NovelToon NovelToon
Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:60.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nety purbasari

Dara dan Gadis adalah saudara kembar identik yang terpisah sejak kecil, Nasib mereka sangat berbeda. Dara tumbuh dikeluarga yang sederhana sedangkan Gadis, ia tumbuh dikeluarga yang bergelimang harta. Gadis mempunyai calon suami bernama Valen Bramanta dan Dara, Ia hanya mempunyai teman Azka. laki laki yang sering membuatnya kesal. Suatu hari tanpa sengaja Dara bertemu dengan Gadis mereka kemudian bertukar posisi. Dara menjadi Gadis dan Gadis menjadi Dara, Bagaimanakah kisah percintaan mereka? Akankah mereka bertukar pasangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nety purbasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu lagi

Dara sebenarnya tahu kalau saat itu Azka sedang menatapnya, namun Dara berpura pura tidak tahu. Dara akan merasa canggung jika ia menatap mata Azka karena itu Dara memandang kedepan tanpa menoleh kearah Azka.

Dara menghela nafas lega, ketika akhirnya ia sampai didepan mobil Azka. Dara pun masuk kedalam mobil Azka, lalu Azka mengikutinya.

Mereka berdua meninggalkan tempat itu. meninggalkan Valen yang sedang sibuk mencari obat buat Dara.

Didalam mobilnya Valen mencari cari kotak obat, karena tidak ketemu Valen pergi keapotik untuk membeli obat. Valen sangat mencemaskan Dara, padahal Dara hanya berdarah sedikit karena jatuh.

Setelah membeli obat Valen kembali lagi ketaman untuk menemui Dara, Namun Valen kesal karena Dara sudah tidak ada ditaman itu.

Valen mencoba menghubungi Dara dan yang membuat Valen bertambah kesal. Dara tidak menjawab teleponnya.

"Kemana Dara?" Dengan marah serta kecewa Valen akhrinya pergi dari taman itu.

Hari itu Valen sedang tidak mau bekerja karena itu laki laki pulang keapartement miliknya. sampai disana ia melihat Gadis sedang memasak.

Bau masakan Gadis tercium sampai kehidung Valen. Baunya enak dan membuat Valen jadi lapar, ia ingin sekali mencicipinya.

"Kamu masak apa?" Valen yang tiba tiba dibelakang Gadis, membuat Gadis terkejut tanpa sengaja ia menjatuhkan sendok sayur yang ia pegang.

Gadis membalikan badannya. ia menatap Valen yang saat itu juga sedang menatapnya. jarak wajah mereka amat dekat membuat Jantung Gadis berdebar debar.

Gadis tidak mengerti, mengapa setiap didekat Valen jantungnya sering berdebar kencang.

"Aku masak sup ayam." Dara segera membalikan kembali badannya, ia lalu mematikan kompor. sepertinya sup yang ia buat sudah matang.

"Boleh aku coba?" Tanpa menunggu jawaban Gadis, Valen mengambil sendok kemudian ia mencicipi sayup sop yang Gadis masak.

"Enak, aku mau makan." Ucap Valen sambil tersenyum manis.

Rona pipi Gadis memerah dipuji seperti itu membuat Gadis merasa tersanjung. Hanya melihat senyuman Valen saja, Gadis sudah senang.

Gadis segera menyiapkan sup ayam yang hangat untuk Valen, bukan hanya sup ternyata Gadis juga memasak ayam goreng.

Valen sangat senang ia makan dengan lahap. berbeda dengan Gadis. Wanita itu hanya diam sambil memandangi Valen.

"Kamu gak makan?" Valen menghentikan makannya saat ia menyadari kalau Gadis tidak makan.

"Aku baru mau makan." Gadis buru buru makan, ia juga berhenti memandangi Valen. Gadis jadi salah tingkah sendiri karena ia tertangkap basah sedang memandangi Valen.

"Apa masakanku enak?" Tanya Gadis setelah ia dan Valen selesai makan. Ketika itu mereka masih duduk didepan meja makan.

"Enak banget." Ucap Valen jujur.

"Kalau kamu mau, aku bisa masak setiap hari untukmu." Gadis bahagia karena Valen menyukai masakannya, kata kata itu keluar begitu saja dari mulut Gadis.

Mendengar kata kata manis dari Gadis, Valen tertegun dalam hatinya bertanya tanya. Kenapa Gadis berkata seperti itu. Apa Gadis tidak ingin berpisah denganya ? Apa Gadis berencana menjadi istri Valen untuk selamanya?

Pertanyaan pertanyaan itu muncul dibenak Valen seiring dengan kata kata Gadis yang seakan akan tidak ku rela berpisah dengan Valen.

Melihat Valen diam tanpa merespon ucapan Gadis, Gadis jadi merasa malu. ia lalu berinisiatif untuk pergi dari ruang makan itu.

"Aku mau kekamar dulu." Gadis berdiri kemudian ia berjalan menuju kamarnya.

Valen menatap Gadis sampai wanita itu menghilang dari pandangan matanya, Dalam hati ia merasa bersalah karena sudah mengabaikan Gadis.

Valen tidak ingin merasa bersalah terus terusan, ia akhrinya memutuskan untuk menghampiri Gadis dikamarnya.

Valen mengetuk pintu kamar Gadis, baru beberapa kali ketukan Gadis sudah membuka pintu kamarnya

"Ada apa?" Tanya Gadis yang tidak mengerti maksud Valen mengetuk pintu kamarnya.

"Aku mau pergi jalan jalan. Kamu mau ikut?" Lagi lagi Valen tersenyum manis. Senyum yang selalu membuat Jantung Gadis berdebar debar.

Mana mungkin Gadis menolak ajakan suaminya itu, Gadis justru merasa senang dengan cepat ia menjawab.

"Iya..Tunggu sebentar, aku ganti baju dulu." Gadis tidak mau Valen berubah pikiran karena itu ia langsung berkata iya. Gadis kemudian menutup pintu kamarnya.

Tidak lama kemudian Gadis keluar dari kamarnya, Dengan menggunakan dress berwarna biru dan dengan rambut yang terurai membuat Gadis tetap terlihat cantik meski riasan diwajahnya tipis.

Valen terpesona melihat kecantikan Gadis, harus ia akui hari itu Gadis memang terlihat cantik. Sayangnya ia membayangkan seandainya wanita yang dihadapannya adalah Dara, ia akan lebih senang lagi.

Walaupun wanita yang dihadapannya bukanlah Dara, Valen merasa senang. Valen mengira mungkin karena wajah Gadis mirip dengan Dara.

Valen mengulurkan tangannya agar gadis memang tangannya Valen ingin mereka berjalan sambil bergandengan tangan

Gadis memegang Valen, meraka berdua pun berjalan sambil bergandengan tangan.

Sementara itu ditempat lain Dara sedang berada disebuah mall bersama Azka, diadalam mobilnya Azka sempat mengobati luka Dara.

Luka Dara hanya luka kecil, setelah diobati Azka Dara juga bisa berjalan sendiri meskipun pelan pelan.

"Terima kasih Dara." Ucap Azka saat Dara memberikan beberapa kemeja untuk Azka.

"Untuk apa?" Dara tidak tahu. Buat apa Azka berterima kasih padanya.

"Kamu mau menemani aku belanja, kamu juga memilihkan baju untukku." Balas Azka.

"Sama sama Azka. Kamu juga sudah ngobatin lututku." Dara pikir, seharusnya Azka tidak perlu berterima kasih padanya Karena Azka juga sudah membantunya lagi pula Dara senang bisa menemani Azka berbelanja.

"Ya sudah, ayo kita kekasir" Dara mengajak Azka untuk membayar baju belanjaannya."

"Masih ada yang mau aku beli. Kamu juga boleh ambil baju yang kamu suka, Biar aku yang bayar."

Tawaran Azka membuat Dara ingat, sudah lama ia tidak membeli baju. Dara ingin menolak, tapi Azka seakan memaksanya.

"Cepat...mumpung aku lagi baik." Ujar Azka dengan wajah sumringah.

Azka lalu meninggalkan Dara agar Dara bisa memilih sendiri baju yang mau. Azka ketempat lain. Ia memilih milih dasi yang ingin ia beli.

Dara mengambil beberapa baju untuk bekerja, ia juga mengambil dua pasang baju tidur.

"Nanti aku bayar sendiri." Guman Dara sambil memasukan baju yang ia ambil kedalam plastik belanjaan.

Dara kemudian menghampiri Azka yang kelihatannya sudah selesai memilih milih Dasi.

"Dara, menurut kamu ini bagus tidak?" Azka menunjukan beberapa dasi yang ia pilih.

"Bagus." Dara melihat Dasi yang Azka pegang.

"Ini kurang, tolong ambil satu lagi." Pinta Azka, sebenarnya dasi yang Azka beli sudah cukup. Itu hanya alasan saja supaya Azka bisa membeli Dasi pilihan Dara.

Dara lalu mengambil satu buah Dasi kemudian ia tunjukan pada Azka.

"Ini bagus kan?" Tanya Dara sebelum ia memberikan Dasi itu pada Azka.

"Bagus." Azka langsung mengambilnya. Ia lalu berjalan menuju kasir.

"Semua yang aku pilih. Kenapa dibilang bagus?" Dara merasa Azka hanya ingin menyenangkan hatinya.

Dara berjalan mengikuti Azka kekasir, ia berdiri disamping Azka yang sedang memberikan barang barang belajaannya pada kasir.

Melihat Dara yang sudah berdiri disampingnya, Azka langsung mengambil barang barang belanjaan Dara tanpa bertanya lebih dulu pada Dara.

"Ini sekalian mba." Azka memberikan barang barang belanjaan Dara kasir.

"Azka belanjaan kita dipisah saja, aku mau bayar sendiri." Bisik Dara telinga Dara.

"Aku kan sudah bilang aku yang bayar." Azka mengabaikan keinginan Dara.

"Tapi belanjaanku banyak." Dara keberatan, ia tidak ingin merepotkan Azka.

"Ga apa apa, kamu kira aku ga bisa bayar?" Azka menoleh kearah Dara.

"Bukan begitu..." Dara belum selesai bicara tapi Azka sudah memotong pembicaraannya.

"Stt...jangan berisik." Azka meletakan satu jari telunjuk dibibirnya. ia mengisyaratkan agar Dara diam. Dara hanya bisa pasrah, ia tidak mau berdebat dengan Azka.

Selesai membayar Azka memberikan barang belajaan milik Dara pada Dara.

Dara menarik nafas lega karena kasir memisahkan barang belanjaannya dengan barang belanjaan Azka.

Belanjaan mereka banyak sehingga tidak mungkin meletakannya didalam satu tas yang sama. Dara membalikan badannya, ia ingin keluar dari tempat itu.

Dara tanpa sengaja menjatuhkan tas belanjaannya saat ia melihat Gadis dan Valen berjalan masuk kedalam Mall itu.

"Valen, Gadis." Wajah bahagia Dara mendadak berubah menjadi sendu.

1
Dian Denelle
Buat novel baru lagi dong
Dastan khalifa
bikin cerita baru lagi dong
Aman Wijaya
mantul Thor lanjut updatenya
Nety Purbasari: Udah tamat 😊 Makasih ya udah baca novel aku 💕
total 1 replies
Dastan khalifa
udah tamat ya
Wulan
Luar biasa
Alenaya faraza
lanjut thor
Lastri diah
udah lama engga up date
Jelita
kapan up lagi, buruan lanjut dong
Lastri diah
bersambung lagi 😌 Nunggu up nya lama
Dian Denelle
kapan up date lagi
Dastan khalifa
Author up nya seminggu sekali klamaan
Anto D Cotto
lanjut, crazy up thor..
Nety Purbasari: Makasih udah baca novel aku 😊
total 3 replies
Anto D Cotto
menarik
Dastan khalifa
buruan up lagi
Nenk putry
bodoamat
Nety Purbasari: Makasih udah baca novel aku 😀
total 1 replies
Jelita
Azka ngeselin
Nanda
kalau up 1 bab pasti 2 Minggu lagi baru up lagi
Nety Purbasari: Aku udah up date lagi, kelamaan ya 😊
total 1 replies
Dastan khalifa
jangan lama lama up nya
Nanda
suda lama aku nunggu up-nya tapi blm keluar juga
Nety Purbasari: Aku udah up date lagi 😊
total 1 replies
Lastri diah
lagi asik baca bersambung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!