Asisten Duda CEO Tajir Melintir
Grizella Madeline Dealova, seorang anak magang yang ambisius dan berani, tidak pernah menyangka akan terlibat dengan Galaxy Adelion Wesley, CEO kaya raya yang dingin dan terluka karena pengkhianatan masa lalu.
Pertemuan mereka dipenuhi pertengkaran, tetapi perlahan rasa benci berubah menjadi ketertarikan. Saat Galaxy memintanya menjadi asisten pribadi dan tinggal bersamanya, keduanya mulai menghadapi perasaan yang tidak bisa mereka hindari.
Namun, ketika cinta mulai tumbuh, mantan istri Galaxy kembali membawa rahasia lama yang mengancam hubungan mereka.
Akankah Grizella menjadi alasan Galaxy kembali percaya pada cinta, atau justru menjadi luka baru dalam hidup sang CEO?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flaura Charisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyusup di penthouse
Gelap.
Itulah yang memenuhi seluruh penthouse mewah Galaxy Adelion Wesley.
Lampu tiba-tiba padam.
Suara langkah kaki terdengar samar dari lantai atas.
Grizella berdiri diam di belakang Galaxy.
Untuk pertama kalinya sejak mengenalnya, ia melihat ekspresi Galaxy yang benar-benar serius.
Bukan ekspresi seorang CEO.
Melainkan seseorang yang siap melindungi.
"Jangan bergerak."
Suara Galaxy rendah.
Grizella mengangguk pelan.
Galaxy mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi keamanan.
Namun tidak ada sinyal.
Seseorang telah memutus sistem komunikasi penthouse.
"Dia sudah merencanakannya."
Bisik Galaxy.
Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar terbuka.
Galaxy langsung bergerak.
Ia menarik Grizella ke sisi yang lebih aman dan berjalan perlahan menuju sumber suara.
Setiap langkahnya penuh kehati-hatian.
Di lantai atas...
Sebuah bayangan bergerak melewati lorong.
Galaxy hampir mendekat ketika sosok itu berbalik dan berlari.
"Berhenti!"
Galaxy mengejar.
Namun penyusup itu bergerak cepat.
Sebelum berhasil kabur, orang itu menjatuhkan sebuah benda kecil.
Lalu melompat keluar melalui balkon samping.
Galaxy sampai terlambat beberapa detik.
Ia melihat ke bawah.
Tidak ada siapa pun.
Orang itu sudah menghilang.
Beberapa menit kemudian, sistem keamanan kembali menyala.
Aaron dan tim keamanan tiba di penthouse.
"Tuan, apakah Anda baik-baik saja?"
Galaxy mengangguk.
"Periksa seluruh area."
"Baik."
Grizella masih berdiri di ruang tamu.
Wajahnya terlihat tegang.
Galaxy menghampirinya.
"Kau terluka?"
Grizella menggeleng.
"Tidak."
Namun Galaxy tetap memastikan keadaan dirinya.
"Kau yakin?"
Grizella tersenyum kecil.
"Anda selalu bertanya itu."
"Karena aku harus memastikan."
Jawaban sederhana itu membuat Grizella terdiam.
Aaron datang membawa sebuah benda kecil.
"Tuan, kami menemukan ini."
Galaxy menerimanya.
Sebuah kartu memori kecil.
Di atasnya terdapat simbol yang sama.
Bunga lily perak.
Simbol yang terus muncul sejak awal masalah.
"Apa isinya?"
Aaron menggeleng.
"Kami belum membukanya."
Galaxy menatap kartu itu.
"Siapkan komputer terpisah."
"Aku ingin melihat isinya sendiri."
Beberapa menit kemudian...
Galaxy, Grizella, dan Aaron berada di ruang keamanan kecil penthouse.
Kartu memori itu dibuka.
Sebuah video muncul.
Awalnya layar hanya gelap.
Lalu terdengar suara seorang pria.
"Galaxy Adelion Wesley..."
Semua orang terdiam.
Suara itu terdengar asing.
"Kau selalu berpikir kau kehilangan semuanya karena Vanessa."
"Tapi kau salah."
Layar kemudian menampilkan sebuah foto lama.
Foto Galaxy dan Vanessa saat masih menikah.
Lalu muncul foto kedua.
Foto Galaxy bersama seorang pria yang tidak dikenal.
Galaxy langsung membeku.
Pria itu...
Adalah seseorang yang sudah meninggal bertahun-tahun lalu.
"Ayahku..."
bisiknya.
Grizella menoleh.
"Ayah Anda?"
Galaxy tidak menjawab.
Video berlanjut.
"Kebenaran tentang keluargamu akan menghancurkan semua yang kau bangun."
Lalu layar mati.
Ruangan menjadi sunyi.
Untuk pertama kalinya, Galaxy terlihat benar-benar kehilangan kendali.
Bukan karena ancaman terhadap perusahaan.
Bukan karena musuh bisnis.
Tetapi karena seseorang menyentuh luka keluarganya.
Grizella mendekat perlahan.
"Galaxy..."
Itulah pertama kalinya ia memanggil namanya tanpa sebutan formal.
Galaxy menatapnya.
Dan dalam tatapan itu, Grizella melihat sesuatu yang belum pernah ia lihat.
Rasa takut.
Bukan takut kehilangan kekuasaan.
Tetapi takut mengetahui bahwa seluruh hidupnya mungkin dibangun di atas kebohongan.
Di luar penthouse...
Seseorang kembali mengamati gedung itu.
Sambil tersenyum, ia berkata pelan,
"Permainan baru saja dimulai."
Ruang keamanan penthouse terasa begitu sunyi.
Video misterius yang baru saja mereka lihat masih terbayang di pikiran Galaxy.
Selama bertahun-tahun, ia selalu percaya bahwa ia mengetahui seluruh kisah keluarganya.
Namun malam ini...
Seseorang berhasil membuat keyakinannya goyah.
"Ayahku..."
Galaxy menatap layar yang sudah mati.
Grizella memperhatikan wajahnya.
Untuk pertama kalinya, ia melihat Galaxy tidak memiliki jawaban.
Biasanya pria itu selalu tenang.
Selalu tahu apa yang harus dilakukan.
Namun sekarang...
Ia terlihat seperti seseorang yang sedang mencari pijakan.
"Aku ingin tahu siapa yang mengirim video ini."
Suara Galaxy kembali terdengar tegas.
Aaron segera mengangguk.
"Kami akan melacak sumbernya."
"Dan cari tahu siapa pria dalam foto itu."
"Baik, Tuan."
Setelah Aaron pergi, hanya tersisa Galaxy dan Grizella.
Beberapa saat mereka hanya diam.
Kemudian Grizella berkata pelan,
"Anda tidak harus menghadapi semuanya sendiri."
Galaxy menatapnya.
Kalimat itu terdengar sederhana.
Namun entah kenapa, selalu membuat pertahanannya runtuh.
"Dulu aku berpikir..."
Galaxy berhenti.
"Aku bisa menyelesaikan semuanya sendiri."
Grizella mendengarkan.
"Tapi ternyata semakin aku mencoba mengendalikan semuanya, semakin banyak hal yang hilang."
Ada luka dalam suara Galaxy.
Luka yang selama ini ia sembunyikan.
Keesokan paginya...
Galaxy pergi ke kantor lebih awal.
Ia meminta semua dokumen lama keluarganya dibuka kembali.
Termasuk catatan perusahaan dari masa ayahnya masih memimpin.
Di ruang arsip lama, ia menemukan beberapa berkas yang sudah bertahun-tahun tidak disentuh.
Grizella ikut membantunya.
"Apa Anda yakin ingin membuka semua ini?"
Galaxy mengangguk.
"Ya."
"Kalau memang ada kebohongan..."
"Aku harus mengetahuinya."
Grizella melihat tekad di matanya.
Ia tahu pria ini tidak sedang mencari balas dendam.
Ia hanya ingin mengetahui kebenaran.
Setelah beberapa jam mencari, mereka menemukan sebuah dokumen lama.
Di dalamnya terdapat nama seseorang.
Richard Wesley.
Paman Galaxy.
Grizella membaca dokumen itu.
"Dia keluarga Anda?"
Galaxy mengangguk perlahan.
"Adik ayahku."
"Tapi kenapa namanya ada di dokumen rahasia perusahaan?"
Galaxy mengambil berkas tersebut.
Semakin ia membaca, semakin serius wajahnya.
"Dia pernah berselisih dengan ayahku."
"Tentang apa?"
Galaxy menutup dokumen.
"Warisan perusahaan."
Sementara itu...
Di sebuah ruangan tersembunyi, pria misterius yang selama ini mengawasi mereka sedang berbicara melalui telepon.
"Kartu memori sudah ditemukan."
Suara di seberang bertanya,
"Bagus."
"Apakah Galaxy mulai mencari keluarganya?"
Pria itu tersenyum.
"Ya."
"Dan itu sesuai rencana."
"Sebentar lagi dia akan mulai meragukan semua orang di sekitarnya."
Sore hari...
Saat kembali ke penthouse, Galaxy menemukan sebuah surat di meja ruang tamu.
Tidak ada nama pengirim.
Hanya satu kalimat di bagian depan.
"Untuk anak yang tidak pernah tahu kebenaran tentang ayahnya."
Tangan Galaxy berhenti.
Grizella yang berdiri di sampingnya ikut melihat.
"Jangan dibuka jika Anda belum siap."
Galaxy menatap surat itu.
"Aku sudah terlalu lama hidup dalam kebohongan."
Ia membuka surat tersebut.
Di dalamnya hanya ada satu halaman.
Namun isi surat itu membuat wajah Galaxy berubah.
"Ayahmu bukan korban pengkhianatan. Dia adalah seseorang yang menyembunyikan rahasia besar dari keluarganya."
Galaxy terdiam.
Seluruh tubuhnya membeku.
Karena untuk pertama kalinya...
Ia mulai mempertanyakan sosok yang paling ia hormati dalam hidupnya.
Ayahnya sendiri.
Dan di bagian bawah surat...
Ada sebuah tanda tangan.
Nama yang membuat Grizella dan Galaxy sama-sama terkejut.
Vanessa Hartley.
Ruangan penthouse mendadak terasa begitu sunyi.
Surat itu masih berada di tangan Galaxy.
Nama di bagian bawah kertas terus memenuhi pikirannya.
Vanessa Hartley.
Wanita yang baru beberapa hari lalu kembali ke hidupnya.
Wanita yang selama ini ia anggap sebagai bagian dari luka terbesarnya.
Namun sekarang...
Namanya muncul dalam sebuah rahasia keluarga.
"Ini tidak mungkin."
Suara Galaxy terdengar rendah.
Grizella memperhatikan wajahnya.
Ia tahu pria itu sedang berusaha tetap kuat.
"Apakah Anda percaya surat itu?"
Galaxy tidak langsung menjawab.
"Aku tidak tahu."
Jawaban jujur itu membuat Grizella terdiam.
Karena Galaxy yang selalu yakin pada dirinya sendiri...
Kini terlihat ragu.
Galaxy segera menghubungi Vanessa.
Tidak lama kemudian, wanita itu datang ke penthouse.
Begitu melihat surat tersebut, wajah Vanessa langsung berubah.
"Kau mendapatkannya."
Galaxy menatap tajam.
"Kau tahu tentang surat ini?"
Vanessa terdiam.
"Jawab aku."
Vanessa menarik napas.
"Ya."
Keheningan memenuhi ruangan.
Grizella yang berdiri di dekat mereka ikut terkejut.
"Kenapa Anda tidak pernah mengatakan ini?"
tanya Galaxy.
Vanessa menunduk.
"Karena aku takut."
"Takut apa?"
"Takut kau tidak akan percaya."
Galaxy tertawa kecil tanpa kebahagiaan.
"Menarik."
"Orang-orang selalu mengatakan itu setelah menyembunyikan sesuatu dariku."
Kata-kata itu membuat Vanessa terlihat terluka.
"Aku menemukan surat itu bertahun-tahun lalu."
Vanessa mulai menjelaskan.
"Pada saat pernikahan kita hampir hancur."
"Aku sedang mencari bukti tentang siapa yang mencoba menghancurkan hubungan kita."
"Lalu aku menemukan dokumen tentang keluarga Wesley."
Galaxy mendengarkan dengan serius.
"Apa isinya?"
Vanessa menatapnya.
"Bahwa ayahmu pernah memiliki rahasia besar."
"Rahasia yang berhubungan dengan perusahaan."
Galaxy mengepalkan tangan.
"Kenapa kau tidak memberitahuku?"
"Karena sebelum aku sempat menjelaskan..."
"Kau sudah melihat bukti yang membuatmu mengira aku mengkhianatimu."
Suasana menjadi hening.
Galaxy mengingat masa lalu.
Saat itu ia memang terlalu terluka untuk mendengar penjelasan apa pun.
Malam semakin larut.
Setelah Vanessa pergi, Galaxy masih berdiri di balkon.
Grizella menghampirinya.
"Anda marah?"
Galaxy menatap laut di kejauhan.
"Aku tidak tahu harus merasa apa."
Grizella berdiri di sampingnya.
"Kadang mengetahui kebenaran memang lebih menyakitkan daripada hidup dalam kebohongan."
Galaxy menoleh.
"Bagaimana kau bisa selalu mengatakan hal yang tepat?"
Grizella tersenyum kecil.
"Saya tidak tahu."
"Mungkin karena saya tidak terlalu pintar menyembunyikan perasaan."
Untuk sesaat, Galaxy hampir tersenyum.
Namun ketenangan itu tidak bertahan lama.
Ponsel Galaxy kembali berbunyi.
Sebuah pesan masuk.
Kali ini bukan ancaman.
Melainkan sebuah foto.
Foto lama ayah Galaxy bersama seseorang.
Dan orang itu...
Adalah Adrian.
Mata Galaxy membesar.
"Adrian?"
Grizella ikut melihat foto tersebut.
Wajahnya langsung pucat.
"Dia..."
Galaxy menatapnya.
"Kau mengenalnya?"
Grizella menggeleng cepat.
"Tidak."
Namun ekspresinya mengatakan hal lain.
Galaxy memperhatikannya.
"Grizella."
"Ada sesuatu yang belum kau ceritakan padaku?"
Grizella terdiam.
Karena untuk pertama kalinya...
Ia sadar bahwa masa lalunya mungkin bukan sekadar masa lalu.
Mungkin sejak awal...
Dirinya sudah menjadi bagian dari permainan seseorang.
Di tempat lain...
Adrian berdiri di depan layar komputer.
Foto Galaxy dan Grizella terpampang di sana.
Ia tersenyum tipis.
"Maaf, Grizella."
"Kau tidak pernah tahu..."
"Bahwa pertemuanmu dengan Galaxy bukanlah kebetulan."
Ia menekan sebuah tombol.
Sebuah file rahasia terbuka.
Judul file tersebut membuat siapa pun yang melihatnya akan terkejut.
"Proyek Wesley – Hubungan Grizella Madeline Dealova dan Galaxy Adelion Wesley."