NovelToon NovelToon
MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Rumah Tangga
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Alena menikah dengan Hendra meski tak direstui keluarganya karena dianggap miskin. Selama lima tahun ia dihina, dianggap mandul, dan hanya diberi satu juta rupiah sebulan untuk kebutuhan rumah. Saat Alena mulai berusaha bangkit, tekanan ibu mertua membuat Hendra akhirnya berselingkuh. Alena memilih bertahan, hingga ia menemukan jalan untuk membuktikan dirinya dan membalas semua perlakuan yang menyakitkan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TAMPARAN MENGHANCURKAN SISA PERASAAN

Pagi itu udara terasa panas dan menyesakkan. Alena sedang menyusun baju baru di etalase depan toko, tiba-tiba terdengar suara mobil berhenti mendadak sampai ban berdecit keras.

Ibu Sari turun dengan wajah merah padam menahan amarah, tangannya terkepal erat. Ia berjalan cepat mendekati Alena tanpa suara.

"dasar wanita nggak tahu malu!"

Prak!

Satu tamparan keras mendarat tepat di pipi kiri Alena. Tubuhnya terhuyung mundur sampai menabrak rak baju, pipinya langsung terasa panas dan perih.

"Bu! Apa yang Ibu lakukan!" seru Alena memegang pipinya yang memerah.

"Apa yang aku lakukan? Kamu nanya apa yang ibu lakukan? Kamu sudah berani menyebar cerita ke tetangga kalau aku nggak ngasi kamu makan dan memukulmu di rumah! Dasar pembohong!" bentak Ibu Sari, tangannya sudah terangkat lagi hendak menampar sekali lagi.

Alena menahan pergelangan tangan mertuanya.

"Aku nggak pernah bicara begitu Bu! Aku nggak pernah mengatakan pada tetangga tentang urusan rumah tangga pada siapa pun!"

"Jangan beralasan! Kalau bukan kamu siapa lagi? Kamu memang wanita yang suka mengadu supaya dikasihani orang lain!" Ibu Sari melepaskan tangannya kasar, lalu mendorong dada Alena sampai jatuh terduduk di lantai.

Orang-orang mulai berkerumun melihat keributan itu. Beberapa orang berbisik-bisik, membuat Ibu Sari semakin marah.

"Lihat kan? Semua orang sudah tahu kelakuan burukmu! Kamu mempermalukan anakku di mana-mana!"

"Aku tidak melakukan nya Bu... kenapa Ibu selalu tidak percaya padaku?" Alena menatap mertuanya dengan mata berkaca-kaca.

"Percaya pada pembohong seperti mu? Jangan bermimpi! Kamu hanya wanita miskin yang beruntung bisa masuk ke rumah kami!" Ibu Sari menendang kardus di dekat kaki Alena sampai isinya berserakan.

Tiba-tiba terdengar suara Hendra dari balik kerumunan.

"Ibu! Apa yang Ibu lakukan!"

Hendra berlari mendekat, namun bukannya menolong Alena, ia malah menatap istrinya dengan wajah marah.

"Lena... kenapa kamu membuat keributan di sini?"

Alena menatap suaminya tak percaya. "Mas... Ibu menamparku... Ibu menuduhku menyebar cerita bohong..."

"Jangan cari alasan!" potong Ibu Sari cepat. "Dia yang memulai duluan Ndra! Dia menghinaku di depan orang banyak!"

Hendra menatap Alena tajam. "Apa benar itu Lena?"

"Mas... kamu lihat sendiri pipiku bengkak! Kenapa Mas malah bertanya seperti itu?" suara Alena bergetar menahan tangis yang sudah mau tumpah.

"Kalau Ibu sampai marah begitu, pasti kamu yang salah duluan! Kenapa kamu selalu saja membuat Ibu tidak nyaman?" bentak Hendra keras.

"Aku salah apa Mas? Aku hanya bekerja! Aku tidak mengganggu siapa pun!" Alena mulai menangis tak kuat lagi menahan rasa sakit.

"Kehadiranmu saja sudah mengganggu! Sejak kamu masuk ke rumah itu, tidak pernah ada hari yang tenang!" Ibu Sari menyela sambil menunjuk wajah Alena.

"Mas dengar kan? Ibu selalu saja begitu! Selama lima tahun aku mengurus rumah, masak, cuci, bersihkan semuanya sendiri tanpa pernah dibantu sedikit pun, tapi aku tetap dianggap sampah!" Alena berusaha membela diri.

"Itu tugasmu sebagai istri! kamu jangan mem buat seolah-olah kami menahanmu!" balas Hendra dingin.

"Tugas sampai ditampar? Tugas sampai dihina setiap hari?" Alena berdiri dengan tangan gemetar.

"Kamu berani menantangku juga sekarang?" Hendra menatapnya dengan pandangan kecewa yang menyakitkan.

"Aku nggak menantang Mas... aku hanya minta keadilan... sedikit saja keadilan..." isak Alena.

"Keadilan yang kamu minta itu tidak ada! Kamu harusnya sadar diri dengan kondisimu!" Ibu Sari kembali mendorong bahu Alena.

Kali ini Alena tidak jatuh, ia hanya menatap mereka berdua bergantian. Air matanya mengalir deras, bukan lagi karena sedih, tapi karena rasa kecewa yang sudah tak terlukiskan.

"Baiklah... aku mengerti sekarang..." ucap Alena pelan dengan suara parau. "Selama aku hidup, nggak akan pernah ada yang membelaku di mata kalian berdua."

Tiba-tiba Reihan datang berlari dari arah parkir. Ia langsung berdiri di depan Alena melindunginya.

"Maaf Bu, Mas. Tolong jangan kasar pada Alena. Kalau ada urusan selesaikan dengan baik-baik, tidak perlu main tangan," kata Reihan tegas.

"Ini urusan keluarga kami! Kamu jangan ikut campur!" bentak Hendra.

"Keluarga yang menyakiti anggotanya sendiri bukan keluarga yang baik. Saya melihat sendiri Ibu menamparnya," balas Reihan tenang namun berwibawa.

Ibu Sari semakin murka. "Lihat Ndra! Dia sudah membawa laki-laki lain untuk melawanmu! Aku bilang juga apa, wanita ini nggak setia!"

"Itu nggak benar! Mas Reihan hanya teman yang baik!" Alena berusaha menjelaskan.

"Teman yang selalu membela setiap saat? Jangan harap kami percaya!" sahut Hendra dingin.

"Kamu benar-benar membuatku muak Lena!" tambah Ibu Sari.

Hendra menarik tangan ibunya. "Sudah Bu, kita pulang. Tidak ada gunanya bicara pada wanita yang nggak tahu diri."

Mereka berdua pergi meninggalkan toko, meninggalkan Alena yang berdiri gemetar di tengah tatapan orang banyak. Pipi kirinya masih terasa panas sekali, tapi rasa sakit di hatinya jauh lebih menyiksa.

Reihan menatapnya prihatin. "Kamu nggak apa-apa Alena? ikut aku kita obati pipimu."

Alena hanya mengangguk pelan, air matanya tak berhenti mengalir. Saat itu ia sadar sepenuhnya: tidak ada lagi yang bisa ia harapkan dari rumah itu, dari suaminya, dan dari ibu mertuanya yang membenci dirinya sepenuh hati.

 

1
Thewie
jangan keluarkan airmatamu buat suami keparat itu ya alena
Thewie
terlalu lemah kau Alena. jadi agak gak suka lihat otor🤣🤣
Thewie
kapan Alena bahagia thorrrrr...
Nuna_Pena: ditunggu aja ya hehe,
total 1 replies
Thewie
5 tahun Alena... salut buatmu hidup dengan caci maki keluarga mertua .. luarbiasa kamu Alena..
Nuna_Pena: sprti diriku 7 tahun lbih bertahan dn sekarang menjauh dulu dri mereka😌😌😌.. hehe ngemeng2 makasi sudah mampir
total 1 replies
Himna Mohamad
lanjut kk
Cha Libra
jngan biarkan s alena d tindas mlu thour scpetnya cerai..semoga ja ada karma buat keluarga dajjal
Nuna_Pena: 😁😁😁... sabar sayang...
total 1 replies
Cha Libra
thour klo bsa hruf kapitalnya yg biasa ja jdi enak bacanya..
Nuna_Pena: makasi sudah mampir, nanti saya buat huruf biasa aja
total 1 replies
..
keren!
..
Hai kak, semangat yah. aku sudah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah. mari saling dukung!
Himna Mohamad
lanjut
..
semangat, kak. jangan lupa like balik dan saling dukung yah💪💪💪
SRIANA
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!