah karena kau terlalu memaksakan amarah ke dalam tamparanmu. Kau menyerang seorang anak kecil yang tak bersenjata dengan tenaga penuh... kehormatanmu sebagai murid halaman utama jauh lebih kotor dari lumpur di wajahmu itu."

Wajah Sun Meng pucat pasi oleh rasa malu. "Cih! Jangan sok menasihatiku, Changqing! Aku datang ke sini karena Kakak Pertama Chen Wu tidak terima Guru Zhao memilihmu sebagai perwakilan kedua ke Turnamen Lembah Anggrek! Kau menghabiskan waktu dua minggu di kebun lumpur ini seperti pengecut sementara kami berlatih darah dan keringat di halaman utama!"

"Kalau Chen Wu tidak terima dengan keputusan Guru Zhao, suruh dia datang sendiri berbicara padaku atau protes langsung ke ruang ketua sekte," jawab Changqing dingin sambil menatap Sun Meng. Di dalam sepasang matanya, setitik kecil cahaya hijau zamrud berkedip sekilas.

Jdharr!

Ledakan Inti pedang tak kasat mata menyengat langsung ke dalam pikiran Sun Meng dan kedua rekannya. Ketiga murid senior itu mendadak merasakan napas mereka sesak seolah ada ribuan jarum pedang yang ditodongkan tepat ke tenggorokan mereka serentak.

Keringat dingin membasahi punggung Sun Meng. Ia mundur tiga langkah dengan lutut gemetar. Tanpa berani mengucapkan satu kata makian lagi, Sun Meng berbalik dan berlari tunggang langgang menuruni bukit kebun herbal diikuti dua rekannya yang ketakutan.

Setelah mereka pergi, Changqing menoleh pada Baii Ling yang berdiri tenang di dekatnya.

"Apakah kau takut tadi, Baii Ling?" tanya Changqing lembut.

Baii Ling menggeleng kuat dengan mata hitam yang bersinar bangga. "Tidak, Kakak Guru! Saat dia menyerang tadi, aku teringat ucapan Kakak Guru tentang daun bambu yang menunduk pada angin. Ternyata... gerakan orang yang marah itu sangat lambat dan mudah ditebak!"

Changqing tersenyum lebar, menepuk pundak murid mudanya itu dengan bangga. Benih pengabdian dan pemahaman bela diri yang ia tanam kini telah berakar sangat kuat di dalam jiwa Baii Ling.

"Bagus sekali. Kematangan batinmu sudah siap," kata Changqing sambil memandang ke arah bukit timur. "Dua minggu lagi Turnamen Lembah Anggrek dimulai. Malam ini, aku akan mulai membimbingmu pada jurus serangan pertama dari Ilmu Pedang Es Nirwana. Dan malam ini juga... aku akan menembus batas latihanku menuju Pendekar Menengah Tahap 5."

1
Arman Jaya
alur ceritanya bagus..
lanjutkan Thor.....👍👍🙏
Jhon
mantap thor👍
Suhartini Wahono
suka jg.....😍👍
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Jimmi
Aku sangat menyukai cerita ini😍😍😍
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Fatih Al
lanjut lagi🙏🙏
Fatih Al
mantap thor💪
Budi Xiao
Lanjut, semangat thor👍
Celestial Quill
Jangan lupa tinggalkan like, komentar, vote supaya novel ini semakin dikenal dan semangat author untuk update juga semakin besar. Terimakasih sudah membaca🙏
Fatih Al
Cerita bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!