NovelToon NovelToon
My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mafia
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

Bayangan orang-orang untuk status putri tunggal keluarga pengusaha ternama, adalah gadis anggun yang penuh pesona dan wibaya seorang penerus tahta.

Tapi nyatanya, itu tidaklah berlaku untuk Larissa Moretti. Meskipun ayahnya seorang pengusaha kaya raya yang tersohor di Kolombia, serta memiliki ibu yang anggun dan lemah lembut.

Gadis itu sama sekali tidak mewarisi sikap ibunya, gadis itu adalah gambaran gadis jalanan yang urakan, suka membuat masalah hingga membuat sang ayah menggeleng-gelengkan kepalanya yang hampir pecah.

Puluhan bodyguard yang di sewa ayahnya selalu mengundurkan diri bahkan sebelum mereka bekerja satu Minggu mengawal gadis urakan itu.

Hingga untuk terakhir kalinya, sang ayah menyewa bodyguard melewati agensi terbaik di Kolombia, dan menyewa seorang bodyguard yang memiliki reputasi terbaik disana.

Gavin Kingsley, pria berumur 30 tahun dengan perawakan super atletis dan yang paling membuat Larissa tertegun adalah wajahnya yang tampan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: "Tugas Saya Bukan Jadi Mainan Anda, Nona"

...Ketegangan yang membeku di antara keduanya dipecah oleh gerakan Gavin yang tiba-tiba....

...Setelah menahan tubuh Larissa selama beberapa detik, Gavin melepaskan cengkeramannya pada pinggang ramping gadis itu....

...Gerakannya terkesan kasar dan dingin, sebuah dorongan menjauh yang tegas namun dia tetap memastikan kaki Larissa sudah menapak dengan stabil di atas lantai sebelum benar-benar menarik tangannya kembali....

...Gavin memundurkan langkahnya satu langkah, lalu kembali ke posisi siap sempurna....

...Kedua tangannya tertaut rapat di balik punggungnya, rahangnya mengeras, dan sepasang mata biru cerahnya kembali menatap lurus ke depan, mengabaikan keberadaan Larissa seolah adegan intim yang baru saja terjadi tidak pernah ada....

...Larissa mendengus kesal sambil merapikan kaos putih oversized-nya yang sedikit melar akibat tarikan tangan Gavin....

...Kulit seputih susunya mendadak terasa hangat di bagian pinggang, menyisakan sensasi panas dari telapak tangan kokoh sang pengawal yang entah mengapa enggan hilang....

...Larissa mengerucutkan bibirnya, merasa harga dirinya sebagai seorang Moretti baru saja diinjak-injak....

...Pesonanya yang biasa membuat para pria elite Bogota rela mengantre demi mendapatkan senyumannya, sama sekali tidak memicu getaran pada pria mirip robot ini....

...Sifat bar-bar dan keras kepala Larissa langsung mengambil alih....

...Bukannya mundur karena tatapan mengerikan Gavin tadi, Larissa justru merasa tertantang....

...Dia melangkah maju lagi, memperpendek jarak hingga ujung kaki telanjangnya hampir menyentuh ujung sepatu pantofel hitam Gavin yang mengilat tanpa cela....

..."Wah, kasar sekali ya," cibir Larissa dengan nada suara yang sengaja dibuat sinis namun tetap terdengar ceria....

...Dia mendongak, menatap lekat-lekat wajah tampan Gavin yang sedatar dinding semen....

..."Papa, dari mana Papa menemukan orang ini? Apa Papa membelinya dari toko pajangan? Lihat ekspresi wajahnya, bahkan patung lilin di museum Madame Tussauds masih kelihatan lebih punya kehidupan daripada Pengawal ini!"...

...Larissa tertawa renyah, sengaja mengeraskan suaranya untuk memprovokasi....

...Dia mengitari tubuh Gavin sekali lagi, mengetukkan jari telunjuknya yang lentik ke bahu bidang Gavin yang dilapisi kain jas tebal....

..."Dengar ya, Patung Lilin tampan. Kalau kamu berpikir bisa menakut-nakutiku dengan mata birumu yang melotot seperti tadi, kamu salah besar. Pengawal-pengawal sebelummu yang punya badan lebih besar darimu saja menangis saat menemaniku ke mal!"...

...Marco Moretti, yang sejak tadi menyaksikan interaksi tersebut dari balik meja kerjanya, hanya menggelengkan kepala....

...Pria paruh baya itu tahu betul putrinya sedang berada dalam mode paling menyebalkan....

...Namun, Marco memilih diam....

...Dia ingin melihat bagaimana reaksi Gavin menghadapi keusilan Larissa....

...Gavin sendiri sedang bertarung hebat dengan kewarasannya di dalam batin....

...Telinga bagian belakang Gavin yang sedikit tertutup oleh potongan rambut hitamnya yang rapi, perlahan mulai merona merah tipis....

...Rasa hangat itu menjalar dengan cepat, sebuah reaksi yang tidak bisa dia kendalikan akibat kedekatan fisik dan aroma stroberi segar yang kembali mengusik indra penciumannya....

...Gengsi tingginya sebagai pemimpin tertinggi Kingsley Syndicate berteriak menolak mengakui bahwa dia sedang salah tingkah setengah mati karena godaan Larissa....

...Rasa gengsi di dalam dirinya telah aktif sepenuhnya....

...Dia ingin sekali mencengkeram bahu gadis ini dan menyuruhnya diam, tetapi dia harus tetap menjaga penyamarannya sebagai pengawal profesional yang kaku....

...Gavin menarik napas dalam-dalam melalui hidung, menstabilkan detak jantungnya yang berpacu liar, lalu mengeluarkan sebuah buku catatan kecil bersampul kulit hitam dari saku dalam jasnya....

..."Nona Moretti," suara bariton Gavin akhirnya terdengar....

...Suaranya begitu rendah, datar, keras, dan sedingin es yang memecah kehangatan ruangan....

...Dia membuka buku catatan itu tanpa sekali pun menatap wajah Larissa....

..."Tugas saya di sini adalah memastikan keselamatan Anda atas perintah Tuan Moretti. Tugas saya bukan untuk menjadi mainan atau bahan lelucon Anda."...

...Larissa menghentikan langkahnya, menaikkan sebelah alisnya yang rapi....

..."Oh, robotnya bisa bicara."...

...Gavin mengabaikan sindiran itu dan mulai membacakan baris demi baris tulisan di bukunya dengan intonasi yang kaku seperti seorang sersan militer membaca maklumat perang....

..."Mulai hari ini, ada beberapa peraturan ketat yang wajib Anda patuhi demi keamanan Anda sendiri. Pertama, Anda dilarang meninggalkan mansion ini tanpa izin tertulis dari Tuan Moretti dan tanpa pengawalan ketat dari saya. Kedua, batas maksimal Anda berada di luar rumah untuk keperluan mendesak adalah pukul sembilan malam. Tidak ada pengecualian untuk kelab malam, pesta liar, atau aktivitas tidak bermutu lainnya."...

..."Hei! Apa kamu bilang? Aktivitas tidak bermutu?!" Larissa memotong dengan nada protes, matanya yang berwarna hazel melebar tidak terima....

..."Ketiga," Gavin melanjutkan dengan volume suara yang sedikit dinaikkan, mengabaikan protes Larissa sepenuhnya....

..."Selama berada di area publik, Anda wajib berada dalam radius maksimal dua meter dari posisi saya. Keempat, Anda dilarang melakukan kontak fisik yang tidak perlu dengan pria asing, termasuk menerima minuman, hadiah, atau benda apa pun dari orang yang tidak terverifikasi oleh sistem keamanan saya. Kelanggaran terhadap peraturan-peraturan ini akan membuat saya mengambil tindakan tegas, termasuk membatasi akses keluar Anda secara paksa."...

...Gavin menutup buku catatan kecilnya dengan bunyi plak yang cukup keras....

...Dia akhirnya menurunkan pandangannya, mengunci sepasang mata hazel Larissa dengan tatapan mata biru cerahnya yang tajam, dingin, dan tidak menyisakan ruang untuk negosiasi....

..."Apa Anda paham, Nona?"...

...Suasana di dalam ruang tamu itu mendadak hening....

...Marco Moretti tersenyum puas di balik mejanya, merasa bahwa pilihan agensi bayangannya kali ini benar-benar tidak salah....

...Gavin memiliki ketegasan yang dia butuhkan untuk meredam keliaran Larissa....

...Namun, Larissa bukanlah gadis yang akan tunduk hanya karena dibacakan beberapa baris aturan kaku....

...Bukannya ketakutan atau cemberut karena kebebasannya dibatasi, senyuman ceria yang sangat lebar justru kembali mengembang di wajah cantiknya yang seputih susu....

...Sepasang mata hazelnya berpendar penuh dengan binar kelicikan dan kepuasan yang aneh....

...Tantangan ini justru membuat adrenalinnya bergejolak hebat....

...Menjinakkan seorang pria kaku yang sok berkuasa seperti Gavin rasanya akan jauh lebih menyenangkan daripada menghancurkan kelab malam....

...Larissa melangkah maju satu kali lagi, memiringkan kepalanya dengan manja, lalu menatap langsung ke dalam manik mata biru dingin Gavin yang sedari tadi mencoba mengintimidasinya....

...Dengan nada suara yang renyah, berani, dan penuh dengan aura provokasi yang memikat, Larissa tersenyum menantang....

..."Peraturan dibuat untuk dilanggar, Pengawal tampan," bisik Larissa dengan kilat mengejek di matanya....

..."Mari kita lihat seberapa lama kamu bisa bertahan dengan aturan-aturan kaku ini sebelum kamu sendiri yang memohon untuk keluar dari rumahku."...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!