NovelToon NovelToon
Suami Super Cool Berseragam Loreng

Suami Super Cool Berseragam Loreng

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Menikahi tentara
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Sarif adalah lelaki yang diajukan sebagai calon suami Ratna dalam perjodohan keluarga, tetapi karena ia menolak, akhirnya dialihkan pada sepupunya Tara.

Gadis yang baru satu tahun lulus SMA itu menerima dengan suka cita sebab ia menghindari dikirim keluar kota untuk kuliah.

Tara: Jodoh itu misterius, dia yang tenang untuk aku yang darderdor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Ia menatap nama Sarif yang tertulis di bagian bawah surat. "Kalau surat cintanya saja setegas ini... Nanti pas bilang 'aku cinta kamu', jangan-jangan pakai format berita acara juga." Membayangkannya saja sudah membuat Tara tertawa sendiri lagi. Entah kenapa, justru kekakuan Sarif itu terasa menggemaskan di matanya.

"Siap lapor, saya cinta sama kamu, Tara! Laporan selesai!" Akmal langsung praktek. Serentak tiga bersaudara itu tertawa terbahak-bahak.

"Kira-kira dijawab apa ini?" tanya Tara. Mereka bertiga bisik-bisik, lalu kembali tertawa bersama.

Terpesona, aku terpesona memandang wajahmu yang manis! Tanpa komando Taufan dan Akmal memperagakan gaya TNI saat menyanyikan lagu yel-yel mereka yang viral di media sosial sambil mengelilingi kakaknya, Tara.

***

Sore itu, setelah kelas les bahasa Inggris selesai, Tara tidak langsung pulang. Ia memilih duduk di warung es teh dekat tempat les bersama beberapa sahabatnya. Sudah lama mereka tidak berkumpul karena masing-masing mulai sibuk dengan kuliah, pekerjaan, dan aktivitas lainnya.

Obrolan pun mengalir ke mana-mana. Mulai dari dosen yang galak, pelanggan katering yang suka mendadak pesan, sampai gosip teman SMA yang diam-diam sudah punya anak.

Tiba-tiba, Tara berdeham pelan. "Eh, aku mau ngasih tahu sesuatu."

Semua langsung menoleh. "Apa?"

Tara tersenyum lebar. "Aku... bentar lagi mau nikah."

"Hah?!" Suara mereka kompak memenuhi warung. "Nikah?"

"Sama siapa?"

"Kapan?"

"Serius, Tar?"

Tara mengangguk santai. "Sama tentara."

Beberapa detik suasana hening. Lalu... "Apa?!" Salah satu temannya sampai hampir menyemburkan es teh. "Nggak nyangka banget."

"Iya, Tar."

"Kamu bakal jadi istri tentara?" Temannya menggeleng sambil tertawa. "Padahal kamu itu paling sembrono di antara kita."

"Iya!" sahut yang lain. "Yang dulu pas upacara bendera malah salah hormat."

"Itu bukan salah hormat!" protes Tara cepat. "Aku cuma... kurang sinkron."

"Kurang sinkron dari mana? Tiang benderanya di depan, kamu hormatnya ke kanan!"

Semua langsung tertawa. Tara ikut terkekeh tanpa merasa malu. Ia kemudian menyandarkan badan ke kursi plastik sambil memasang wajah penuh percaya diri. "Yang jelas..." Ia sengaja menggantung kalimatnya.

"Apa?"

Tara menunjuk dirinya sendiri. "Mulai sekarang, cowok-cowok seangkatan kita waktu SMA udah nggak punya kesempatan lagi buat memiliki aku."

"Uhuyyy..." Sorakan langsung terdengar.

Tara mengangkat dagunya. "Soalnya aku bakal jadi istri TNI." Ia menyeringai jahil. "Berani PO mereka?"

"Huahahaha!" Semua langsung pecah tertawa.

Salah satu temannya sampai menepuk meja. "PO apaan? Emang suamimu barang preorder?"

Tara mengangguk sok serius. "Iya dong. Kalau ada yang dulu diam-diam suka sama aku, ya maaf ya..." Ia mengangkat kedua tangan seolah sedang menyampaikan pengumuman penting. "Kesempatannya sudah ditutup. Layanan pemesanan telah berakhir. Stok habis. Barang sudah diklaim TNI."

Warung itu kembali dipenuhi gelak tawa. "Ya ampun, Tar."

"Sarif tahu nggak calon istrinya begini?"

Tara nyengir lebar. "Belum. Nanti kalau dia tahu? Paling dia bikin surat teguran. Perihal: Istri terlalu banyak bercanda."

Semua kembali tertawa sampai pemilik warung ikut tersenyum melihat tingkah mereka. Di balik semua candaan itu, sahabat-sahabat Tara ikut merasa bahagia. Mereka tahu, gadis yang selalu bisa menertawakan hidupnya sendiri itu akhirnya menemukan seseorang yang siap berjalan bersamanya menuju masa depan.

***

Memasuki bulan-bulan terakhir menjelang pernikahan, Tara mulai disibukkan dengan berbagai persiapan. Awalnya ia mengira kesibukan itu hanya seputar memilih kebaya, mencetak undangan, atau mencicipi menu katering.

Ternyata ia salah besar. Justru yang paling menguras tenaga adalah mengurus setumpuk dokumen administrasi. Setelah Sarif mengirim daftar persyaratan pernikahan di lingkungan TNI, Tara hanya bisa melongo sambil membaca lembar demi lembar.

Ada surat permohonan izin nikah, surat pernyataan kesanggupan menjadi calon istri prajurit, surat keterangan belum menikah, surat keterangan domisili orang tua, surat asal-usul calon istri beserta keluarganya, SKCK, fotokopi ijazah, fotokopi KTP calon istri, fotokopi KTP orang tua, serta berbagai dokumen pendukung lain yang harus dilengkapi sesuai ketentuan. Beberapa persyaratan juga berkaitan dengan pemeriksaan latar belakang keluarga sebagai

bagian dari prosedur yang berlaku bagi calon pasangan prajurit. Semakin lama membaca, mata Tara semakin membesar. Berkali-kali ia membalik kertas itu, memastikan tidak ada halaman berikutnya yang berisi daftar tambahan. Setelah yakin daftar itu benar-benar selesai, ia mengembuskan napas panjang sambil menggeleng pelan.

Dalam hati ia bergumam, "Ya Allah... ini aku mau nikah sama Bang Sarif atau mau melamar jadi pegawai kementerian?"

Rasanya baru kali ini ia sadar bahwa menjadi calon istri tentara bukan hanya harus siap ditinggal tugas, tetapi juga harus siap berteman dengan map, fotokopi, materai, dan berbagai stempel dari kantor-kantor pemerintahan. Meski begitu, Tara tetap menjalaninya dengan semangat. Baginya, setiap lembar berkas yang berhasil dikumpulkan bukan sekadar syarat administrasi, melainkan satu langkah lebih dekat menuju hari ketika ia resmi menjadi istri pria berseragam loreng yang diam-diam sudah berhasil mencuri hatinya.

Setelah urusan berkas hampir selesai, Tara kembali dibuat terkejut ketika mengetahui bahwa masih ada satu tahapan penting yang harus dilewati sebelum pernikahan benar-benar mendapat persetujuan, yaitu mengikuti Sidang Badan Pembantu Nasihat Perkawinan, Perceraian, dan Rujuk (BP4R) di satuan tempat Sarif berdinas.

Dari namanya saja sudah membuat Tara berkedip berkali-kali. Ia sampai membacanya pelan satu per satu karena takut salah menyebut singkatannya. Dalam hati ia bergumam, "Ya Allah, aku kira setelah berkas selesai tinggal menunggu hari H. Ternyata masih ada sidang. Ini mau nikah atau mau ujian kelulusan, tapi kayaknya lebih ribet ujian ini?"

Sarif yang melihat calon istrinya mulai panik hanya tersenyum tipis lalu menjelaskan bahwa sidang itu bertujuan untuk memastikan calon prajurit dan calon istrinya benar-benar siap membangun rumah tangga, memahami hak dan kewajiban masing-masing, serta memperoleh pertimbangan dan persetujuan sesuai prosedur di lingkungan TNI.

Mendengar penjelasan itu, Tara mengangguk-angguk sok paham, padahal isi kepalanya hanya satu, Semoga aku nggak ditanya yang aneh-aneh.

Hari sidang pun tiba. Tara mengenakan pakaian rapi dengan tangan yang sejak pagi terasa dingin karena gugup. Di ruang sidang sudah duduk beberapa pejabat satuan yang akan memberikan nasihat sekaligus mengajukan beberapa pertanyaan kepada mereka.

Berbeda dengan Tara yang berkali-kali menarik napas, Sarif justru duduk tegak dengan wajah setenang orang yang sedang mengikuti apel pagi. Tara sampai melirik calon suaminya itu sambil mengomel dalam hati, Bang, bagi sedikit dong rasa tenangnya. Aku yang mau pingsan ini.

Setelah beberapa pertanyaan mengenai kesiapan membangun rumah tangga, salah seorang atasan Sarif tiba-tiba menyandarkan badan ke kursinya sambil menatap Tara dengan wajah datar. "Mbak Tara, saya mau tanya satu hal."

"Iya, Pak."

"Yakin mau menikah dengan mas Sarif?"

Tara mengangguk mantap. "Yakin, Pak."

Beliau mengangguk pelan, lalu tiba-tiba berkata, "Jangan-jangan kamu belum tahu..."

1
Inde Hara
Inde Hara
InshaAllah ✓
Inde Hara
🤣🤣🤣🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!