Entah sampai kapan hari itu tiba ...itulah yang di rasa
seorang ineke hapstari.Lahir dari keluarga miskin hingga saat dia remaja tetap itu yang dia rasa.Ada kala jenuh dan ada kala bosan dengan semuanya
namun semua kembali lagi dengan keadaan yang tetap sama .....sampai suatu ketika di ujung rasa lelah nya ,seperti ada uluran tangan yang akan mengubahnya menjadi lebih baik walau masih banyak lika likunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andriyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Mereka pergi berdua dengan Ineke yang mengemudikan , setelah dia sekolah mengemudi satu tahun lalu sesekali Ineke pergi sendiri tanpa memakai sopir .Dan karna sopir hari ini sedang libur ,maka mereka pergi hanya berdua saja.
" Ine...apapun yang terjadi nanti , tolong jangan tinggalin mama ya , km anak perempuan satu satunya mama ....sebenernya mama gak tau harus gimana dengan keadaan saat ini , terus terang mama juga bingung . Di sini mama seneng km jadi mantu mama , walau sebenarnya km sudah jadi anak mama juga ,tapi di sisi lain mama gak bisa maksa kalau nantinya km mau seperti apa . Tapi satu yang mama minta , walau km nanti gak bisa lanjut karna adanya kesepakatan kalian berdua , tolong jangan lupain mama ya sayang , mama sih berharap km tetap jadi anak dan mantu mama " salah satu tujuan Bella mengajaknya jalan , karna dia juga ingin bicara lebih dekat dengan Ineke . Di ambilnya tangan Bella kemudian di cium sekilas .
" Ma....mama gak usah berfikir yang macem macem , aku gak akan lupain mama dan yang lain , tanpa kalian aku gak mungkin jadi seperti sekarang . Kalian sama kaya orang tua aku , masalah nanti gimana , kita ikuti aja alurnya ma .Dan masalah Aku dan kak Dion biar jadi urusan kami, minta doanya aja ya ma biar kami bisa mengatasi semua , yang terpenting sekarang adalah kesehatan nenek " Bella tersenyum dia bangga dengan sikap dewasanya . Walau umurnya masih muda , tapi dengan pembawaannya yang santai , membuat siapa saja menjadi nyaman bicara dengannya , kecuali dengan Dion saja tentunya .
" Makasih ya neng ...pasti mama akan selalu berdoa buat kalian , o ya nanti lampu merah depan ambil kiri ya . Udah itu nanti ketemu pertigaan ambil kiri lagi nah pas depan mini market ada gang kita masuk " Bella menunjuk kan arah tujuan .
" iya ma....." Ineke memperhatikan jalan , sepertinya dia kenal arah jalan itu " Mini market ini ma , trus " lanjutnya kemudian .
" Ambil arah gang itu neng rumahnya katanya deket Cafe , sebelah kanan jarak 4 rumah dia dokter gigi , ada papan namanya kok di depan .......nah itu dia !" ternyata benar dugaan Ineke , mereka melewati Cafe nya Dion dan Bella tidak menyadari dengan logo Dion's Cafe .
Setelah sampai di alamat tujuan , Bella turun dan di sambut langsung pemiliknya yang memang sudah menunggu . Ineke hanya menunggu di dalam mobil tanpa ikut turun , sesekali dia memperhatikan Cafe dari kaca spion nya , sepertinya lumayan ramai pengunjung , terlihat dari mobil dan motor yang terparkir . Tak lama kemudian Bella masuk kembali , lalu Ineke memutar mobilnya perlahan .
"Loh ! ini jangan jangan Cafe nya Dion ...e...sebentar sayang , iya deh kayaknya itu mobil Dion . Coba kita turun dulu ya neng , mama belum pernah di ajak ke Cafenya Dion semenjak buka " Bella dengan antusias mengajak Ineke mampir , padahal Ineke sudah tahu , tapi dia diam saja dan mengikuti saja ajakan Bella , sebenarnya dia enggan untuk turun apalagi bertemu dengan Dion.
Mereka masuk seperti layaknya tamu , langsung mencari meja yang masih kosong , kebetulan yang kosong di bagian pojok , dekat pintu masuk . Ada Dion di meja tempatnya biasa duduk , balkon samping belakang . Dion tidak menyadari kedatangan mereka , sementara Ineke pura pura tidak melihat , Dion dan kekasihnya yang terlihat sedang bermesraan . Bella memesan dessert dan minuman saat pelayan Cafe menghampiri mereka . Pengunjung yang lumayan ramai membuat Bella kesulitan mencari keberadaan Dion .Sementara itu Dion yang akan mengambil tissu , tidak sengaja melihat para barista nya sedang memperhatikan sesuatu , dia terkejut saat mengikuti arah pandang mereka , beruntung Ineke pura pura tidak mengetahui keberadaanya . Dion bingung mau temuin Kekasihnya dengan mamanya atau tidak , dia takut mamanya akan marah , mengingat sekarang dia sedang bersama Ineke . Tapi ini kesempatan buat dia , perduli amat dia dengan Ineke , pikirnya.
" Yang km mau ketemu mama aku sekarang " tanya nya pada Fira .
" Mau dong sayang , yuk "! Ajak Fira
" Tu mama sekarang ada di sini " dia menunjukkan dengan dagunya
" Hah mana ?" dia melihat ke arah pandangan Dion " Ih sayang kok km gak bilang dari tadi , tapi dia sama siapa "
" Sama adek aku , yuk " mereka berdiri bersiap untuk menemui Bella .
" Eh sebentar sayang , kok aku jadi deg degan deh " ucap Fira memegangi dadanya sambil mengatur nafasnya yang sedikit tegang . Dia mengambil tas nya kemudian memperbaiki make up nya.
" udah ! udah cantik kok yuk " di gandengnya tangan Fira dan berjalan ke arah meja di mana ada Bella dan Ineke .
"Sstt boss ! Salam ya " dia berhenti sebentar, saat melewati barista yang usil.
" Brisik " serunya kemudian dia melanjutkan langkahnya .
udh ketumpuk ma novel lain
sampai ke tumpukan novel baru