NovelToon NovelToon
Galeri Rasa Suka

Galeri Rasa Suka

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:888
Nilai: 5
Nama Author: suziehloranda

Celine selalu menyukai Ares. Dia mengabadikan seluruh momen laki-laki itu di sebuah buku kecil. Ratusan foto. Lalu kini buku itu hilang, menyisakan perasaan khawatir yang menghantui Celine setiap malam.

Celine hanya tidak tahu, buku itu berada di tangan Ares. Di simpan baik-baik, menunggu waktu yang tepat untuk membuka kedok Celine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suziehloranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Look at You

Setelah berkutat dengan layar laptopnya sedari tadi sore, Ares mengembuskan nafas lega begitu menyelesaikan desain yang sudah jatuh tempo. Ia menyandarkan tubuhnya pada sandaran bangku, sejenak memejamkan mata.

Sesaat memori masa kecilnya terputar di kepalanya.

"Ares bersabar lah kali ini, biarkan adik-adikmu yang dapat baju baru, ya? Kamu tahu sendiri kan, Nak, bagaimana kita bertahan selama ini? Maafkan Bunda." Bunda panti tersenyum getir kala itu.

Ares yang masih berusia sebelas tahun mencoba mengerti, ia pendam perasaannya dalam-dalam. Memilih untuk tersenyum, ia tampak jauh lebih dewasa dari usianya yang belia.

"Tidak apa Bunda, bajuku masih bagus." katanya tersenyum.

Ares tidak mengerti bagaimana mengutarakan rasa sukanya. Seberapa pun ia menginginkannya, Ares lebih memilih mengerti keadaan, ia diam ketika sebenarnya ada kesempatan untuk mendapatkan yang dia mau. Semua orang menyanjungnya, tapi tak banyak orang yang benar-benar memahami.

Dia tidak ingin menyakiti siapa pun, Ares tersenyum sebagai bentuk perasaannya yang paling dalam. Namun, ketika akhirnya kalimat itu meluncur bebas dari mulut Celine, Ares bingung. Harus bagaimana sekarang? Mulutnya kelu untuk mengatakan sesuatu yang membuat jantungnya berdetak dua kali lebih cepat.

Matanya bergerak liar begitu bayangan Celine muncul di benaknya, tampak kekecewaan di mata gadis itu. Untuk ke sekian kalinya Ares kembali bingung, harus dari mana dia memperbaiki kesalahannya?

"Jangan tatap aku seperti itu," katanya pelan, ia memijat pangkal hidungnya.

Pandangan Ares kemudian terpaku di sudut meja belajar, album foto tergeletak di sana. Tidak berubah dari posisi sebelumnya, seolah benar-benar dikhususkan untuk barang berharga. Jemari Ares mengambilnya, memandanginya dalam diam.

Ares membuka halaman demi halaman, memperhatikan setiap tangkapan gambar yang diambil terburu-buru. Ia menipiskan bibir.

"Mungkin, aku harus melakukannya," Ares meraih ponselnya, terdiam cukup lama ketika membuka aplikasi dengan ikon hijau. Di beranda chat, fokusnya buyar begitu melihat Celine sedang online.

Laki-laki itu menimbang sesaat pesan apa yang harus dikirim. Takut, jika nanti Celine merasa perkataannya tidak cukup dengan rasa sakit yang dia berikan.

Sementara Celine saat ini sedang berbaring di tempat tidurnya, ia memperhatikan layar ponsel yang menyala. Menampilkan satu nama dengan status aktifitas sedang mengetik, alis Celine saling bertaut. Ia mengigit ibu jarinya.

"Apa yang sedang dia ketik?" tanyanya pelan, tapi tak urung senyum kecil terbit di wajahnya.

Malam Celine.

Satu kata itu melunturkan senyumannya, ia berdecak kesal. Celine segera keluar dari aplikasi sebelum sempat membuka chat yang masuk. Namun itu tidak berlangsung lama karena Ares mengiriminya satu pesan lagi.

Kamu sudah lebih baik?

"Kaku banget!" gumam Celine, ia mendengus, tapi tak urung membalas pesan tersebut.

Kenapa?

Pesannya hanya dibaca yang membuat gadis itu mulai kesal. Dia membanting ponselnya ke kasur, menenggelamkan wajahnya ke bantal, pipi Celine memerah dengan rasa jengkel yang menjalar.

"Minta maaf, kek!" cetusnya.

Nada dering telepon milik Celine berbunyi, perempuan itu dengan cepat meraih ponselnya. Matanya membulat sempurna seakan tidak percaya Ares menghubunginya.

Dia kelabakan.

Kenapa nggak diangkat?

Celine dengan cepat membalas,

Tiba-tiba banget.

Ares kembali menghubunginya. Hal itu membuat Celine terpaksa mengangkat panggilan tersebut, bibirnya kelu begitu suara Ares terdengar dari seberang.

"Halo," sapanya. Namun tidak ada tanggapan dari lawan bicara. "Celine apa kamu di sana?"

Celine menjawab dengan nada menciut, "I—Iya,"

Beberapa menit terasa begitu lama, Ares tampak berpikir harus memulai percakapan dari mana. Bibirnya berulang kali bergerak seolah mengucapkan sesuatu, tapi tak ada suara yang keluar.

Setelah beberapa saat yang mendebarkan, laki-laki itu mengambil langkah pasti.

"Kamu tidak sedang sibuk, kan? Nggak ngantuk?" tanyanya hati-hati.

"Nggak!"

Ares menjauhkan ponselnya sebentar untuk menghirup udara yang seolah menipis di paru-parunya. Pipinya memanas begitu kalimat yang semula di rancang di otaknya, kini keluar dengan bebas.

"Soal tadi siang, kamu masih marah?"

"Buat apa?" tanya Celine balik, alisnya menukik tajam. Arah percakapan Ares tidak dia sukai.

"Itu kamu masih marah. Aku ngerti rasa kesalmu dan aku gak mau seolah gak terjadi apa-apa," katanya.

"Emangnya apa yang terjadi?!" Nada suara Celine naik satu oktaf. Ia kesal karena Ares masih dapat setenang ini, Celine merasa hanya dia yang berharap.

"Aku minta maaf, jika apa yang terjadi buat kamu salah paham. Aku ngerti perasaanmu."

Celine tertawa pendek, dia merubah posisi berbaringnya menjadi duduk. "Ngerti apa kamu? Udahlah sekarang aku jadi ngantuk, jangan ganggu deh!" cetusnya.

Ares menghela nafas berat, ia mulai mengetik satu pesan panjang yang tak bisa dia ucapkan secara langsung. Agak berat rasanya.

Celine, aku menghargai pengakuanmu yang bilang kamu suka aku. Udah dari lama, tapi nyatanya aku cuman bingung, gak ngerti harus balas gimana. Tapi kamu harus tahu satu hal, kamu dan Jasmine adalah dua hal yang berbeda. Aku nggak keberatan kalau kau berada dekat denganku.

Celine mengigit bibir bawahnya begitu pesan itu dibaca, secara reflek ia mematikan sambungan telepon sepihak. Gadis itu meletakkan ponselnya, menenggelamkan dirinya di bawah selimut. Pipinya bersemu merah sampai ke telinga.

"Ares ngetik apa sih? Salin dari mana coba, kok bisa buat jantung aku langsung kacau gini?" gumamnya. Ia pandangi pesan yang masih sama, tidak ada tambahan.

Oke—Celine.

Jawaban itu singkat, tapi mampu membuat Ares tersenyum tipis.

Bagaimana sekarang, kamu sudah tidak marah lagi, kan?

Dih! —Celine

Celine mendengus, ia meraih bantal guling dan memukulnya berulang kali. Menganggap jika bantal itu adalah Ares saat ini. Namun tak urung perkataan laki-laki itu membuatnya lega.

"Dia bilang, aku dan Jasmine adalah dua orang berbeda. Dia suka aku enggak sih?" Celine mengulum bibirnya.

Ia meletakkan ponselnya di atas nakas, perempuan itu berbaring di tempat tidur sembari mengamati langit-langit kamarnya. Ada nyala harapan kecil di dalam relung hatinya, berharap musim semi yang telah dia nanti lama menghampirinya.

1
seonghyeon
cemburu? ngakak
seonghyeon
author jadi ini sama anak tetangga atau my crush nih
Suzie: 🤭 itu rahasia negara
total 3 replies
seonghyeon
semangat author, ditunggu bab berikutnya /Tongue/
seonghyeon
lama-lama kesel sama ares
seonghyeon
gila ceritanya penuh emosi banget, absolut sinema banget sih ini
seonghyeon
yah gambar Celine lah /Proud/
seonghyeon
antara orang lama atau orang baru/Doge/
seonghyeon: orang baru sih/Applaud/
total 2 replies
seonghyeon
ah sepertinya sama-sama pengagum rahasia nih
seonghyeon
bian ikut campur bangett /Curse/
seonghyeon
sengaja berarti,bangsut/Curse/
Suzie: 🤣 aduhh jangan gituu
🤭
total 1 replies
seonghyeon
Bagus banget author cocok nih yang suka gendre percintaan+komedi anak sekolahan.🥰

Salut banget sih author lucu gemes
Suzie: 🤭 senang dehh, kalo sukaa😍
total 1 replies
seonghyeon
lucu banget pliss, sampe lupa waktu gua baca perbab kemudian perbab lagi /Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
dipegang nih/Slight/
seonghyeon
kalo aku malu kepikiran tujuh turunan itu 🗿
seonghyeon
hm, senyum "sendiri gw/Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
jangan bilang kita Ares itu pemberian Jasmine /Determined//Determined/
seonghyeon: *itu bukan kita,typo thor 🗿
total 1 replies
seonghyeon
😭😭
seonghyeon
ngakak /Facepalm/
seonghyeon
guna-guna nggak tuh /Bye-Bye/
seonghyeon
aku curiga sama Gabriel /Doge/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!